Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Utilization of Plants as Traditional Food by The Dayak Iban Community of Mensiau Village, Batang Lupar District, Kapuas Hulu Regency Wulandari, Reine Suci; Muflihati, Muflihati; Libertus Luben Aden; Wahdina, Wahdina
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6512

Abstract

The Iban Dayak people use forest plants from non-timber forest products (NTFPs) as traditional food. The purpose of the study was to study traditional foods and to record the types of forest plants used, processing methods, and efforts to maintain their sustainability by the Dayak Iban community in Mensiau Village, Batang Lupar District, Kapuas Hulu Regency. Interviews with the determination of respondents by purposive sampling. The Iban Dayak tribe has 14 types of traditional foods that are used for daily needs, certain holidays, and traditional ceremonies using 56 types of forest plants (33 families). The families with the most species were 8 species of Arecaceae, 6 species of Zingiberaceae, and 5 species of Poaceae. A total of 37 species have the greatest usefulness value (UV) (1). The most widely used habitus were herbs (26,78%) The most widely used plant parts were leaves (49,25%). How to process it by cooking boiled, sauteed, and eaten directly (lalap). Conservation efforts are carried out based on the local wisdom of the Iban Dayak community with certain rules and carry out plant cultivation in forests, fields, gardens, and house yards.
Potensi Pewarna Alami Sebagai Pemanfaatan Hasil Alam Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Muflihati, Muflihati; Nurhaida, Nurhaida; Munadian, Munadian
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.4028

Abstract

The management of National Parks which have special regulations means that village communities around the area have limitations in utilizing the potential of the forests around where they live, as a result, conflicts often occur between village communities and National Park managers. It is necessary to find a solution to utilize a more diverse range of forest products without having to violate the rules for managing national parks. One of the non-timber forest products that has quite high potential for improving the economic level of society is natural dyes that can be extracted from various kinds of resources in the forest. Bukit Baka Bukit Raya National Park has very abundant natural resources so efforts are needed to utilize these natural resources sustainably. For this reason, the PKM Forestry team, in collaboration with the TNBBBR management, carries out outreach on the potential of natural dyes as a use of natural products based on regional potential in improving the economy of the community of Belaban Ella Village, Belaban Resort, Bukit Baka Bukit Raya National Park. It is hoped that this outreach can increase the community's capacity to utilize forest products that are environmentally friendly and of course have high economic value. This outreach can change people's mindset to start exploiting the potential that exists in the forest in an environmentally sustainable way.
BUDAYA SPIRITUAL DI SEKITAR KAWASAN PT. HUTAN KETAPANG INDUSTRI KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG (Studi Kasus Desa Pangkalan Batu, Desa Kedondong dan Desa Mekar Utama) Asmaiah, Asmaiah; Rifanjani, Slamet; Muflihati, Muflihati
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.75842

Abstract

Spiritual culture is a manifestation of inner culture that can only be communicated through the expression of symbols that are still alive. This culture can be understood and has become a belief of the Dayak people that cannot be changed. The forms of spiritual culture include customs, language, tools, clothing, buildings, and works of art that develop and are passed down from generation to generation. PT Hutan Ketapang Industri is an industrial plantation forest company that helps protect spiritual culture and important locations for traditions/customs in order to maintain the cultural identity of local residents. The purpose of the study was to obtain and analyze data on spiritual culture around PT Hutan Ketapang Industri in kendawangan sub-district, Ketapang Regency. This study uses a survey method. Data collection by interview using the snowball sampling technique. Interviews were conducted with the Village Headwho was the key respondent to obtain information about spiritual culture with a question guide. Data analysis techniques using descriptive methods with a qualitative approach. The results of spiritual culture research show cultural sites, traditional rituals and objects used in traditional rituals. Spiritual culture is still maintained and preserved today by the people of Pangkalan Batu Village, Kedondong Village and Mekar Utama Village. Keywords: Key Responden, PT. Hutan Ketapang Industri, Snowball, Spiritual Culture Abstrak Budaya spiritual merupakan perwujudan budaya batin yang hanya dapat dikomunikasikan melalui eksperesi simbol-simbol yang masih hidup. Budaya ini dapat dipahami dan sudah menjadi kepercayaan masyarakat dayak yang tidak dapat diubah. Bentuk budaya spiritual tersebut antara lain adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi. PT. Hutan Ketapang Industri merupakan perusahaan hutan tanaman industri yang ikut melindungi budaya spiritual serta lokasi penting bagi tradisi/adat agar terjaganya identitas budaya warga setempat. Tujuan penelitian untuk memperoleh dan menganalisis data budaya spiritual di sekitar PT. Hutan Ketapang Industri Kecamatan kendawangan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Wawancara dilakukan kepada Kepala Desa yang merupakan responden kunci untuk mendapakan informasi tentang budaya spiritual dengan panduan pedoman pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian budaya spiritual menunjukkan situs budaya, ritual adat dan benda-benda yang digunakan dalam ritual adat. Budaya spiritual masih dijaga dan dilestarikan hingga sampai sekarang oleh masyarakat Desa Pangkalan Batu, Desa Kedondong dan Desa Mekar Utama. Kata kunci: Responden Kunci, PT. Hutan Ketapang Industri, Snowball, Budaya Spiritual
Ecobrick is An Effort to Reduce Plastic Waste in The Cipta Karya Village, Bengkayang district: Ecobrick Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik Di Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang Munadian, Munadian; Nurhaida, Nurhaida; Muflihati, Muflihati; Wulandari, Reine Suci Wulandari; Siahaan, Sarma
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.20129

Abstract

Desa Cipta Karya merupakan desa wisata yang berada di Kabupaten Bengkayang, hal tersebut menyebabkan banyaknya aktivitas wisata masyarakat yang berakibat pada meningkatnya limbah plastik. Status desa yang termasuk kedalam 75 desa wisata terbaik di Indonesia menyebabkan masyarakat dan pemerintah harus tetap menjaga keindahalan lingkungan desa tersebut, salah satu caranya adalah dengan pengolahan sampah plastik. Pembuatan Ecobrick merupakan salah satu solusi pengolahan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Pengabdian ini bertujuan untuk wadah transfer informasi tentang potensi pengolahan limbah plastik menjadi produk ecobrick sebagai tanggung jawab civitas akademika dalam upaya menjaga status desa sebagai desa wisata terbaik. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan cara persentasi dan praktek langsung pembuatan produk ecobrick. Dari olah data kuisioner menunjukan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengolahan limbah plastik yang memiliki nilai guna lebih dan dapat memberikan peluang usaha baru dengan nilai jual yang tinggi sehingga masyarakat menjadi unggul dalam ekonomi dan lingkungan pun terjaga.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA ENSAID PANJANG KABUPATEN SINTANG Pradika, Carteus Bima; Kartikawati, Siti Masitoh; Muflihati, Muflihati
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.87788

Abstract

Ensaid Panjang Village is one of the villages in Sintang Regency that has various natural and local cultural potentials that can be developed into ecotourism destinations.. Research was conducted to examine strategic issues, examine internal and external factors and formulate development strategies based on SWOT analysis. The research was conducted in Ensaid Panjang Village, Sintang Regency, Kelam Permai District, West Kalimantan. Data collection was carried out by observation, documentation and interviews obtained from Key Person and Accidental Sampling used to interview visitors. The results showed that Ecotourism in Ensaid Panjang Village is in quadrant 1 which shows that the right strategy to develop tourism is to use strengths as opportunities such as making tour packages, using government support to improve facilities, and utilizing tourism as educational material. Keywords: Ecotourism, Ensaid Panjang, and SWOT Abstrak Desa Ensaid Panjang merupakan salah satu desa di Kabupaten Sintang yang memiliki berbagai potensi alam dan budaya lokal yang potensial dikembangkan untuk destinasi ekowisata. Penelitian dilakukan untuk mengkaji isu-isu strategi, mengkaji factor internal dan eksternal dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang, Kecamatan Kelam Permai, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara yang diperoleh dari Key Person dan Accidental Sampling yang digunakan untuk mewawancarai pengunjung.Hasil Penelitian menunjukan bahwa Ekowisata yang berada di Desa Ensaid Panjang berapada pada kuadran 1 yang menunjukan bahwa Strategi yang tepat untuk mengembangkan wisata adalah menggunakan kekuatan sebagai peluang seperti membuat paket wisata, menggunakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan fasilitas, dan memanfaatkan wisata sebagai bahan edukasi. Kata kunci: Ekowisata, Ensaid Panjang, dan SWOT