Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The leadership of Prophet Dauid and Prophet Sulayman in the Qur'an Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7568

Abstract

Kepemimpinan adalah sebuah unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam Islam dan kehidupan sehari-hari, karena kepemimpinan adalah fitrah seorang manusia untuk hidup dalam sebuah kelompok dan dalam setiap kelompoknya dibutuhkan seorang pemimpin untuk dijadikan pedoman kelompok tersebut. Salah satu isu kepemimpinan dalam al-Qur’an adalah kisah kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. Banyak peneliti yang telah meneliti kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. namun hanya berfokus kepada sifat yang dimiliki Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. sebagai figur pemimpin. Berdasarkan hal itu penulis melihat adanya ruang kosong dalam penelitian tentang kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. yaitu bagaimana Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As menjalankan kepemimpinannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik library research untuk mendapatkan data penelitiannya. Sumber data utama dari penelitian ini adalah Qs. al-Naml/ 27: 36-37 dan Qs. Ṣād/ 38: 22-24. Data yang didapat dari penelitian ini akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analisis dengan menggunakan metode penafsiran maudū‘ī. Hasil dari penelitian ini adalah, 1. Adanya perubahan Nabi Daud As. dalam menyelesaikan masalah, yaitu sebelum diuji dan pasca diuji oleh Allah Swt. 2. Nabi Daud As. bertugas untuk mengelola wilayah kepemimpinannya dengan baik, mendengarkan aspirasi yang memilihnya, dan menyelesaikan masalah dengan adil dan benar, 3. Nabi Sulaiman As. merupakan seorang pemimpin yang tegas, berhati-hati dan berpendirian, 4. Nabi Sulaiman As. pemimpin yang sangat percaya diri.
Pendidikan Akhlak Memuliakan Tamu dalam Qs. Al-Ẓāriyāt/ 51: 24-31: Urgensi dan Metode Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya; Fahrudin; Anggi Afrina Rambe; Regita Ayu Dwietama
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i1.11474

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial, maka sangat penting manusia mengaplikasikan akhlak berdasarkan al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari, salah satu akhlak dalam al-Qur’an adalah akhlak dalam memuliakan tamu. Nabi Ibrahim As. merupakan manusia yang pertama kali memuliakan tamu dengan menghidangkan makanan yang dikisahkan dalam Qs. al-Ẓāriyāt/ 51: 24-31. Penelitian ini berusaha menganalisis upaya apa yang dilakukan Nabi Ibrahim As. dalam memuliakan tamu dan urgensinya bagi pendidikan akhlak anak usia dini. Penelitian ini menggunakan mendekatan penafsiran tarbawī dengan menggunakan metode kualitatif library research dengan jenis penelitian deskriptif-analisis. Hasil penelitian ini adalah pertama Nabi Ibrahim As. memuliakan tamu dengan tidak membeda-bedakan tamu, menjawab salam dengan lebih baik, mempersilahkan tamu masuk, memanggil keluarga, tidak membuat tamu bersusah payah, bertutur kata dengan baik dan lembut, dan tidak menanyakan maksud kedatangan di awal, dan kedua menanamkan akhlak kepada anak usia dini sangat penting namun dengan memperhatikan metode penyampaiannya, seperti dengan menggunakan dialog, cerita, memberikan teladan, melakukan pembiasaan, dan mengevaluasi anak.
Compassion in the Qur’an: A Study of Quraish Shihab’s Thought and its Implications for Learning in Islamic Education Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya; Supriadi, Udin; Surahman, Cucu
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 2 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i2.7517

Abstract

This study critically examines Quraish Shihab’s thoughts on the concept of compassion in the Qur’an, focusing on the meanings of four key terms: raḥmah, raḥmān, raḥīm, and ra’ūf. It employs a qualitative approach through a literature study that explores the theme of compassion in Quraish Shihab’s interpretations and its implications for learning within Islamic education. The data in this study are categorized into two types: primary data, consisting of verses related to compassion as interpreted in Tafsir al-Mishbah, and secondary data, which include scholarly articles, academic journals, books on Islamic education, and other relevant documents that support the theoretical and conceptual analysis of this research. Data collection was conducted through documentation methods, involving gathering written materials from both primary and secondary sources. The data analysis in this research comprises three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings of this study reveal that, according to Quraish Shihab, compassion in the Qur’an is represented through four terms: raḥmah, raḥmān, raḥīm, and ra’ūf. The implications of compassion from Quraish Shihab’s perspective for learning in Islamic education encompass four aspects: (1) the formation of humane and educational communication, (2) the provision of all learners’ needs, (3) perseverance in teaching that reflects raḥmāniyyah, and (4) a firm yet non-authoritarian attitude.
Ḥalālan Ţhayyiban Food in the Qur’an and The School’s Role in Ensuring Students’s Nutrition and Healthy Food Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya; Hakim, Faisol; Ariasti, Widya; Heriansah, Heriansah; Supriadi, Udin
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.42171

Abstract

This research aims to analyze the concept of ḥalālan ṭayyiban food in the Qur'an and school policies in ensuring nutrition and healthy food for students. This study employs a multi-method design involving both library and field studies. The library study uses a tahlili interpretation method to analyze the concept of ḥalālan ṭayyiban, while the field study examines school policies. Data collection techniques include observation, interviews, document analysis, and the review of Qur'anic verses and related interpretations. Data were analyzed descriptively through reduction, presentation, and conclusion techniques. The findings indicate that ḥalālan ṭayyiban not only pertains to permissibility but also to nutritional value and food healthiness. Schools play a vital role in ensuring students consume ḥalālan ṭayyiban food through policies such as outreach, canteen monitoring, and collaboration with parents.