Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kajian Tafsir Ilmiah Q.S. Aṭ-Ṭāriq Ayat 1-3: Menelusuri Makna ‘Bintang Cemerlang’ dalam Perspektif Kosmologi Khairunissa; Liya Azizah; Zuraida Ramadhani; Norhidayah; Ahmad Mujahid
Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62109/ijiat.v6i2.159

Abstract

Bintang merupakan salah satu objek langit yang menjadi perhatian dalam kosmologi modern maupun dalam teks-teks suci, termasuk Al-Qur’an. Salah satu penggambaran tentang bintang dalam Al-Qur’an terdapat pada Q.S. Aṭ-Ṭāriq ayat 1–3, yang menyebutkan istilah an-najm ats-tsāqib, yakni “bintang cemerlang”. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri makna an-najm ats-tsāqib melalui pendekatan tafsir ilmiah dan mengaitkannya dengan temuan kosmologi modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber-sumber tafsir klasik dan literatur kosmologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufassir klasik memahami an-najm ats-tsāqib sebagai bintang yang bercahaya terang dan menembus kegelapan malam. Dalam perspektif ilmiah modern, istilah ini dikorelasikan dengan fenomena objek astronomi seperti bintang neutron atau pulsaryang memiliki karakteristik radiasi inten. Penelitian ini memperlihatkan adanya keserasian makna antara isyarat Al-Qur’an dan penemuan kosmologi modern, sekaligus menguatkan bahwa Al-Qur’an mengandung petunjuk ilmiah yang relevan sepanjang masa.   Abstract Stars are one of the celestial objects that are of interest in modern cosmology and in sacred texts, including the Qur'an. One of the depictions of stars in the Qur'an is in Q.S. Aṭ-Ṭāriq verses 1-3, which mentions the term an-Najm ats-Tsāqib, namely "bright star". This study aims to explore the meaning of an-Najm ats-Tsāqib through a scientific interpretation approach and relate it to the findings of modern cosmology. The method used is qualitative research based on literature studies. Data were obtained from classical interpretation sources and contemporary cosmological literature. The results of the study show that classical interpreters understand an-Najm ats-Tsāqib as a star that shines brightly and penetrates the darkness of the night. In a modern scientific perspective, this term is correlated with the phenomenon of astronomical objects such as neutron stars or pulsars that have intense radiation characteristics. This research shows that there is harmony in meaning between the signs of the Qur'an and the discoveries of modern cosmology, while also confirming that the Qur'an contains scientific guidance that is relevant for all time.
Makna Denotatif dan Konotatif pada Lirik Lagu “Mangu” Karya Charita Utami dan Fourtwnty Norhidayah; Dewi, Dwi Wahyu Candra
MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Vol 3 No 2 (2025): MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu “Mangu” karya Charita Utami dan Fourtwnty mengandung makna denotatif dan konotatif yang sarat akan nilai-nilai emosional, spiritual, dan ideologis. Melalui pendekatan semantik dan teori Barthes, ditemukan bahwa lirik lagu ini tidak hanya menggambarkan konflik dalam hubungan asmara, tetapi juga merefleksikan ketegangan antara rasa dan keyakinan yang menjadi akar dari perpisahan. Makna konotatif yang terkandung dalam lirik mendominasi dan menghadirkan kedalaman makna yang mencerminkan realitas sosial kontemporer, khususnya tentang perbedaan prinsip hidup dalam hubungan antarindividu. Oleh karena itu, lagu ini tidak hanya menjadi karya seni yang estetik, tetapi juga menjadi media kritik sosial dan refleksi personal yang kuat.
Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Mengenal Huruf Vokal Dan Konsonan Menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Metode Demonstrasi, Dengan Media Papan Flanel Pada Kelompok B KB Karang Mekar Norhidayah; Sulistiyana
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 4 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v2i4.2045

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah belum berkembangnya kemampuan kognitif anak dalam mengenali berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan. Di sebabkan oleh belum optimalnya kegiatan pembelajaran dalam mengenal huruf di sekolah dan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Jika dibiarkan maka akan berdampak anak menjadi kesulitan dalam mengenali lambang huruf vokal dan konsonan, dan kesulitan dalam membaca huruf. Di perbaiki dengan menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Metode Demonstrasi, dengan Media Papan Flanel. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas guru, partisipasi anak, serta hasil perkembangan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif lewat penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Lokasi penelitian berada di KB Karang Mekar, Kabupaten Barito Kuala, dengan subjek penelitian yaitu Kelompok B yang terdiri dari 11 anak, terdiri atas 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Metode pengumpulan data yang diterapkan mencakup kegiatan wawancara, pengamatan langsung, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas guru pada pertemuan pertama hingga ketiga berada pada kriteria Baik, sedangkan pada pertemuan keempat meningkat menjadi Sangat Baik. Sementara itu, aktivitas anak menunjukkan peningkatan bertahap, yaitu 36% pada pertemuan pertama, 55% pada pertemuan kedua, 73% pada pertemuan ketiga, dan mencapai 100% pada pertemuan keempat. Perkembangan kognitif anak juga mengalami peningkatan yang signifikan, dimulai dari 36% di pertemuan pertama, 45% di pertemuan kedua, 73% di pertemuan ketiga, hingga mencapai 100% pada pertemuan keempat
ANALISIS NILAI SPIRITUAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA PRINSIP BELOM BAHADAT Titania Amilia Putri; Natasya Audia Safitri; Nelsi Islami; Norhidayah; Nor Aida; Ali Iskandar Zulkarnain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang analisis nilai spiritual dalam pembentukan karakter dengan prinsip Belom Bahadat merupakan sebuah langkah penting dalam memahami bagaimana budaya dan nilai-nilai lokal dapat mempengaruhi perkembangan individu dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Metode library research yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan peneliti untuk menggali prinsip Belom Bahadat serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya melalui literatur, dokumen sejarah, dan sumber-sumber lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai religius dan toleransi berperan dalam membentuk karakter individu sesuai dengan prinsip Belom Bahadat. Penelitian menyoroti pentingnya nilai-nilai spiritual dalam pembentukan karakter serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual memainkan peran kunci dalam membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab di dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Nilai-nilai seperti kepercayaan kepada kekuatan spiritual, rasa hormat terhadap leluhur, serta sikap toleransi terhadap perbedaan, semuanya merupakan bagian integral dari prinsip Belom Bahadat
Keimanan dan Ketuhanan dalam Filsafat Islam Norhidayah; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1498

Abstract

Filsafat Islam merupakan disiplin intelektual yang mengkaji hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai-nilai melalui pendekatan rasional yang selaras dengan ajaran Islam. Salah satu tema sentral dalam filsafat Islam adalah konsep keimanan (īmān) dan ketuhanan (ulūhiyyah), yang menjadi basis metafisika dan epistemologi pemikiran Islam. Artikel ini bertujuan menjelaskan fondasi teologis dan filosofis konsep keimanan serta ketuhanan dalam khazanah filsafat Islam melalui kajian teks klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah karya para filsuf Muslim seperti al-Kindī, al-Fārābī, Ibn Sīnā, al-Ghazālī, dan Ibn Rushd. Hasil kajian menunjukkan bahwa keimanan memiliki landasan rasional sekaligus tekstual, yang memadukan dalil wahyu dan akal. Konsep ketuhanan dalam filsafat Islam menegaskan bahwa Tuhan adalah Wujud Niscaya (necessary being; wājib al-wujūd) yang menjadi sumber segala eksistensi. Pembahasan mengenai hubungan Tuhan dengan alam, aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis menunjukkan bahwa filsafat Islam memberikan kerangka komprehensif dalam memahami ketauhidan. Kesimpulan artikel ini menegaskan bahwa filsafat Islam tidak hanya mempertahankan prinsip keimanan yang bersumber dari wahyu, tetapi juga menguatkannya melalui argumentasi rasional sehingga menjembatani iman dan akal dalam satu kesatuan harmonis.
Efektivitas Program Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Paluhakan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara Norhidayah; Delsa Fatimah
JURNAL BISNIS DAN PEMBANGUNAN Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis dan Pembangunan
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbp.1414i1.71

Abstract

Abstract: Effectiveness is the success in achieving previously set goals. In the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency, several problems were found, such as the increasing prevalence of stunting in Palukahan Village, the less-than-optimal socialization carried out during the integrated health post (posyandu) and the Supplementary Food Provision (PMT) program which was not fully targeted. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the program and the factors that influence the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency. The research method used is a qualitative method with a qualitative descriptive type, data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. Determination of data sources using purposive sampling techniques, with 10 informants. Data analysis techniques use data collection, data condensation, data presentation, drawing conclusions and verification. Data credibility testing, namely increasing perseverance, triangulation, using reference materials and member checks. The results of the study indicate that the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency is less effective as seen from the indicators: the suitability of the program with the target is less effective, the suitability with the requirements is effective, the ability of the program organizers is quite effective, community understanding is less effective, the suitability with the results is less effective, the target of the program is less effective, the program review is effective, the program evaluation is quite effective. In the effectiveness of the program there are supporting factors, namely the requirements that are in accordance with the targets and the cooperation between program implementers. On the other hand, there are factors inhibiting the effectiveness of the program, namely the lack of motivation and education on how to raise children, the lack of training for Palukahan Village cadres, and the limited village fund budget. It is recommended that the Village Consultative Body, Village Head and Palukahan Village Apparatus are expected to prioritize budget allocation