Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Mengenal Huruf Vokal Dan Konsonan Menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Metode Demonstrasi, Dengan Media Papan Flanel Pada Kelompok B KB Karang Mekar Norhidayah; Sulistiyana
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 4 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v2i4.2045

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah belum berkembangnya kemampuan kognitif anak dalam mengenali berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan. Di sebabkan oleh belum optimalnya kegiatan pembelajaran dalam mengenal huruf di sekolah dan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Jika dibiarkan maka akan berdampak anak menjadi kesulitan dalam mengenali lambang huruf vokal dan konsonan, dan kesulitan dalam membaca huruf. Di perbaiki dengan menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Metode Demonstrasi, dengan Media Papan Flanel. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas guru, partisipasi anak, serta hasil perkembangan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif lewat penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Lokasi penelitian berada di KB Karang Mekar, Kabupaten Barito Kuala, dengan subjek penelitian yaitu Kelompok B yang terdiri dari 11 anak, terdiri atas 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Metode pengumpulan data yang diterapkan mencakup kegiatan wawancara, pengamatan langsung, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas guru pada pertemuan pertama hingga ketiga berada pada kriteria Baik, sedangkan pada pertemuan keempat meningkat menjadi Sangat Baik. Sementara itu, aktivitas anak menunjukkan peningkatan bertahap, yaitu 36% pada pertemuan pertama, 55% pada pertemuan kedua, 73% pada pertemuan ketiga, dan mencapai 100% pada pertemuan keempat. Perkembangan kognitif anak juga mengalami peningkatan yang signifikan, dimulai dari 36% di pertemuan pertama, 45% di pertemuan kedua, 73% di pertemuan ketiga, hingga mencapai 100% pada pertemuan keempat
ANALISIS NILAI SPIRITUAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA PRINSIP BELOM BAHADAT Titania Amilia Putri; Natasya Audia Safitri; Nelsi Islami; Norhidayah; Nor Aida; Ali Iskandar Zulkarnain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang analisis nilai spiritual dalam pembentukan karakter dengan prinsip Belom Bahadat merupakan sebuah langkah penting dalam memahami bagaimana budaya dan nilai-nilai lokal dapat mempengaruhi perkembangan individu dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Metode library research yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan peneliti untuk menggali prinsip Belom Bahadat serta nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya melalui literatur, dokumen sejarah, dan sumber-sumber lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai religius dan toleransi berperan dalam membentuk karakter individu sesuai dengan prinsip Belom Bahadat. Penelitian menyoroti pentingnya nilai-nilai spiritual dalam pembentukan karakter serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual memainkan peran kunci dalam membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab di dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Nilai-nilai seperti kepercayaan kepada kekuatan spiritual, rasa hormat terhadap leluhur, serta sikap toleransi terhadap perbedaan, semuanya merupakan bagian integral dari prinsip Belom Bahadat
Keimanan dan Ketuhanan dalam Filsafat Islam Norhidayah; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1498

Abstract

Filsafat Islam merupakan disiplin intelektual yang mengkaji hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai-nilai melalui pendekatan rasional yang selaras dengan ajaran Islam. Salah satu tema sentral dalam filsafat Islam adalah konsep keimanan (īmān) dan ketuhanan (ulūhiyyah), yang menjadi basis metafisika dan epistemologi pemikiran Islam. Artikel ini bertujuan menjelaskan fondasi teologis dan filosofis konsep keimanan serta ketuhanan dalam khazanah filsafat Islam melalui kajian teks klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah karya para filsuf Muslim seperti al-Kindī, al-Fārābī, Ibn Sīnā, al-Ghazālī, dan Ibn Rushd. Hasil kajian menunjukkan bahwa keimanan memiliki landasan rasional sekaligus tekstual, yang memadukan dalil wahyu dan akal. Konsep ketuhanan dalam filsafat Islam menegaskan bahwa Tuhan adalah Wujud Niscaya (necessary being; wājib al-wujūd) yang menjadi sumber segala eksistensi. Pembahasan mengenai hubungan Tuhan dengan alam, aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis menunjukkan bahwa filsafat Islam memberikan kerangka komprehensif dalam memahami ketauhidan. Kesimpulan artikel ini menegaskan bahwa filsafat Islam tidak hanya mempertahankan prinsip keimanan yang bersumber dari wahyu, tetapi juga menguatkannya melalui argumentasi rasional sehingga menjembatani iman dan akal dalam satu kesatuan harmonis.
Efektivitas Program Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Paluhakan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara Norhidayah; Delsa Fatimah
JURNAL BISNIS DAN PEMBANGUNAN Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis dan Pembangunan
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbp.1414i1.71

Abstract

Abstract: Effectiveness is the success in achieving previously set goals. In the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency, several problems were found, such as the increasing prevalence of stunting in Palukahan Village, the less-than-optimal socialization carried out during the integrated health post (posyandu) and the Supplementary Food Provision (PMT) program which was not fully targeted. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the program and the factors that influence the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency. The research method used is a qualitative method with a qualitative descriptive type, data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. Determination of data sources using purposive sampling techniques, with 10 informants. Data analysis techniques use data collection, data condensation, data presentation, drawing conclusions and verification. Data credibility testing, namely increasing perseverance, triangulation, using reference materials and member checks. The results of the study indicate that the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program in Palukahan Village, Danau Panggang District, Hulu Sungai Utara Regency is less effective as seen from the indicators: the suitability of the program with the target is less effective, the suitability with the requirements is effective, the ability of the program organizers is quite effective, community understanding is less effective, the suitability with the results is less effective, the target of the program is less effective, the program review is effective, the program evaluation is quite effective. In the effectiveness of the program there are supporting factors, namely the requirements that are in accordance with the targets and the cooperation between program implementers. On the other hand, there are factors inhibiting the effectiveness of the program, namely the lack of motivation and education on how to raise children, the lack of training for Palukahan Village cadres, and the limited village fund budget. It is recommended that the Village Consultative Body, Village Head and Palukahan Village Apparatus are expected to prioritize budget allocation