Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dimensi kesabaran profetik dalam QS. Al-Qalam ayat 48 berdasarkan perspektif tafsir klasik dan kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta metode tafsir muqaran (komparatif). Sumber data primer berupa tafsir Jāmi‘ al-Bayān karya Al-Tabari dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesabaran dalam QS. Al-Qalam ayat 48 merupakan konsep multidimensional yang mencakup aspek teologis, psikologis, dan sosial. Dalam perspektif Al-Tabari, kesabaran dimaknai sebagai kepatuhan total terhadap ketetapan Allah yang berfungsi sebagai stabilisasi iman dan ketahanan spiritual. Sementara itu, Quraish Shihab memaknai kesabaran secara kontekstual sebagai kemampuan pengendalian diri, adaptasi psikologis, serta strategi menghadapi dinamika sosial modern. Analisis komparatif menunjukkan adanya pergeseran epistemologis dari pendekatan normatif-teologis menuju kontekstual-transformatif. Namun demikian, kedua perspektif bersifat komplementer dan dapat disintesiskan menjadi model kesabaran profetik yang integratif. Penelitian ini menegaskan bahwa kesabaran Qur’ani memiliki relevansi signifikan dalam membangun resiliensi individu dan harmoni sosial di tengah krisis modern