Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis pada Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya Angelica Kresnamurti; Nuraini Farida; Irvan Jayanto
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.31958

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengobati penyakit ringan dengan pemilihan obat-obatan yang tepat. Jika swamedikasi tidak dilakukan dengan tepat akan membuat penyakit semakin parah. Pengetahuan yang   baik dapat membantu masyarakat melakukan swamedikasi dengan baik dan tepat. Gastritis adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi pada mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik observasional, dengan desain penelitian Cross Sectional. Tehnik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 96 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner pengetahuan dan perilaku sebanyak 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban berskala Guttman yang telah valid dan skala likert yang telah valid 11 pertanyaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2021 pada Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya. Analisis data menggunakan SPSS versi 26. Analisis statitik korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan taraf singnifikasi sebesar 0,041 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi gastritis, Nilai r hitung diperoleh sebesar 0,347 menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan cukup. Dari hasil korelasi dapat menunjukkan angka korelasi positif yang berarti kedua variabel tersebut memiliki jenis hubungan yang searah.
Standarisasi dan Analisis Ftir Ekstrak Etanol 70% Bulu Babi (Echinometra mathaei) dari Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam Angelica Kresnamurti; Farizah Izazi; Dina Camelia
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i1.7200

Abstract

Bulu Babi (Echinometra mathaei) atau landak laut dalam Bahasa Inggris disebut sea urchin memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol 70% Bulu Babi Echinometra mathaei dengan menggunakan analisis FTIR Tahapan penelitian meliputi determinasi, ekstraksi, uji organoleptis, uji makroskopis, dan analisis FTIR. Determinasi sampel menyimpulkan sampel yang digunakan adalah Bulu Babi Echinometra mathaei. Pengujian makroskopik didapatkan bentuk oval, warna hitam keunguan, bau khas bulu babi dan dimensi ukuran berdiameter ±4,5cm. Ekstraksi dengan metode maserasi menghasilkan rendemen 13,51%. Hasil uji organoleptis berupa ekstrak kental, cokelat kehitaman dan bau khas Bulu Babi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan kandungan triterpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Data hasil analisis cemaran ekstrak menunjukkan tdk ada cemaran mikroba, cemaran kapang/khamir, dan cemaran logam memenuhi persyaratan. Hasil analisis spektroskopi FTIR menunjukkan bahwa senyawa aktif mengandung gugus –OH yaitu alkohol (w 3744.203 dan 3339.768 cm-1), C=O yaitu keton pada cincin aromatis (w 1623.884 dan 1569.971cm-1), ikatan rangkap pada cincin aromatis -C=C (w 1404.716 cm-1), -CH3 ikatan tunggal C-H3 pada alcohol (w 1169.226 cm-1) dan =C-H (1000–650 cm−1) yaitu alkena. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% Echinometra mathaei mengandung metabolit saponin, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, tannin.
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Dengan Metode Defined Daily Dose Pada Pasien Gastroenteritis Anak Di Rs Swasta Surabaya Lestiono - Lestiono; Angelica - Kresnamurti; Abdul - Azis; Muhammad Eko Wahyudi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v19i2.5327

Abstract

Penyakit diare merupakan penyebab utama kematian kedua pada anak setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien diare anak rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif dengan desain cross sectional berdasarkan data retrospektif. Evaluasi penggunaan antibiotik dilihat dari hasil evaluasi menggunakan metode DDD. Diperoleh 30 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi yang menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada anak usia 2 sampai 5 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan antibiotik ceftriaxone adalah antibiotik yang sering digunakan sebagai pengobatan diare pada anak. Hasil dari metode DDD 100 patient-days menunjukkan antibiotik Ceftriaxone yang paling tinggi sebesar 24,59 DDD diikuti Meropenem 4,02; Ampisilin-Sulbaktam 2,12; sefiksim 1,55; Thiamphenicol 1,15; Metronidazol 1,03; Sefoperazone 0,95; Sefotaksim 0,69. Kesimpulan pada penelitian ini adalah banyaknya variasi antibiotika dan kuantitas antibiotika berdasarkan metode DDD, belum menunjukkan prinsip pengobatan antibiotika yang rasional. Kata kunci: Evaluasi Antibiotika; Diare; Metode DDD; Pasien Anak
STUDI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN di RSUD KABUPATEN SIDOARJO Efer Memento Yotlely Romera; Angelica Kresnamurti; Dyah Ayu Febiyanti
JOURNAL OF PHARMACY SCIENCE AND TECHNOLOGY Voume 1 Nomor 1
Publisher : Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease that has symptoms due to elevated blood glucose levels above normal values and requires regular treatment. Patient adherence is very important to reduce the risk of complications in diabetes mellitus patient. This research aims to determine correlation the patient adherence in taking antidiabetic drugs with two different methods, Pill count and MMAS-8 method. This research used cross-sectional with non-probability sampling methods. There were 21 outpatients in Sidoarjo Hospital included in this research. Based on the result by pill count, obtained 14 respondents adherent (66.67%) and non-adherent respondents was 7 (33.33%), while the result of MMAS-8 method was 8 respondents (38.10%) with high adherence, 10 respondents (47.62%) with moderate adherence and 3 respondents (14.29%) with low adherence. Comparison between pill count and MMAS-8 was carried out using the SPSS statistical program, and 50% result had expected count value less than 5, so did not qualify for chi-square (χ2). Therefore, the Fisher exact test was done as the alternative way by viewing the exact-sig value in the column Fisher exact-test and obtained the value of 0.247 with a significance value of 0.05. So it shows there is no correlation between the measurements result of adherence with the method MMAS-8 and pill count.
Standarisasi dan Analisis Ftir Ekstrak Etanol 70% Bulu Babi (Echinometra mathaei) dari Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam Angelica Kresnamurti; Farizah Izazi; Dina Camelia
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i1.7200

Abstract

Bulu Babi (Echinometra mathaei) atau landak laut dalam Bahasa Inggris disebut sea urchin memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bersifat toksik. Senyawa bioaktif merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mempertahankan diri dari ancaman yang berasal dari lingkungan maupun hewan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol 70% Bulu Babi Echinometra mathaei dengan menggunakan analisis FTIR Tahapan penelitian meliputi determinasi, ekstraksi, uji organoleptis, uji makroskopis, dan analisis FTIR. Determinasi sampel menyimpulkan sampel yang digunakan adalah Bulu Babi Echinometra mathaei. Pengujian makroskopik didapatkan bentuk oval, warna hitam keunguan, bau khas bulu babi dan dimensi ukuran berdiameter ±4,5cm. Ekstraksi dengan metode maserasi menghasilkan rendemen 13,51%. Hasil uji organoleptis berupa ekstrak kental, cokelat kehitaman dan bau khas Bulu Babi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan kandungan triterpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Data hasil analisis cemaran ekstrak menunjukkan tdk ada cemaran mikroba, cemaran kapang/khamir, dan cemaran logam memenuhi persyaratan. Hasil analisis spektroskopi FTIR menunjukkan bahwa senyawa aktif mengandung gugus –OH yaitu alkohol, C=O yaitu keton pada cincin aromatis, ikatan rangkap pada cincin aromatis -C=C, -CH3 ikatan tunggal C-H3 pada alcohol dan =C-H  yaitu alkena. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% Echinometra mathaei mengandung metabolit saponin, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, tannin.
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KENJERAN MENGGUNAKAN METODE MMAS-8 Jala Kesit Dewayani; Ana Khusnul Faizah; Angelica Kresnamurti
JOURNAL OF PHARMACY SCIENCE AND TECHNOLOGY Volume 4 No. 1: Juli 2023
Publisher : Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pst.v4i1.62

Abstract

Adherence is an important factor in controlling blood pressure in hypertensive patients. This study aimed to evaluate the level of medication adherence in hypertensive patients at the Kenjeran Health Center. The research method used was observational analysis with a cross-sectional design and evaluation through a questionnaire to measure the level of adherence and the MMAS-8 questionnaire to measure medication adherence. The results obtained for the level of medication adherence based on the MMAS-8 method showed that 52 patients (64%) were in the low MMAS-8 adherence category, 21 patients (26%) were in the moderate MMAS-8 adherence category, and 8 patients (10%) included in the high MMAS-8 compliance category. The conclusion of this study is that the level of adherence to medication use in hypertensive patients at the Kenjeran Health Center is at low adherence.
Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Profil HbA1c dan Lipid di Klinik Aulia Jombang 2020 Ronald Pratama A.; Cahya Yudha Laksmana Putra; Retno Budiarti; Oki Nugraha Putra; Angelica Kresnamurti; Sulistiawati Sulistiawati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.230

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels due to insulin secretion or work defects. Poor treatment adherence leads to uncontrolled glycemic levels and complications. Therefore, ensuring patient adherence to therapy and reducing HbA1c and lipid profiles is essential. This research employs an observational, cross-sectional design, using non-probability purposive sampling to select 55 respondents via the Slovin formula. The study examines medication adherence as the independent variable, Hba1c levels, and lipid profile as the dependent variables. Data analysis involves SPSS, utilizing univariate and bivariate methods for ordinal and nominal scales. MMAS-8 questionnaire assesses the knowledge, while data comes from questionnaires and medical records of type 2 DM patients at Aulia Jombang Clinic. Study findings showed notable adherence to treatment, with 38 respondents (60.9%) complying and 17 (30.1%) not. Chi-square tests yielded significance, p values: HbA1c 0.012, LDL 0.035, total cholesterol 0.008, triacylglycerides 0.011, and HDL 0.002, based on MMAS-8 questionnaire data. In conclusion, the results indicate statistical significance (p-value < 0,05), so there is a positive correlation coefficient, indicating that higher levels of treatment adherence are associated with more optimal HbA1c control and lipid profiles.
Edukasi Bahan Kimia Berbahaya untuk Pengawetan Ikan serta Pelatihan Pembuatan Ikan Asin Menggunakan Bahan yang Aman Putri, Astrid Kusuma; Kresnamurti, Angelica; Nailufa, Yuyun; Rakhma, Dita Nurlita; Izazi, Farizah
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v4i1.97

Abstract

Medokan Ayu di Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur merupakan kelurahan penghasil ikan bandeng yang diperoleh dari tambak warga. Kelurahan tersebut mengelola ikan bandeng dimulai dari penjualan hasil tambak hingga pemasaran hasil olahannya, namun belum memiliki produk olahan ikan asin. Griya Amerta Regency, perumahan di Kelurahan Medokan Ayu, sebagian besar warganya mempunyai usaha mikro kecil dan menengah. Masyarakat ini terbuka dengan informasi dan pendampingan dari perguruan tinggi yang berorientasi kepada pembuatan produk yang baik dan sehat yang dapat meningkatkan pendapatan dalam berjualan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan: (1) Pembuatan power point dan leaflet tentang edukasi bahan kimia berbahaya untuk pengawetan ikan serta cara pembuatan ikan asin yang aman; (2) Penyuluhan kepada warga; dan (3) Pelatihan pembuatan ikan asin menggunakan media video tutorial. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam mengolah ikan segar menjadi produk ikan asin sehingga dapat memperpanjang umur simpan ikan hasil tangkapan. Kegiatan ini melibatkan warga Griya Amerta Regency berjumlah 36 orang warga dengan persentase terbesar adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha sampingan berjualan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga tentang bahan kimia berbahaya untuk pengawetan ikan serta cara pembuatan ikan asin menggunakan bahan yang aman.
The Effectiveness of Sea Urchin Extract (Echinometra matthaei) for Wound Healing on Deep Second-Degree in White Rats (Rattus norvegicus) Wistar Angelica Kresnamurti; Dita Nurlita R; Fitri Budiarti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i3.281

Abstract

Background: Burns is a form of tissue damage caused by high temperatures. Echinometra matthaei sea urchins have several secondary metabolites that can potentially help in the healing process of burns. In this study, 70% E. matthaei ethanol extract was formulated in the form of O / W (oil in water) type cream preparations which were applied topically. Objective: This study aims to determine the effectiveness of E. matthaei ethanol extract cream preparations on the healing of second-degree burns in Wistar strain rats. In this study preparations were made in 3 formulations, namely Formulation 1 (extract concentration of 1%), Formulation 2 (extract concentration of 3%), and Formulation 3 (extract concentration of 5%). This research was conducted for 7 days with the method used is the post-test only control group design. Experiments were given induction of burns using a hot plate with a diameter of 20 mm at a temperature of ± 200ºC for 15 seconds. Wound healing is observed periodically by observing macroscopically healing inflammation of the inflammatory phase and observing tissue growth in the proliferation phase. Results: The average percentage of inflammation healing showed improvement in the F2: 100%, F1: 80%, F3: 71% results were better than the wound group: 50% as evidenced by the value ? = 0.012 (
Uji Aktivitas Analgesik Minyak Ikan Salmon Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Jantan Galur Balb/C Dengan Metode Hot Plate Ersanda Praditapuspa; Angelica Kresnamurti; Ana Faizah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.130

Abstract

Nyeri merupakan gejala yang sering terjadi pada manusia, yang bisa dikurangi tanpa kehilangan kesadaran dengan analgesik. Salah satu obat analgesik-antipiretik adalah parasetamol. Jika parasetamol digunakan dalam dosis besar dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko hepatotoksik. Minyak ikan salmon yang kaya akan omega-3 saat ini telah menjadi salah satu nutrasetikal yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik sentral minyak ikan salmon dengan metode hot plate. Penelitian ini menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan galur BALB/C. Pengamatan waktu latensi ketika mencit diletakkan di atas hot plate dengan suhu 55 ± 0,5°C dilakukan pada saat sebelum pemberian perlakuan, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Hasil perhitungan %MPE kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok minyak ikan salmon dosis 10 mg/kg BB, 20 mg/kg BB dan 30 mg/kg BB sebesar 2,13%; 72,04%; 34,94%; 46,80% dan 74,59% pada menit ke-60. Ada perbedaan signifikan %MPE pada menit ke-60. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 minyak ikan salmon sebesar 15,990 mg/kg BB. Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak ikan salmon mempunyai aktivitas analgesik pada mencit putih (Mus musculus) dengan metode hot plate.