Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Musikal Bagi Bhayangkari Melalui Pelatihan Angklung dan Vokal Terstruktur Shanny Wijaya; Jaeni; Yahfenel Fussalam
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1859

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan adalah pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari Cabang Sukabumi Kota yang bertujuan untuk mendukung pelestarian seni musik tradisional Indonesia sekaligus memberdayakan organisasi wanita dalam kegiatan berkesenian, khususnya melalui pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari cabang Sukabumi Kota. Pelatihan ini juga dirancang untuk mengembangkan kompetensi musikal, rasa percaya diri, kedisiplinan melalui metode latihan terstruktur serta memperkuat peran wanita sebagai agen pelestari budaya dan penggerak seni berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan menggunakan pendekatan demonstrasi, drilling, evaluasi progres, dan latihan kolaboratif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca notasi angka; kemampuan untuk memainkan angklung dengan benar; kemampuan untuk bernyanyi dengan baik dan benar serta stabilitas ritme. Peserta dilatih dalam aspek vokal untuk menguasai teknik pernafasan diafragma, pembagian suara sopran dan alto, artikulasi, intonasi, dan harmoni vokal yang konsisten. Dalam aspek musik angklung, peserta dilatih agar menguasai teknik menggoyangkan angklung, sustain serta pola harmonisasi. Selain peningkatan dalam teknis pada program, pelatihan ini juga menumbuhkan sikap kolaboratif, rasa percaya diri, disiplin, dan kepemimpinan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan musikal dan karakter peserta sangat efektif melalui pelatihan musik berbasis komunitas. Program ini dapat digunakan sebagai cara untuk melestarikan budaya Indonesia dalam bidang seni musik tradisional juga sebagai cara untuk mendorong organisasi wanita berekspresi dalam bidang seni. Maka untuk meningkatkan peran Bhayangkari dalam kebudayaan, program ini harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan perluasan repertoar lagu dan peningkatan kompleksitas teknik vokal maupun instrumen.
Blended Learning Module for English Club Winda Trisnawati; Yahfenel Evi Fussalam; Ridho Kurniawan
Indonesian Language Education and Applied Linguistics Reviews Vol. 1 No. 1 (2025): Volume 1, Issue 1, April 2025
Publisher : Media Akademika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66272/kh5jx878

Abstract

Development of educational technology in era of industrial revolution 4.0 is increasing rapidly. It is showed by the need for a concept and a teaching and learning-based mechanism information technology (e-learning). Various ways to integrate technology into teaching and learning process has also given special approach in transforming process from conventional education into digital education. This research aims to produce teaching materials that can be used in Blended learning activities in extracurricular program “English Club” at STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. The research method used research and development (R&D) method. There are some steps in this research; analyzing the needs, evaluating learning materials, designing new learning materials, validating learning materials by experts, revising learning materials, try out the learning materials to the students, and finishing the learning materials. The result showed that the validation of learning material experts was 85.4; the validation of learning media experts was 83.03; the average try out score of small group was 80.7; and the average try out score of large group was 81.4. Based on the scores, the English club textbook based blended learning is valid to be used.
Mintzberg’s Five Ps in Motion: Strategic Management and Embodied Character Habituation in Non-Formal Dance Education Otin Martini; Yahfenel Evi Fussalam; Rizki Hamdani
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 10 No. 2 (2026): July - INPRESS
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v10i2.120507

Abstract

Non-formal arts education still faces challenges in integrating strategic management with character development because managerial practices are often treated separately from the embodied learning experiences through which learners develop discipline, responsibility, confidence, tolerance, and commitment. This study aimed to analyze educational management innovation through Mintzberg’s Five Ps of Strategy and to interpret its relationship with character habituation in a non-formal dance education setting. A qualitative single-case study design was employed involving 23 purposively selected participants, consisting of one institutional leader, two senior trainers, and twenty dancers aged 15–25 years. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis using validated observation, interview, and document-analysis guides. The data were analyzed through data condensation, data display, coding, thematic categorization, and conclusion drawing, supported by source triangulation, method triangulation, and member checking. The findings revealed that Plan was manifested through structured intensive training, Ploy through situational strategies for readiness and recovery, Pattern through sustained cross-cultural learning, Position through a distinctive institutional identity, and Perspective through shared values of loyalty, responsibility, and commitment. These practices were associated with the habituation of discipline, courage, confidence, cooperation, tolerance, independence, and responsibility. The study concludes that strategic management in non-formal arts education can function simultaneously as an organizational and educational process, providing a conceptual basis for integrating institutional management, embodied learning, and character development.