Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Relationship Between Family Social Capital and Students’ Tolerance in the Context of Social Diversity: A Quantitative Study in Pontianak M Zainul Hafizi; Aminuyati; Sahidi
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28064

Abstract

The high level of social diversity in Pontianak City demands the strengthening of tolerance character among the younger generation, while the family is believed to serve as the primary foundation for shaping children’s social attitudes. This study aims to analyze the relationship between family social capital and the tolerance character of high school students in Pontianak City. A quantitative approach was employed using a survey design. The study involved 405 high school students selected through random sampling. Data were collected via a closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale, covering constructs of family social capital and students’ tolerance character, and were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. The findings revealed a very strong and significant relationship between family social capital and students’ tolerance character, with family social capital contributing 59.7% to the variance in students’ tolerance character. However, the average level of students’ tolerance character remains moderate, indicating the need for broader interventions. These results emphasize the crucial role of the family in cultivating tolerance values but also highlight the necessity for collaborative efforts among families, schools, and communities. This study contributes to the understanding of character education development based on family social capital within multicultural contexts and offers insights for more comprehensive educational policy formulation
The Role of Parental Pressure in Relation to Academic Stress and Adolescent Mental Health in Urban Indonesia Anbar Salma Mardhiyah; Komang Ariyanto; Neuis Marpuah; M Zainul Hafizi; Anie Rohaeni; Feby Arief Nugroho
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i1.8663

Abstract

Introduction: This study analyses the impact of parental pressure on academic stress among adolescents in urban Indonesia, emphasizing adolescent mental health as a critical health promotion issue. With increasing evidence of mental health challenges among school-aged youth worldwide, our objective was to investigate how parental expectations and restrictions contribute to academic stress, addressing a gap in the literature on school-based health promotion in Southeast Asia. Methods: We conducted a quantitative cross-sectional survey in leading public high schools in urban Indonesia during the 2024 academic year. A total of 100 students were enrolled through purposive sampling, and data were collected via validated scales that measured parental pressure and academic stress. Ethical approval was obtained from the institutional ethics committee, and all participants provided informed consent before data collection. Results: The primary outcome of the study was the relationship between parental pressure and academic stress. Regression analysis revealed a significant positive correlation between the two variables (R² = 0.566; p < 0.001), indicating that parental pressure had a strong and significant influence on academic stress among adolescents. Additionally, parental restrictions on nonacademic activities were associated with increased stress levels, highlighting the complex nature of parental influence on adolescent well-being. Conclusion: Our study enhances the understanding of adolescent mental health by identifying parental pressure as a key determinant of academic stress. This research emphasizes the need for school-based health promotion strategies that involve parental engagement to foster supportive learning environments. Future studies should investigate culturally tailored interventions to reduce academic stress and improve adolescent well-being, ultimately advancing knowledge in the field of international health promotion.
Analisis Gamifikasi Berbasis HOTS pada Media Kahoot untuk Pembentukan Karakter Pemecahan Masalah Mustika; Salsabila, Najla; M Zainul Hafizi
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i3.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gamifikasi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui media Kahoot terhadap pembentukan karakter pemecahan masalah siswa di SMPN 26 Kota Pontianak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil belajar siswa yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator analisis dan pemecahan masalah memiliki skor rata-rata tertinggi, menandakan kemampuan siswa dalam menguraikan masalah kompleks dan menerapkan solusi strategis sudah baik. Namun, evaluasi, sintesis, dan kreativitas masih menunjukkan skor yang lebih rendah dengan tingkat variasi yang signifikan antar siswa, sehingga membutuhkan perhatian khusus. Temuan ini mengindikasikan bahwa gamifikasi efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan karakter siswa, tetapi strategi pembelajaran yang lebih menstimulasi kreativitas dan refleksi kritis perlu dikembangkan. Implikasi penelitian ini mendorong guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan media gamifikasi dengan pendekatan pedagogis yang interaktif, serta sekolah dalam menyediakan fasilitas dan pelatihan pendukung. Rekomendasi lanjutan diarahkan pada pengembangan model gamifikasi yang lebih inovatif dan holistik serta pengujian dampak jangka panjang di berbagai konteks pendidikan. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran abad 21 yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Pelatihan Canva sebagai Media Pembelajaran Inovatif bagi Guru di SMPN 3 JawaiPelatihan Canva sebagai Media Pembelajaran Inovatif bagi Guru di SMPN 3 Jawai Risky Agustini; Nurul Aini; Widya Ramadhani; Kurniawan; M Zainul Hafizi
Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : CV Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/karuna.v3i1.363

Abstract

Keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran masih menjadi tantangan di beberapa sekolah, khususnya dalam penggunaan aplikasi desain grafis untuk mendukung penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif. Kondisi ini juga ditemukan pada guru di SMPN 3 Jawai yang masih terbatas dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran berbasis visual, seperti infografis materi dan presentasi pembelajaran yang lebih menarik. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran guru mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi digital guru serta membuka peluang pengembangan pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.  Teachers’ ability to utilize digital technology as learning media remains a challenge in several schools, particularly in the use of graphic design applications to support more engaging and interactive learning materials. This condition was also identified among teachers at SMPN 3 Jawai who had limited experience in using digital-based learning media. This community service activity aimed to enhance teachers’ understanding and skills in using Canva as an innovative learning medium. The program was implemented through a participatory training approach consisting of preparation, training sessions, hands-on practice, and evaluation stages. The results indicated an improvement in teachers’ ability to design visually engaging learning materials such as instructional infographics and presentation slides. The activity also increased teachers’ awareness of the importance of integrating digital technology into classroom learning. Overall, the training contributed positively to strengthening teachers’ digital competencies and encouraged the development of more creative and technology-oriented learning practices.
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PRAKTIK BEBUBUS PADA MASYARAKAT LOMBOK Elna Rohimaturroi; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v3i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku kesehatan masyarakat dalam praktik bebubus di Desa Surabaya, Lombok. Latar belakang penelitian didasarkan pada kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari masyarakat pengguna, praktisi bebubus, serta tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bebubus tidak hanya berfungsi sebagai metode pengobatan, tetapi juga sebagai sistem pengetahuan yang diwariskan dan dipertahankan melalui nilai budaya, pengalaman kolektif, serta peran keluarga dan komunitas. Masyarakat cenderung menjadikan bebubus sebagai langkah awal dalam merespons gangguan kesehatan. Praktik ini juga bertahan dalam komunitas diaspora sebagai bagian dari identitas budaya. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap konteks lokal
The Value of Local Leadership of Jero Siraga Figures as a Source of Character Education Based on Sasak Culture M Zainul Hafizi; Zihori Maulida
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 7 No. 1 (2026): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v7i1.11769

Abstract

This study is grounded in the growing need to strengthen character education rooted in local cultural values amid the challenges of globalization that threaten the moral identity of younger generations. The Babad Sakra, a traditional Sasak manuscript, presents the story of Jero Siraga, a local leader whose life embodies ethical integrity, social responsibility, and moral courage. This research aims to explore the leadership values represented by Jero Siraga and analyze their relevance as a source for culture-based character education within the Sasak context. Using a qualitative method with an ethnopedagogical approach, the study employed content analysis of the Babad Sakra and interviews with local community figures in Surabaya Village, East Lombok. The findings reveal that Jero Siraga’s transformation from loyalty to political power toward moral devotion to his people reflects the essence of ethical leadership. Core values such as gawe patut (righteousness), gawe berani (moral courage), and gawe luhur (sacrifice for truth) demonstrate strong pedagogical potential for integration into culturally based Social Studies education. The study concludes that the story of Jero Siraga serves not only as a historical narrative but also as a living pedagogical source for nurturing Indonesian students with integrity, empathy, and a deep sense of moral responsibility.