Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SKRINING SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK KULIT MANGGA CENGKIR (MANGIFERA INDICA L) YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ANTIBAKTERI Lumban Toruan, Sari Artauli; Winani; Efendi, Bachtiar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35746

Abstract

Kulit buah mangga cengkir merupakan limbah bahan alam yang tidak digunakan oleh masyarakat di Indramayu. Kulit buah mangga memiliki kandungan senyawa flavonoid, tannin, steroid, triterpernoid dan saponin sehingga kulit buah mangga memiliki sifat antibakteri yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia dari ekstrak kulit mangga. Metode penelitian ini adalah ekperimen laboratorium, ekstraksi maserasi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokima bahwa ekstrak kulit mangga mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu Triterpenoid, tannin dan flavonoid sebagai kandidat obat tradisional. Ekstrak kulit mangga Cengkir mengandung triterpenoid, tannin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri.
Perilaku Caring Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Salah Satu RS di Kabupaten Indramayu Aeni, Wiwin Nur; Winani, Winani; Sutioso, Hendri
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 7, No 2 (2019): Public Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v7i2.604

Abstract

Nurses are required to have sensitivity and ability to support patients' trust and welfare through caring behavior. Nurse caring behavior will have a significant influence on the patient's care process in the hospital. The aim of study was to determine the description of nurse’s caring behavior in nursing services in one hospital in Indramayu Regency 2017. The study used descriptive methode. Population was patients in the Inpatient Room of one hospital in Indramayu Regency. Samples were 96 respondents which selected by accidental sampling technique. Humanistic and Altruistic caring behaviors of nurses were 91.7%, provide trust were 82.3%, foster sensitivity to themselves and others were 69.8%,  develop a relationship between mutual trust in patients were 77.1%, increase and receive expressions of positive and negative feelings towards patients were 77.1%, solving problems for decision making were 65.6%, increased learning and interpersonal teaching were 71.9%, creating supportive physical, mental, sociocultural, and spiritual environments were 81.3%, provide guidance in satisfying needs were 69.8%, and allowing for phenomenological stress to patient mental-growth and maturity pressure were 52.1%. Nursing caring behavior in the Inpatient Room of one hospital in Indramayu Regency were 53.1%.  Keywords: Caring Behavior, Nurses, Service
ORIENTASI PROFESI DAN MINI HOSPITAL TOUR SEBAGAI MEDIA EDUKASI ATRAUMATIC CARE UNTUK ANAK PRA SEKOLAH Nurjanah, Suci; dewi, Berlian Kusuma; lumban Touruan, Sari Artauli; Hardi, Gilar Wisnu Hardi; Efendi, Bachtiar; Prasetyo, Joko; Winani, Winani; Sukoco, Aji
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool-aged children are vulnerable to experiencing anxiety and fear toward hospital environments and medical personnel, which can negatively affect their healthcare experiences. This community service program aimed to educate preschool children using an atraumatic care approach through professional orientation activities and a mini hospital tour. The activity was conducted at TK Pembina Indramayu, involving 69 children aged 4–6 years. The methods used included interactive education, role-playing, and a fun simulation of a hospital environment. Pre-test results showed that most children were afraid of doctors and medical tools. However, post-test results indicated a significant decrease in these fears and an increased enthusiasm for learning about medical professions and health equipment. This program proved effective in shaping positive early experiences toward healthcare and can serve as an applicable preventive educational model based on atraumatic care for early childhood education institutions.
Knowledge Levels of Anemia Among Female Adolescents: A Descriptive Study Dewi, Berlian Kusuma; Nurjanah, Suci; Hardi, Gilar Wisnu; Toruan, Sari Artauli Lumban; Winani, Winani; Efendi, Bachtiar
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 2 (2025): Infectious Diseases
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i2.11963

Abstract

Anemia is one of public health issue affecting female adolescent nationally and globally, particularly in female adolescents. Female adolescent who are experiencing anemia may have serious implication for physical growth, future reproductive health, and cognitive function. Previous studies reveal a lack of knowledge of anemia among this vulnerable population. Therefore, the analysis of knowledge levels related anemia in female adolescents is important to inform effective intervention strategies and prevent further complications. Objective: To investigate the analysis of knowledge related anemia among female adolescents. Method: A cross-sectional approach with purposive sampling and structured questions with validity 0.468 and reliability 0.960. A sum of 105 female adolescents who met the inclusion criteria participated in the study. Results: 53,3% of the female adolescents were found has poor knowledge related anemia with mean age of participants was 16 years old. Conclusion: A proportion of female adolescents exhibit less knowledge related anemia, therefore, it is necessary to develop interactive educational media and health promotion regarding anemia by the school and district health authorities
Penerapan Kompresi Dada untuk Mengatasi Kegawatdaruratan di Desa Widasari, Kabupaten Indramayu Bachtiar Efendi; Winani; Gilar Wisnu Hardi; Suci Nurjanah; Sari Artauli Lumban Toruan; Berlian Kusuma Dewi
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5613

Abstract

Desa Widasari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, merupakan wilayah dengankerentanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas karena lokasinya berdekatan dengan JalurPantura. Tingginya mobilitas kendaraan dan keterbatasan akses fasilitas kesehatan menyebabkanmasyarakat sering kali menjadi penolong pertama bagi korban kecelakaan. Namun, minimnyapengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama, khususnya teknik kompresi dada (chestcompression), menjadi kendala dalam upaya penyelamatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakatini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kompresi dada. Metode yangdigunakan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, dan re-demonstrasi, disertai evaluasi pre-testdan post-test serta praktik langsung menggunakan manekin CPR. Hasil kegiatan menunjukkanpeningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan. Peserta mampumemahami pentingnya kompresi dada, menjelaskan langkah-langkah prosedural, sertamempraktikkan teknik sesuai standar medis (kedalaman ±5 cm, frekuensi 100–120 kali/menit).Selain itu, pelatihan ini mendorong terbentuknya kader kesehatan desa yang dapat menularkanketerampilan kepada masyarakat lain serta memperkuat kolaborasi sosial antar perangkat desa,kader, dan warga. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesiapan masyarakatDesa Widasari dalam merespons kondisi darurat akibat kecelakaan lalu lintas. Pelatihan kompresidada menjadi langkah strategis dalam membangun sistem tanggap darurat berbasis komunitas sertaberkontribusi pada pengurangan risiko kematian di wilayah rawan kecelakaan, khususnya sekitarJalur Pantura.Kata kunci : kompresi dada, pertolongan pertama, kecelakaan lalu lintas, kesiapsiagaan,pengabdian masyarakat
Implementasi Bantuan Hidup Dasar Sebagai Pertolongan Pertama Penyelamatan Jiwa di Desa Segeran Kabupaten Indramayu Efendi, Bachtiar; Winani , Winani; Wisnu Hadi , Gilar
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4075

Abstract

Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan penduduk setempat. Bencana alam tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan kematian korban bencana berupa henti napas dan henti jantung. Keadaan darurat akibat henti napas dan jantung dapat terjadi kapan saja, baik saat bencana maupun dalam situasi sehari-hari. Sedangkan keadaan tersebut seringkali ditemukan oleh masyarakat awam. Sedangkan prosentase tingkat keberhasilan penyelamatan jiwa akibat kondisi tersebut bila diberikan Bantuan Hidup Dasar secara dini akan lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan awal yang dilakukan pada pasien dengan henti jantung, henti napas, serta mencakup keterampilan penting seperti mengenali serangan jantung mendadak, mengaktifkan sistem tanggap darurat, melakukan resusitasi jantung paru (CPR). Pelatihan BHD sangat penting untuk dikuasai oleh masyarakat Desa Segeran, khususnya perangkat desa, tokoh masyarakat, kader, dan anggota karang taruna. Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan mereka mampu merespons keadaan darurat dengan cepat dan efektif, baik dalam situasi bencana maupun keadaan darurat sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung melalui tindakan yang tepat dan terlatih. natural disasters such as floods and droughts, which can significantly affect the health and safety of residents. Natural disasters not only cause environmental and infrastructural damage but also result in fatalities, with conditions such as respiratory arrest and cardiac arrest being common among disaster victims. These emergency situations can occur at any time, whether during a disaster or in everyday life, and are often encountered by ordinary community members. The success rate of saving lives in such situations is significantly higher when Basic Life Support (BLS) is administered early. Therefore, swift and appropriate action is crucial to improve survival chances. Basic Life Support (BLS) is an initial intervention for patients experiencing cardiac arrest and respiratory arrest. It includes essential skills such as recognizing sudden cardiac arrest, activating the emergency response system, and performing cardiopulmonary resuscitation (CPR). Training in BLS is vital for the residents of Segeran Village, especially village officials, community leaders, health cadres, and youth organization members. Through this community service initiative, they are expected to respond to emergency situations quickly and effectively, both during disasters and in daily emergencies, thereby increasing the chances of survival for cardiac arrest victims through timely and trained actions.
Utilization of Rice Husk Waste in PVA-Based Hydrogel Formulation Hardi, Gilar Wisnu; Toruan, Sari Artauli Lumban; Nurohmat; Dewi, Berlian Kusuma; Nurjanah, Suci; Efendi, Bachtiar; Winani
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i6.18632

Abstract

The development of sustainable and cost-effective biomaterials is a primary focus in modern biomedical engineering. Addressing the critical need for circular economy solutions, this study introduces a novel ternary hydrogel composite integrating cellulose extracted from rice husk waste into a Polyvinyl Alcohol (PVA) and Guar Gum (GG) matrix. Cellulose was successfully extracted through alkalization and bleaching processes, with FTIR analysis confirming the removal of lignin and hemicellulose. The optimization of the hydrogel matrix demonstrated that a composition of 12.5% PVA and 1% Guar Gum (F2) exhibited superior mechanical properties, achieving a Tensile Strength (TS) of 10.49 MPa and Elongation at Break (EB) of 271.17%. However, the incorporation of rice husk cellulose (F3) unexpectedly resulted in a significant reduction in mechanical integrity, with TS dropping to 5.48 MPa. Uniquely, this research elucidates the mechanistic origin of this trade-off: SEM analysis provided definitive evidence that the failure was attributed to severe cellulose agglomeration and poor interfacial adhesion, which acted as structural defects. Furthermore, the study reveals a critical artifact where structural failure correlated with an increased Swelling Ratio (245.8%), proving that the observed high-water uptake was driven by passive void filling rather than true network hydrophilicity. The study concludes that while rice husk is a viable source of cellulose, simple solution blending is insufficient for reinforcement. Future research must prioritize high-energy dispersion techniques to overcome agglomeration and realize the material's potential for biomedical applications.
Simulasi Pertolongan Pertama Sederhana untuk Anak Usia Dini di TK: Mengenal Luka dan Cara Mengatasinya Nurjanah, Suci; Dewi, Berlian Kusuma; Priyanto, Priyanto; Lumban Touruan, Sari Artauli; Hardi, Gilar wisnu; Effendi, Bahctiar; Winani, Winani; Iriani, Restu; Sukoco, Aji; Rahayu, Hemma Siti; Waliulu, Syariefah H; Ardi, Ni Bodra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia dini dalam mengenal luka ringan serta melakukan pertolongan pertama sederhana melalui metode simulasi. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi mitra, yaitu TK Fattahilah dan TK Sejahtera, dengan jumlah peserta sebanyak 97 anak (65 anak dari TK Fattahilah dan 32 anak dari TK Sejahtera) serta 12 guru pendamping. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan simulasi langsung dengan media edukatif seperti poster, boneka, dan video pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman anak mengenai jenis luka dan cara penanganannya. Di TK Fattahilah, 89% anak mampu mengenali jenis luka ringan dan 84% dapat mempraktikkan langkah pertolongan pertama dengan benar. Di TK Sejahtera, 86% anak mengenali luka dan 80% dapat mempraktikkan dengan benar. Pengetahuan guru juga meningkat dari 66% menjadi 91% setelah pelatihan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan anak dan guru dalam menghadapi situasi luka ringan serta menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini
Effects of First Aid Training for Kindergarten Teachers: A Scoping Review Dewi, Berlian Kusuma; Nurjanah, Suci; Priyanto; Gilar Wisnu Hardi; Sari Artauli Lumban Toruan; Winani; Bachtiar Effendi
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.164

Abstract

Latar Belakang:  Cedera dan keadaan darurat medis sering terjadi di pendidikan anak usia dini karena kerentanan perkembangan anak. Guru taman kanak-kanak berperan sebagai penolong pertama, sehingga pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama sangat penting untuk memberikan respons cepat, mencegah komplikasi, mengurangi keparahan cedera, dan menyelamatkan nyawa. Tujuan:  Untuk mengidentifikasi dan merangkum literatur yang tersedia tentang efek program pelatihan pertolongan pertama bagi guru taman kanak-kanak di lingkungan pendidikan anak usia dini. Metode:  Basis data elektronik seperti PubMed, ScienceDirect, dan Sage Journals digunakan untuk mencari studi antara tahun 2020 dan 2025 yang menyebutkan pelatihan pertolongan pertama di kalangan guru prasekolah. Studi ini menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Hasil:  Tinjauan cakupan mengidentifikasi lima artikel penelitian yang relevan. Intervensi berupa pelatihan pendidikan seperti pelatihan berbasis simulasi dan praktik langsung, termasuk bermain peran dan praktik menggunakan manekin, secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama guru prasekolah. Kesimpulan:  Pelatihan pertolongan pertama secara signifikan meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan yang dirasakan oleh guru taman kanak-kanak, terutama ketika menggabungkan metode simulasi dan praktik langsung