Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Muhammadiyah dalam Bidang Sosial dan Kesehatan Masyarakat Kini dan Nanti Mochamad Rizkhy Deandra; Rachmawati, Emi; Alwi, Ahmad; Rosalia, Sundari; Fadil, Muhammad Gilang Rizky
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/n5c0ht42

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengambarkan gerakan sosial dan kesehatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terkemuka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Muhammadiyah terhadap ilmu-ilmu sosial masyarakat Indonesia sebagian besar terbagi dalam tiga bidang: ilmu-ilmu sosial, pendidikan, dan sekolah modern. Bidang layanan kesehatan ini terdiri dari beberapa rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, dan semacamnya bidang santunan sosial, panti asuhan, panti jompo, dan bantuan karitatif lainnya.
PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELURAHAN AEK MANIS KECAMATAN SIBOLGA SELATAN KOTA SIBOLGA Fuady Dharma Harahap, Andes; Safri Hasibuan, Iskandar; Endang Nasution, Fery; Sormin, Darlina; Sari, Novila; Isnaini Harahap, Fitri; Hasibuan, Nadia; Pulungan, Nurpadilah; Khoiuruddin, Khoiruddin; Riski Ananda, Ihwan; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Alwi, Ahmad; Sihombing, Novi; Daulay, Delfina; Lestari Koto, Putri; Bukhori, Ahmad; Sauri Nasution, Sofyan; Alam Sani, Fajri; Simatupang, Juli; Salamah, Siti; Sandi, Gunawan; Sukma, Dewi; Akbar, Machmul; Dodi Saputra, Muhammad; Silviyani Siregar, Sindi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4761-4772

Abstract

Kuliah Kerja Nyata  (KKN) adalah suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat yang merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan dengan adanya program KKN menjadikan pengalaman yang dapat meningkatkan kedewasaan dan profesionalisme mahasiswa serta sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan. Pengalaman lain yang didapat oleh mahasiswa adalah saat menghadapi kehidupan masyarakat sebenarnya, memahami pola pikir masyarakat yang bervariasi. Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa mampu mengenal kondisi sosial di suatu daerah secara langsung dengan segala permasalahan yang ada yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Dengan kehadiran mahasiswa di desa tersebut menjadi jalan bagi masyarakat setempat dalam mencari solusi dan memecahkan permasalahan yang ada. Kuliah Kerja Nyata ini juga didukung oleh lembaga pemasyarakatan setempat. Dimana dengan hadirnya mahasiwa ditengah-tengah masyarakat akan membantu masyarakat setempat. Dengan harapan agar mampu meningkatkan taraf kualitas hidup dan perekonomian warga setempat. Dan melahirkan sumber daya manusia yang bekualitas yang mampu bersaing di era globalisasi. Karena adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat agar terwujudnya masyarakat yang kreatif dan edukatif. Mahasiswa KKN ini melakukan kegiatan di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan kota Sibolga. Masyarakat Kelurahan Aek Manis pada umum nya menyambut baik kedatangan mahasiswa untuk membawa perubahan melalui Pengelolaan sampah dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat
KESERASIAN SOSIAL DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT “BERBILANG KAUM” DI KOTA SIBOLGA Fuady Dharma Harahap, Andes; Husein Nst, Ahmad; Pulungan, Darmasyah; Sari, Novila; Fadillah, Anggun; Isnaini Harahap, Fitri; Hasibuan, Nadia; Pulungan, Nurpadilah; Khoiruddin, Khoiruddin; Riski Ananda, Ihwan; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Alwi, Ahmad; Sihombing, Novi; Daulay, Delfina; Lestari Koto, Putri; Bukhori, Ahmad; Sauri Nasution, Sofyan; Alam Sani, Fajri; Simatupang, Juliana; Salamah, Siti; Sandi, Gunawan; Sukma, Dewi; Akbar, Machmul; Dodi Saputra, Muhammad; Silviyani Siregar, Sindi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 12 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i12.2023.5414-5427

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana implementasi konstruksi keragaman masyarakat Indonesia di Kota Sibolga yang dikenal sebagai “Negeri Berbilang Kaum”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahasa pesisir sebagai bahasa pemersatu diantara etnis yang berbeda, sehingga keberadaan bahasa pesisir tersebut dapat mendukung terciptanya masyarakat yang serasi dan rukun. Kondisi keserasian sosial ini juga terlihat dari adanya Adat Sumando sebagai adat pemersatu dalam setiap perkawinan yang dilakukan. Adat Sumando adalah pertambahan atau percampuran satu keluarga dengan keluarga lain yang seagama, yang diikat dengan tali pernikahan menurut hukum Islam dan disahkan dengan suatu acara adat Pesisir. Adat ini merupakan campuran dari hukum Islam, adat Minangkabau, dan adat Batak. Keberadaan Adat Sumando inilah yang membuat kota ini menjadi lebih unik, dimana ketika etnis Batak yang sudah masuk ke dalam Adat Sumando yang notabene beragama Islam, maka marga yang ada tetap dipakai. Hal inilah membuat masyarakat yang bermarga Batak tetapi beretnis Pesisir. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa faktor pendukung terciptanya keserasian sosial dalam masyarakat multi etnis di Kota Sibolga sebagai berikut: Pertama; faktor historis, dimana sejak berdirinya kota ini telah ramai di kunjungi oleh pendatang dari berbagai daerah dan beragam etnis yang terjalin dalam interaksi sosial yang harmonis sehingga menjadikan kota ini sebagai kota yang dinamis dan terbuka serta menjadi kota yang mapan dalam mengelola masyarakat yang harmonis dalam keberagaman (harmony in diversity). Kedua; faktor adaptasi, dimana kemampuan masyarakat yang tinggal di kota ini dalam menguasai bahasa Pesisir dalam berinteraksi sehari-hari, sehingga kemampuan adaptif inilah yang membuat masyarakat hidup serasi dan rukun. Ketiga; faktor demografi dan pola pemukiman, dimana dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di kota ini mengakibatkan pola pemukiman membaur yang cenderung meniadakan garis pemisah (border line) atau mereduksi komunikasi yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kontak sosial yang semakin intens.
STANDARISASI AKAD JUAL BELI SYARIAH DAN HILANGNYA RUANG MUSYAWARAH DALAM PRAKTIK KONTRAK BISNIS ISLAM KONTEMPORER Alwi, Ahmad
Mukhtasab: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 2 No. 1 (2026): MUKHTASAB: Journal of Economics and Islamic Business
Publisher : Yayasan An-Nur Meunara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/mukhtasab.v2i1.115

Abstract

The development of contemporary Islamic business is characterized by the increasing use of standardized sale contracts as a response to demands for efficiency, legal certainty, and the growing complexity of modern economic transactions. Contract standardization is considered an effective mechanism to streamline business processes and reduce legal risks, particularly within Islamic financial institutions and digital-based business platforms. However, the widespread application of standard contracts has raised a fundamental concern regarding the diminishing space for deliberation (musyawarah) between contracting parties, which potentially undermines ethical values and justice in Islamic commercial law. This study focuses on contemporary Islamic business contract practices by examining the position of standardized contracts and their implications for the principle of musyawarah as a core ethical and legal value in Islam. Employing a qualitative normative-empirical approach, the research analyzes Islamic jurisprudence on mu‘āmalah and Islamic business ethics, supported by document analysis of standardized contracts and selected business practices. The findings indicate that while standardized contracts enhance efficiency and legal certainty, their implementation often leads to bargaining power asymmetry and restricts meaningful participation in contract formation. This condition weakens the ethical dimension of contracts and risks distancing Islamic business practices from the principles of justice and deliberation. The study emphasizes the necessity of repositioning musyawarah within Islamic business contracts and advocates for the development of more participatory standardized contract models aligned with the normative objectives of Islamic law for both business actors and regulators.
Pengembangan Learning Management System (LMS) Matematika Berbasis Local Issues dengan Pendekatan Perzonalized Learning untuk Meningkatkatkan HOTS Siswa SMP Alwi, Ahmad; Mulbar, Usman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1323

Abstract

Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mensintesis temuan penelitian terkait pengembangan Learning Management System (LMS) Matematika berbasis Issue Lokal dengan pendekatan Personalized Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa SMP. Menggunakan prinsip PRISMA, pencarian literatur dilakukan pada database Scopus dan Web of Science dengan strategi kata kunci yang terstruktur, menghasilkan 153 artikel. Setelah proses penyaringan dan penilaian elegibilitas, 15 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2015-2025 terpilih untuk analisis tematik. Hasil identifikasi tiga tema utama: (1) karakteristik local issues berbasis matematika dalam LMS, (2) strategi personalized learning dalam pembelajaran, dan (3) dampak implementasi LMS terhadap peningkatan HOTS siswa SMP. Temuan menunjukkan bahwa integrasi konteks lokal secara signifikan meningkatkan engagement siswa dan membuat konsep matematika lebih bermakna. Fitur personalized learning seperti jalur belajar adaptif, asesmen diagnostik, dan scaffolding diferensiasi terbukti efektif mengakomodasi keragaman karakteristik siswa. Pendekatan gabungan menunjukkan efek ukuran sedang hingga tinggi (d=0.54-0.72) dalam meningkatkan HOTS, khususnya pada dimensi analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah kreatif. Kajian ini menyediakan kerangka konseptual komprehensif sebagai dasar pengembangan LMS Matematika yang adaptif dan responsif konteks. Penelitian disertasi selanjutnya perlu fokus pada studi longitudinal, implementasi geografis yang lebih luas, dan desain eksperimental yang lebih kuat untuk memperkuat bukti praktik berbasis bukti.