Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية Rusdin, Rusdin; Miro, Abbas Baco; Erfandi, Erfandi
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10973

Abstract

إن هذا البحث يتكلم في مسألة الزواج وهي عن حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية وهو يدور على المشكلتين الرئيسيتين، وهما:1) ما حكم قبول خطبة الفاسق؟، و 2) ما أثر قبول خطبة الفاسق في الحياة الزوجية؟ وقد سلك الباحث في كتابة هذا البحث مسلك الدراسة المكتبية على مرحلتين في إعداده. أما المرحلة الأولى فهي جمع المواد المتعلقة به من كتب العلماء والمقالات والأوراق العلمية التي تكلمت في الموضوع. وأما المرحلة الثانية فهي تنظيم المواد بطريقة نقل الكلام وترتيبه بعد المطالعة والاستقراء في مناسبته بموضوع البحث.ونتيجة البحث هي: 1) أن حكم قبول خطبة الفاسق متعلق بمدى فسق الخاطب؛ الأول: جواز قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه لا يخرجه عن دائرة الإسلام، والثاني: تحريم قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه يخرجه عن دائرة الإسلام. 2) أن الفسق له أثر سيئ في الحياة الزوجية وأنه قد يسبب شقاء الحياة بين الزوجين بل قد يؤدي إلى تفريق الزوجين.الكلمة الأساسية: القبول، الخطبة، الفاسق، الحياة الزوجية. Penelitian ini berbicara tentang masalah perkawinan, yaitu tentang putusan tentang menerima pertunangan pernikahan dalam yurisprudensi Islam dan dampaknya terhadap kehidupan pernikahan, yang berkisar pada dua masalah utama, yaitu: 1) Apa hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq, dan 2) Apa dampak dari menerima pinangan seorang fasiq dalam kehidupan berumahtangga. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil jalur penelitian pustaka dalam dua tahap pada penyusunannya. Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data terkait dari buku-buku karya para ulama, artikel dan makalah ilmiah yang berbicara tentang masalah ini. Tahap kedua adalah menyusun data-data yang ada dengan cara menyalin dan mengaturnya setelah membaca dan meneliti kesesuaiannya dengan subjek penelitian. Hasil penelitian adalah: 1) Hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq tergantung pada sejauh mana kefasiqan sang peminang; yang pertama: diperbolehkannya menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya tidak membawanya keluar dari lingkaran Islam, dan yang kedua: Diharamkan menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya membawanya keluar dari lingkaran Islam. 2) Kefasiqan memiliki dampak buruk pada kehidupan berumahtangga dan dapat menyebabkan kesengsaraan dalam hidup di antara pasangan suami-istri dan bahkan dapat menyebabkan perceraian antara pasangan suami-istri.Kata Kunci: Penerimaan, Pinangan, Fasiq, Kehidupan Berumahtangga.
حكم العقيقة لولد مات بعد نفخ الروح قبل يوم سابعه في الفقه الإسلامي masita, masita; Miro, Abbas Baco; hijaz, M chiar
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10996

Abstract

إن هذا البحث يتكلم في مسألة العقيقة وهي عن حكم العقيقة لولد مات بعد نفخ الروح قبل يوم سابعه في الفقه الإسلامي وهو يدور على المشكلتين الرئيسيتين، وهما:1) ما حكم العقيقة في الفقه الإسلامي، و 2) ما حكم العقيقة لولد مات بعد نفخ الروح قبل يوم سابعه في الفقه الإسلامي. وقد سلك الباحثة في كتابة هذا البحث مسلك الدراسة المكتبية على مرحلتين في إعداده. أما المرحلة الأولى فهي جمع المواد المتعلقة به من كتب العلماء والمقالات والأوراق العلمية التي تكلمت في الموضوع. وأما المرحلة الثانية فهي تنظيم المواد بطريقة نقل الكلام وترتيبه بعد المطالعة والاستقراء في مناسبته بموضوع البحث. ونتيجة البحث هي: 1) أن العقيقة حكمها سنة مؤكدة هذا ما قاله الجمهور أهل العلم. 2) حكم العقيقة لولد مات قبل اليوم السابع سنة كما قاله أكثر أهل العلم لأنه قد يولد بعموم الحديث عن العقيقة والعقيقة لولد مات بعد نفخ الروح سنة لأنه قد أوجده الله الحياة وقدر الله عليه القدر.Penelitian ini berbicara tentang masalah Akikah, yaitu tentang hukum akikah bagi anak yang meninggal setelah ditiupkan ruh sebelum hari ketujuhnya, yang berkisar pada dua masalah utama, yaitu: 1) Apa hukum tentang akikah dalam fikhi islam, dan 2) Apa hukum akikah bagi anak yang meninggal setelah ditiupkan ruh sebelum hari ketujuhnya.Dalam penulisan penelitian ini, peneliti mengambil jalur penelitian pustaka dalam dua tahap pada penyusunannya. Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data terkait dari buku-buku dankarya para ulama, artikel dan makalah ilmiah yang berbicara tentang masalah ini. Tahap kedua adalah menyusun data-data yang ada dengan cara menyalin dan mengaturnya setelah membaca dan meneliti kesesuaiannya dengan subjek penelitian. Hasil penelitian adalah: 1) Hukumakikah adalah sunnah muakkadah, sebagaimana yang dikatakan oleh mayoritas ulama. 2) Hukum akikah untuk anak yang meninggal sebelum hari ketujuh setelah kelahirannya adalah sunnah, sebagaimana yang dikatakan sebagian besar ulama, karena dia telah dilahirkan sesuai dengan keumuman hadits tentang akikah, dan akikah untuk anak yang meninggal setelah ditiupkan ruh adalah sunnah, karena Allah subhanahu wata’ala telah memberinya kehidupan dan Allah telah  menetapkan takdir baginya. 
IMPLEMNETASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN IBADAH SHOLAT DI SMP UNISMUH MAKASSAR Mursalin, Mursalin; Miro, Abbas Baco; Pewangi, Mawardi; Malli, Rusli; Sumiati, Sumiati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hq80aq62

Abstract

The aim of this research is to describe 1) What the values ​​of Islamic education at Unismuh Middle School Makassar 2) How the values ​​of Islamic education implemented in prayer guidance at Unismuh Middle School Makassar. This research is a qualitative descriptive research. This research examines phenomena and events that occur in the lives of individuals and groups. Data collection instruments through observation and interviews. Data collection techniques consist of data reduction, data presentation, data collection and verification. The research results prove that: 1) Unismuh Makassar Middle School has a strong commitment to integrating the values ​​of Islamic education in every aspect of student life. Through various approaches and strategies, this school strives for students not only to understand, but also to apply religious and moral values ​​in everyday life. The role of teachers in this school is very important, as teachers, role models, mentors and companions in the process of forming student character. They play an active role in conveying Islamic teachings, guiding students in practicing these values, as well as providing moral and spiritual support to students in their journey to understand Islamic values. 2), Coaching is an action and activity that functions to maintain and develop the potential that exists in students so that they can behave better. One of the guidance that needs to be given to students is prayer. In this case, prayer is how students can understand the prayer service. As is done at Unismuh Makassar Middle School, this prayer service is not just a ritual obligation but as a means of educating Islamic values ​​which can be implemented through prayer guidance and educational values. Prayer starts from faith/morals, worship and discipline.
IMPLEMENTASI PROGRAM SHALAT FARDHU SESUAI PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH BAGI SANTRI BARU DI PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GOMBARA Ula, Mutammimul; Nashir, Ahmad; Miro, Abbas Baco
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2025): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v6i2.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program pembinaan ibadah shalat fardhu berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah bagi santri baru di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara. Latar belakang kajian ini berangkat dari tantangan keberagaman latar belakang keagamaan santri yang datang dari berbagai tradisi Islam non-Muhammadiyah, sehingga menuntut pesantren untuk menanamkan keseragaman praktik ibadah sesuai standar tarjih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan teori, praktik, dan pembiasaan ibadah berjamaah. Para guru menggunakan strategi keteladanan, dialog, dan evaluasi rutin dalam membimbing santri. Adapun faktor pendukung pelaksanaan program mencakup komitmen kelembagaan, kurikulum berbasis tarjih, dan peran aktif pengajar, sementara hambatannya meliputi keberagaman latar belakang pemahaman santri, keterbatasan waktu, serta adaptasi terhadap kebiasaan baru. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi ibadah shalat sesuai tarjih di pesantren tidak hanya mencerminkan dimensi normatif, tetapi juga menjadi ruang dialektika sosial dalam pembentukan identitas keagamaan santri secara kontekstual dan moderat.
Khilafiyah Dalam Fikih Islam: Studi Literatur Perbandingan Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali Musa’ad, Faija; Sawal, Masyita; Miro, Abbas Baco
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7828

Abstract

Penelitian ini membahas khilafiyah dalam fikih Islam dengan membandingkan empat mazhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Khilafiyah sendiri merujuk pada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menetapkan hukum syariat, yang lahir dari proses ijtihad. Fokus utama tulisan ini adalah pada faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perbedaan, ciri khas metodologi masing-masing mazhab, serta dampaknya terhadap kehidupan keagamaan umat Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan studi pustaka, menganalisis literatur fikih klasik dan kontemporer secara deskriptif dan komparatif. Hasil studi menunjukkan bahwa khilafiyah tidak terjadi secara kebetulan. Perbedaan ini muncul dari cara para ulama memahami nash Al-Qur’an dan Sunnah, sikap mereka terhadap sumber hukum tambahan, serta cara mereka mempertimbangkan tujuan hukum Islam. Mazhab Hanafi terkenal dengan penggunaan qiyas dan istihsan, sehingga hukum mereka sangat fleksibel, terutama dalam masalah muamalah dan persoalan sosial ekonomi. Mazhab Maliki berbeda, mahzab ini menekankan praktik penduduk Madinah dan maslahat mursalah, sehingga pendekatan mahzab ini relevan untuk hukum sosial dan kebijakan publik. Syafi’i membangun metodologi usul fikih yang sangat sistematis, menonjolkan kekuatan dalil, sehingga memberikan kejelasan dan konsistensi, khususnya dalam praktik ibadah. Sedangkan Hambali lebih mengutamakan nash dan atsar sahabat, membatasi penggunaan rasio, sehingga kerap dijadikan rujukan dalam masalah yang membutuhkan kehati-hatian tinggi terhadap teks syar’i. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan mazhab bukan pertentangan prinsipil dalam Islam. Justru, perbedaan tersebut menunjukkan kekayaan metodologi hukum yang saling melengkapi. Memahami khilafiyah dengan tepat membawa banyak manfaat: umat Islam dapat memilih pendapat hukum yang sesuai dengan kondisi, menjadi lebih toleran terhadap perbedaan, dan terhindar dari konflik agama akibat pemahaman yang sempit. Pada akhirnya, studi perbandingan mazhab memberikan dasar akademik dan praktis untuk mengembangkan fikih yang kontekstual, fungsional, dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat Islam.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM KASUS HADHANAH SEBAB PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA KELAS 1A KABUPATEN GOWA Aeni, Nur; Miro, Abbas Baco; Malik, Ridwan
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21492

Abstract

Anak merupakan karunia dan amanah dari Allah swt yang tidak boleh di sia-siakan dan harus disyukuri. Bahkan anak di anggap sebagai harta kekayaan yang paling berharga di bandingkan kekayaan harta benda lainnya karna anak merupakan amanah dari Allah yang senantiasa dijaga dan dilindungi karna dalam diri anak melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus di junjung tinggi. Berdasarkan dari permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan hak asuh anak dalam kasus perceraian di pengadilan agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa? 2) bagaimana hakim memastikan keadilan dan kepastian hukum dalam menentukan hak asuh anak di pengadilan agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa ? Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutuskan hak asuh anak dalam kasus perceraian di pengadilan agama agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif secara sistematis dan akurat di lapangan Penelitian ini digunakan sebab peneliti berusaha untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran secara sistematis dan akurat tentang peran Hakim dalam pertimbangan kasus hadhanah sebab perceraian di Pengadilan Agama sungguminasa kelas 1A Kabupaten Gowa. Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Memutuskan Hak Asuh Anak yaitu dengan UUD Perlindungan anak perma No 3 Tahun 2017, memastikan keadilan dan kepastian hukum dalam hak asuh anak yaitu dengan kita melihat kepentingan terbaiknya anak, kita tidak bisa melihat ibu ataupun bapak yang harus kita utamakan adalah kepentingan terbaik anak. Kalau misal anak memang tidak mau, kita tidak boleh paksa. Kalau misalnya ibunya baik kenapa tidak kita tetapkan kepada ibunya apalagi anak yang belum mumayyiz lebih dekat dengan ibunya karna kan ibu itu kurang yang bekerja jadi kesehariannya banyak bersama anak dibanding bapaknya. Kata Kunci: Hakim, Hadhanah, Perceraian
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM KASUS HADHANAH SEBAB PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA KELAS 1A KABUPATEN GOWA Aeni, Nur; Miro, Abbas Baco; Malik, Ridwan
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21492

Abstract

Anak merupakan karunia dan amanah dari Allah swt yang tidak boleh di sia-siakan dan harus disyukuri. Bahkan anak di anggap sebagai harta kekayaan yang paling berharga di bandingkan kekayaan harta benda lainnya karna anak merupakan amanah dari Allah yang senantiasa dijaga dan dilindungi karna dalam diri anak melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus di junjung tinggi. Berdasarkan dari permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan hak asuh anak dalam kasus perceraian di pengadilan agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa? 2) bagaimana hakim memastikan keadilan dan kepastian hukum dalam menentukan hak asuh anak di pengadilan agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa ? Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutuskan hak asuh anak dalam kasus perceraian di pengadilan agama agama sungguminasa kelas 1A kabupaten gowa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif secara sistematis dan akurat di lapangan Penelitian ini digunakan sebab peneliti berusaha untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran secara sistematis dan akurat tentang peran Hakim dalam pertimbangan kasus hadhanah sebab perceraian di Pengadilan Agama sungguminasa kelas 1A Kabupaten Gowa. Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Memutuskan Hak Asuh Anak yaitu dengan UUD Perlindungan anak perma No 3 Tahun 2017, memastikan keadilan dan kepastian hukum dalam hak asuh anak yaitu dengan kita melihat kepentingan terbaiknya anak, kita tidak bisa melihat ibu ataupun bapak yang harus kita utamakan adalah kepentingan terbaik anak. Kalau misal anak memang tidak mau, kita tidak boleh paksa. Kalau misalnya ibunya baik kenapa tidak kita tetapkan kepada ibunya apalagi anak yang belum mumayyiz lebih dekat dengan ibunya karna kan ibu itu kurang yang bekerja jadi kesehariannya banyak bersama anak dibanding bapaknya. Kata Kunci: Hakim, Hadhanah, Perceraian