Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KUALITATIF PENGALAMAN MENYUSUI IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Knaofmone, Pricila Yosepha; Limbu, Ribka; Ndun, Helga J. N; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47756

Abstract

Kehamilan pada usia remaja berdampak pada rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu usia remaja menghadapi tantangan biologis, emosional dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu remaja dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman menyusui pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan utama terdiri dari enam ibu remaja yang melahirkan pada usia ≤19 tahun dan memiliki anak usia 0-24 bulan, informan pendukung terdiri dari enam anggota keluarga, satu petugas kesehatan dan satu kader posyandu. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi-terstruktur dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: niat menyusui, pemikiran dan perasaan selama proses menyusui, referensi menyusui, dukungan sosial, dan norma sosial dan budaya. Ibu remaja tetap menyusui karena menyadari manfaat ASI, meski dihadapkan pada hambatan seperti nyeri payudara, keraguan terhadap produksi ASI, dan tekanan sosial. Pengalaman menyusui ibu usia remaja bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dukungan emosional dan informasi dari keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada kelompok ibu usia remaja.
DETERMINAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAUBESI Tas'au, Andreas Haki; Dodo, Dominirsep O.; Sinaga, Masrida; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48283

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi dasar secara lengkap penting dalam menjaga generasi penerus bangsa yang sehat sebagai perlindungan alami terhadap penyakit. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki angka kematian bayi tertinggi di Asia Tenggara. Puskesmas Maubesi di Kabupaten Timor Tengah Utara belum mencapai target cakupan imunisasi yang maksimal, dari total 182 bayi, tercatat sebanyak 161 bayi telah menerima imunisasi dasar lengkap. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh beberapa faktor yaitu jarak kelahiran anak, jumlah anak, motivasi ibu dan peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Maubesi, Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah case control. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor jarak kelahiran anak (p=0,049), faktor jumlah anak (p=0,027), faktor motivasi ibu (p=0,003), secara signifikan berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Faktor peran petugas kesehatan (p=0,081) menjadi faktor yang tidak berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Petugas kesehatan diharapkan untuk dapat lebih aktif dalam memberikan informasi terkait imunisasi melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai bayi tentang pentingnya menjaga jarak kelahiran yang ideal, jumlah anak dan memotivasi ibu dalam mengimunisasikan anak.
RISK FACTORS ASSOCIATED WITH THE OCCURRENCE OF TB IN HOUSEHOLD CONTACTS BASED ON SCREENING TESTS IN THE WORKING AREA OF THE KENARILANG PUBLIC HEALTH CENTER, TELUK MUTIARA DISTRICT, ALOR REGENCY Djahari, Yohanes; Weraman, Pius; Syamruth, Yendris K.; Roga, Anderias Umbu
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21107

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the diseases with a high mortality rate in the world. Based on the Global Tuberculosis Report 2022, TB ranked 13th as the highest cause of death worldwide in 2019. TB transmission occurs through the air (airborne disease) increasing the possibility of infection to people who are physically close to TB patients, including those living in the same house. The infection rate can increase with the length of contact/exposure to TB patients. The possibility of TB bacteria to infect will increase when the immune system decreases, making humans susceptible to TB bacterial infection. This study aims to analyze the risk factors associated with the occurrence of TB in household contacts based on screening tests in the working area of the Kenarilang Community Health Center, Teluk Mutiara District, Alor Regency in 2023. The type of research is observational analytic using a cross-sectional design. Technique simple random sampling and sample as much as 157 respondents. Instrument study use questionnaire and use test Chi Square And regression multiple logistic (p=0.05).. The results of the study showed that factors related to the incidence of TB in household contacts were knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), availability of information (p=0.001), and residential density (p=0.001). Meanwhile, those that were not related were phlegm removal behavior (p=0.575) and cough etiquette (p=0.330). The factor most related to the incidence of TB was the level of knowledge (PR 98.4). The community, in this case, household contacts of TB, need to improve their knowledge and understanding of the dangers, prevention, and control of TB by accessing health information through health workers, print, and electronic media. The government needs to increase public knowledge by intensively promoting health about TB prevention through direct counseling and health promotion media.
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Tuberkulosis Paru dalam Proses Pengobatan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Siokain, Andini Anjelia; Syamruth, Yendris K.; Pello, Shela C.; Lerik, Mariana Dinah Ch.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37229

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga diperlukan sebagai strategi preventif untuk menurunkan tingkat kecemasan selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien TB paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 59 responden yang dipilih menggunakan tabel Krejcie-Morgan dari populasi 70 pasien TB paru. Instrumen penelitian menggunakan Skala Dukungan Keluarga (16 item) dan Skala Hamilton Anxiety Rating Scale/HARS (18 item). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden perempuan (52,5%), berusia 20-30 tahun (35,5%), dan bekerja di sektor swasta (27,1%). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan variabel terkuat peran aktif keluarga (ρ=-0,637). Uji regresi ordinal menghasilkan model signifikan (Chi-Square=23,992; p=0,000) dengan Nagelkerke R²=0,399, dukungan keluarga 39,9% variasi tingkat kecemasan. Dukungan keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kecemasan pasien TB paru. Disarankan kepada Puskesmas untuk memperkuat program edukasi keluarga, keluarga memberikan dukungan optimal, dan peneliti selanjutnya meneliti faktor lain dengan sampel lebih besar.
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang Bau, Anisa Tridini; Adu, Apris A.; Hinga, Indriati A. Tedju; Syamruth, Yendris K.
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.549

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin atau meludah. Puskesmas Sikumana menempati urutan pertama dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Kota Kupang tahun 2024 sebanyak 147 kasus. Berdasarkan data tahun 2022 mencapai 137 kasus, tahun 2023 meningkat mencapai 153 kasus, tahun 2024 menurun kembali mencapai 147 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang melakukan uji mikroskopis (dahak) di Puskesmas Sikumana Kota Kupang tahun 2024 adalah 920 orang dengan menggunakan teknik pemgambilan simple random sampling sehingga jumlah sampel yang didapatkan adalah 58 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,012), sosial ekonomi (p-value=0,011), riwayat kontak dengan penderita (p-value=0,004), perilaku masyarakat menggunakan masker (p-value=0,000) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,108) dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan promosi kesehatan dan bagi masyarakat selalu menggunakan masker saat berkomunikasi dengan penderita tuberkulosis.