Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MBAY KABUPATEN NAGEKEO TAHUN 2024 Weto, Yohana Karmilan; Syamruth, Yendris K.; Tira, Deviarbi S.; Wahyuni, Maria M. Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47634

Abstract

Tuberkulosis atau biasa disingkat TBC adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tuberkulosis menular melalui percikan dahak yang mengandung Mycobacterium tuberculosis, yang ditularkan oleh penderita tuberkulosis aktif ketika mereka batuk, bersin atau berbicara. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis yaitu faktor status gizi, riwayat DM, riwayat kontak, status merokok, kepadatan hunian, ventilasi dan pencahayaan di Wilayah kerja Puskesmas Kota Mbay Kabupaten Nagekeo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggnakan rancangan kasus kontrol (case control). Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Mbay Kabupaten Nagekeo pada bulan Mei –Juni Tahun 2025. Populasi kasus merupakan pasien tuberkulosis, sedangkan populasi kontrol merupakan tetangga tanpa tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Mbay. Jumlah sampel adalah 54 denga perbaandingan 1:1 sehingga jumlah sampel sebanyak 108 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada 5 variabel yang menjadi faktor risiko yaitu status gizi (p-value = 0,033) (OR= 2,800), riwayat kontak (p-value = 0,003) (OR= 4,000), kepadatan hunian (p-value =   0,019) (OR= 2,755), ventilasi (p-value= 0,002) (OR= 3,732) dan pencahayaan (p-value= 0,004) (OR= 3,455). Sedangkan 2 variabel yang bukan merupakan faktor yaitu riwayat DM (p-value= 0,242) (OR= 2,059) dan status merokok (p-value= 0,698) (OR= 4,000). Sehingga, upaya pencegahan TBC perlu difokuskan pada perhatian kondisi fisiki rumah, edukasi kesehatan masyarakat, serta pelacakan dan penanganan kontak erat dengan penderita.
STUDI KUALITATIF PENGALAMAN MENYUSUI IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Knaofmone, Pricila Yosepha; Limbu, Ribka; Ndun, Helga J. N; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47756

Abstract

Kehamilan pada usia remaja berdampak pada rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu usia remaja menghadapi tantangan biologis, emosional dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu remaja dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman menyusui pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan utama terdiri dari enam ibu remaja yang melahirkan pada usia ≤19 tahun dan memiliki anak usia 0-24 bulan, informan pendukung terdiri dari enam anggota keluarga, satu petugas kesehatan dan satu kader posyandu. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi-terstruktur dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: niat menyusui, pemikiran dan perasaan selama proses menyusui, referensi menyusui, dukungan sosial, dan norma sosial dan budaya. Ibu remaja tetap menyusui karena menyadari manfaat ASI, meski dihadapkan pada hambatan seperti nyeri payudara, keraguan terhadap produksi ASI, dan tekanan sosial. Pengalaman menyusui ibu usia remaja bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dukungan emosional dan informasi dari keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada kelompok ibu usia remaja.
DETERMINAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAUBESI Tas'au, Andreas Haki; Dodo, Dominirsep O.; Sinaga, Masrida; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48283

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi dasar secara lengkap penting dalam menjaga generasi penerus bangsa yang sehat sebagai perlindungan alami terhadap penyakit. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki angka kematian bayi tertinggi di Asia Tenggara. Puskesmas Maubesi di Kabupaten Timor Tengah Utara belum mencapai target cakupan imunisasi yang maksimal, dari total 182 bayi, tercatat sebanyak 161 bayi telah menerima imunisasi dasar lengkap. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh beberapa faktor yaitu jarak kelahiran anak, jumlah anak, motivasi ibu dan peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Maubesi, Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah case control. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor jarak kelahiran anak (p=0,049), faktor jumlah anak (p=0,027), faktor motivasi ibu (p=0,003), secara signifikan berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Faktor peran petugas kesehatan (p=0,081) menjadi faktor yang tidak berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Petugas kesehatan diharapkan untuk dapat lebih aktif dalam memberikan informasi terkait imunisasi melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai bayi tentang pentingnya menjaga jarak kelahiran yang ideal, jumlah anak dan memotivasi ibu dalam mengimunisasikan anak.
RISK FACTORS ASSOCIATED WITH THE OCCURRENCE OF TB IN HOUSEHOLD CONTACTS BASED ON SCREENING TESTS IN THE WORKING AREA OF THE KENARILANG PUBLIC HEALTH CENTER, TELUK MUTIARA DISTRICT, ALOR REGENCY Djahari, Yohanes; Weraman, Pius; Syamruth, Yendris K.; Roga, Anderias Umbu
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21107

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the diseases with a high mortality rate in the world. Based on the Global Tuberculosis Report 2022, TB ranked 13th as the highest cause of death worldwide in 2019. TB transmission occurs through the air (airborne disease) increasing the possibility of infection to people who are physically close to TB patients, including those living in the same house. The infection rate can increase with the length of contact/exposure to TB patients. The possibility of TB bacteria to infect will increase when the immune system decreases, making humans susceptible to TB bacterial infection. This study aims to analyze the risk factors associated with the occurrence of TB in household contacts based on screening tests in the working area of the Kenarilang Community Health Center, Teluk Mutiara District, Alor Regency in 2023. The type of research is observational analytic using a cross-sectional design. Technique simple random sampling and sample as much as 157 respondents. Instrument study use questionnaire and use test Chi Square And regression multiple logistic (p=0.05).. The results of the study showed that factors related to the incidence of TB in household contacts were knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), availability of information (p=0.001), and residential density (p=0.001). Meanwhile, those that were not related were phlegm removal behavior (p=0.575) and cough etiquette (p=0.330). The factor most related to the incidence of TB was the level of knowledge (PR 98.4). The community, in this case, household contacts of TB, need to improve their knowledge and understanding of the dangers, prevention, and control of TB by accessing health information through health workers, print, and electronic media. The government needs to increase public knowledge by intensively promoting health about TB prevention through direct counseling and health promotion media.
Factors Related to Rabies Prevention Measures in Nangapanda Community Health Center, Ende, East Nusa Tenggara Prihartini, Yuniarti; Syamruth, Yendris K.; Hinga, Indriati A. Tedju
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2023.08.02.02

Abstract

Background: Rabies is an acute infectious disease of the central nervous system caused by the rabies virus and transmitted through the bites of Rabies Transmitting Animals (HPR), especially dogs. The bite of an unvaccinated rabies-infecting animal is the cause of most cases of rabies which can lead to death. This study aimed to determine the factors related with the prevention of rabies in the community in the working area of the Nangapanda Community Health Center, Ende, East Nusa Tenggara. Subjects and Method: This cross-sectional study was conducted in the working area of the Nangapanda Public Health Center, Ende Regency from August to September, 2022. A total of 116 families were selected for this study. The dependent variable is rabies prevention measures and the independent variable is knowledge and attitude. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Good knowledge (OR= 19.25; 95% CI= 5.94 to 62.36; p<0.001), and positive attitude (OR= 0.11; 95% CI= 0.02 to 0.53; p= 0.001) are associated with rabies prevention measures. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitude toward rabies disease prevention measures. Keywords: rabies, action, prevention. Correspondence: Yuniarti Prihartini. Study Program in Public Health, Faculty of Public Health, Universitas Nusa Cendana. Jl. Lasiana, Klp. Lima, Kupang, East Nusa Tenggara. Email: unny12835@gmail.com. Mobile: +62 821-8780-4312.