Desa Balangloe, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, memiliki potensi wisata budaya yang khas melalui ritual tahunan Je’ne’-Je’ne’ Sappara’ dan prosesi Passempa’. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar seperti siri’ na pacce, sipakatau, dan sipakalebbi. Namun, pengelolaan destinasi budaya ini belum optimal, terutama dalam aspek branding marketing dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran internalisasi budaya dalam strategi branding sebagai upaya pengembangan sustainability tourism. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, observasi, serta analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai budaya ke dalam strategi pemasaran mampu memperkuat identitas wisata Balangloe, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas pasar wisata berbasis budaya. Studi ini merekomendasikan penguatan digital branding, pendampingan komunitas, serta kolaborasi multi-stakeholder untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jeneponto.