Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Jeumpa

Karakteristik Morfologi dan Pemanfaatan Bambu Duri (Bambusa blumea) di Wilayah Pesisir Desa Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe Fathiya, Nir; Qariza, Maulin Hayatun; Nazhifah, Sri Azizah; Diah, Husna
Jurnal Jeumpa Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v9i2.6314

Abstract

Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun-temurun karena memiliki beragam khasiat dan harganya relatif murah. Salah satu jenis bambu yang ditemukan melimpah di wilayah Indonesia adalah bambu duri (Bambusa blumea). Tujuan penelitian adalah untuk menyediakan informasi tentang karakteristik morfologi dan pemanfaatan bambu duri di wilayah pesisir Desa Jambo Timu, Kota Lhokseumawe. Metode penelitian berupa Participatory Rural Appraisal (PRA) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu duri di Desa Jambo Timu memiliki karakteristik morfologi di antaranya: daun (bangun daun berbentuk lanset, pangkal daun tumpul, ujung daun meruncing, tepi daun merata, pertulangan daun sejajar, dan permukaan daun berbulu), buluh dan ranting (berwarna hijau, namun ada perbedaan dalam tingkatan warna dan memiliki duri), dan tunas (berwarna jingga dan tertutup dengan bulu-bulu halus cokelat). Bambu duri digunakan sebagai obat tradisional, pupuk, perkakas rumah tangga, kerajinan, dan bahan konstruksi. Bagian-bagian bambu duri yang dimanfaatkan oleh warga Desa Jambo Timu adalah buluh bambu, daun bambu, dan tunas bambu. Persentase bagian bambu duri terbanyak digunakan adalah buluh bambu yaitu sebesar 72%. Sedangkan daun bambu dan tunas bambu dimanfaatkan warga sebesar 14%.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Pencemaran Lingkungan Ulhaq, Riza; Widarta, Fajar Okta; Fathiya, Nir
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i1.7413

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen evaluasi keterampilan pemecahan masalah pada peserta didik kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini adalah research and development dengan menerapkan model Borg dan Gall yang dimodifikasi oleh sugiyono, dilaksanakan di MTs kota Banda Aceh pada semester genap tahun ajaran 2021/2022, jumlah subjek penelitian sebanyak 60 peserta didik. Pengembangan instrumen disesuaikan dengan materi dan indikator pembelajaran materi pencemaran lingkungan. Instrumen berbentuk tes uraian yang berisi isu dan masalah pencemaran lingkungan yang terdapat disekitar peserta didik, meliputi: memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi. Instrumen yang telah disusun selanjutnya dilakukan validasi ahli (media dan konten). Hasil validasi ahli diperoleh skor 79,5%, instrumen yang dikembangkan dikategorikan cukup layak dengan sedikit perbaikan. Setelah memperbaiki instrumen berdasarkan masukan dan saran validator selanjutnya dilakukan uji coba lapangan untuk mengetahui validitas dan reabilitas instrumen. Hasil analisis uji lapangan (validitas dan reablitas) instrumen diperoleh sebanyak 18 dari 20 item instrumen valid dengan nilai reabilitas 0,69 (kategori tinggi).
Eksplorasi Tumbuhan Obat pada Masyarakat Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh Nir Fathiya; Ulhusna, Fitrah Asma; Qariza, Maulin Hayatun; Ulhaq, Riza
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i1.7609

Abstract

Masyarakat Blang Crum telah menggunakan tumbuhan obat secara turun temurun berdasarkan kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi terkait tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Metode penelitian menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan obat yang digunakan terdiri atas 72 spesies dalam 38 famili. Bagian tumbuhan yang digunakan berupa daun (44%), buah (20%), rimpang (7%), biji (6%), bunga (5%), umbi (5%), getah (5%), seluruh bagian tumbuhan (4%), batang (2%), akar (1%), dan kulit batang (1%). Proses pengolahannya dilakukan dengan cara direbus (39%), digiling (29%), diremas (8%), ditumbuk (8%), ditetes (5%), diperas (4%), diparut (2%), dimakan langsung (2%), dikunyah (2%), dan dibakar (1%). Dalam pemanfaatannya, masyarakat meramu tumbuhan obat secara tunggal dan mencampur dengan tumbuhan lainnya. Tumbuhan obat tersebut digunakan untuk berbagai macam pengobatan seperti penyakit ringan (batuk, sakit kepala, penyakit kulit, dan demam), penyakit dalam (percernaan, pernapasan, reproduksi, kolesterol, diabetes, ginjal, jantung, dan malaria), dan bahan untuk kosmetik (penghilang jerawat dan ketombe, serta penyubur dan pewarna rambut).
Inventarisasi dan Potensi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Wisata alam Brayeun sebagai Tanaman Hias dan Obat Ruselli Puspa, Vivera; Fathiya, Nir; Muhammad, Nazar
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i2.8792

Abstract

Tumbuhan paku atau Pterophyta merupakan divisi dari kingdom tumbuhan yang struktur tumbuhannya memiliki akar, batang, daun sejati, dan alat pengangkut atau pembuluh. . . Analisis potensi spesies dilakukan dengan melakukan studi literatur dari jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kelas tumbuhan paku meliputi; kelas Pteridopsida yang terdiri atas 4 ordo, 10 famili, dan 14 genus dan 14 spesies, kelas Lycopodiopsida yang terdiri atas 1 ordo, 1 famili, 1 genus dan 2 spesies dan kelas Psilotopsida, yang terdiri atas 1 ordo, 1 famili, 1 genus dan 1 spesies yang ditemukan di Wisata alam Brayeun kabupaten Aceh Besar. Wisata alam Brayeun merupakan tempat potensial tumbuhan paku tumbuh, spesies paku yang ditemukan potensial dimanfaatkan sebagai tumbuhan hias dan obat sehingga apabila dikelola dengan baik maka akan menjadi peluang bisnis.