Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Cardiac Arrest (Henti Jantung) dengan Menggunakan Metode Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Pengemudi Ojek Online Se Kota Medan Siahaan, Dwi Lunarta D. S.; Sinatra, Jadeny; Nazma, Diani; Lubis, Andriamuri P.; Tanjung, Qodri F.; Sitepu, John Frans; Hamdi, Tasrif; Hamdani, Irfan; Chalil, M. Jalaluddin A.; Yunafri, Andri; Irina, Sinta; Zainumi, Cut M.; Fadinie, Wulan; Silaen, Ester L. R.; Simbolon, Boyke M.; Siahaan, Jekson M.; Lim, Hadyanto; Anto, Endy Juli; Tobing, Paul S. M. L.; Rimbun, Surjadi; Hutasoit, Eka Samuel P.; Tambunan, Ronald T. H.; Tarigan, Juliyanti; Stephanie S., Kezia; Natalie S., Karen
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol4No2.pp188-193

Abstract

Cardiac Arrest is the leading cause of death in the world including Indonesia, which can occur anytime and anywhere. The causes vary, ranging from fatigue, and underlying health conditions, to traffic accidents. Basic Life Support (BLS) is the initial step that can be taken to restore respiratory and circulatory function in individuals experiencing respiratory or cardiac arrest. It is important for online motorcycle taxi drivers to possess these skills, as they often spend time on the road and interact with various people in different situations. Perhimpunan Dokter Spesialis Anesthesiology dan Terapi Intensif (PERDATIN) North Sumatra Branch concluded a series of Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Anestesia (KPPIA) by providing basic life support training to 521 public transport or online motorcycle taxi drivers in the city of Medan on September 29, 2024. Held at the Gedung Serba Guna of the North Sumatra Provincial Government, the participants were divided into 52 groups guided directly by anesthesiologist specialists as instructors. By providing this education and training, they can be better prepared to face emergency situations on the road, thereby enhancing safety and service for passengers
Pengetahuan Pengemudi Ojek tentang Bantuan Hidup Dasar di Kehidupan Sehari-Hari Setelah iberikan Pelatihan Nazma, Diani; Trilaksmi, Antin; Panduwati, Lira; Devantoro, M Ridho
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2023.v6.320-329

Abstract

Background Basic Life Support (BLS) is the first aid required for patient cardiac arrest and respiratory arrest, especially those occurring outside the hospital. In Indonesia, approximately 300,000–350,000 people experience cardiac arrest each year, mainly on the roads due to trauma/accidents. This research aims to determine the influence of BLS training on the knowledge and skills of the general public, especially online motorcycle taxi drivers, in providing first aid for cardiac arrest. Methods This research employs a one-group pre-post test design to compare knowledge of basic life support before and after training. The sample consists of 193 individuals, with sample selection using consecutive non-random sampling, and data collection conducted through interviews using a questionnaire. Results The research findings using the Wilcoxon Signed Ranks Test yielded a P-value of 0.001, indicating the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). This result indicates that there is a statistically significant effect of basic life support training on the knowledge of online motorcycle taxi drivers around Jakarta. Conclusions There is a significant effect of basic life support training on the knowledge of online motorcycle taxi drivers as well as increasing the ability to act on BHD  in areas around Jakarta.
PELATIHAN KADER PUSKESMAS CISIMEUT  PENANGANAN PERTAMA GIGITAN ULAR Nazma, Diani; Mahardieni, Karlina; Prasetyaningsih, Noviani; Adiwardhani, Anggraeni; Sulenra, Ayu Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24760

Abstract

Gigitan ular berbisa merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi ancaman di daerah tropis, termasuk di komunitas adat Baduy yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan modern. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama sangat penting untuk menurunkan risiko kesakitan maupun kematian akibat gigitan ular. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas penyuluhan berbasis partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular berbisa pada masyarakat Baduy. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, simulasi, serta pemberian media edukasi berupa poster dengan ilustrasi sederhana. Sebanyak 26 orang mengikuti pre-test dan post-test sebagai evaluasi pengetahuan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada kategori cukup (53,8%), sementara 42,3% memiliki pengetahuan baik, dan hanya 3,8% yang termasuk kategori kurang. Setelah penyuluhan, sebanyak 23 orang mengisi post-test dengan hasil tidak ada yang berada pada kategori kurang, 34,8% pada kategori cukup, dan 65,2% pada kategori baik. Terjadi pergeseran yang jelas dari kategori cukup menjadi kategori baik, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan dan pelatihan dengan pendekatan partisipatif efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adat mengenai pertolongan pertama gigitan ular berbisa, sekaligus menjadi salah satu strategi pemberdayaan komunitas adat dalam menghadapi risiko kesehatan