Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN PEKERJAAN DAN KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN VERBAL PADA ANAK USIA DINI Wilda Rezki Pratiwi; Nurul Hilal Kadir; Asnal Bebang; Kassaming; St. Hasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.532

Abstract

Latar belakang: Anak usia dini adalah kelompok usia anak yang berada pada periode perkembangan yang sangat penting dan kritis, yaitu dari lahir hingga sekitar usia 6 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan bahasa anak berkembang dengan pesat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dan keharmonisan keluarga terhadap tindak kekerasan verbal pada anak usia dini di wilayah kerja puskesmas cakkuridi. Metode: Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study adalah jenis penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan antara masing-masing variabel independent (pekerjaan dan keharmonisan keluarga) dan variabel dependen (tindak kekerasan verbal pada anak usia dini) pada saat bersamaan dilakukannya sebuah penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square diperoleh p Value = 0,649 > nilai α = 0,05, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak menunjukkan tidak ada hubungan pekerjaan dengan tindak kekerasan verbal pada anak. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square diperoleh p Value = 0,649 > nilai α = 0,05, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak menunjukkan ada hubungan keharmonisan keluarga dengan tindak kekerasan verbal pada anak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pekerjaan dan keharmonisan keluarga dengan tindak kekerasan verbal pada anak usia dini di Puskesmas Cakkuridi Kabupaten Soppeng.
Effectiveness of kangaroo and nesting method on body temperature of low birth weight (LBW) babies in the perinatology room Sitti Hasriani; Roni Roni; Muhammad Tahir; Nur Laela; Ardina Sinta
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 8 (2025): November Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i8.1948

Abstract

Background: Low birth weight (LBW) is a condition in which a baby is born weighing less than 2500 grams. Low birth weight, a leading cause of neonatal mortality, is caused by unstable body temperature. Purpose: to determine the effectiveness of the kangaroo and nesting methods on the body temperature of low birth weight infants in the Perinatology. Method: This study used a quasi-experimental method and was conducted from March to April 2025. The sample consisted of 32 infants treated in the Perinatology Unit of KH. Hayyung Regional General Hospital, Selayar Islands Regency, from March to April 2025, using accidental sampling. Results: The study showed that the kangaroo and nesting methods were effective in increasing body temperature in low birth weight infants, as indicated by a p-value <0.05. Conclusion: This means that the kangaroo and nesting methods significantly influence the body temperature of low birth weight infants. Suggestion: It is hoped that mothers who give birth to low-birth-weight babies will be able to use the kangaroo method and nesting methods in newborn care to maintain a stable body temperature
The relationship between screen time and social skills of children aged 2–4 years in the family environment Eka Fitrianih; Nurjanna Nurjanna; Wilda Resky Pratiwi; Hamdiyah Hamdiyah; Asmah Sukarta; Siti Hasriani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.1950

Abstract

Background: The development of social skills in children aged 2–4 years is a crucial foundation for shaping personality and future interpersonal relationships. However, technological advancements have led to an increase in children’s screen time duration, which is feared to potentially hinder their social development. Purpose: to examine the relationship between screen time duration and social skills among children aged 2–4 years within the family environment. Method: This research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design. The population consisted of all children aged 2–4 years in Kembangragi Village, Selayar Islands Regency, totaling 80 children, with the entire population included as the sample (total sampling). Data were collected using structured questionnaires and observation and then analyzed using correlation tests. Results: The analysis revealed that most children had more than 2 hours of screen time per day. Lower levels of social skills were more frequently observed among children with higher screen time. A significant relationship was found between screen time duration and children’s social skills (p < 0.05), indicating that the longer the screen time, the lower the social skills. Conclusion: There is a significant relationship between screen time and social skills in children aged 2–4 years. Therefore, parental supervision and regulation of screen time are necessary to support children’s optimal social development. Suggestion: Future researchers are advised to use a mixed methods approach to obtain a more comprehensive picture of the quality of screen time interactions and its impact on child development.
Edukasi Jajan Sehat pada Anak Usia Dini dalam Upaya Pencegahan Stunting di TK Al Iman Uluale ST Hasriani; Suci Qardhawijayanti; Wilda Rezki Pratiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a6gk5h21

Abstract

Peningkatan prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius meskipun telah terjadi penurunan sebesar 2,8% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam upaya mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema "Cegah Balita dari Stunting melalui Edukasi Jajanan Sehat." Kegiatan ini berlangsung di TK Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan sasaran utama ibu-ibu balita. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang pentingnya jajanan sehat, pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui antropometri, serta diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Materi disampaikan menggunakan media presentasi, dilanjutkan dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 85% ibu memiliki pengetahuan baik tentang konsep "Isi Piringku" dan 90% memahami konsep stunting, dibandingkan 35% dan 40% sebelum penyuluhan. Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait pemenuhan nutrisi balita. Dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader, perubahan perilaku ini diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah strategis mencegah stunting.  
IMPLEMENTASI STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI MELALUI KETERLIBATAN MAHASISWA DI TK EL FAUZAN RAPPANG St Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Suci Qardhawijayanti; Fayrish Azheka; Warda Aisya Ramadhani; Sri Anugerah Pratiwi; Suci Rahmadani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2164-2171

Abstract

Anak usia dini berada pada periode emas yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Pemantauan tumbuh kembang yang tidak optimal dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan yang tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai status pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mengimplementasikan stimulasi melalui keterlibatan mahasiswa sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif. Kegiatan dilakukan di TK El Fauzan Rappang dengan subjek anak usia 48–60 bulan. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta pemberian stimulasi dan edukasi kesehatan secara interaktif.Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usia, meskipun masih ditemukan beberapa anak dengan variasi status gizi dan kebutuhan stimulasi tambahan. Pemberian stimulasi yang terarah terbukti meningkatkan capaian perkembangan anak, ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor perkembangan setelah intervensi. Selain itu, edukasi gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mampu meningkatkan pemahaman anak dan guru mengenai pentingnya pola hidup sehat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan skrining, stimulasi, dan edukasi. Dengan demikian, program ini efektif dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
PSYCHOEDUCATION TENTANG ADAPTASI PSIKOLOGIS MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPARITA Suci Qardhawijayanti; St. Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Syahriani Syahriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2133-2138

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis bagi ibu yang ditandai tidak hanya dengan perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikologis. Perubahan hormon, tuntutan peran baru sebagai ibu, serta kurangnya dukungan sosial dapat memicu munculnya gangguan psikologis seperti baby blues, kecemasan, hingga depresi postpartum. Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai adaptasi psikologis menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan psikologis ibu nifas melalui psychoeducation di wilayah kerja Puskesmas Amparita. Metode yang digunakan berupa edukasi kelompok melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian media edukasi berupa leaflet kepada 30 ibu nifas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian psychoeducation, serta respon positif dari peserta terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, psychoeducation terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan psikologis ibu nifas sehingga dapat menjadi upaya preventif terhadap gangguan mental postpartum.
Parenting styles, psychosocial stimulation, and healthcare access as determinants of social development in children with disabilities Wilda Rezki Pratiwi; St Hasriani; Asmah Sukarta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.220

Abstract

Introduction: An estimated 240 million children worldwide live with disabilities, and the World Health Organization reports that they face a substantially higher risk of developmental delay and social exclusion. The Global Burden of Disease study identifies developmental disorders as a major contributor to years lived with disability among children, particularly in low- and middle-income countries where access to inclusive health services remains uneven. In Indonesia, limited integration of psychosocial support within primary healthcare may further compromise social development outcomes. To examine the associations between parenting style, psychosocial stimulation, healthcare access, and social development among children with disabilities. Research Methodology: A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted among 45 parents or primary caregivers of registered children with disabilities in Sidenreng Rappang Regency, Indonesia. Total sampling was applied. Data were collected using validated structured questionnaires. Associations were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression, with odds ratios (ORs) and 95% confidence intervals (CIs) reported at α=0.05. Results: Democratic parenting was associated with better social development (OR=4.20; 95% CI:1.01–17.45; p=0.032). Good psychosocial stimulation showed the strongest association (OR=8.00; 95% CI:1.78–35.90; p=0.041) and remained significant after adjustment (AOR=6.75; 95% CI:1.29–35.20; p=0.024). Adequate healthcare access was also associated at the bivariate level (OR=3.33; 95% CI:1.01–10.95; p=0.038). Conclusion: Psychosocial stimulation is the most influential determinant of social development among children with disabilities. Integrating structured caregiver education and family-centered psychosocial support into primary healthcare services is essential to promote developmental equity and reduce long-term social exclusion.
Edukasi Tentang Makanan Bergizi Seimbang Untuk Cegah Anemia Pada Remaja Wilda Rezki Pratiwi; Ariyana Ariyana; St. Hasriani; Asnuddin Asnuddin; Asmah Sukarta
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.662

Abstract

Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia masih tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Mengacu pada undang–undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Peraturan Presiden No 72 tahun tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, remaja putri merupakan salah satu sasaran kelompok prioritas atau kelompok rawan selain ibu hamil. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dpaat mengingkatkan penegtahuan remaja melalui edukasi tentang makanan bergizi untuk mecegah anemia. giatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan 20 remaja sebagai peserta, Melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai peran nutrisi dalam mencegah anemia, jenis makanan yang kaya zat besi, serta cara mengatur pola makan yang seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, dengan perubahan signifikan pada pemahaman mereka mengenai pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pola makan remaja dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan gizi.