Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Eksplorasi Nilai Pendidikan Pada Cerita Rakyat Sasak Cupak Gerantang Karya Sagimun M.D Rahmadin, M. Gifari; Marii; Efendi, Mahmudi; Musaddat, Syaiful
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i2.7717

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat Sasak Cupak-Gerantang Karya Sagimun M.D. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kata-kata, kalimat-kalimat atau teks-teks yang terdapat dalam Cerita rakyat Sasak ‘Cupak-Gerantang’. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan dengan  mengumpulkan informasi dan data dengan mencatat, memilah, dan menelaah nilai pendidikan, berupan nilai pendidikan agama, moral, dan sosial dalam cerita Cupak-Gerantang. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:  Mengidentifikasi, Mengklasifikasikan, Mendeskripsikan, Menganalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan yang paling dominan adalah nilai pendidikan moral yaitu 24 kutipan yang meliputi disiplin, rendah hati, komitmen, keteladan, dan solidaritas. Selanjutnya, nilai pendidikan agama menempati urutan kedua, yaitu 18 kutipan yang meliputi akhlak kepada agama ‘ketaqwa’, akhlak pada manusia, dan akhlak peribadi. Nilai pendidikan yang paling akhir adalah nilai pendidikan sosial, yaitu 15 kutipan, yang meliputi kerjasama, mufakat dan tolong menolong. Hal ini berarti bahwa cerita rakyat Sasak ‘Cupak-Gerantang’ dapat digunakan di sekolah tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa cerita ini cukup bagus untuk dijadikan sebagai dasar untuk membentuk nilai-nilai pendidikan peserta didik oleh para guru, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah.
Mahabbah dalam Perjalanan Sufistik Jatiswara Dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufi Rabi’ah Al Adawiyah Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Qodri, Muh Syahrul; Mari' i, Mari' i; Ayuningtias, Baiq Dahlia Putri
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2299

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjalanan spiritual Jatiswara dalam mencari Ki Sajati, saudaranya. Perjalanannya dikaji melalui tahapan-tahapan sufi dalam konsep mahabbah Rabi'ah al-Adawiyah. Dalam perjalanan ini, Jatiswara melewati langkah-langkah sufi: tobat, sabar, syukur, raja' (harapan) dan khauf (takut), fakir, zuhud, mahabbah, dan ma’rifat. Penlitian menemukan bahwa tobat merupakan langkah awal Jatiswara dalam menghapus keraguan melalui kepasrahan kepada Allah, diikuti kesabaran dan syukur dalam menghadapi penderitaan dan anugerah ilahi. Rasa raja' dan khauf terhadap takdir juga memperkuat keyakinannya akan campur tangan Allah dalam hidupnya. Tahap berikutnya adalah fakir dan zuhud, yang dicapai Jatiswara melalui pemahaman atas kemiskinan dan kehendak Allah sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Terakhir, tahap mahabbah dan ma’rifat menjadi puncak perjalanan Jatiswara, di mana cintanya pada Allah menumbuhkan kerinduan dan keterhubungan mendalam dengan-Nya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perjalanan Jatiswara mencerminkan tahapan sufi menuju mahabbah, di mana pencarian cinta sejati pada akhirnya mengarah pada cinta dan penyatuan spiritual dengan Sang Pencipta.
SOSIALISASI HASIL PEMETAAN PENGGUNAAN RPP BLENDED DI MASA COVID-19 OLEH GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI KOTA MATARAM Sapiin, Sapiin; Mahyudi, Johan Mahyudi; Ali, Nasaruddin M.; Efendi, Mahmudi; Mar'i, Mar'i
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2022): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.253 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i4.4443

Abstract

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk membangun kebijakan dan kesadaran umum mengenai pentingnya gerakan bersama untuk mengajar daring dengan memperhatikan model perencanaan khas daring, pengaturan waktu khas daring, hingga pada pemanfaatan moda pembelajaran daring yang didasarkan pada kekayaan fitur dan kemudahannya untuk dijangkau oleh siswa dan guru. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu menyampaikan (1) pemetaan penggunaan RPP blended (2); pemetaan penggunaan bahan ajar dari big data (3) pemetaan durasi pembelajaran onlie; (4) dan pemetaan tren situs pembelajaran online. pelaksanaan sosialisasi dengan menyelenggarakan pertemuan dua arah antara tim dosen pengabdian dari Universitas Mataram dengan guru-guru anggota MGMP Kota Mataram. Secara umum, sosialisasi telah berhasil memberikan informasi mengenai: (a) Penggunaan RPP Blended  di Kota Mataram; (b) Penggunaan Bahan Ajar dari Big Data; (c) Durasi Pembelajaran Onlie; (d) Tren Situs Pembelajaran Online. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa presentasi yang berlangsung selama tiga puluh menit pertama telah mengundang guru-guru untuk mengajukan pertanyaan selama sembilan puluh menit guna mendiskusikan sejumlah fenomena terkait penerapan RPP selama pelaksanaan pembelajaran daring dan luring di Kota Mataram.
Implementasi Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Aikmel: Implementation of Pancasila Student Profile Values in Indonesian Language Learning in the Independent Curriculum at SMAN 1 Aikmel Aqila Nadhlifa; Mahyudi, Johan; Efendi, Mahmudi
Jurnal Bastrindo Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menjawab  pertanyaan besar: pelajar dengan profil (keterampilan) yang sesuai dengan apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia yaitu menanamkan nilai karakter sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Profil pelajar Pancasila  Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk implementasi profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 Aikmel. Penelitian ini, merupakan penelitian kualitatif yang dimana data hasil penelitian mendeskripsikan hasil data yang diperoleh dari  wawancara guru, dan pengamatan langsung kegiatan pembelajaran, serta aktivitas siswa. Hasil penelitian ini menyatakan implementasi kurikulum merdeka yang memuat 6 dimensi tidak terlaksana secara keseluruhan. Dimensi yang terlaksana antara lain: beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Terdapat satu elemen yang tidak terlaksana yaitu elemen kebhinekaan global. Tidak terlaksanannya keseluruhan elemen dikarenakan metode dan jalannya pembelajaran terus terulang tanpa adanya evaluasi. Fenomena ini terjadi karena guru tidak memiliki rancangan pembelajaran sehingga tidak adanya evaluasi untuk meningkatkan dimensi profil pelajar Pancasila. Abstract: Pancasila student profile aims to answer the big question: students with profiles (skills) that are in accordance with what the Indonesian education system wants to produce, namely instilling character values in accordance with the values contained in Pancasila. This study aims to describe the forms of implementation of the Pancasila learner profile in Indonesian language learning at SMAN 1 Aikmel. This research is a qualitative research in which the research data describes the results of data obtained from teacher interviews, and direct observation of learning activities, as well as student activities. The results of this study state that the implementation of the independent curriculum which contains 6 dimensions is not fully implemented. The dimensions that are implemented include: faith in God Almighty, mutual cooperation, independence, critical reasoning, and creativity. There is one element that is not implemented, namely the element of global diversity. The non-implementation of all elements is because the method and course of learning continue to be repeated without any evaluation. This phenomenon occurs because teachers do not have a learning plan so there is no evaluation to improve the dimensions of the Pancasila learner profile.
Pengenalan Linguistik Korpus untuk Pembelajaran dan Penelitian bagi Guru Bahasa Indonesia SMA Se-Lombok Barat: Introductory Session on Corpus Linguistics for Teaching and Research for High School Indonesian Language Teachers in West Lombok Indonesia Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Chaer, Hasanuddin; Efendi, Mahmudi; Febriani, Elya; Sundari, Sundari
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6645

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pengenalan Linguistik Korpus untuk Pembelajaran dan Penelitian bagi Guru Bahasa Indonesia SMA Se-Lombok Barat”. Linguistik korpus merupakan sebuah kajian linguistik yang memanfaatkan korpus. Korpus merupakan kumpulan teks dalam jumlah yang sangat besar yang merepresentasikan kenyataan berbahasa penutur di lapangan. Korpus terdiri atas kalimat-kalimat alamiah yang diproduksi oleh penutur bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Pengenalan linguistik korpus dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia adalah dalam rangka memberikan pendampingan kepada guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Pengintegrasian teknologi ini merupakan salah satu aspek pembelajaran inovatif abad ke-21 yang harus dikuasai oleh guru sebagai sebuah keterampilan. Di samping itu, pengetahuan mengenai linguistik korpus juga dapat dimanfaatkan oleh guru melaksanakan penelitian untuk publikasi ilmiah. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kompetensi dan jenjang kariernya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara luar jaringan dengan beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah (1) penjabaran hasil penelitian berbasis korpus, (2) pengenalan peranti korpus berbasis laman dan berbasis aplikasi, (3) praktik pemanfaatan korpus dan penyusunan korpus sederhana, (4) praktik pemanfaatan korpus untuk pembelajaran Bahasa Indonesia dan penelitian bahasa Indonesia dan (5) penyusunan rencana tindak lanjut dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion), demonstrasi, dan tanya-jawab. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Lombok Barat. Adapun korpus yang akan digunakan dalam praktik adalah korpus Leipzig Corpora Collection, Korpus Indonesia, dan Korpus Nusantara. Aplikasi yang digunakan untuk mengolah data korpus adalah Antconc versi 4.3.1 (Windows) dan CQP-Web. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, para guru Bahasa Indonesia dapat (1) menggunakan peranti linguistik korpus berbasis laman maupun aplikasi, (2) menganalisis hasil pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks, dan (3) merancang sebuah penelitian untuk dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kapasitas guru Bahasa Indonesia dalam rangka mewujudkan prinsip pembelajaran inovatif abad ke-21 khususnya dari segi pengintegrasian teknologi dalam mengelola pembelajaran.
Pengenalan Linguistik Korpus untuk Pembelajaran dan Penelitian bagi Guru Bahasa Indonesia SMA Se-Lombok Barat: Introductory Session on Corpus Linguistics for Teaching and Research for High School Indonesian Language Teachers in West Lombok Indonesia Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Chaer, Hasanuddin; Efendi, Mahmudi; Febriani, Elya; Sundari, Sundari
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6645

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pengenalan Linguistik Korpus untuk Pembelajaran dan Penelitian bagi Guru Bahasa Indonesia SMA Se-Lombok Barat”. Linguistik korpus merupakan sebuah kajian linguistik yang memanfaatkan korpus. Korpus merupakan kumpulan teks dalam jumlah yang sangat besar yang merepresentasikan kenyataan berbahasa penutur di lapangan. Korpus terdiri atas kalimat-kalimat alamiah yang diproduksi oleh penutur bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Pengenalan linguistik korpus dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia adalah dalam rangka memberikan pendampingan kepada guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Pengintegrasian teknologi ini merupakan salah satu aspek pembelajaran inovatif abad ke-21 yang harus dikuasai oleh guru sebagai sebuah keterampilan. Di samping itu, pengetahuan mengenai linguistik korpus juga dapat dimanfaatkan oleh guru melaksanakan penelitian untuk publikasi ilmiah. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kompetensi dan jenjang kariernya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara luar jaringan dengan beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah (1) penjabaran hasil penelitian berbasis korpus, (2) pengenalan peranti korpus berbasis laman dan berbasis aplikasi, (3) praktik pemanfaatan korpus dan penyusunan korpus sederhana, (4) praktik pemanfaatan korpus untuk pembelajaran Bahasa Indonesia dan penelitian bahasa Indonesia dan (5) penyusunan rencana tindak lanjut dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion), demonstrasi, dan tanya-jawab. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Lombok Barat. Adapun korpus yang akan digunakan dalam praktik adalah korpus Leipzig Corpora Collection, Korpus Indonesia, dan Korpus Nusantara. Aplikasi yang digunakan untuk mengolah data korpus adalah Antconc versi 4.3.1 (Windows) dan CQP-Web. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, para guru Bahasa Indonesia dapat (1) menggunakan peranti linguistik korpus berbasis laman maupun aplikasi, (2) menganalisis hasil pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks, dan (3) merancang sebuah penelitian untuk dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kapasitas guru Bahasa Indonesia dalam rangka mewujudkan prinsip pembelajaran inovatif abad ke-21 khususnya dari segi pengintegrasian teknologi dalam mengelola pembelajaran.
Asal Mula Bahasa Menurut Perspektif Dialektika Hegel: Pendekatan Filsafat Sejarah Chaer, Hasanuddin; Sirulhaq, Ahmad; Sukri, Sukri; Jafar, Syamsinas; Aswandikari, Aswandikari; Efendi, Mahmudi; Ashriany, Ratna Yulida; Khairussibyan, Muh.
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21991

Abstract

This article outlines a view of the origins of language according to Hegel's dialectical perspective. This stems from the author's understanding of Hegel's concept which states that the substance of the mind originates from the spirit. This article explains that history originates from a spirit that introduces itself through thought and intuition. In this context, the activity of speaking has higher value than the written word; and listening activities have higher meaning than reading activities. Therefore, intelligence-linguistics crosses historical and cultural periods, developing from the free movement and power of the mind. Researchers use four stages of the historical method, namely heuristics, verification, interpretation and historiography. This article uses Hegel's dialectical theory with a historical philosophy approach. This research aims to interpret Hegel's dialectical logic and philosophical ideas in understanding the emergence of language, as a linguistic interaction. The results of this research show that, by utilizing dialectical and intuitive logic, one can hear the intuitive phenomenon of the existence of language features such as utterances, words and abstract phonemes. On that basis, someone is able to explain and express verbal or linguistic expressions flexibly in a concrete discourse event. On this basis, someone is able to think epistemologically and linguistically.Artikel ini menguraikan pandangan tentang asal mula munculnya bahasa menurut perspektif dialektika Hegel. Hal ini bermula dari pemahaman penulis tentang konsep Hegel yang menyatakan bahwa substansi pikiran bersumber dari roh. Artikel ini menjelaskan bahwa sejarah bersumber dari roh yang mengenalkan dirinya melalui pikiran dan intuisi. Dalam konteks ini, aktivitas berbicara lebih tinggi nilainya daripada kata-kata yang tertulis; dan aktivitas mendengar lebih tinggi maknanya daripada aktivitas membaca. Oleh karena itu, inteligensi-linguistik melintasi periode sejarah dan budaya, yang berkembang dari gerakan dan kekuatan pikiran yang bebas. Peneliti menggunakan empat tahapan metode sejarah (historical method), yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan logika dialektis Hegel dan ide-ide filosofisnya dalam memahami munculnya bahasa, sebagai suatu interaksi linguistik. Artikel ini menggunakan teori dialektika Hegel dengan pendekatan filsafat sejarah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, dengan memanfaatkan logika dialektis dan intuitif, seseorang dapat mendengarkan fenomena intuitif keberadaan fitur-fitur bahasa seperti ucapan, kata, dan fonem abstrak. Atas dasar itu, seseorang mampu menjelaskan dan mengekspresikan ungkapan verbal atau kebahasan secara fleksibel dalam suatu peristiwa wacana yang konkret. Atas dasar itu pula seseorang mampu berpikir secara epistemologis dan linguistik.
Kecepatan Memindai Kamus Manual Menggunakan Media Chart Ekspose Siswa SMA Negeri 1 Keritang, Indragiri Hilir Efendi, Mahmudi; Safitri, Diana; Mirawati
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v1i5.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecepatan memindai kamus manual menggunakan media chart ekspose, mendeskripsikan sama-tidaknya kecepatan memindai kamus menggunakan media chart ekspose per jenis kelamin, mendeskripsikan kecepatan memindai kamus menggunakan media chart eksposes per urutan waktu tes. Populasi penelitian ini 21 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Keritang, Indragiri Hilir, Riau yang berlangsung di awal semster ganjil tahun ajaran 2022/2023. Sampel ditetapkan sebanyak 20 siswa. Instrumen memindai kamus manual menggunakan media chart ekspose adalah 5 lembar media chart ekspose, satu unit Kamus Besar Bahasa Indonesia manual terbitan Balai Bahasa Tahun 2008, dan stopwacth HP yang berfungsi untuk menghitung waktu pemindaian. Data kecepatan memindai kamus manual diperoleh dengan cara menghitung jumlah waktu yang digunakan untuk memindai lalu dibagi dengan 5 dengan satuan detik per lema (dpl). Data kecepatan memindai kamus manual dianalisis menggunakan prosedur statistik inferensial yakni uji t satu sampel untuk masalah pertama uji t sampel independen untuk menganalisis masalah kedua, dan uji ANOVA serah untuk masalah ketiga. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kecepatan memindai kamus manual menggunakan media chart ekspose bagi kelas XII SMA Negeri 1 Keritang, Indragiri Hilir, Riau berkategori sedang, tidak terdapat perbedaan kecepatan memindai kamus manual menggunakan media chart ekspose per jenis kelamin dan per urutan waktu tes.
Metaphorical Symbols in Qur'anic Discourse: A Cognitive-Linguistic Analysis Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Sukri, Sukri; Efendi, Mahmudi; Yaqin, Lalu Nurul
Suhuf: International Journal of Islamic Studies Vol. 37 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v37i2.12081

Abstract

This article examines the relationship between language, thought, and religious experience in Islamic theology using George Lakoff’s cognitive linguistic framework. Focusing on theological metaphors in selected Qur’anic verses, Al-Baqarah 255 (Ayat al-Kursi), An-Nur 35, Ibrahim 24–25, Al-Hadid 13, and Ar-Ra’d 28, it applies conceptual metaphor theory to reveal how the Qur’an conveys theological and spiritual meanings through cognitive structures. The study proceeds in four stages: identifying and categorizing Qur’anic theological metaphors; analyzing their structure and function through cognitive linguistics; exploring how metaphor links language with religious thought; and interpreting the results to assess their theological significance. The findings show that Qur’anic metaphors transform abstract theological concepts into concrete, accessible ideas, deepening Muslims’ spiritual understanding. This research contributes to cognitive linguistics and religious studies by demonstrating how metaphor serves as a bridge between divine revelation and human cognition. Future studies could develop cognitive linguistic approaches for teaching theology, emphasizing metaphor as a key tool for conceptual and spiritual comprehension.
Membangun Kesadaran Budaya: Workshop Sastra Pertunjukan Tradisional untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram: Building Cultural Awareness: A Traditional Performing Arts Literature Workshop for Students of the Indonesian Language and Literature Education Program Faculty of Teacher Training and Education University of Mataram Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Jaeka, Farida; Apriani, Wahida
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8241

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya mahasiswa melalui workshop seni dan sastra pertunjukan tradisional dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram serta mitra Sanggar Setia Budi Terengan, Lombok Utara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat generasi muda terhadap seni sastr tradisi, terbatasnya fasilitas, dan minimnya promosi digital oleh komunitas seni lokal sebagai pendukung utama seni tradisional. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, praktik secara langsung berupa latihan Rudat, Kemidi Rudat, dan Syair Hikayat, hingga pertunjukan akhir yang dipandu seniman seni sastra lokal sebagai mitra kegiatan. Selain itu, dilakukan pendokumentasian dan inovasi digital melalui video, foto, dan konten media sosial untuk memperluas jangkauan promosi budaya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan minat mahasiswa terhadap sastra pertunjukan, dari 33% menjadi 78% berdasarkan instrumen yang digunakan. Sebanyak 85 mahasiswa berpartisipasi aktif dalam latihan dan pementasan, yang sekaligus memperkuat regenerasi anggota sanggar. Mitra memperoleh manfaat berupa dokumentasi digital, pertukaran pengetahuan, serta keterampilan promosi budayadan seni sastra tradisi berbasis teknologi informasi. Kesimpulannya, pelaksanaan kegiatan ini berhasil menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap seni sastra pertunjukan tradisional, memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas seni, serta menghadirkan model pelestarian budaya yang relevan dengan era digital.