Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Representasi Nilai Budaya Sasak dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Musaddat, Syaiful; Qodri, Muh. Syahrul
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1248

Abstract

Nilai budaya merupakan hal penting yang senantiasa hidup dan terekspresi dalam hidup sebuah komunitas budaya. Penelitian ini mencoba membedah dan menemukan sajian kesejatian nilai budaya Sasak dalam novel Jatiswara tersebut yang kemudian akan dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran Seni dan Budaya pada siswa, sehingga diharapkan mampu memberikan pemahaman nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku yang sesuai dengan nilai budaya masyarakat Sasak. Hasil penelitian Novel Jatiswara juga merupakan gambaran representasi nilai budaya Sasak, sesuai dengan budaya yang melingkungi pengarangnya. Representasi tersebut tampak dalam sikap dan tindakan tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel ini. Representasi sikap tersebut dalam nilai budaya tindih, maliq dan merang yang kemudian dijabarkan dalam nilai dan perilaku taoq diriq (tahu diri), paut-patut (sesuai dan benar), idup jari lemaq (hidup untuk hari esok), adiqte tao jauq aiq (agar bisa membawa air), pacu-pacu puniq akherat (giat menyiapkan lahan akhirat), ndak piwal leq dengan towaq (jangan mengkhianati orang tua). Representasi semua sikap dan tindakan sesuai dengan nilai budaya di atas dilakukan oleh tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel Jatiswara ini.
Estetika Profetik dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufisme Fariduddin Attar Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Qodri, Muh. Syahrul; Chaer, Hasanuddin; Mari’I, Mari’I
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika profetik novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman dalam perspektif sufisme Fariduddin Attar. Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang Jatiswara mencari Ki Sajati, adiknya. Perjalanan yang membawanya pada banyak pelajaran dan bertemu dengan orang-orang yang membawanya pada penemuan hakikat diri dan kesejatian dirinya. Penelitian ini menggunakan perspektif sufisme dari Fariduddin Attar yang tertuang dalam buku Musyawarah Burung yang meliputi; tahap pencarian, tahap cinta/mahabbah, tahap kearifan atau makrifat, tahap kebebasanatau kepuasan, tahap tauhid, tahap hayrat atau ketakjuban, tahap faqir dan fana. Hasil penelitian menunjukkan Jatiswara mengalami tujuh tahapan ini hingga menemukan rahasia penciptaan dan pemahaman bahwa hanya Tuhan saja yang diperlukan, karena hanya Dia yang dapat mencukupi hidup seseorang. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada pengembangan kajian sastra dalam dimensi profetik lebih luas dalam berbagai perspektif sehingga agama tidak hanya dipahami sebagai panduan hidup bermasyarakat belaka tetapi lebih dalam dari itu.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN IDENTITAS DI ERA AI: KAJIAN POSTHUMANISME DALAM NOVEL MENANAM GAMANG Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Jaeka, Farida; Karoluslina, Karoluslina; Apriani, Wahida
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2602

Abstract

The novel Menanam Gamang by Dhianita Kusuma Pertiwi reflects a post-pandemic world dominated by technology and artificial intelligence (AI) in human life. Set two decades after a global pandemic, the novel depicts humanity’s uncertainty in facing both the comfort and the existential void brought about by dependence on technology. This study aims to examine how social transformation and human identity are represented in the novel using a posthumanism theoretical approach. The method employed is qualitative research based on literary text analysis, focusing on narratives, dialogues, and descriptions related to the relationship between humans and technology. The findings reveal that technology in the novel functions not merely as a tool but has transformed into an entity that reshapes the way humans think, feel, and interact. Human identity becomes fluid, social relations undergo disruption, and traditional values are marginalized. These findings suggest that literature can serve as a reflective space for understanding the dilemmas of humanity amidst the relentless tide of technology. Keywords: Posthumanism; Identity; AI; Novel; Technology.