Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Social Education in The Perspective of the Quran and Hadith M Farid Yudha Bahari; Achmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 3 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i3.6573

Abstract

This study examines social education contained in the Al-Qur'an, especially surah Ali Imran verse 64 and in the hadith. The research method used in this research uses the library research method, namely an effort to obtain data in the literature. The approach used in this research is also qualitative research, namely a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words of a character. .Because this research discusses interpretation in one theme, this research also uses the maudhu'i (thematic) method. Meanwhile, there are two data sources used, namely primary data sources and secondary data sources. The primary data sources used are two classic tafsir books by At Thabary and Ibnu Katsir and two contemporary tafsir books by Hamka with his tafsir Al Azhar and Qurash Shihab with his tafsir Al Misbah and the hadith of Muslim history number 2699. There are at least three things conveyed in the surah Ali Imran verse 64 and HR Muslim number 2699, namely the values ​​of monotheism, unity, and testimony of obedience to the one and only Allah. This verse confirms our worship of the only God, namely Allah SWT. Then continue with an attitude of unity even if some of us turn away. And the Muslims are a testimony that they are people who surrender.
The Lubb and the Learning: A Hermeneutic Correlation of the Qur’anic Ulul Albab Concept and Pedagogical Deep Learning for Holistic Intelligence Sutarjo, Sutarjo; Iskandar Mirza
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 6 No. 2.1 (2026): Special Collection Islamic Education
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v6i2.1.706

Abstract

This study addresses the persistent gap between traditional Islamic education, often critiqued for rote memorization, and the modern pedagogical imperative for holistic student intelligence. The purpose of this hermeneutic inquiry is to establish a correlational framework between the Qur’anic concept of Ulul Albab (QS. Ali-Imran: 190-191) and the contemporary pedagogical model of Deep Learning. Utilizing a qualitative library research method grounded in Fazlur Rahman's double movement hermeneutics, the study analyzes foundational texts in Islamic exegesis and modern educational theory. The results reveal a profound correlation: the Ulul Albab’s core characteristics of Dhikr (remembrance) align with Mindful Learning; Fikr (contemplation) correlates with Meaningful Learning; and Amal Salih (purposeful action) mirrors Joyful Learning. This synthesis provides an indigenous, Tawhidic-based pedagogical model that integrates spiritual, cognitive, and affective domains, offering a transformative framework for developing holistic intelligence (Insan Kamil) within Islamic educational institutions.
Pendekatan Kontekstual dan Berbasis Bermain dalam Internalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini Imas Hayati; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v14i1.4159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini di TK Nusa Indah Subang, dengan fokus pada pendekatan kontekstual dan strategi pedagogis yang digunakan oleh pendidik. Di tengah arus globalisasi dan krisis pendidikan modern, masa kanak-kanak merupakan fondasi paling kritis bagi rekonstruksi epistemologis dan pembentukan karakter holistik yang berbasis pada adab dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI secara efektif dilakukan melalui pembiasaan doa harian, praktik ibadah sederhana, serta keteladanan (uswah hasanah) yang mendalam dari para guru. Selanjutnya, metode penceritaan kisah Islami dan pembelajaran berbasis bermain diintegrasikan secara mulus ke dalam aktivitas sehari-hari, menciptakan lingkungan pembelajaran mendalam (deep learning) yang bermakna. Faktor pendukung mencakup komitmen guru yang kuat, kepemimpinan instruksional yang kokoh, budaya religius sekolah yang imersif, serta keterlibatan aktif orang tua. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran interaktif dan alokasi waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pedagogis yang kontekstual, sesuai tahap perkembangan, dan berbasis pembiasaan sangat efektif dalam memperkuat karakter keislaman dan kompetensi abad 21 pada pendidikan anak usia dini.
Transformasi Digital dan Sistem Informasi Manajemen di Lembaga Pendidikan Agama Islam Era Kontemporer Iskandar Mirza; Iwan Kurniawan; Adawiyah, Siti Siti Robiah; Neng Tini
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v14i2.4165

Abstract

Kemajuan eksponensial teknologi informasi dan komunikasi pada era Society 5.0 mengharuskan adanya transformasi tata kelola pendidikan. Lembaga pendidikan agama Islam semakin didorong untuk mengadopsi mekanisme manajemen yang komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara analitis konsep, tantangan, serta peluang strategis seputar implementasi Management Information System (SIM) di entitas pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui literature review yang ekstensif, riset ini menganalisis secara cermat jurnal akademik kontemporer, buku teks otoritatif, dan dokumen kebijakan resmi pemerintah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa integrasi SIM—seperti Education Management Information System (EMIS) dan e-Raport—secara signifikan mengoptimalkan efisiensi administratif, memperkuat akuntabilitas institusional, dan mengakselerasi proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven). Namun, transisi digital ini sangat terhambat oleh tantangan sistemik, termasuk disparitas infrastruktur, kesenjangan digital (digital divide), kompetensi sumber daya manusia yang tidak memadai, serta resistensi kultural atau technophobia di kalangan pendidik tradisional. Sebaliknya, proliferasi kebijakan digital dan munculnya kepemimpinan berbasis kebaikan (kindness-based leadership) menawarkan peluang substansial untuk memodernisasi pendidikan Islam. Studi ini menyimpulkan bahwa kesuksesan implementasi SIM menuntut sintesis holistik antara infrastruktur teknologi yang tangguh dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti amanah dan adab, yang pada akhirnya memupuk lembaga pendidikan yang tangguh dan kompetitif di lanskap digital kontemporer.