Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Tafsir Tarbawi Concept as Inspiration in the Islamic Education Curriculum M. Riad; Iskandar Mirza
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v2i1.66

Abstract

Education is the foundation of a strong nation. The curriculum determines learning success and prepares students for the future.  Educational planning must be based on devotion to Allah. The curriculum is a number of subjects taken by students at an educational institution, and in a broad sense the curriculum is “what persons experience in a setting” all learning experiences and cultures created by an educational institution to build independence and achieve the desired educational goals. Meanwhile, the Islamic education curriculum is an educational curriculum that has a foundation based on Islam, namely the Koran and Hadith, who really pays attention to the condition of human personality or students such as physical aspects, intellectual aspects and spiritual aspects. The Al-Qur'an as the first source of law is the foundation for preparing the Islamic education curriculum. However, it is difficult for us to find special words in the Koran such as manhaj al-dirasah as words that indicate the curriculum. So the curriculum in Tafsir Tarbawi studies is in the form of the expanse of values, culture, character, principles and teachings that lie in the Qur’an.
Interpretation of the Verses of the Obligation to Study Muhammad Thuba; Iskandar Mirza
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v2i1.50

Abstract

Learning is crucial in all aspects of life, as it serves as the foundation for every achievement. For Muslims, practicing Allah's commandments correctly and in accordance with Sharia rules also requires knowledge, which begins with learning. Due to the significance of learning, the author will discuss the obligation to learn by referring to the ultimate source of knowledge, which encompasses the wisdom of past and future generations (‘ilm al-awwalin wa al-akhirin). The author will examine several Quranic verses that emphasize the obligation of learning, employing a simple literature-based approach. Relevant Quranic verses will be analyzed using classical exegesis as the primary reference, complemented by contemporary studies.
The Relevance of Tarbawy's Tafsir Values in Student Character Education Tati Kurniawati; Iskandar Mirza
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v1i2.23

Abstract

Tafsir Tarbawy is closely related to student character education at school. Values such as piety, honesty, responsibility, and respect can be included in the character education curriculum through a values-based learning approach, participation in extracurricular activities, and role models provided by teachers. With the application of these values, it is hoped that a generation will be formed that will not only excel academically, but also have good character, so that it can have a positive impact on society. Character education is an important aspect in the process of forming students' personalities, which aims to instill moral, ethical and social values. As an approach to the Quran that focuses on educational aspects, tarbawy interpretation plays an important role in this effort. This research aims to explore the relationship between tarbawy interpretive values and student character development in schools. Through a study of verses from the Qur'an that contain educational messages, this research found that values such as piety, honesty, responsibility and respect have an important role in shaping students' positive behavior, so that they can become the basis for the character education system in Indonesia.
The Influence of Tarbawi Tafsir in the Formation of Noble Morals in Middle Schools Elin Solihatin; Iskandar Mirza
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v1i2.25

Abstract

Tafsir Tarbawi has a significant influence on the formation of noble morals in secondary schools. Through a deep understanding of the teachings of the Qur'an, students can internalize moral values that are very important for the development of their character. In this way, tarbawi interpretation not only becomes an educational tool, but also a guide to life for students in facing various challenges in an increasingly complex world. However, challenges in implementing tarbawi tafsir in secondary schools remain. Lack of understanding and resources for educators is an obstacle that must be overcome. Therefore, it is important for schools and educational institutions to provide adequate training for educators so that they can teach tarbawi tafsir more effectively. With good training, educators can be more confident in conveying moral values to students. This paper emphasizes that the formation of noble morals through tarbawi interpretation is an effort that is not only important, but also urgent amidst the moral challenges faced by teenagers today. With the right approach, it is hoped that tarbawi interpretation can become an effective tool in creating a generation that is intelligent, responsible and has noble character.
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan Gawi Yulianti; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.
Analisis Kritis Terhadap Implementasi Teori Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis: Studi Kasus di SMAN 5 Karawang Hansyah, Hari Alih; Titin Kuraesin; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i2.3541

Abstract

Pendidikan sebagai investasi manusia yang berperan dalam proses pembangunan karakter dan intelektual suatu bangsa. Tolok ukur suatu bangsa yang maju dapat dilihat dari keberhasilan pendidikannya. Pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus dan konsep yang matang agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan dalam perspektif yang berbeda, yaitu perspektif Al-Quran dan Al-Hadis yang berpusat pada Pendidikan Agama Islam di SMAN 5 Karawang. Tujuan dan isi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadist adalah tujuan yang mencakup pendidikan karakter yang cakupannya adalah memperoleh ilmu pengetahuan yang sehat secara jasmani (ahdaf al-jismiyyah), memperoleh kesehatan secara rohani (ahdaf al-ruhiyah), memperoleh akal yang sehat (ahdaf al-aqliyah), memperoleh kehidupan sosial yang bermanfaat di masyarakat. (ahdaf al-ijtima'iyah). Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian ini sangat diperlukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada, khususnya perkembangan dalam dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kajian terhadap Tafsir Tarbawi karya Ahmad Munir dan sumber-sumber lainnya, sedangkan untuk data sekunder menggunakan buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan penelitian kepustakaan, diperoleh informasi bahwa di dalam Al-Quran terdapat beberapa istilah pendidikan diantaranya tarbiyah, ta'dib, ta'lim dan tazkiyah. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentuk manusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya. Materi pendidikan dibagi menjadi 2 bidang, yaitu bidang ilmu-ilmu keislaman dan bidang ilmu-ilmu sosial dan eksakta.
Etika Akademik dalam Perspektif Islam (Menerapkan Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadits dalam Penelitian dan Pendidikan) Arif Husni Mubarok; Iskandar Mirza; Ahmad Saefurridjal
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.1422

Abstract

Etika kademis tidak bisa dipisahkan dari peran penting pendidikan islam, pendidikan islam yang berlandaskan Al-Qur’andan hadits mengatur hubungan sesuatu dengan unsur lain, yang dapat ,enjamin keselarasan dan keserasian dalam hidup untuk mencapai kemajuan lahiriyah dan kebahagian rohaniyah, dunia akademis diharapkan memberi solusi cerdas terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat secarauniversal dengan berpedoman kepada etika akademis. Etika akademis merupakan hakikat kegiatan ilmiah yang berlangsung di dunia akademik baik di lembaga-lembaga pendidikan berlaku secara universal, seperti kejujuran, ketelitian, keterbukaan, objectivitas, rendah hati, kemauan untuk belajar dan berkembang siap untuk menerima kritikan, saling menghormati dan tidak berlaku diskriminatif. Pelanggaran etika akademik merupakan hal yang mencoreng dunia pendidikan. pelanggaran etika akademik tersebut harus dianalisis penyebab dan solusinya, adapun perbuatan yang melanggar etika akademis harus ditanggapi dengan serius melalui solusi dan upaya-upaya pencegahan.
Dimensi Etika dalam Pendidikan Berbasis Al-Qur'an: Pengembangan Karakter dan Pembentukan Moral dalam Mengatasi Perundungan di Kalangan Pelajar Muslim Ashri Hidayati; Achmad Saefurrijal; Iskandar Mirza; Yefi Ardyanti
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3436

Abstract

Fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim di Indonesia semakin memprihatinkan, meskipun ajaran Islam menekankan pentingnya moral dan akhlak. Berbagai laporan menunjukkan tingginya angka perundungan, termasuk pada sekolah berbasis Islam, yang mengindikasikan celah dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mencegah perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan empiris terkait fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim, baik domestik maupun internasional. Analisis dilakukan untuk menyoroti faktor penyebab serta strategi pendidikan akhlak yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai moral, tekanan sosial teman sebaya, dan kurangnya keteladanan dari pendidik maupun keluarga merupakan faktor kunci pemicu perundungan. Strategi pendidikan akhlak yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan sosial terbukti memiliki potensi menekan perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an, di mana pendidikan moral tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai pembiasaan dan praktik nyata. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan terbentuk lingkungan kondusif yang mendukung pengembangan akhlakul karimah dan mencegah perundungan secara berkelanjutan.
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan Gawi Yulianti; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.
Analisis Kritis Terhadap Implementasi Teori Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis: Studi Kasus di SMAN 5 Karawang Hansyah, Hari Alih; Titin Kuraesin; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i2.3541

Abstract

Pendidikan sebagai investasi manusia yang berperan dalam proses pembangunan karakter dan intelektual suatu bangsa. Tolok ukur suatu bangsa yang maju dapat dilihat dari keberhasilan pendidikannya. Pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus dan konsep yang matang agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan dalam perspektif yang berbeda, yaitu perspektif Al-Quran dan Al-Hadis yang berpusat pada Pendidikan Agama Islam di SMAN 5 Karawang. Tujuan dan isi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadist adalah tujuan yang mencakup pendidikan karakter yang cakupannya adalah memperoleh ilmu pengetahuan yang sehat secara jasmani (ahdaf al-jismiyyah), memperoleh kesehatan secara rohani (ahdaf al-ruhiyah), memperoleh akal yang sehat (ahdaf al-aqliyah), memperoleh kehidupan sosial yang bermanfaat di masyarakat. (ahdaf al-ijtima'iyah). Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian ini sangat diperlukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada, khususnya perkembangan dalam dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kajian terhadap Tafsir Tarbawi karya Ahmad Munir dan sumber-sumber lainnya, sedangkan untuk data sekunder menggunakan buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan penelitian kepustakaan, diperoleh informasi bahwa di dalam Al-Quran terdapat beberapa istilah pendidikan diantaranya tarbiyah, ta'dib, ta'lim dan tazkiyah. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentuk manusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya. Materi pendidikan dibagi menjadi 2 bidang, yaitu bidang ilmu-ilmu keislaman dan bidang ilmu-ilmu sosial dan eksakta.