Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Konsumtif (Hedonisme) Siswa pada Era E-Commerce Seprila Tri Aldi; Riky Supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era e-commerce telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi remaja, termasuk siswa sekolah menengah, yang semakin rentan terhadap perilaku konsumtif dan gaya hidup hedonis. Kemudahan akses belanja online, promosi digital yang agresif, dan paparan media sosial menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya perilaku impulsif dalam konsumsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa di tengah dominasi budaya digital. Melalui sintesis literatur dan analisis konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti moderasi (i‘tidāl), qana‘ah, dan larangan isrāf serta tabdzir memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kontrol diri, kesadaran etis, dan pola konsumsi yang sehat. PAI juga memiliki fungsi preventif dan kuratif melalui internalisasi nilai, penguatan literasi finansial syariah, serta pembentukan karakter spiritual yang mampu menahan pengaruh hedonisme digital. Selain itu, integrasi pendekatan ekonomi syariah dalam materi PAI terbukti efektif dalam mendorong pola belanja rasional dan sesuai kebutuhan. Temuan ini menegaskan bahwa PAI dapat menjadi benteng moral yang relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan konsumtivisme modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui penggabungan perspektif pendidikan agama, psikologi digital, dan ekonomi syariah untuk memperkuat strategi pendidikan dalam menekan perilaku konsumtif siswa pada era e-commerce.
Evaluasi Penerapan Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Sabyli Hikmah Mukaddar; Riky Supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada beberapa SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada pelaksanaan pembelajaran, respons guru dan siswa, serta hambatan yang muncul selama penerapan kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga guru PAI, sepuluh siswa, dan satu kepala sekolah sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis dilakukan menggunakan proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah memberikan dampak positif terhadap dinamika pembelajaran PAI. Guru mulai menerapkan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Siswa pun menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keterlibatan dalam kegiatan kelas, serta pemahaman nilai-nilai keislaman seperti akhlak, ibadah, dan toleransi. Integrasi budaya lokal Maluku turut memperkaya proses pembelajaran sehingga materi lebih mudah dipahami dan dirasakan relevan oleh siswa. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala signifikan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain keterbatasan infrastruktur digital, minimnya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik daerah kepulauan, serta rendahnya tingkat pelatihan guru. Kondisi geografis wilayah yang tersebar juga berdampak pada pemerataan akses pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di wilayah Salahutu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, namun perlu diperkuat dengan dukungan sarana, pelatihan, dan kebijakan yang lebih komprehensif.
Implementasi Digitalisasi Materi Ajar Pendidikan Agama Islam Melalui Pemanfaatan Konten Youtube Edukatif Dava Arya Saputra; Riky supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digitalisasi materi ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pemanfaatan konten YouTube edukatif sebagai media pembelajaran inovatif di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), penelitian ini mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik digitalisasi pembelajaran dan penggunaan media audiovisual. Hasil analisis menunjukkan bahwa YouTube efektif meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi keislaman ketika digunakan secara terarah dan interaktif. Bentuk konten yang paling efektif meliputi ceramah interaktif, animasi islami, simulasi ibadah, serta kisah teladan yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar PAI. Integrasi YouTube dalam kegiatan belajar terbukti memperkuat keterkaitan antara nilai-nilai Islam dan kehidupan digital siswa. Efektivitasnya sangat bergantung pada literasi digital guru PAI dalam menyeleksi dan mengelola konten agar tetap kredibel, relevan, dan sesuai dengan prinsip pedagogi Islam. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan akses internet, gangguan fokus, serta risiko penyimpangan konten teologis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan YouTube bukan sekadar alat bantu, melainkan strategi pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman dengan perkembangan teknologi. Dengan literasi digital yang baik, guru PAI dapat menjadikan YouTube sebagai media ajar transformatif untuk membentuk generasi muslim yang religius, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Pendidikan Sirah Nabawiyyah sebagai Basis Penguatan Karakter dan Akhlak Peserta Didik di Era Modern Azzam, Abdullah; Riky supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan Sirah Nabawiyyah sebagai basis penguatan karakter dan akhlak peserta didik di era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi, globalisasi, serta krisis moral. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena melemahnya nilai-nilai moral dan spiritual di kalangan generasi muda yang menuntut inovasi dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang berfokus pada analisis literatur relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang membahas pendidikan karakter dan Sirah Nabawiyyah. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sirah Nabawiyyah memiliki nilai-nilai universal seperti kejujuran, amanah, kesabaran, tanggung jawab, keadilan, kasih sayang, dan kedisiplinan, yang relevan dalam membentuk karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi. Implementasi pendidikan Sirah Nabawiyyah dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum tematik, keteladanan guru sebagai qudwah ḥasanah, serta penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis peristiwa sejarah Nabi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan moral siswa. Kesimpulannya, pendidikan Sirah Nabawiyyah berperan signifikan dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki spiritualitas tinggi yang mampu menghadapi tantangan zaman modern.
Integrasi Nilai-Nilai Keislaman Dalam Pembelajaran Untuk  Pembentukan Karakter Islam Muhammad Albani; Riky Supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan fundamental untuk membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan masih cenderung berfokus pada aspek kognitif, sementara dimensi afektif dan spiritual belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran sebagai strategi efektif untuk membentuk karakter Islam peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur pendidikan Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, kerja keras, dan ukhuwah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter Islami apabila diinternalisasikan secara konsisten dalam seluruh aspek proses pembelajaran. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, penerapan metode pembelajaran yang tepat, dan keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam perlu dirancang sebagai sistem terpadu yang menyatukan aspek intelektual, spiritual, dan moral guna menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Model Pembelajaran PAI Interaktif Untuk Mengatasi Tantangan Koknitif Dan Afektif Generasi Alfa Malik Amrullah; Riky supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel Transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menuntut inovasi strategi, integrasi teknologi, dan peran aktif guru sebagai fasilitator adaptif. Model pembelajaran interaktif seperti gamifikasi, video interaktif, project-based learning, cooperative learning, dan blended learning terbukti efektif meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi PAI. Integrasi teknologi digital melalui media sosial, aplikasi pembelajaran, dan platform daring memperluas akses, meningkatkan interaktivitas, serta mendorong kreativitas dan kemandirian belajar siswa. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi digital guru, serta perlunya pengembangan konten digital yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Guru berperan sentral sebagai inovator dan fasilitator, sehingga peningkatan kompetensi digital dan pedagogik guru menjadi sangat penting. Dukungan institusi pendidikan melalui pelatihan, pengembangan kurikulum adaptif, dan penyediaan infrastruktur teknologi juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan pembuat konten digital sangat diperlukan untuk membimbing Generasi Alfa dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan membangun karakter Islami yang kuat. Dengan demikian, transformasi pembelajaran PAI berbasis inovasi dan teknologi digital merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang religius, kreatif, adaptif, dan berkarakter di era digital.
Analisis Konseptual Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Radikalisme Remaja Muhammad Hilal Ikbar; Riky Supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme di kalangan remaja menjadi perhatian yang semakin meningkat di Indonesia, terutama seiring dengan semakin kuatnya peran platform digital dalam membentuk pemahaman keagamaan generasi muda. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kerentanan remaja terhadap narasi ekstremisme berakar dari rendahnya literasi keagamaan, pola keberagamaan yang eksklusif, serta dominasi konten keagamaan daring yang cenderung menyederhanakan teks-teks agama secara berlebihan. Namun demikian, penelitian yang ada belum secara memadai membahas bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dirancang secara konseptual untuk memperkuat ketahanan ideologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan memberikan analisis konseptual yang komprehensif mengenai kurikulum PAI dalam mencegah radikalisme remaja dengan mengidentifikasi komponen utama dan landasan teorinya. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini menelaah artikel jurnal bereputasi, buku-buku akademik, serta dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam satu dekade terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum PAI yang efektif harus berlandaskan pada prinsip moderasi beragama, didukung oleh metode pembelajaran yang dialogis dan kontekstual, diintegrasikan dengan literasi digital, serta dilaksanakan oleh guru yang kompeten. Studi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi keluarga dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama berbasis sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan radikalisme memerlukan desain kurikulum yang holistik, tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kecakapan memilah konten keagamaan digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang kurikulum dalam memperkuat PAI sebagai instrumen strategis deradikalisasi di lingkungan sekolah.