p-Index From 2021 - 2026
4.576
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SALURAN DISTRIBUSI HYPERMARKET DI KOTA BANDUNG Samun Jaja Raharja
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.432 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.11542

Abstract

Saluran distribusi merupakan suatu jalur yang harus dilalui oleh arus barang dari produsenke agen atau perantara atau pedagang besar terhadap pemakai, dalam hal ini konsumen. Saluran distribusimerupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan perusahaan. Karena hal ini akan mempengaruhikeputusan yang dibuat oleh manajer perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan kajiantentang: saluran distibusi yang dijakankan Hypermarket di Kota bandung. Metode penelitian yangdigunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah studi literature dan studi lapangan.Studi lapangan menggunakan observasi, dan wawancara. Teknik penarikan sampel menggunakanpurposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan salurandistribusi pendek.Hal ini disebabkan untuk barang berasal dari produsen langsung dan berlaku untukperusahaan yang besar seperti Hypermarket.
IDENTITAS PERUSAHAAN KOPERASI : STUDI DESKRIPTIF ANALITIK PADA KOPERASI PRIMER DI KOTA BANDUNG Sam’un Jaja Raharja
Sosiohumaniora Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i2.5262

Abstract

Identitas Perusahaan Koperasi: Studi Desktiptif Analitik pada Koperasi Primer di Kota Bandung merupakan studi untuk mendeskripsikan dan menganalisis dimensi dan faktor-faktor pembentuk identitas perusahaan koperasi pada koperasi primer didasarkan atas asumsi adanya aneka jenis nomenklatur koperasi yang tidak jelas identitasnya. Ada tiga permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu latar belakang pembentukan koperasi, keterkaitan usaha koperasi dengan anggotanya dan keeratan hubungan (kohesivitas) koalisi anggota-koperasi Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui wawancara, angket dan studi pustaka/dokumentasi. Sampel penelitian diambil dari 13 (tiga belas) koperasi, terdiri satu orang pengelola dan lima orang anggota. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan koperasi tidak didasarkan atas “logika bisnis” dan kepentingan anggota, kegiatan usaha koperasi tidak terkait dengan usaha bisnis anggota. Entry barier dan exit barier yang rendah, inisiasi yang tidak ketat serta tidak adanya transaksi spesifik, mengakibatkan koalisi antara anggota dengan koperasinya longgar (tidak kohesif). Atas dasar itu dapat disimpulkan bahwa identitas perusahaan koperasi pada koperasi primer tersebut belum mewujud. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan kembali jenis koperasi meliputi nomenklatur dan syarat-syarat keanggotaan (entry point) untuk setiap koperasi, khususnya syarat keanggotaan sebagai pelaku bisnis serta adanya kebijaksanaan pemerintah yang menetapkan dan menegaskan jenis dan syarat-syarat keanggotaan koperasi. Kata kunci : Identitas, kohesifitas, inisiasi, entry barier, exit barier, transaksi spesifik, nomenklatur
MENCIPTAKAN HARMONI DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN: Rekonstruksi Pemikiran Frederick W. Taylor Sam’un Jaja Raharja
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5568

Abstract

Sebagai salah seorang tokoh aliran manajemen ilmiah gagasan pemikiran FW Taylor sering mendapat kritik karena cenderung mengabaikan faktor-faktor psikologi dan sosial para employee (pekerja). Gagasannya yang menekankan pada “efisiensi” dianggap memperlakukan pekerja layaknya sebagai “mesin”. Akan tetapi kalau ditelaah lebih jauh pemikiran beliau dalam buku yang berjudul “The Principles of Scientific Management,” kritik tersebut terbantahkan. Gagasan-gagasannya justru sangat manusiawi, yaitu menciptakan situasi yang harmonis dalam perusahaan. Dalam penjelasan yang disampaikan dalam suatu “testimoni” dihadapan Masyarakat Ahli Teknik Amerika Serikat (The American Society of Mechanical Engineers), ditegaskan bahwa perhatian utama dari manajemen ilmiah adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi yang memaksimumkan kesejahteraan baik bagi employer (pemilik perusahaan) maupun bagi setiap employee (pekerja). Dengan kesejahteraan maksimum kedua elemen inti dalam perusahaan tersebut akan tercipta suatu situasi yang kondusif bagi terwujudnya harmoni dalam organisasi perusahaan, positive sum game, bukan situasi desktruktif-antagonistik antar perusahaan-pekerja atau zero bahkan negative sum game Kata kunci : pekerja, employer, kesejahteraan, manajemen ilmiah
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA PERDESAAN DI LEBAK MUNCANG, BANDUNG - JAWA BARAT Sam'un Jaja Raharja; Michael Marbun; Arianis Chan
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.017 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.21051

Abstract

Pariwisata, termasuk pariwisata perdesaan merupakan salah satu potensi bisnis yang masih dapat ditingkatkan dan dikembangkan. Untuk mengembangkan pariwisata perdesaan perlu disusun suatu strategi pengembangan sehingga pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi poin-poin penting dari pengembangan pariwisata perdesaaan Lebakmuncang. Lebakmuncang terletak di antara Gunung Geulis dan Gunung Guruyung, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pariwisata perdesaan Lebakmuncang dikategorikan sebagai agrowisata dengan orientasi pendidikan sehingga dapat disingkat sebagai agroedukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan. Data-data yang dihasilkan dari penelitian dianalisis dengan mengacu enam elemen teori/konsep Stanković & Đukić tentang pariwisata: atraksi atau obyek, aksesibilitas, fasilitas, paket wisata, aktivitas dan layanan tambahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa enam elemen pariwisatatersebut, yaitu atraksi atau obyek, aksesibilitas, fasilitas, paket yang tersedia, kegiatan, dan layanan tambahan telah terpenuhi. Dengan mengacu kepada elemen-elemen penting pengembangan pariwisata perdesaan, dapat disimpulkan bahwa pariwisata perdesaan Lebakmuncang saat ini telah berkembang dengan baik, meskipun masih ada beberapa aspek yang harus dibenahi. Disarankan agar pariwisata perdesaan Lebakmuncang menyusunstrategi pengembangan pariwisata perdesaan yang lebih baik.
DIMENSI MANUSIA DALAM ORGANISASI: Suatu Kajian Teoritis dari Perspektif Manajemen Kualitas Sam’un Jaja Raharja
Sosiohumaniora Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i1.5328

Abstract

Kegagalan berbagai pendekatan lama dalam kualitas yang bertumpu pada basis perspektif bentuk (content perspective) karena mengabaikan faktor manusia dalam organisasi, telah menggeser pandangan ke perspektif proses yang lebih kontekstual (context perspective) yang memandang kualitas tidak lagi bertumpu pada produk atau jasa ansich, tetapi juga meliputi juga attitudes dan values dimensi manusia yang sebagai suatu proses yang terintegrasi dan menjadi tanggung jawab seluruh komponen dalam perusahaan. Kata lain, kualitas merupakan komitmen semua pihak dalam organisasi. Guna menumbuhkan komitmen dalam organisasi, salah satunya adalah dengan menerapkan the quality of management dengan komponen-komponen utamanya: pelibatan, pembelajaran, pemberdayaan dan sistem reward. Seluruh unsur dalam the quality of management saling terhubung satu sama lain secara simetris. Penerapan the quality of management dipengaruhi oleh terpenuhinya kondisi awal (pra-kondisi) dan asumsi-asumsi seperti perubahan cara pandang tentang pekerja dalam organisasi sebagai mitra, komunikasi dan dialog dalam organisasi yang akan menumbuhkan pelibatan, semangat untuk selalu berfikir secara dinamis meningkatkan kinerja organisasi yang akan mendorongnya melakukan pembelajaran, pimpinan organisasi mau dan berani memberikan delegasi kewenangan dan tanggung jawab kepada bawahan dalam mengambil keputusan (diskresi) sebagai bentuk pemberdayaan dan sejalan dengan ada imbalan (reward) dan penghargaan yang sesuai dengan kewenangan dan tanggungjawab para pekerja. Kesimpulkan yang dapat ditarik bahwa kualitas yang dihasilkan oleh organisasi ternyata ditentukan oleh unsur manusia Kata kunci : kualitas, pelibatan, pemberdayaan, pembelajaran, imbalan
PROSPEK DAN TANTANGAN KELEMBAGAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA MEGU CILIK KECAMATAN WERU KABUPATEN CIREBON Sam'un Jaja Raharja
Dharmakarya Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i4.16023

Abstract

Permasalahan utama adalah bagaimana Badan Usaha Milik Desa dapat segera terbentuk dan dapat dikelola serta berjalan secara efektif dan produktif? Tujuan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Megu Cilik adalah membantu masyarakat menuju terbentuknya BUM Desa, tersusunya struktur organisasi dan Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga (AD – ART) BUM Desa, meningkatnya kompetensi kewirausahaan dan manajemen bisnis Pengelola BUM Desa dan hasil akhir adalah peningkatan perekonomian masyarakat desa. Metode yang diterapkan, pertama Diskusi Pembentukan BUM Desa, diskusi struktur organisasi, proses Penyusunan AD – ART. Kedua, Pelatihan Pengelolaan dan Workshop Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis untuk peserta serta Calon Tim Pengurus/ Pengelola BUM Desa. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dilakukan langkah-langkah (1) survei dan pemetaan kondisi eksisting (2) Penilaian kebutuhan (need assement) pelatihan. Khalayak sasaran sebanyak 26 (dua puluh enam orang) yang terlibat pada kegiatan yang diselenggarakan dengan unsur-unsur: Kepala Desa, Sekretaris Desa, Para Kepala Urusan, Para Ketua RW, Para Kepala Dusun dan calon Pengelola Badan Usaha Milik Desa Megu Cilik. Khalayak sasaran memperoleh tambahan pengetahuan, diantaranya hakekat dan tujuan Badan Usaha Milik Desa, bidang organisasi, tatacara menggali potensi dan penyusunan rencana bisnis. Untuk keberlanjutan program disarankan perlunya pendampingan lanjutan. 
PELATIHAN PEMASARAN ONLINE PRODUK INDUSTRI KREATIF DI DESA LAKSANA MEKAR, KECAMATAN PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Sam'un Jaja Raharja; Aranis Chan; Nenden Kostini; Herwan Abdul Muhyi
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.24691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran produk industri kreatif pada komunitas Ecovillage Wilayah Citarum di Desa Laksana Mekar Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan analisis situasi terdapat kendala dalam pemasaran produk tersebut secara langsung yang disebabkan oleh keterbatasan waktu untuk memasarkan dan keterbatasan tempat pemasaran (outlet). Untuk mengatasi kendala tersebut dan berdasarkan hasil diskusi dengan komunitas Ecovillage, maka salah satu alternatif solusi yang dipilih dan diputuskan adalah dengan melakukan pemasaran secara online (online marketing). Pelatihan diberikan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam memasarkan produk secara online. Metode pelatihan yang diberikan berupa hakekat pemasaran, dasar-dasar pemasaran online dan praktek pembuatan fitur-fitur pemasaran online dengan menggunakan smart phone. Hasil pelatihan menunjukkan telah terjadi perubahan pengetahuan dan ketrampilan para peserta dalam teori dan praktek pemasaran produk secara online. Disarankan agar ada kegiatan pendampingan lanjutan sejalan dengan perkembangan teknolog informasi yang cepat dan dinamis
ANALISIS SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI: STUDI PADA SUNGAI CITARUM JAWA BARAT Sam’un Jaja Raharja
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 9 No 1 (2009)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Different methods of watershed management have different technical and organizational problems. First, watershed management approach which was based on admisitrative region had clash of interest and authority. Second, river as resources of flow was not restricted by administrative boundary and technically there were impossible that flow of river stopped or switched to other regions because of the authority of every organization or institution. Consistent with technical and organizational problems above, watershed management based on space planning or government autonomy tended to be unoptimal, because it was not pararell with nature, characteristics of river flow (hidrologically), nor administrative or technical boundaries. In this condition, a new frame of watershed management needed, which had systemics frames, based on systemtematic thinking. One of tools of analysis which could be applaid was soft systems methodology (SSM).
PENDEKATAN KOLABORATIF DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM Sam’un Jaja Raharja
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untintegrated management and complicated factors lead to problem in Citarum watershed management. The main problems of the research are the management of Citarum’s watershed has been fragmented and conflict among stakeholders. There is need a new concept and approach for managing Citarum watershed so that management of Citarum Watershed more effective. The base proposition of research is Citarum watershed management requires a concept about cooperation among stakeholders than can settle the conflict among them as consequence of fragmented-sectoral management. Based on research analysis, this research formulated some finding. Citarum watershed management are independent, it caused the absence of an institution which functions as leader. Relationship among organizations is ill-structured, caused by overlapping role and function among them. The most appropriate collaboration model for Citarum Watershed management is interdependent model. Research recommendation to rearrangement core task and function of organization base in term collaborative governance.
Privatization in State-Owned Enterprises: A Systematic Literature Review Salma Shofia Rosyda; Sam'un Jaja Raharja
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v3i2.25317

Abstract

One of the effective ways to improve the governance of State-Owned Enterprises (SOEs) is through privatization. A common problem that occurs at present in SOEs is that state-owned companies are inefficient in the use of resources, especially labor. The purpose of this research is to comprehend what is important in privatization, using the Systematic Literature Review (SLR) method. Some things that are important in the privatization of State-Owned Enterprises include privatization performance based on privatization activities, success factors, CSR in privatized SOEs, and performance after reducing government ownership. An improvement of performance both in terms of attainment and income along with a decrease in CSR were likely experienced by SOEs when privatizing. In addition, this research was also conducted to find out whether there were parts that had become worse after privatization. The privatization of SOEs was carried out by modernizing the economy. The decrease in performance of CSR could be minimized by social activities carried out by the company. The role of the government was very important in the supervision of SOEs so no one was able to gain personal benefit. The involvement of stakeholders was very important in this process because it could increase the trust of shareholders. During privatization, cooperating partners had to guarantee that there would be no termination of workers. In fact, it was hoped that more workers were to be added.
Co-Authors Adela Rizki Nur Atikah Aditama, Muhammad Nabil Afifah Salihah AKHMAD, DEDE Anang Muftiadi Ani Nur Aeni, Ani Nur Aranis Chan Arianis Chan Asmara, Nadira Adinda Putri Audy Yudistira Lenggihunusa Avia, Muhammad Dusthin Putra Ayummi, Puti Azalia Nediva Kuntjoro Bambang Hermanto Bambang Hermanto Banatun Nafis Cecep Safa’atul Barkah, Cecep Safa’atul Cecep Safa’atul Barkah Chandra Hendriyani Charity Latanza Indahsari Dede Akhmad Devina, Arindya Putri Elfira Annisa Sastra Ellissa Priyanka Eriana Afnan Evelyn Sanadi Fadoli Fadoli Fathiha, Erika Azzahra Firah Fanesa Ginanjar, Jajang Hakim, Marsha Aulia Herawaty, Tety Herwan Abdul Muhyi Herwan Abdul Muhyi Herwan Abdul Muhyi Herwan Abdul Muhyi Herwan Abdul Muhyi Herwan Abdul Muhyi Ida Widianingsih Imam Suwandi Irvan Arif Kurniawan Itang Itang Jajang Ginanjar Jennifer Yunani Khutami, Jumanul Qalby Lina Auliana Luthfi Thirafi Mardatillah*, Annisa Margo Purnomo Margo Purnomo Marsha Aulia Hakim Mas Rasmini Mega Adinda Eka Laksana Michael Marbun Miftahuddin, S.Si.,MAB., asep Mohammad Benny Alexandri Muhammad Lutfi Lazuardi Nenden Kostini Nurul Mardhiah Sitio* R. Anang Muftiadi Raden Marsha Aulia Hakim Ratih Purbasari Ratih Purbasari Ratih Purbasari Ratih Purbasari, Ratih Ria Arifianti Rivani - Rivani . Rivani Rivani Rivani Rivani Rusdin Tahir Rusdin Tahir Rusdin Tahir, Rusdin Salma Annisa Salma Shofia Rosyda Salma Shofia Rosyda Sari Usih Natari Sebastian, Felix Kenneth Sinta Ningrum Wiradinata Susilawati Sugiana, Neng Susi Wanty Cahyanti Wawan Wahyuddin Yuyun Yuniarti Yuyun Yuniarti, Yuyun