Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Recitation-Based Teaching Material Development for Cation Qualitative Analysis Learning Abudarin Abudarin; I Made Sadiana; Sri Wahyutami; Syarpin Syarpin; Chuchita Chuchita; Nurjennah Nurjennah
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.215 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v6i2.10639

Abstract

This study aims to develop recitation-based teaching materials for learning qualitative analysis of cations. The procedure for developing teaching materials adopts the 4-D development model (Define, Design, Develop, Dissemination) from Thiagarajan. The development results were tested theoretically and empirically. The theoretical feasibility test was carried out using expert judgment, including chemist expert, pedagogic expert, and learning media. Empirical feasibility was tested through legibility tests and limited implementation tests. Based on the expert assessment, the recitation method based teaching materials developed in this study is content valid with individual readability of 87,86% and group readability of 89,32%. The results of testing the implementation of teaching materials in the learning process showed that recitation-based teaching materials were effective, in guiding students to do independent learning activities with an effectiveness of 84,16%. The use of Cation Qualitative Analysis teaching materials based on the recitation method in online learning is effective in increasing student understanding of qualitative analysis of cations with an N-gain value of 0,81. The students' ability to complete study assignments with the help of worksheets on teaching materials has a positive correlation, with an increase in concept understanding (r = 0,91) with a contribution value of 88,43%.
Pengaruh pH Agen Pereduksi Serin Terhadap Sintesis Nanopartikel Emas Meiyanti Ratna Kumalasari; Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i12.727

Abstract

Synthesis of gold nanoparticles (AuNPs) using reducing agents and serine reservoirs has been carried out. The effect of pH has been studied to determine the optimum conditions for the formation of AuNPs. Characterization was performed using a UV/Vis spectrophotometer. The results showed that serine can act as a reducer and reservoir in the synthesis of AuNPs characterized by a change in color from colorless to burgundy. The highest absorbance intensity in the UV/Vis spectra indicates the optimum pH value in the formation of AuNPs. In this study, the maximum wavelength was in the 550 nm region and the highest absorbance intensity was obtained at pH 6.
Sosialisasi Pembuatan Biopestisida Alami dari Babadotan Kepada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Chuchita C; Retno Agnestisia; Marvin Horale Pasaribu; Muh. Supwatul Hakim; Zimon Pereiz
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8260334

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dilakukan petani untuk menjaga tanamannya terhindar dari hama penyakit. Namun penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan petani yang terlibat kontak langsung dengan pestisida kimia tersebut pada proses penyemprotan, dan juga kesehatan masyarakat yang bertindak sebagai konsumen karena bahan pestisida kimia yang digunakan pada hasil panen tidak akan hilang hanya dengan dibersihkan menggunakan air bersih. Selain penggunaan pestisida kimia juga akan mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan sosialisasi biopestisida alami dari Babadotan kepada kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, di Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup masyarakat setempat terutama dari sisi kesehatan masyarakat terkhususnya petani. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan praktik pembuatan biopestisida alami babadotan, pemberian materi berupa leaflet atau brosur, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari pengabdian ini secara umum memberikan bekal pengetahuan bagi petani tentang biopestisida alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan Babadotan yang keberadaannya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu bagi masyarakat terkhususnya petani menjadi tumbuhan yang sebaliknya sangat bermanfaat melalui pelatihan yang diberikan. Sehingga melalui pengabdian kepada masyarakat tersebut, dapat membantu petani di Kelurahan Habaring Hurung dalam mengatasi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida kimia. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah brosur dan biopestisida alami dari Babadotan yang siap digunakan.
Sosialisasi Pembuatan Biopestisida Alami dari Babadotan Kepada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Chuchita C; Retno Agnestisia; Marvin Horale Pasaribu; Muh. Supwatul Hakim; Zimon Pereiz
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8260334

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dilakukan petani untuk menjaga tanamannya terhindar dari hama penyakit. Namun penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan petani yang terlibat kontak langsung dengan pestisida kimia tersebut pada proses penyemprotan, dan juga kesehatan masyarakat yang bertindak sebagai konsumen karena bahan pestisida kimia yang digunakan pada hasil panen tidak akan hilang hanya dengan dibersihkan menggunakan air bersih. Selain penggunaan pestisida kimia juga akan mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan sosialisasi biopestisida alami dari Babadotan kepada kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, di Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup masyarakat setempat terutama dari sisi kesehatan masyarakat terkhususnya petani. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan praktik pembuatan biopestisida alami babadotan, pemberian materi berupa leaflet atau brosur, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari pengabdian ini secara umum memberikan bekal pengetahuan bagi petani tentang biopestisida alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan Babadotan yang keberadaannya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu bagi masyarakat terkhususnya petani menjadi tumbuhan yang sebaliknya sangat bermanfaat melalui pelatihan yang diberikan. Sehingga melalui pengabdian kepada masyarakat tersebut, dapat membantu petani di Kelurahan Habaring Hurung dalam mengatasi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida kimia. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah brosur dan biopestisida alami dari Babadotan yang siap digunakan.
Pelatihan Pembuatan Biopeptisida untuk Peningkatan Ekonomi dan Sosial Warga Desa Efriyana Oksal; Zimon Pereiz; Shesanthi Citrariana; Chuchita Chuchita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10150

Abstract

Masyarakat pada umumnya menggunakan peptisida untuk memberantas hama ataupun penyakit tanaman tersebut. Jumlah pestisida yang digunakan dalam jumlah yang banyak, lama kelamaan akan memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan juga merusak lingkungan. Sehingga perlu dilakukan program pelatihan pembuatan biopeptisida ini, bagi warga di Desa Habaring Hurung, Kota Palangka Raya menjadi partisipan, karena sebagian besar warga berprofesi sebagai petani. Warga Desa Habaring Hurung, Kota Palangka Raya pada umumnya menggunakan peptisida kimia dalam praktek pemeliharaan tanaman dari serangan hama. Untuk mendukung warga desa Habaring Hurung dalam meningkatkan perekonomian dibuatlah pelatihan biopeptisida dari gulma babadotan. Program pengabdian Masyarakat ini bertujuan dapat membantu warga mengatasi gangguan dan serangan hama tumbuhan dengan biopeptisida alami yang lebih murah dan aman bagi kesehatan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya pemeliharaan pertanian, sehingga meningkatkan segi ekonomi dan sosial warga desa Habaring Hurung, Kota Palangka Raya  yang dilaksanakan pada hari senin, 4 September 2023. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode praktik langsung pembuatan biopestisida dengan bahan utama gulma babadotan dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari pelatihan ini, warga Habaring Hurung, mengetahui dampak negative dari peptisda kimia, biopeptisida sebagai alternatif dalam pembasmi hama dan warga dapat menginovasikan pembuatan biopeptisida dengan tanaman yang mengandung senyawa aktif terhadap hama. Melalui pelatihan ini warga di Kelurahan Habaring Hurung dapat mengganti biopestisida kimia berbahaya selama ini sering dipakai dengan menggunakan biopeptisida nabati yang tentunya aman bagi Kesehatan para petani dan juga ramah lingkungan.Agricultural products are one aspect that improves the economy for people in Indonesia. However, some pests reduce the quality of agricultural products, thereby reducing selling prices. People generally use pesticides to eradicate pests or plant diseases. Excessive and long-term use of pesticides has a negative impact on health and can damage the environment. In this training program for making biopesticides, Habaring Hurung Village, Palangka Raya residents became participants because most residents work as farmers. Residents of Habaring Hurung Village, Palangka Raya, generally use chemical pesticides to protect plants from pest attacks. To support the residents of Habaring Hurung village in improving the economy, training was conducted on biopesticides from babadotan weed. This community service program aims to help residents overcome plant pest disorders and attacks with natural biopesticides that are cheaper and safer for health so that they can increase production yields and reduce agricultural maintenance costs, thereby improving the economic and social aspects of the residents of Habaring Hurung village, Palangka Raya. This activity was carried out by making a biopesticide with the main ingredient babadotan weed and FGD (Focus Group Discussion). As a result of this training, Habaring Hurung residents know the negative impacts of chemical pesticides and biopesticides as an alternative for eradicating pests, and residents can innovate the manufacture of biopesticides with plants that contain active compounds against pests.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN HANJUANG MERAH (Cordyline fruticose) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Ayuchecaria, Noverda; Sri Martani, Natalia; Kartika Komara, Nisa; Chuchita; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v7i1.1683

Abstract

Hanjuang Merah (Cordyline fruticosa) is one of the plants used by the Dayak people as traditional medicine. Red hanjuang is an ornamental plant that is very abundant in Indonesia, but there is still not much research that proves the efficacy of red hanjuang. The aim of this research was to determine the phytochemical screening and antibacterial activity of leaf extract of hanjuang merah (Cordyline fruticose) against the bacteria Staphylococcus epidermidis. The method used in sample extraction was maceration, while in the antibacterial test used the paper strip diffusion method with concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The yield of ethanol extract of hanjuang merah leaf was 11.35%. There was an increase in the diameter of the inhibition zone with the addition of the concentration of ethanol extract of hanjuang merah leaf. The addition of ethanol extract of hanjuang merah leaf at a concentration of 75% sensitive inhibited the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. Secondary metabolites such as tannins, alkaloids, saponins, flavonoids and quinones found in ethanol extract of hanjuang merah leaves are considered responsible for inhibiting the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI TUMBUHAN KELAKAI (Stenochlaena palustris (Burm) Bedd). Oksal, Efriyana; Ngazizah, Febri Nur; chuchita; Irawan, Ahmad; Pereiz, Zimon
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 3 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/8x82wj94

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris) is a type of medicinal fern used by the Dayak ethnic community in traditional medicine. The diverse bioactivity of kelakai is closely related to its high antioxidant content. The phytochemical compounds found in kelakai, such as phenols, flavonoids, anthocyanins, hydroxycinnamic acid, proanthocyanidins, tannins, alkaloids, saponins, carotenoids, and terpenoids, are believed to be produced by the endophytic microbes present in kelakai. Endophytic bacteria can be isolated from the plant, such as leaves, stems, bark, and roots. This research aims to isolate and identify endophytic bacteria from S. palustris. The method used is direct planting. The samples used are the leaves and stems of S. palustris. The results of the research conducted revealed six isolates of endophytic bacteria found in the leaves and stems, namely D1, D2, B1, B2, B3, and B4, which exhibit different colony morphology on the surface and color, while having similar shapes and edges. The results of the Gram staining test on the endophytic bacteria showed negative results and they are rod-shaped. In this study, endophytic bacteria S. palustris were successfully obtained from leaves and stems, which can be further analyzed for their activity.
THE EFFECT OF ORGANIC BIOFERTILIZER FROM BSF LARVAE (Hermetia illucens) AND LOCAL MICROORGANISM ON THE GROWTH OF CAISIM MUSTARD PLANTS Neneng, Liswara; Ngazizah, Febri Nur; Oksal, Efriyana; Pereiz, Zimon; Sari, Nopita Tamara; Aprilia, Indri; Chuchita
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2025): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v11i2.13289

Abstract

One of the solutions developed for utilizing organic materials in agriculture is the use of biological fertilizer. This research is different from previous fertilizer research, where the biofertilizer in this study came from empty palm oil bunches, animal waste by using maggots (BSF larvae, Hermetia illucens) and local microorganisms to degrade them. The aim of this research is to obtain the composition of organic biofertilizer from three wastes that have been processed using maggots and local microorganisms. This research method uses RAL with 12 treatments with 3 repetitions. The results of a study of organic biofertilizer from BSF larvae and a consortium of local microorganisms on white mustard plants (Brasica chinensis) showed that treatment with a combination of animal waste, microbes and BSF larvae showed good results on the growth of white mustard plants. This is proven by the results of measuring soil pH, the highest height of chicory plants and the highest number of leaves compared to other organic biological fertilizer treatments, which were produced at the end of the measurement on day 30, the pH in the treatment with that combination is 4, plant height is 33 cm, and the number of leaves is 20.
PENGUJIAN KUALITAS ARANG DARI SERBUK ULIN DENGAN 2 METODE PENGERINGAN Alpian; Segah, Hendrik; Oksal, Efriyana; Chuchita; Pereiz, Zimon; Supriyati, Wahyu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 42 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2024.7743

Abstract

Arang merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai industri, terutama sebagai bahan bakar. Pemanfaatan serbuk kayu Ulin berupa limbah dari industri kayu, memiliki potensi untuk diolah menjadi arang berkualitas tinggi melalui proses pirolisis. Penelitian bertujuan untuk menguji kualitas arang yang dihasilkan dari serbuk kayu Ulin dengan metode pirolisis pada suhu asap 80°C selama 8 jam, menggunakan 10 ulangan. Parameter yang diukur meliputi rendemen, kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon terikat, yang dibandingkan dengan standar SNI 1683:2021. Metode penelitian dilakukan dengan dua perlakuan utama, yaitu serbuk Ulin yang dikeringkan menggunakan gelombang mikro dengan daya 450 Watt selama 1 jam dan serbuk yang dikeringkan dengan metode pengeringan udara. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rendemen arang dari serbuk Ulin dengan pengeringan gelombang mikro mencapai 48,57%, sedangkan yang dikeringkan udara mencapai 46,73%. Kadar air pada serbuk Ulin kering udara (5,72%) lebih tinggi dibandingkan dengan serbuk gelombang mikro (3,89%), sementara berturut-turut untuk kadar zat mudah menguap (42,35% dan 50,50%) dan kadar karbon terikat (56,72% dan 48,52%) menunjukkan hasil uji T menunjukkan berpengaruh signifikan. Kadar abu (0,94% dan 0,98%) menunjukkan hasil uji T menunjukkan tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pirolisis pada suhu asap 80°C efektif dalam menghasilkan arang dengan kualitas yang baik dari serbuk kayu Ulin, terutama pada perlakuan pengeringan menggunakan gelombang mikro. Kualitas arang yang dihasilkan memenuhi standar SNI, yaitu kadar air dan kadar abu.  
The Potential of Jackfruit Wood as Activated Carbon for Adsorption of Heavy Metal Mercury (Hg) through Pyrolysis Method Zimon Pereiz; Chuchita; Oksal, Efriyana; Maya Sylvani, Miranti; Irawan, Ahmad; Pebriyanto, Yunus; Hairiah, Rusliananur; Eka Jaya Prastiti, Arini; Berlisnora Dasilva, Caroline; Anatasya, Violina; Prisnanda, Risky
Al-Kimia Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water pollution caused by heavy metal mercury is a serious problem today. This study aims to utilise jackfruit wood waste as a natural adsorbent in overcoming the problem of water pollution due to heavy metal mercury. The methods in this research include jackfruit wood preparation, hydrochar synthesis through pyrolysis, hydrochar activation, wastewater preparation, batch adsorbent optimum conditions, and dynamic adsorption process (Fixed-Bed Column). The results showed that the optimum adsorption condition was reached at 0.4 M HCl concentration, pH 3 and 80minutes contact time. The study also showed that the adsorption kinetics followed a second-order pseudo model with a rate constant of 1.712 x 10-2 g/mg.min. The research data also showed conformity with the Langmuir isotherm model, with an adsorption capacity of 63.036 mg/g. The results of this study prove that jackfruit wood waste is effectively used as raw material for making activated carbon for wastewater treatment applications in removing heavy metal mercury.