Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Teknik Pengelolaan Sanitasi Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Pereiz, Zimon Pereiz; Chuchita; Efriyana Oksal; Joy Angel Aria Suma; Febrianto Afli; Waluyo Nuswantoro
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2525

Abstract

Abstrak. Lingkungan hidup yang baik dan sehat sangat penting untuk kelangsungan hidup warga masyarakat. Sanitasi merupakan salah satu upaya untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat dengan mengawasi faktor lingkungan hidup. Kegiatan sosialisasi teknik pengelolaan sanitasi lingkungan bagi warga masyarakat di Kelurahan Habaring Hurung telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan mitra yaitu kelompok warga masyarakat, kepala kelurahan dan staf Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam empat tahapan kegiatan, yaitu tahap survey lokasi, pengumpulan materi kegiatan, pelaksanaan kegiatan pengelolaan sanitasi lingkungan dan diakhiri dengan indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah wawasan dan kemampuan tentang bagaimana melakukan teknik pengelolaan sanitasi lingkungan. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuisioner melalui pre-test dan post-test yang telah diisi oleh peserta kegiatan, dimana rata-rata peserta sebelum mengikuti kegiatan ini menjawab kurang mengetahui tentang teknik pengelolaan sanitasi lingkungan. Namun melalui informasi atau konten materi yang telah disampaikan, masyarakat menjadi mengerti dan memahaminya. Abstract. A good and healthy environment is very important for the survival of the community. Sanitation is one of the efforts to maintain the environment and public health by monitoring environmental factors. The socialization activity of environmental sanitation management techniques for residents in Habaring Hurung Village has been carried out well. This activity was carried out through collaboration with partners, namely community groups, village heads and staff of Habaring Hurung Village, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan. This activity took place in four stages of activity, namely the location survey stage, collection of activity materials, implementation of environmental sanitation management activities and ending with success indicators. Based on the results of the activity, it can be concluded that this community service activity can increase insight and ability on how to carry out environmental sanitation management techniques. This can be seen from the results of the questionnaire through the pre-test and post-test that have been filled out by the participants of the activity, where the average participant before participating in this activity answered that they did not know much about environmental sanitation management techniques. However, through the information or content of the material that has been delivered, the community understands and comprehends it.
Pelatihan Pembuatan Dodol dari Terong Ungu (Solanum melongena) pada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung Zimon Pereiz; I Nyoman Sudyana; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Chuchita Chuchita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.971

Abstract

Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu produk tanaman hortikultura yang keberadaannya sudah menjadi makanan konsumsi masyarakat di Indonesia. Namun sering kali terong hanya diolah menjadi sebuah masakan atau sayuran. Pengabdian kepada Masyarakat ini melakukan sebuah inovasi pangan yaitu membuat sebuah makanan dodol yang berbahan dasar terong ungu. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berlangsung di kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Program kegiatan ini dilakukan melalui 4 tahap kegiatan, diantaranya survey lokasi, pengumpulan bahan baku, pelatihan pembuatan dodol terong, dan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu menambah wawasan dan kemampuan tentang bagaimana membuat dodol dengan bahan dasar terong ungu, bahkan para warga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya inovasi pangan ini secara mandiri. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuisioner melalui pre-test dan post-test yang telah diisi oleh peserta kegiatan, dimana rata-rata peserta sebelum mengikuti kegiatan ini menjawab kurang mengetahui tentang teknik pengelolaan sanitasi lingkungan dengan presentase pemahaman pada saat pre-test hanya sebesar 16%. Namun melalui informasi atau konten materi yang telah disampaikan, masyarakat menjadi mengerti dan memahaminya, terlihat pada saat post-test Tingkat pemahaman sebesar 92%..
Optimasi Konsentrasi Ninhidrin Dalam Analisis Aspartam Secara Spektrofotometri Uv-Visible Dan Aplikasinya Untuk Analisis Minuman Energi Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Meiyanti Ratna Kumalasari; Zahrotun Nafisah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.612

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan optimasi konsentrasi ninhidrin dan validasi metode analisis aspartam secara spektrofotometri UV-Visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Prosedur analisis ini juga diaplikasikan untuk penentuan aspartam dalam produk minuman energi. Optimasi kondisi analisis meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin. Validasi metode analisis terdiri dari penentuan sensitivitas, presisi, linearitas, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ninhidrin yang optimum adalah 0,084 M untuk 2 mL, yang setara dengan  0,168 mmol untuk setiap mol aspartam. Kurva kalibrasi memberikan hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan rentang 0 – 19 mM dengan koefisien regresi 0,997. Metode ini memiliki sensitivitas serta presisi yang cukup  tinggi, dengan limit deteksi sebesar 1,83x10-3 mol/L dan limit kuantifikasi sebesar 6,10x10-3 mol/L. Hasil penentuan kandungan aspartam dalam minuman energi dengan metode yang telah dioptimasi dan divalidasi menunjukkan hasil untuk sampel serbuk sebesar 618,05 mg/g sampel dan untuk sampel cair sebesar 11,69 mg/mL sampel.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pendekatan Bioanalisis Terhadap Profil Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang (Callicarpa longifolia Lam.) Oksal, Efriyana; Susanti, Rapela; Nyoman Sudyana, I; Chuchita; Pereiz, Zimon
Konservasi Hayati Vol 22 No 01 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i01.45697

Abstract

Callicarpa longifolia Lam. (sangkareho) secara tradisional digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi diare dan mempercepat penyembuhan luka. Kulit batangnya diketahui kaya akan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder melalui skrining fitokimia serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan etanol 96%, skrining untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid, serta uji difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% (tiga replikasi). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Tukey HSD. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak daun sangkareho mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan steroid; menghambat S. aureus dengan diameter zona hambat 6,73 mm, 8,23 mm, 11,18 mm, dan 12,73 mm secara bertingkat sesuai konsentrasi, tanpa inhibisi terhadap E. coli. Konsentrasi optimal yang menghambat S. aureus adalah 60% berdasarkan analisis SPSS.
The Potential of Ironwood as an Activated Carbon Adsorbent for Heavy Metal Mercury (Hg) Using the Pyrolysis Method Zimon Pereiz; Efriyana Oksal; Chuchita Chuchita; Miranti Maya Sylvani; Yunus Pebriyanto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v19i1.20957

Abstract

This study focuses on the utilization of ironwood as an activated carbon adsorbent to remove heavy metal mercury (Hg). The background of the problem includes mercury pollution from various industrial sources and its harmful impacts on the environment and human health. The purpose of this study was to develop an effective method for adsorbing mercury using natural ironwood materials. The research method involves the synthesis of activated carbon through pyrolysis and chemical activation processes, followed by a series of adsorption tests on mercury with variations in pH conditions, contact time, and acid concentration. The research data showed that the optimum adsorption capacity was achieved at a mercury concentration of around 500 ppm, with high adsorption efficiency at pH 1 and a contact time of 80 minutes. The results also showed that the adsorption kinetics followed a second-order model with a rate of 0.017119 g/mg.min. In conclusion, the mercury adsorption process using activated carbon from ironwood followed the Langmuir isotherm model, with an adsorption capacity of 63.036 mg/g, indicating that the adsorbent had been successfully synthesized and had an effective ability to remove mercury.
Sosialisasi Pembuatan Simanis Abang Ganteng (Sirup Manis Rimbang Kalimantan Tengah) sebagai Inovasi dan Potensi Sayuran Lokal Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Efriyana Oksal; Febrianto Afli; Ahmad Irawan; Miranti Maya Sylvani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.159-167

Abstract

Many rimbang harvests, which are local vegetables from Central Kalimantan, are damaged and then thrown away because they are not marketable. This is clearly due to the relatively short shelf life of rimbang fruit. Farmers who depend on the harvest as their main source of income will certainly be disadvantaged by this. In addition, rotten rimbang vegetables will have a negative impact on the environment because they produce methane gas, one of the gases that causes global warming. So this community service program innovates rimbang, where rimbang is made into a syrup drink. Rimbang syrup can be a new innovation to create new products that are competitive, have high selling value, and are durable. The implementation of the community service program took place in the Habaring Hurung Village farmer group, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. This activity program was carried out through 4 stages of activities, including location surveys, collection of raw materials, training in making eggplant dodol, and success indicators. The success indicators were carried out using the pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of a questionnaire. Based on the results of the activity, it can be concluded that this activity is able to increase insight and ability on how to make syrup with rimbang as the basic ingredient, even the residents can implement and apply this food innovation independently.
Adsorption of Heavy Metal Mercury (Hg) Using Meranti Wood as Activated Carbon Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Yunus Pebriyanto; Oktaviani Naulita Turnip; Ahmad Irawan
Jurnal Kimia Fullerene Vol 11 No 1: Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v11i1.712

Abstract

The objective of this research is to assess the adsorption capacity of activated carbon derived from meranti wood (Shore spp) for mercury (Hg) removal from liquid waste. To establish the relationship between concentration and absorbance, the method employed involves calibrating mercury concentration using calibration curves. Additionally, the effects of pH and exposure time on adsorption capacity were examined. The results indicate that activated carbon from meranti wood can significantly adsorb mercury, achieving an efficiency level of 97.610% at pH 3, with adsorption stability reached within 80 minutes at an adsorption rate of 94.30%. The conclusions drawn from this study suggest that activated carbon from meranti wood is a sustainable and effective solution for addressing mercury contamination in wastewater. It also highlights the importance of regulating pH and exposure time. This research contributes significantly to the development of environmentally friendly methods for water purification.