Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGUJIAN KUALITAS ARANG DARI SERBUK ULIN DENGAN 2 METODE PENGERINGAN Alpian; Segah, Hendrik; Oksal, Efriyana; Chuchita; Pereiz, Zimon; Supriyati, Wahyu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 42 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2024.7743

Abstract

Arang merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai industri, terutama sebagai bahan bakar. Pemanfaatan serbuk kayu Ulin berupa limbah dari industri kayu, memiliki potensi untuk diolah menjadi arang berkualitas tinggi melalui proses pirolisis. Penelitian bertujuan untuk menguji kualitas arang yang dihasilkan dari serbuk kayu Ulin dengan metode pirolisis pada suhu asap 80°C selama 8 jam, menggunakan 10 ulangan. Parameter yang diukur meliputi rendemen, kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon terikat, yang dibandingkan dengan standar SNI 1683:2021. Metode penelitian dilakukan dengan dua perlakuan utama, yaitu serbuk Ulin yang dikeringkan menggunakan gelombang mikro dengan daya 450 Watt selama 1 jam dan serbuk yang dikeringkan dengan metode pengeringan udara. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rendemen arang dari serbuk Ulin dengan pengeringan gelombang mikro mencapai 48,57%, sedangkan yang dikeringkan udara mencapai 46,73%. Kadar air pada serbuk Ulin kering udara (5,72%) lebih tinggi dibandingkan dengan serbuk gelombang mikro (3,89%), sementara berturut-turut untuk kadar zat mudah menguap (42,35% dan 50,50%) dan kadar karbon terikat (56,72% dan 48,52%) menunjukkan hasil uji T menunjukkan berpengaruh signifikan. Kadar abu (0,94% dan 0,98%) menunjukkan hasil uji T menunjukkan tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pirolisis pada suhu asap 80°C efektif dalam menghasilkan arang dengan kualitas yang baik dari serbuk kayu Ulin, terutama pada perlakuan pengeringan menggunakan gelombang mikro. Kualitas arang yang dihasilkan memenuhi standar SNI, yaitu kadar air dan kadar abu.  
The Potential of Jackfruit Wood as Activated Carbon for Adsorption of Heavy Metal Mercury (Hg) through Pyrolysis Method Zimon Pereiz; Chuchita; Oksal, Efriyana; Maya Sylvani, Miranti; Irawan, Ahmad; Pebriyanto, Yunus; Hairiah, Rusliananur; Eka Jaya Prastiti, Arini; Berlisnora Dasilva, Caroline; Anatasya, Violina; Prisnanda, Risky
Al-Kimia Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water pollution caused by heavy metal mercury is a serious problem today. This study aims to utilise jackfruit wood waste as a natural adsorbent in overcoming the problem of water pollution due to heavy metal mercury. The methods in this research include jackfruit wood preparation, hydrochar synthesis through pyrolysis, hydrochar activation, wastewater preparation, batch adsorbent optimum conditions, and dynamic adsorption process (Fixed-Bed Column). The results showed that the optimum adsorption condition was reached at 0.4 M HCl concentration, pH 3 and 80minutes contact time. The study also showed that the adsorption kinetics followed a second-order pseudo model with a rate constant of 1.712 x 10-2 g/mg.min. The research data also showed conformity with the Langmuir isotherm model, with an adsorption capacity of 63.036 mg/g. The results of this study prove that jackfruit wood waste is effectively used as raw material for making activated carbon for wastewater treatment applications in removing heavy metal mercury.
Proses Torefaksi Dengan Metode Batch Untuk Meningkatkan Nilai Kalor Tandan Kosong Kelapa Sawit Chuchita, Chuchita; Karelius, Karelius; Sari, Meiyanti Ratana
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 1 No 01 (2022): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 01 No 01
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/bohr.v1i01.5574

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, yang menghasilkan limbah biomassa yang melimpah. Produksi minyak sawit tahun 2018 di Indonesia sebesar 34,94 juta ton dengan hasil samping berupa tandan kosong (23%), mesokarp serat (12%), dan cangkang sawit (5%). Cangkang inti sawit merupakan biomassa potensial yang dapat meningkatkan kualitas sebagai bahan bakar padat melalui proses termokimia. Pemanfaatan limbah hasil industri kelapa sawit menjadi bahan bakar dengan modifikasi termokimia dapat menjadi salah satu solusi untuk membuat nilai tambah dari limbah tersebut. Torefaksi adalah salah satunya proses termokimia yang saat ini digunakan untuk meningkatkan kualitas biomassa. Metode yang biasa digunakan untuk proses torefaksi di laboratorium adalah metode batch. Namun, metode ini memiliki kelemahan ketika kapasitas ditingkatkan membuat penurunan kualitas bahan bakar yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, kualitas cangkang sawit torefaksi dari batch luas permukaan internal dibandingkan dengan torrefaksi batch yang di modifikasi. Torefaksi proses dilakukan pada suhu 275° C, dengan waktu 30 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa torefaksi dari metode batch yang dimodifikasi memiliki nilai kalor yang lebih baik, dan dekat dengan bahan bakar. Abstract Indonesia is the largest producer and exporter of palm oil in the world, which produces abundant biomass waste. Palm oil production in 2018 in Indonesia was 34.94 million tons with by-products in the form of empty fruit bunches (23%), fiber mesocarp (12%), and palm shells (5%). Palm kernel shell is a potential biomass that can improve its quality as a solid fuel through a thermochemical process. Utilization of waste from the palm oil industry into fuel with thermochemical modifications can be one solution to create added value from the waste. Torrefaction is one of the thermochemical processes currently used to improve the quality of biomass. The method commonly used for the torrefaction process in the laboratory is the batch method. However, this method has a disadvantage when the capacity is increased, resulting in a decrease in the quality of the resulting fuel. In this study, the quality of the torrefaction palm shells of the internal surface area batch was compared with the torrefaction of the modified batch. Torrefaction process was carried out at a temperature of 275°C, with a time of 30 minutes. The results show that the torrefaction of the modified batch method has a better calorific value, and is close to that of the fuel
Teknik Pengelolaan Sanitasi Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Pereiz, Zimon Pereiz; Chuchita; Efriyana Oksal; Joy Angel Aria Suma; Febrianto Afli; Waluyo Nuswantoro
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2525

Abstract

Abstrak. Lingkungan hidup yang baik dan sehat sangat penting untuk kelangsungan hidup warga masyarakat. Sanitasi merupakan salah satu upaya untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat dengan mengawasi faktor lingkungan hidup. Kegiatan sosialisasi teknik pengelolaan sanitasi lingkungan bagi warga masyarakat di Kelurahan Habaring Hurung telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan mitra yaitu kelompok warga masyarakat, kepala kelurahan dan staf Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam empat tahapan kegiatan, yaitu tahap survey lokasi, pengumpulan materi kegiatan, pelaksanaan kegiatan pengelolaan sanitasi lingkungan dan diakhiri dengan indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah wawasan dan kemampuan tentang bagaimana melakukan teknik pengelolaan sanitasi lingkungan. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuisioner melalui pre-test dan post-test yang telah diisi oleh peserta kegiatan, dimana rata-rata peserta sebelum mengikuti kegiatan ini menjawab kurang mengetahui tentang teknik pengelolaan sanitasi lingkungan. Namun melalui informasi atau konten materi yang telah disampaikan, masyarakat menjadi mengerti dan memahaminya. Abstract. A good and healthy environment is very important for the survival of the community. Sanitation is one of the efforts to maintain the environment and public health by monitoring environmental factors. The socialization activity of environmental sanitation management techniques for residents in Habaring Hurung Village has been carried out well. This activity was carried out through collaboration with partners, namely community groups, village heads and staff of Habaring Hurung Village, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan. This activity took place in four stages of activity, namely the location survey stage, collection of activity materials, implementation of environmental sanitation management activities and ending with success indicators. Based on the results of the activity, it can be concluded that this community service activity can increase insight and ability on how to carry out environmental sanitation management techniques. This can be seen from the results of the questionnaire through the pre-test and post-test that have been filled out by the participants of the activity, where the average participant before participating in this activity answered that they did not know much about environmental sanitation management techniques. However, through the information or content of the material that has been delivered, the community understands and comprehends it.
PENINGKATAN PENGETAHUAN STUNTING PADA IBU DI POSYANDU KELURAHAN HABARING HURUNG PALANGKA RAYA Kartika Komara, Nisa; Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Pereiz, Zimon
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2577-2583

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan akibat terjadinya gizi buruk yang menyebabkan pertumbuhan pada anak menjadi terhambat. Prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Tahun 2022 masih tercatat 26,9%, menurun 0,5% dari tahun 2021 sebesar 27,4%. Angka tersebut masih belum memenuhi target pemerintah yaitu angka stunting menurun hingga dibawah 14%. Kelurahan Habaring Hurung, yang terletak di Palangka Raya, memiliki tingkat stunting yang masih cukup tinggi, terutama di kalangan anak-anak Meskipun upaya pencegahan dan penanganan stunting telah dilakukan melalui Posyandu di wilayah tersebut, namun peningkatan pengetahuan ibu terkait gizi dan kesehatan anak masih sering ditemui. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu terkait stunting melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan partisipatif di Posyandu Kelurahan Habaring Hurung. Metode yang dilakukan terdiri atas persiapan beruapa survey lokasi, pelaksanaan berupa penyuluhan, dan evaluasi berupa pemberian pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatakan pengetahuan terkait stunting sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan. Hal tersebut dilihat dari adanya peningkatan kategori pengetahuan baik dari 22% menjadi 70%.
Pelatihan Pembuatan Dodol dari Terong Ungu (Solanum melongena) pada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung Zimon Pereiz; I Nyoman Sudyana; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Chuchita Chuchita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.971

Abstract

Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu produk tanaman hortikultura yang keberadaannya sudah menjadi makanan konsumsi masyarakat di Indonesia. Namun sering kali terong hanya diolah menjadi sebuah masakan atau sayuran. Pengabdian kepada Masyarakat ini melakukan sebuah inovasi pangan yaitu membuat sebuah makanan dodol yang berbahan dasar terong ungu. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berlangsung di kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Program kegiatan ini dilakukan melalui 4 tahap kegiatan, diantaranya survey lokasi, pengumpulan bahan baku, pelatihan pembuatan dodol terong, dan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu menambah wawasan dan kemampuan tentang bagaimana membuat dodol dengan bahan dasar terong ungu, bahkan para warga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya inovasi pangan ini secara mandiri. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuisioner melalui pre-test dan post-test yang telah diisi oleh peserta kegiatan, dimana rata-rata peserta sebelum mengikuti kegiatan ini menjawab kurang mengetahui tentang teknik pengelolaan sanitasi lingkungan dengan presentase pemahaman pada saat pre-test hanya sebesar 16%. Namun melalui informasi atau konten materi yang telah disampaikan, masyarakat menjadi mengerti dan memahaminya, terlihat pada saat post-test Tingkat pemahaman sebesar 92%..
SOSIALISASI INOVASI BERBAHAN LOKAL JAJANAN RIMBANG SEHAT BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34819

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).
Optimasi Konsentrasi Ninhidrin Dalam Analisis Aspartam Secara Spektrofotometri Uv-Visible Dan Aplikasinya Untuk Analisis Minuman Energi Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Meiyanti Ratna Kumalasari; Zahrotun Nafisah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.612

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan optimasi konsentrasi ninhidrin dan validasi metode analisis aspartam secara spektrofotometri UV-Visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Prosedur analisis ini juga diaplikasikan untuk penentuan aspartam dalam produk minuman energi. Optimasi kondisi analisis meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin. Validasi metode analisis terdiri dari penentuan sensitivitas, presisi, linearitas, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ninhidrin yang optimum adalah 0,084 M untuk 2 mL, yang setara dengan  0,168 mmol untuk setiap mol aspartam. Kurva kalibrasi memberikan hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan rentang 0 – 19 mM dengan koefisien regresi 0,997. Metode ini memiliki sensitivitas serta presisi yang cukup  tinggi, dengan limit deteksi sebesar 1,83x10-3 mol/L dan limit kuantifikasi sebesar 6,10x10-3 mol/L. Hasil penentuan kandungan aspartam dalam minuman energi dengan metode yang telah dioptimasi dan divalidasi menunjukkan hasil untuk sampel serbuk sebesar 618,05 mg/g sampel dan untuk sampel cair sebesar 11,69 mg/mL sampel.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Co-Authors Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah Abdullah A Abudarin, Abudarin Ahmad Irawan Ahmad Irawan, Ahmad Ahmad Rifai Aji Pamungkas Aji Pamungkas Aji Pamungkas Alpian Alpian Alvin Sienna Atviaputra Amanda Natania Gracia Anatasya, Violina Andika Prayoga Andra Ari P., Eko Marwanto Heru Mulyantoro Dwi Hermayantiningsih Angelia Solla Anjelika A Aprilian Wanashalom Arisumi Ir L Tundan, Jonathan Dandy Ayuchecaria, Noverda Azmi Malya Zaki Azmi Malya Zaki Berlisnora Dasilva, Caroline Citrariana, Shesanthi Debby Catur Prasetyo Desi Riana Saputri Efriyana oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Eka Jaya Prastiti, Arini Eni Uswatun Chasanah Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Alfi Felly Sabatini Gracyela Hutabalian Gusnia Devianti Hairiah, Rusliananur Hakim, Muh. Supwatul Heja H Hendrik Segah Hendrik Segah Hendrik Segah, Hendrik Herlita Esra Sari Sihotang Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella I Made Sadiana, I Made I Nyoman, Sudyana, Indri Aprilia, Indri Jonathan Stefanus Eduard Joy Angel Aria Suma Julia J Karelius, Karelius Kartika Komara, Nisa Komara, Nisa Kartika Liswara Neneng M. Zainuddin Lutfi Fauzi Marvin Horale Pasaribu Mauliya Apriyanti Maya Sylvani, Miranti Mesra Ratna Sari Telaumbanua Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Natalia Sri Martani Natania Gracia, Amanda Ngazizah, Febri Nur Nisa Kartika Komara Nisa Kartika Komara Nurjennah Nurjennah Nyoman Sudyana, I Oksal, Efriyana Oktaviani Naulita Turnip Ornella Arnia Florensia Pangestika, Inten Pebriyanto, Yunus Prisnanda, Risky Rahman Rahman Rahman Rahman Reny Rosalina Retno Agnestisia Rokiy Alfanaar Sari, Meiyanti Ratana Sari, Meiyanti Ratna Kumala Sari, Nopita Tamara Sonia Tri Mart Grasella Hutapea Sonia Tri Mart Grasella Hutapea Sri Wahyutami Stepanus Fredi Manurung Stevin Angga Suniti Suniti Susanti, Rapela Syarpin Syarpin Sylvani, Miranti Maya Wahyu Supriyati Waluyo Nuswantoro Wulandari, Oktavia Rahmi Yanetri Asi Nion Yanetri Asi Nion Yerinda Natalia Nenobais Yosie Andriani Yuneta, Yuneta Yuni Damayanti Nainggolan Yunus Pebriyanto Zahrotun Nafisah Zimon Pereiz