Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Relationship between Breakfast Habit and Waingapu Nursing Study Program Student Achievement Fransiska Ima Ramwi Robaka; Yosephina E.S. Gunawan; Maria Kareri Hara
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 4 No 1 (2019): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v4i1.268

Abstract

Background: Breakfast is described as the most important meal of the day. Breakfast is associated with the learning process and the learning achievement index in school because breakfast has an influence on the ability of the kongnitif. This study aims to determine the relationship of breakfast habits with student achievement in the Nursing Study Program in Waingapu. Method: the research design used was a pre-experimental design with cross sectional design. A sample of 171 respondents was taken using the stratifed simple random sampling method. Data were collected using a questionnaire and student study results (semester IP) and analyzed using chi squre analysis techniques. Results: More than half of students who have breakfast habits every day have good achievements of 90 students (52.63%), there are no students who have the habit of occasionally having breakfast and not having breakfast that has very good performance. The coefficient for the relationship of breakfast habits with learning achievement of -0.144 and a significance of 0.118. Conclusion: there is no relationship between breakfast habits (P= 0.107) with learning achievement (P = 0.018) in Waingapu Nursing Study Program students.
Dukungan Sosial Keluarga dan Tingkat Kecemasan Penderita TB Paru di Puskesmas Kambaniru Kabupaten Sumba Timur Domianus Namuwali; Maria Kareri Hara; Yosephina E.S Gunawan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.313 KB) | DOI: 10.33846/sf11415

Abstract

Background: Tuberculosis or TB was the main cause of death in infectious diseases. In 2017 there were 1.3 deaths due to TB. Globally, it was estimated that the incidence of TB disease was around 10.0 million and most prevalent in men around 5.8 million. Approximately 90% of TB patients were found in adults above 15 years old. In 2018, the number of TB sufferers in Kambaniru health center was 31 people. Objective: The purpose of this study was to identify the correlation of family social support towards the anxiety of TB patients in Kambaniru Health Center, East Sumba Regency. Methods: The research method used was a quantitative method with cross sectional design. The sampling was taken by using a total sampling technique with a sample size of 31 respondents. This research was conducted in Kambaniru Health Center from August to September 2019. Results: The results of this study found that the most respondents had moderate anxiety as many as 16 people (51.6%), the most family social support was good as many as 20 respondents (64.4%) and from the Spearman Correlation Test it was found that there was no significant correlation between family social support and the level of anxiety of TB patients in Kambaniru Health Center. Conclusion: There was no correlation between family social support and anxiety level of TB patients in Kambaniru Health Center. Keywords: family social; support, anxiety level; TB patients ABSTRAK Latar belakang: PenyakitTB Paru merupakan penyebab utama kematian pada penyakit infeksi, Pada tahun 2017 terdapat 1,3 kematian akibat penyakit TB. Secara global diperkirakan insiden penyakit TB Paru sekitar 10,0 juta dan paling banyak ditemukan pada laki-laki sekitar 5,8 juta. sekitar 90% Penderita TB Paru ditemukan pada usia dewasa ≥ 15 tahun. Pada tahun 2018 jumlah penderita TB paru di Puskesmas Kambaniru sebanyak 31 orang. Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi hubungan dukungan social keluarga terhadap kecemasan pada penderita TB paru di Puskesmas Kambaniru Kabupaten Sumba Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan ukuran sampel 31 responden. Penilitian ini dilaksanakan di Puskemas Kambaniru pada Bulan Agustus – September 2019. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 16 orang (51,6%), Dukungan sosial keluarga terbanyak adalah baik sebanyak 20 responden (64,4%) dan dari hasil Uji Korelasi Spearman didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan dukungan social keluarga dengan tingkat kecemasan penderita TB Paru di Puskesmas Kambaniru. Kesimpulan: Tidak ada hubungan dukungan social keluarga dengan tingkat kecemasan penderita TB paru di Puskesmas Kambaniru. Kata kunci: dukungan sosial keluarga; tingkat kecemasan; penderita TB
Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal care selama masa era baru Dafroyati, Yuliana; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Da Silva, Viktor Carles; Bethan, Mariana Oni
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 1 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i1.1477

Abstract

Latar belakang: Dalam masa era baru, ada pembatasan-pembatasan pelayanan yang diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19 termasuk di Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (Poli KIA) Ibu hamil merasa takut dan enggan untuk ke Puskesmas karena takut tertular virus COVID-19. Data laporan pemantauan wilayah setempat (PWS) KIA, Puskesmas tahun 2019 rata-rata cakupan K4 berjumlah 65,48%; tahun 2020 (86%); tahun 2021 (84%); dan tahun 2022 diambil dari 3 bulan terakhir sebesar 82%. Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang ditetapkan secara nasional (95%) artinya cakupan pelayanan ANC khususnya K4 jauh dibawah standar. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan anc selama masa era baru Metode: Penelitian kuantitatif dengan design Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel adalah ibu hamil di Puskesmas yang berjumlah 80 orang dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Tingkat pengetahuan kurang (37,5%), sikap positif sebesar 52,5 %, kepatuhan ibu hamil dalam kategori tidak patuh sebesar 52,5%. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p-value 0,000 dan 0,000.
Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal care selama masa era baru Dafroyati, Yuliana; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Da Silva, Viktor Carles; Bethan, Mariana Oni
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 1 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i1.1477

Abstract

Latar belakang: Dalam masa era baru, ada pembatasan-pembatasan pelayanan yang diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19 termasuk di Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (Poli KIA) Ibu hamil merasa takut dan enggan untuk ke Puskesmas karena takut tertular virus COVID-19. Data laporan pemantauan wilayah setempat (PWS) KIA, Puskesmas tahun 2019 rata-rata cakupan K4 berjumlah 65,48%; tahun 2020 (86%); tahun 2021 (84%); dan tahun 2022 diambil dari 3 bulan terakhir sebesar 82%. Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang ditetapkan secara nasional (95%) artinya cakupan pelayanan ANC khususnya K4 jauh dibawah standar. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan anc selama masa era baru Metode: Penelitian kuantitatif dengan design Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel adalah ibu hamil di Puskesmas yang berjumlah 80 orang dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Tingkat pengetahuan kurang (37,5%), sikap positif sebesar 52,5 %, kepatuhan ibu hamil dalam kategori tidak patuh sebesar 52,5%. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p-value 0,000 dan 0,000.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND DIET PROVISION IN DIABETES PATIENTS Timba, Velenia Kahi; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Landi, Melkisedek; Mulu, Servasius To'o Jala
Nurse and Holistic Care Vol. 4 No. 3 (2024): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v4i3.5804

Abstract

Introduction: Effective diabetes management requires strict adherence to dietary guidelines. Family support plays a critical role in helping patients with diabetes maintain appropriate nutritional practices. Objective: This study aims to analyze the relationship between family support and the dietary management of diabetes patients. Methods: This research was conducted at a Community Health Center in East Sumba Regency using a cross-sectional method. The Independent Variable is Family Support with sub-variables of Assessment Support, Instrumental Support, and Informational Support, while the Dependent Variable is the Provision of DM Diet. Thirty-eight respondents were selected randomly from the total population using the N-1 formula. Data were collected using the Family Support questionnaire and analyzed using a correlation test with α = 5%. Results: Assessment support (42%), instrumental support (61%), and information support (55%) were reflected as family support and categorized as sufficient. Diet provision for diabetic patients is also considered sufficient (53%). However, the correlation test showed no significant relationship between family support and diet provision for diabetic patients (sig 0.462). Conclusions: Although family support was a sufficient criterion in this study, this support did not significantly affect the diet management of diabetic patients. This result indicates that other factors may influence the patient's diet more.
Unmasking the Pandemic's Shadow: A Systematic Review of The Multifaceted Impact of COVID-19 Stigma in Asia Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Landudjama, Leni; Mulu, Servasius To’o Jala; Kitu, Irene Febriany Mamo; Sukartiningsih, Maria Christina Endang; Febryanto, Dwi; Liu, Guang-Hsing; Dafroyati, Yuliana
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 2 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss2.1737

Abstract

The COVID-19 pandemic has exacerbated stigma toward health workers, patients, and survivors while intensifying social inequalities through rising unemployment, poverty, and social exclusion. This systematic review examined literature from ProQuest, Science Direct, Google Scholar, and PubMed, focusing on the stigma of COVID-19 in Asia. Original research employing quantitative or qualitative methods was included for articles that published in 2020-2021, while review articles were excluded. Screening followed PRISMA guidelines, with data collection and analysis conducted from November 2021 to April 2022, resulting in 24 articles. Data extracted included titles, authors, publication years, participants, methods, findings, strengths, and limitations. Quality was assessed using JBI’s critical appraisal tools, and thematic analysis was performed using Braun and Clarke’s framework. The review identified three key themes: general characteristics of COVID-19 stigma, affected populations, and the multifaceted impacts. Stigma in Asia has led to widespread fear and discrimination against infected individuals, survivors, health workers, and vulnerable groups with significant psychological, spiritual, economic, and health repercussions. We recommend that the government raise public awareness to minimize misinformation by providing education about COVID-19 and efforts to address the impacts caused by stigma, as well as integrating anti-stigma measures into policies and expanding mental health services for those affected.
Education on Clean and Healthy Lifestyle and Use of Masks in the Praingu Prailiu Tourism Village, East Sumba Wanti, Wanti; Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Yurissetiowati, Yurissetiowati
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.257 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.7

Abstract

A tourist village is a rural area that has a variety of tourist attractions. One of the tourism potentials that is the center of attention of tourists is the tourism potential on Sumba Island. One of the tourism potentials in East Sumba is Raja Prailiu Village, which is located in Prailiu Village, Kambera District, East Sumba Regency. Since the Covid-19 pandemic, the number of tourists, both domestic and foreign, has decreased so that the income of people in the area has decreased. The government is currently preparing to develop a strategy to change the status of the Covid-19 pandemic to endemic. This was welcomed by the local community so that preparations were needed to support the government's discourse. The purpose of this activity is to provide education about clean and healthy living behavior (PHBS) and how to use masks as an effort to prepare for the reopening of tourist villages in the area. This community service method involves 35 weavers and is implemented in the Traditional Village of Praingu Prailiu Village. The results of this activity increased the knowledge of respondents about clean and healthy living behavior and how to use masks properly and correctly. In conclusion, after giving lectures / counseling as many as 71.4% of respondents have good knowledge about a clean and healthy lifestyle, and 100% of respondents understand how to use masks properly and correctly.
Membangun Desa Sehat Ramah Lansia dengan Pelatihan Kader Posyandu Lansia Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Sukartiningsih, Maria Christina Endang; Namuwali, Domianus; Landudjama, Leni; Kody, Martha Meti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11942

Abstract

Setiap orang yang mencapai usia lanjut disebut Lansia. Tahap ini merupakan perkembangan normal yang tidak dapat dihindari. Perubahan fisik dan mental akan dialami oleh lansia, tetapi perubahan-perubahan ini dapat diantisipasi sehingga tidak mempengaruhi kualitas hidup lansia. Perubahan yang terjadi dapt menyebabkan berbagai keluhan bagi lansia. Hal ini dapat diatasi dengan baik bila deteksi dini dilakukan secara teratur. Pelayanan Kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat untuk deteksi dini pada lansia adalah Posyadu lansia. Puskesmas Kanatang merupakan daerah binaan Prodi Keperawatan Waingapu. Hanya terdapat 2 posyandu lansia yang aktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk pempersiapkan ibu-ibu kader untuk pelayanan Posyandu lansia yaitu dengan memberikan pelatihan bagi kader. Sebelum dilakukan kegiatan pelatihan ini Tim pengabmas melakukan sosialisasi pada masyarakat atas dukungan dari bapak Lurah dan kepala puskesmas. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, yaitu hari pertama pemberian materi dan hari kedua simulasi pelaksanaan posyandu lansia. Sebelum dan sesudah pelatihan kader posyandu lansia dilakukan pre dan post -test. Hal ini untuk menilai kemampuan dari peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pelatihan kader lansia ini sangat baik dimana nilai saat pretest rata-rata 40 dan nilai post test rata-rata 90
Pendampingan Pasien TBC Dalam Menjalani Pengobatan Tahap Lanjut Dengan Menggunakan Telenursing Reminder Gunawan, Yosephina Elizabeth Sumartini; Sukartiningsih, Maria Ch Endang; Mulu, Servasius To'o Jala; Hunggurami, Heriberth Bara; Ludji, Geralda Holi Mayela; Ridja, Grazhela Tatu
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i1.1108

Abstract

Salah satu penyebab utama dari peningkatan angka kasus TB adalah ketidaktuntasan pengobatan dari penderita TB itu sendiri. Selain mengakibatkan penderita TB menjadi resisten terhadap pengobatan, hal ini juga mengakibatkan penderita TB tetap secara aktif menularkan TB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien TB dalam menjalani pengobatan TB dengan menggunakan Telenursing Reminder. Berdasarkan hasil pendampingan, rerata kualitas hidup pasien TB pre intervensi sebesar 40,0463 dan post intervensi sebesar 65,1383 dengan nilai p 0,000 < 0,05, dan rerata kepatuhan minum obat pre intervensi 5,9583 dan post intervensi 7,3750 dengan nilai p 0,018 < 0,05. Terdapat peningkatan kualitas hidup dan kepatuhan minum obat dari pasien TB yang menjalani pengobatan tahap lanjut di Puskesmas Kawangu setelah dilakukan pengabdian masyarakat berupa pendampingan pengobatan dengan telenursing reminder melalui aplikasi pesan di handphone (pesan/whatsapp).
PENGALAMAN KELUARGA SEBAGAI PMO DALAM PENGOBATAN TB DI PUSKESMAS NGGOA KABUPATEN SUMBA TIMUR SUKARTININGSIH, MARIA CH. E.; LAKA, YOSEF; GUNAWAN, YOSEPHINA ELIZABETH SUMARTINI
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 1 No 1 (2016): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v1i1.22

Abstract

Pendahuluan: Jangka waktu pengobatan TB yang relatif lama dan banyaknya jumlah Obat Anti Tuberkulosis yang harus diminum menyebabkan kebosanan dan kegagalan pengobatan TB. Keluarga diharapkan dapat mendukung program mengobatan TB dengan mengambil bagian secara langsung sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO). Peneliti mencoba menggali pengalaman yang dialami keluarga pada saat menjadi PMO, terutama pada keluarga yang memiliki anggota keluarga yang sedang dalam pengobatan TB kategori II, yaitu tipe relaps, default dan failure. Diharapkan dengan adanya informasi mengenai pengalaman keluarga tersebut dapat digunakan sebagai suatu acuan untuk meningkatkan dukungan keluarga pada penderita TB kategori II. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang pengalaman keluarga sebagai PMO dalam pengobatan TB kategori II di wilayah kerja Puskesmas Nggoa Kabupaten Sumba Timur. Metode : metode penelitian yang digunakan adalah kualititatif dengan metode pendekatan fenomenalogi deskriptif. Pemilihan partisipan dilakukan dengan strategi purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terstruktur. Hasil: Tema yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu Tingkat Perasaan, Jenis Peran dan Faktor Hambatan. Tema Tingkat Perasaan terdiri dari dua kategori yaitu Perasaan Sensoris dan Perasaan Psikis. Tema Jenis Peran terdiri dari tiga kegori yaitu Peran sebagai PMO, Pemenuhan Kebutuhan dan Kebersihan Lingkungan, sedangkan Tema Faktor Hambatan terdiri dari dua kategori yaitu Internal dan Eksternal.