Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Terapi Hipnosis Lima Jari Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Suli Ardianto, Oril; Aghadiati, Faradina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3774

Abstract

ABSTRACTHipertensi lebih sering terjadi terutama pada lansia dan dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti gangguan cemas (ansietas) yang dapat diatasi dengan tindakan nonfarmakologis, salah satunya  Teknik  Relaksasi  Hipnoterapi  Lima  Jari.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  Hipnotis  Lima  Jari  terhadap  Tingkat  Kecemasan lansia  Hipertensi  di  wilayah  kerja Puskesmas Rantau Suli.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu (quasy experiment) rancangan pre-post test with control group. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 -29 Agustus 2023. Populasi penelitian lansia yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Suli Kabupaten Merangin sebanyak 401 responden. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden. Sampel pada penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok, 30 orang klien kelompok intervensi dan 30 orang klien kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi pada kelompok intervensi dengan ρ value = 0,000 (ρ<0,05). Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk bisa menerapkan Terapi hipnotis lima jari untuk mengurangi tinggat kecemasan yang dialami oleh lansia dengan hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Kecemasan, Lansia, Hipnotis Lima Jari The research aims to determine the effect of Five Finger Hypnosis on the Anxiety Level of hypertensive elderly individuals in the working area of the Rantau Suli Community Health Center. This study employed a quasi-experimental quantitative design with pre-post test with control group. The research was conducted from August 22nd to 29th, 2023. The population consisted of 401 elderly individuals with hypertension in the working area of the Rantau Suli Community Health Center, Merangin Regency. The sample size was 60 respondents, divided into two groups: 30 respondents in the intervention group and 30 respondents in the control group. The sampling technique used was purposive sampling. Statistical analysis employed the Wilcoxon test. The research findings indicated that there was an influence of Five Finger Hypnosis therapy on the anxiety level of elderly individuals with hypertension in the intervention group with a ρ value = 0.000 (ρ <0.05). It is hoped that healthcare providers can implement Five Finger Hypnosis Therapy to reduce anxiety levels experienced by elderly individuals with hypertension.Keyword: Hypertension, Anxiety, Elderly individuals, Five-Finger Hypnosis
Program Kaderisasi Holistik: Kesadaran Gizi Dan Kesehatan Mental Remaja Di SMK 2 PGRI Kota Jambi Ardianto, Oril; Aghadiati, Faradina; Iswadi
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.207

Abstract

Dalam era yang terus berkembang dan kompleks seperti saat ini, remaja menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap tantangan kesehatan fisik dan mental. Kesehatan, gizi, dan kesehatan jiwa merupakan aspek yang saling berhubungan dari kesejahteraan secara keseluruhan. Integrasi dari elemen-elemen ini sangat penting untuk membangun remaja yang lebih sehat dan mencapai hasil kesehatan yang holistik. Ketika individu memiliki akses ke layanan kesehatan yang komprehensif, nutrisi yang baik, dan dukungan kesehatan mental, mereka lebih siap untuk berkembang secara fisik. Metode dalam pengabdian ini dengan beberapa tahap, tahap pertama perencanan, tahap ke dua penyuluhan gizi seimbang remaja dan kesehatan mental remaja, tahap ketiga pelatihan pembuatan produk bergizi dan konseling kesehatan mental remaja, tahap keempat adalah monitoring dan evaluasi. Sampel dalam pengabdian ini adalah 40 siswa SMK 2 PGRI Kota Jambi. Sebelum dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan siswa akan diberikan pre-test dan setelah kegiatan akan diberikan post-test untuk melihat efektifitas dari kegiatan ini. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan gizi dan kesehatan mental adanya peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan mental serta ketrampilan siswa dalam mengolah kudapan bergizi dan mampu memahami dan menerapkan manajemen stress yang baik dan mampu berfikir positif pada diri sendiri.
Pendampingan Pembuatan Menu Bergizi Cegah Stunting dan Malnutrisi di Pondok Pesantren As'Ad Kota Jambi Setyarsih, Liani; Pratama, Septa; Aghadiati, Faradina
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.211

Abstract

Stunting dan Malnutrisi menjadi masalah gizi yang dapat terjadi pada santri di pondok pesantren. Hal tersebut terjadi karena asupan makan santri terkadang banyak yang tidak dihabiskan sehingga asupan zat gizi tidak optimal. Pondok Pesantren As’ad menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini terletak di Kota Jambi. Oleh sebab itu dilakukan pendampingan pembuatan menu bergizi kepada pengurus Pondok Pesantren As’ad untuk meningkatkan daya terima makanan dan mengoptimalkan status gizi santri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan kegiatan, tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap penerapan teknologi, pendampingan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting dan malnutrisi. Kemudia juga terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam pembuatan menu bergizi setelah diberikan pelatihan dan pendampingan.
Implementasi Program Penanggulangan Stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Kurniadi, Helman; Aghadiati, Faradina; Ardianto, Oril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2921

Abstract

Stunting adalah masalah gizi akibat kekurangan asupan jangka panjang, terutama dari masa kehamilan hingga anak berusia 24 bulan. Penelitian ini menganalisis implementasi program penanggulangan stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling, melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat yang terkait langsung dengan program ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas. Hasil menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan stunting berjalan efektif dengan dukungan komitmen yang kuat. Terdapat 724 kasus stunting pada anak usia 0-59 bulan, atau sekitar 4,24%, dengan prevalensi tertinggi di Kecamatan Kuliling Danau mencapai 11,80%. Inovasi dalam program penanggulangan stunting telah diterapkan dan mendapatkan respon positif dari masyarakat, meski partisipasi masih perlu ditingkatkan. Implementasi program telah optimal, namun terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya pengetahuan dan kondisi ekonomi kelompok sasaran, keterbatasan anggaran, serta kurangnya publikasi dan konvergensi lintas sektor.
Hubungan Antara Durasi Tidur Dan Riwayat Keluarga Dengan Obesitas Sentral Pada Polisi Dhanny, Devieka Rhama; Aghadiati, Faradina; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v5i1.2865

Abstract

Background: Central obesity is a condition in which the body experiences excessive accumulation of visceral fat in the abdominal area, part of the metabolic syndrome component that causes degenerative diseases. Central obesity and morbidity rates in police in Indonesia are quite high, which is almost half of the total police in Indonesia. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep duration and family history of central obesity in police in East Lampung. Methods: This study used a cross-sectional study design. The population in this study was 858 police with a sampling method using simple random sampling so that a sample size of 148 respondents was obtained. Data collection techniques were in-depth interviews using questionnaires. Data analysis used the Chi Square test. Results: The results of this study describe that 48.6% of police experience central obesity. Most (76.4%) police have a short sleep duration (<7 hours/day). As many as 33.8% of police have a family history of central obesity. There is a relationship between sleep duration and central obesity in police at the East Lampung Police (p value 0.028). There is a relationship between family history and central obesity in police officers at Polres Lampung Timur (p value 0.010). Conclusion: There is a relationship between sleep duration and family history with central obesity in police officers at Polres Lampung Timur indicated by p value <0.05
Efektifitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Anxiety Pada Lansia dalam Menghadapi Varian Baru Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Ardianto, Oril; Aghadiati, Faradina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2394

Abstract

Saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang terpapar kasus Covid-19 varian Omicron termasuk lansia. Dari segi psikologis dapat dilihat adanya keresahan dan tekanan mental yang dapat mempengaruhi kesehatan  terutama kelompok  rentan  seperti lanjut  usia. Maka penanganan terhadap kecemasan pada lansia akan Covid-19 varian Omicron perlu mendapatkan penanganan yakni dengan terapi yaitu Cognitive Behavior Therapy (CBT). Cognitive Behavior Therapy (CBT) disebut dapat mengubah perasaan subjektif termasuk perasaan cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi Anxiety pada Lansia dalam menghadapi varian baru Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan design Pretest Posttest with Control Group. Dimana penelitian ini mengelompokan responden kelompok control dan eksperimen dengan sama-sama di berikan pretest dan posttest, akan tetapi pada kelompok control tidak diberikan perlakuan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Sempel penelitian ini adalah 30 lansia memiliki kecemasan. Lokasi penelitian di wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi dan Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan April – Mei tahun 2022. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dengan membagikan kuisoner (HRS-A) Hamilton Ranting Scale for Anxietas. Hasil dari penelitian ini rata-rata kecemasan pada lansia sebelum perlakuan / pre-test dan setelah perlakuan / tahap post-test mengalami perubahan penurunan hasil. Hasil p-value diperoleh sebesar 0.000, menunjukan bahwa terdapat perbedaan kecemasan pada lansia sebelum dan sesudah perlakuan terapi CBT. Kesimpulan dari hasil diatas bahwa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) merupakan treatmen yang paling tepat untuk mengatasi gangguan anxiety.Kata Kunci : Anxiety, CBT, Covid-19, Lansia, Omicron. Currently, many Indonesians have been exposed to cases of the Omicron variant of Covid-19, including the elderly. From a psychological perspective, it can be seen that there is anxiety and mental stress that can affect health, especially for vulnerable groups such as the elderly. The handling of anxiety in the elderly about the Covid-19 variant of the Omicron needs to get treatment, namely with therapy Cognitive Behavior Therapy (CBT). Cognitive Behavior Therapy (CBT) is said to be able to change subjective feelings, including feelings of anxiety. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) in overcoming Anxiety in the Elderly in dealing with the new variant of Covid-19 in the Kenali Besar Public Health Center, Jambi City. The design of this study was Quasi Experimental with Pretest Posttest design with Control Group. Where this study grouped the control and experimental group respondents with both pretest and posttest given, but the control group was not given Cognitive Behavioral Therapy (CBT) treatment. The sample of this study was 30 elderly people who had anxiety. The research location is in the work area of the Kenali Besar Health Center, Jambi City and the time of data collection is carried out in April - May 2022. Data collection with primary data is obtained directly by distributing a questionnaire (HRS-A) Hamilton Branch Scale for Anxiety. The results of this study average anxiety in the elderly before treatment / pre-test and after treatment / post-test stage experienced a decrease in results. The p-value 0.000, indicating that there is anxiety in the elderly before and before CBT therapy treatment. The conclusion from the above results is that Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is the most appropriate treatment to treat anxiety disorders.Keywords : Anxiety, CBT, Covid-19, Elderly, Omicron.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX AND HEMOGLOBIN LEVELS AND ITS ASSOCIATION WITH EMPLOYEE FITNESS STATUS Salsabilla, Dinda Anindita; Aghadiati, Faradina; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah; Amalliyah, Puji; Qutratu'ain, Dita Shafa
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21052

Abstract

Anemia is a common health problem and is often related to a person's nutritional status. This study aims to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) with hemoglobin (Hb) levels and its implications for the fitness status of employees. This study used a cross-sectional design with 36 employees as respondents. Data were collected through direct measurement of BMI, Hb levels using the Easy Touch GCHb tool, and fitness status with the Harvard Step Test. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had low Hb levels (55.6%), obese BMI (52.8%), and inadeqaute fitness status (55.5%). There was a significant relationship between gender and Hb levels (p=0.003) and between BMI and Hb levels (p=0.048). However, there was no significant relationship between Hb level and fitness status (p=0.660). These findings suggest that BMI and gender affect hemoglobin levels, but hemoglobin levels are not directly related to physical fitness levels. Understanding the relationship between nutritional status and Hb levels is important for anemia prevention and fitness improvement.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Suhaid Aghadiati, Faradina; Ardianto, Oril; Wati, Septiyan Rida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2793

Abstract

Stunting merupakan keadaan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang didasarkan pada indeks panjang badan menurut umur atau tinggi badan menurut umur kurang dari -2 standar deviasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 responden. Pengambilan sampel dilakukan di 11 desa pada ibu yang memiliki balita stunting melalui wawancara dengan alat bantu kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan data yaitu tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada balita usia 24-60 bulan sebanyak 67,7% dengan pengetahuan kurang dan 32,3% dengan pengetahuan baik. Terdapat 20,9% balita pendek dengan ibu pengetahuan baik dan 11,2% balita sangat pendek dengan ibu pengetahuan baik. Terdapat 14,5% balita pendek dengan ibu pengetahuan kurang dan 53,2% balita sangat pendek dengan ibu pengetahuan kurang. Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p=0,001 (p<α=0,05). Saran bagi Puskesmas Suhaid Kapuas Hulu untuk merencanakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi guna menurunkan angka kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, BalitaStunting is a condition of chronic undernutrition status during the growth and development of children based on the index of body length for age or height for age less than -2 standard deviations. One of the factors that influence the incidence of stunting is the level of knowledge. This study aims to determine the relationship between mother's knowledge and the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in the working area of the Suhaid Health Center, Kapuas Hulu Regency. The type of research used is observational analytic research with a cross sectional approach. The research sample amounted to 62 respondents. Sampling was carried out in 11 villages for mothers with stunting toddlers through interviews using a questionnaire. From the results of the study obtained data, namely the level of knowledge of mothers about nutrition in toddlers aged 24-60 months as much as 67.7% with less knowledge and 32.3% with good knowledge. There are 20.9% short toddlers with good knowledge mothers and 11.2% very short toddlers with good knowledge mothers. There are 14.5% short toddlers with mothers with less knowledge and 53.2% very short toddlers with mothers with less knowledge. The results of the chi square test analysis showed that there was a relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting with a value of p=0.001 (p<α=0.05). Suhaid Kapuas Hulu Health Center is a suggestion to plan activities to increase mother's knowledge about nutrition in order to reduce the incidence of stunting.Keyword: Stunting, Knowledge, Toddler
Status Gizi dan ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Puding : Nutritional Status and Exclusive Breastfeeding with Stunting Incidence in Puding Health Center Aghadiati, Faradina; Ardianto, Oril
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.741 KB) | DOI: 10.25182/jigd.2022.1.2.149-155

Abstract

Gizi kurang (underweight) pada balita saat ini telah menjadi permasalahan global khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Provinsi Jambi masih menghadapi permasalahan tingginya angka prevalensi stunting pada balita masih diatas standard WHO yakni sebesar 30,1%, dan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi adalah kabupaten Muaro Jambi yakni 27,2%. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting adalah rendahnya tingkat kecukupan energi, potein, seng, dan berat badan lahir rendah. Penyakit infeksi dan gangguan gizi seringkali ditemukan secara bersama-sama dan hubungannya saling mempengaruhi faktor lain yang berhubungan dengan stunting. Desain penelitian dengan menggunakan cross sectional. Lokasi penelitian berada di wilayah kerja Puskesmas Puding Kabupaten Muaro Jambi pada bulan Februari 2022. Subjek dalam penelitian ini adalah 91 anak balita usia 6-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puding. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square CI 95%. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan antara ASI eksklusif dan status gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Puding dengan nilai p<0,05.
CORRELATION OF BODY MASS INDEX WITH ANEMIA IN ADOLESCENT GIRLS AT SECONDARY SCHOOL PGRI 2 JAMBI CITY Aghadiati, Faradina; Sari, Yesi Mustika; Liani Setyarsih; Putri Lubis, Izmi Arisa; Wulandari, Alifah
Journal of Indonesian Specialized Nutrition Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Indonesian Specialized Nutrition
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/jisn.v3i3.47

Abstract

Background: Anemia remains a major public health problem affecting adolescents worldwide, particularly girls who are vulnerable due to rapid growth and menstrual blood loss. In Indonesia, the prevalence of anemia remains high (25–40%), driven by poor dietary habits, low adherence to iron supplementation, and overall nutritional status. While Body Mass Index (BMI)-for-age is a recognized determinant of anemia risk, local evidence, particularly from Jambi City, remains scarce. Methods: This cross-sectional study involved 30 female students aged 15–18 years. The data utilized were collected during a Community Service Program (PKM). BMI for age z-scores were calculated using the WHO 2007 Growth Reference. Hemoglobin levels were measured using a portable hemoglobinometer (HemoCue Hb 301). The relationship between BMI-for-age categories (underweight, normal, overweight) and anemia status was analyzed using the Chi-square test. Results: The overall anemia prevalence was 40%. Based on BMI for age, participants were categorized as underweight (n=8), normal (n=18), and overweight (n=4). Anemia prevalence varied significantly across categories: underweight (75.0%) showed the highest rate, followed by normal (33.3%), and overweight (25.0%). Statistical analysis revealed a significant association between BMI-for-age and anemia (p = 0.041). Conclusions: Anemia was present across all BMI categories, with the highest prevalence among underweight adolescents. These findings indicate that nutritional status strongly influences anemia risk and should be prioritized in adolescent health programs. Integrating school-based strategies such as routine growth and hemoglobin monitoring, iron–folic acid supplementation, and engaging nutrition education.