Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Impact of Colonialism on the Islamic Education System: Changes in Education Systems in Colonized Regions Such as Indonesia, India, and North Africa Irwandi Siregar, Hendra; Nurdin Malayu, Owi Ali; Nasution, Abdusima
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1201

Abstract

This study examines the impact of colonialism on the Islamic education system in colonized regions such as Indonesia, India, and North Africa, using a literature review method. The research finds that colonialism brought significant changes to the Islamic education system, both structurally and curricular. In Indonesia, the influence of Dutch colonialism is evident in the introduction of Western-based formal education, which shifted the position of traditional madrasas, although these institutions managed to survive by adopting modern curricula. In India, British colonialism introduced Western education, influencing the madrasa system with the adoption of some modern elements in its teaching. Meanwhile, European colonialism in North Africa created a dynamic interplay between Islamic traditions and modernity, leading to changes that reflect a compromise between local values and foreign influences. In conclusion, colonialism not only transformed the landscape of Islamic education in these regions but also drove adaptation and innovation within Islamic educational institutions to maintain their relevance amidst changing times.
Perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara: Dari Pengajian hingga Era Kontemporer Hafni Rambe, Rizki; Yukhairiza Simatupang, Ananda; Nasution, Abdusima
Rayah Al-Islam Vol 8 No 4 (2024): Rayah Al Islam November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i4.1211

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan historis pendidikan Islam di Nusantara, mulai dari bentuk awalnya sebagai pengajian di masjid hingga transformasinya di era kontemporer. Menggunakan pendekatan historis-deskriptif, penelitian ini menganalisis evolusi institusi pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah, serta peran mereka dalam membentuk karakteristik pendidikan Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Nusantara mengalami perkembangan signifikan yang ditandai dengan tiga fase utama: (1) fase awal berupa pengajian di masjid yang menjadi fondasi pendidikan Islam informal, (2) fase institusionalisasi melalui pembentukan pesantren sebagai pusat pendidikan tradisional, dan (3) fase modernisasi dengan munculnya madrasah yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum. Di era kontemporer, pendidikan Islam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi yang memerlukan adaptasi sistem pembelajaran untuk tetap relevan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman komprehensif tentang dinamika pendidikan Islam di Nusantara dan implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam di masa depan. This article examines the historical development of Islamic education in the archipelago, from its initial form as religious studies in mosques to its transformation in the contemporary era. Using a historical-descriptive approach, this study analyzes the evolution of Islamic educational institutions such as pesantren and madrasah, and their role in shaping the characteristics of Islamic education in Indonesia. The results of the study indicate that Islamic education in the archipelago has undergone significant developments marked by three main phases: (1) the initial phase in the form of religious studies in mosques which became the foundation of informal Islamic education, (2) the institutionalization phase through the establishment of pesantren as centers of traditional education, and (3) the modernization phase with the emergence of madrasahs that integrate religious and general education. In the contemporary era, Islamic education faces the challenges of modernization and globalization that require adaptation of the learning system to remain relevant. This study contributes to a comprehensive understanding of the dynamics of Islamic education in the archipelago and its implications for the development of Islamic education in the future.
Kemunduran Dinasti Abbasiyah dan Dampak Invasi Mongol Terhadap Peradaban Islam Sundari, Ika; Ritonga, Aisahrani; Nasution, Abdusima
Rayah Al-Islam Vol 8 No 4 (2024): Rayah Al Islam November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i4.1217

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Dinasti Abbasiyah dan dampak invasi Mongol terhadap peradaban Islam. Dinasti Abbasiyah yang berkuasa selama lebih dari 500 tahun (750-1258 M) mengalami masa kejayaan yang luar biasa sebelum akhirnya mengalami kemunduran dan kehancuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi pada kemunduran dinasti, mengkaji strategi dan dampak invasi Mongol, serta mengevaluasi konsekuensi jangka panjangnya terhadap peradaban Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari lemahnya kepemimpinan khalifah, konflik internal, dan tekanan eksternal berkontribusi pada kemunduran dinasti. Invasi Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan pada tahun 1258 M menjadi pukulan terakhir yang menghancurkan dinasti ini. Kehancuran Baghdad sebagai pusat peradaban Islam membawa dampak mendalam pada perkembangan ilmu pengetahuan, politik, dan ekonomi dunia Islam yang berlangsung hingga periode modern This research examines the factors that led to the decline of the Abbasid Dynasty and the impact of the Mongol invasion on Islamic civilization. The Abbasid Dynasty, which ruled for more than 500 years (750-1258 CE), experienced an extraordinary golden age before finally experiencing decline and destruction. This study aims to analyze the internal and external factors that contributed to the dynasty's decline, examine the strategy and impact of the Mongol invasion, and evaluate its long-term consequences for Islamic civilization. The results show that a combination of weak caliphate leadership, internal conflicts, and external pressures contributed to the dynasty's decline. The Mongol invasion led by Hulagu Khan in 1258 CE became the final blow that destroyed this dynasty. The destruction of Baghdad as the center of Islamic civilization had profound impacts on the development of science, politics, and economics of the Islamic world that continued into the modern period.
PENGARUH PERADABAN ISLAM DI DUNIA PENDIDIKAN Haj Siagian, Irpan; Lenasari, Rhama; Nasution, Abdusima
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.422-439

Abstract

Peradaban Islam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan di dunia. Meskipun kontribusinya telah diakui, pemahaman mengenai bagaimana nilai-nilai dan prinsip pendidikan Islam mempengaruhi pendidikan modern masih terbatas. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya kajian yang mendalam tentang dampak peradaban Islam terhadap kurikulum, metode pengajaran, serta pembentukan karakter dalam pendidikan masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh peradaban Islam dalam perkembangan pendidikan, dengan fokus pada bagaimana prinsip-prinsip Islam telah membentuk struktur pendidikan dan pendekatan pengajaran yang digunakan di era sekarang. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang mencakup tinjauan literatur dari berbagai sumber sejarah, buku, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Kajian ini melibatkan analisis tentang kontribusi para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam, seperti pengembangan sistem pendidikan di madrasah, peran ulama dalam mentransfer ilmu pengetahuan, serta prinsip-prinsip pendidikan Islam yang mengutamakan keseimbangan antara ilmu, moralitas, dan etika. Penelitian ini juga menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pendidikan kontemporer serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di dunia pendidikan global saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh peradaban Islam terhadap perkembangan pendidikan dunia, serta untuk memahami relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pendidikan modern. Kesimpulannya, peradaban Islam telah memberikan warisan berharga dalam membentuk konsep pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan intelektual dan moral. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dapat memberikan solusi bagi tantangan dalam pendidikan global, dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan etika.
PENDIDIKAN ISLAM DI ASIA TENGGARA (INDONESIA, MALAYSIA DAN BRUNEI) Anggraini Hsb, Silvia; Abdul Wadud, Amru; Nasution, Abdusima
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.405-421

Abstract

Pendidikan Islam di Asia Tenggara telah mengalami perkembangan yang pesat, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti ketimpangan akses, kualitas pengajaran yang bervariasi, dan keterbatasan dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi situasi pendidikan Islam di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, serta analisis terhadap dokumen pendidikan di masing-masing negara. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam struktur dan kurikulum pendidikan Islam antar negara, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif serta sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dengan tuntutan globalisasi dalam pendidikan juga menjadi perhatian. Kesimpulannya, untuk memperbaiki sistem pendidikan Islam di Asia Tenggara, diperlukan reformasi kebijakan yang menyeluruh, peningkatan pelatihan bagi pendidik, serta kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Pengembangan Media Animasi Untuk Meningkatkan Hafalan Asmaul Husna Peserta Didik Pada Pembelajaran Aqidah Akhlak Di Min 2 Padangsidimpuan Gibon, Yunita; Darwis Dasopang, Muhammad; Nasution, Abdusima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25053

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemahaman konsep peserta didik pada materi hafalan Asmaulhusna. Hal ini disebabkan kurangnya penggunaan media yang tepat dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik merasa jenuh, tidak menyukai mata pelajaran yang sulit, mengakibatkan rendahnya hasil belajar. Mengatasi masalah tersebut, maka dikembangkan media pembelajaran yang menarik serta dapat merangsang imajinasi peserta didik yaitu berupa media animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan manfaat media pembelajaran berbasis video animasi pada materi Asmaul Husna. Adapun metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Padangsidimpuan dengan subjek uji coba produk dikelas IV-D yang berjumlah 26 peserta didik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis validitas, dan efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi oleh validator ahli materi dan media sebagai berikut: (1) Kualitas media yang dikembangkan ahli media 94% dan ahli materi 93,1%. (2) Hasil respon peserta didik melalui soal pretest dan posttest, mendapatkan hasil persentase 87%. Dlam hal tiu dinyatakan layak dan sangat baik untuk digunakan dalam pemebelajaran Asmaul Husna (3) Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi bermanfaat bagi peserta didik serta telah layak digunakan sebagai media pembelajaran Aqidah Akhlak pada materi Asmaul Husna. Sehingga media pembelajaran video animasi dapat dijadikan sebagai media alternatif dalam pembelajaran.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM; PANDANGAN ISLAM TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN DARI MASA KLASIK HINGGA MODERN Siregar, Ahmad Ihsan Pardamean; Pohan, Amriansyah; Nasution, Abdusima
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI 2025
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/h8zacg74

Abstract

Pendidikan perempuan merupakan salah satu isu krusial dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikan pertama dan terpenting dimulai di lingkungan keluarga, di mana peran ibu sangat penting dalam mendidik anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan bagi perempuan secara tidak langsung berkontribusi terhadap persiapan generasi masa depan suatu bangsa. Harapannya, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis mengenai pendidikan perempuan. Dengan demikian, penelitian ini ingin memberikan penjabaran mengenai pendidikan perempuan dalam persefektif Islam dan perekembangan pendidikan perempuan yang berlandasakan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif-deskriptif untuk menganalisis perkembangan pendidikan perempuan dari perspektif Islam. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai kemajuan pendidikan perempuan dalam konteks Islam. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari teks-teks yang membahas perkembangan pendidikan perempuan baik pada era klasik maupun modern, di samping itu juga teks-teks yang mengkaji kemajuan sekolah-sekolah pendidikan perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menelusuri karya ilmiah dan buku-buku yang membahas topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam, pendidikan merupakan hak sekaligus kewajiban setiap individu Muslim, termasuk perempuan. Tujuan utama dari pendidikan ini adalah untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, cerdas, dan bermartabat. Ajaran Islam dengan jelas mendorong perempuan untuk mengejar ilmu di berbagai bidang, menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk beribadah dan mencapai martabat diri. Dan, Islam memberikan perempuan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi intelektual dan berkontribusi secara sosial. Pendidikan tidak hanya terfokus pada ruang domestik, tetapi juga meluas ke ranah akademik, profesional, dan pengembangan diri secara menyeluruh. Akhirnya, tujuan dari semua ini adalah untuk melahirkan perempuan Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat manusia secara keseluruhan.
Efektivitas Metode At-Taisir dalam Meningkatkan Hapalan dan Kualitas Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Hidayat, Taupiq; Erawadi, Erawadi; Nasution, Abdusima
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 2 July 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i2.2856

Abstract

This study investigates Tahfizh Al-Qur’an learning through the At-Taisir method at Abinnur Al-Islami Islamic Boarding School, Panyabungan Utara, Mandailing Natal. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and tests, then analyzed by data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal: (1) The learning process follows systematic planning, implementation, and evaluation. Students repeat verses and memorize gradually, ensuring retention. (2) Memorization improvement emphasizes Tajweed, Fashahah for recitation fluency, and reinforcement through writing, oral repetition, prayer recitation, and the Manzil method. (3) The quality of Tahfizh learning improved significantly after applying the At-Taisir method, seen in increased knowledge, skills, and character development. (4) The method’s effectiveness is supported by clear objectives, appropriate strategies, comprehensive planning, adequate facilities, structured programs, efficient implementation, and supervision systems. Overall, the At-Taisir method effectively enhances memorization and the quality of Tahfizh Al-Qur’an learning, contributing to both academic and spiritual development of students.
Upaya Madrasah dalam Menjaga Kedisiplinan Ibadah Shalat Fardhu Zhuhur: Studi Kasus di MTs. S Baitur Rahman Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara Siagian, Desram; Nasution, Abdusima; Dalimunthe, Latifah Annum; Amin, Muhammad; Fata, Nahriyah
Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization Vol. 1 No. 1 (2025): Hadara: Journal of Da'wah and Islamic Civilization
Publisher : PT. Student Rihlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjdic.v1i1.24

Abstract

This study aims to describe the efforts made by the madrasah in maintaining the discipline of the implementation of the Fardhu Zhuhur prayer at MTs. S Baitur Rahman Parau Sorat, Batang Onang District, North Padang Lawas Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The data obtained was analyzed descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that madrasas carry out various coaching strategies, such as routine scheduling of congregational prayers, active involvement of teachers in supervision and coaching, and habituation of a religious environment. In addition, madrassas also provide spiritual motivation to students through religious activities. The obstacles faced include the lack of awareness of some students and the limited worship support facilities. Overall, the efforts made by the madrasah are quite effective in fostering student discipline in carrying out obligatory prayers in congregation.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Quizizz pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Ibadah dalam Kurikulum Merdeka Nst, Wardian Syah; Zulhammi, Zulhammi; Nasution, Abdusima
AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol 2 No 01 (2025): AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas (STIT PL) Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3724/al-ibroh.v2i01.43

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning at State Vocational High School 1 Barumun is still predominantly conducted through lecture-based methods and the use of textbooks. As a result, it tends to be less engaging and less effective in enhancing students’ understanding of worship-related materials, which are both conceptual and practical in nature. The lack of active student involvement and the limited use of educational technology present significant challenges in the digital era, especially considering that today’s students are digital natives who respond more positively to interactive and technology-based media. Therefore, there is a need for innovative, technology-integrated learning media that align with their characteristics and support the principles of the Merdeka Curriculum. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, involving IRE teachers and Phase E students (Grade 10). The instruments used included observation, interviews, questionnaires, tests, and expert validations in content, media, and language. The results showed that the developed media was highly valid (95.48%), highly practical (95.50% from teachers and 82.45% from students), and moderately effective, with an average N-Gain of 63.96. Thus, the Quizizz-based digital learning media is considered suitable for improving students’ understanding and active engagement in Islamic Religious Education.