Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM; PANDANGAN ISLAM TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN DARI MASA KLASIK HINGGA MODERN Siregar, Ahmad Ihsan Pardamean; Pohan, Amriansyah; Nasution, Abdusima
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/h8zacg74

Abstract

Pendidikan perempuan merupakan salah satu isu krusial dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikan pertama dan terpenting dimulai di lingkungan keluarga, di mana peran ibu sangat penting dalam mendidik anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan bagi perempuan secara tidak langsung berkontribusi terhadap persiapan generasi masa depan suatu bangsa. Harapannya, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis mengenai pendidikan perempuan. Dengan demikian, penelitian ini ingin memberikan penjabaran mengenai pendidikan perempuan dalam persefektif Islam dan perekembangan pendidikan perempuan yang berlandasakan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif-deskriptif untuk menganalisis perkembangan pendidikan perempuan dari perspektif Islam. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai kemajuan pendidikan perempuan dalam konteks Islam. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari teks-teks yang membahas perkembangan pendidikan perempuan baik pada era klasik maupun modern, di samping itu juga teks-teks yang mengkaji kemajuan sekolah-sekolah pendidikan perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menelusuri karya ilmiah dan buku-buku yang membahas topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam, pendidikan merupakan hak sekaligus kewajiban setiap individu Muslim, termasuk perempuan. Tujuan utama dari pendidikan ini adalah untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, cerdas, dan bermartabat. Ajaran Islam dengan jelas mendorong perempuan untuk mengejar ilmu di berbagai bidang, menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk beribadah dan mencapai martabat diri. Dan, Islam memberikan perempuan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi intelektual dan berkontribusi secara sosial. Pendidikan tidak hanya terfokus pada ruang domestik, tetapi juga meluas ke ranah akademik, profesional, dan pengembangan diri secara menyeluruh. Akhirnya, tujuan dari semua ini adalah untuk melahirkan perempuan Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat manusia secara keseluruhan.
Peran guru dan murid dalam tradisi Islam Hasibuan, Kholidah Hannum; Harahap, Raufan Syiddik; Nasution, Abdusima
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces505600

Abstract

Pendidikan islam pada hakikatnya memberikan peran yang penting kepada guru dan murid dalam proses pembelajaran. Secara tradisi yang dipaparkan semenjak masa Rasulullah SAW, pendiddikan dimulai dengan pengajaran agama sebagai tujuan utama. Seiring berkembagnya zaman lingkup pendidikan tidak hanya mencakup pada agama semata. Hal ini mempengaruhi peran guru dan murid dalam proses pendidikan. Artikel ini ditulis untuk mendalami dan memaparkan bagaimana pendidikan islam pada masa lampau hingga pengaruhnya pada masa sekarang serta peran guru dan murid pada masa lampau dan bagaimana perbandingannya dengan masa sekarang. Pembahasan dalam artikel ini tidak hanya mencakup secara teori umum tetapi juga dalam sudut pandang tradisi islam. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode literature review  atau kajian literatur yang mengkaji teori-teori serta mendapat informasi dan data dari sumber-sumber ilmiah.. Artikel ini menjabarkan bagaimana perkembangan pendidikan islam dan perkembangan peran-peran yang terlibat di dalamnya dari masa ke masa yang di fokuskan pada 4 masa yaitu: masa Rasulullah SAW, masa Khulafaur Rasyidin, serta masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah. Secara keseluruhan artikel ini bertujuan sebagai bentuk bacaan untuk sebagai pembelajaran dan penyadaran bahwa dalam pendidikan ada peran dan tanggungjawab yang patut dipenuhi.
Efektivitas Metode At-Taisir dalam Meningkatkan Hapalan dan Kualitas Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Hidayat, Taupiq; Erawadi, Erawadi; Nasution, Abdusima
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 2 July 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i2.2856

Abstract

This study investigates Tahfizh Al-Qur’an learning through the At-Taisir method at Abinnur Al-Islami Islamic Boarding School, Panyabungan Utara, Mandailing Natal. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and tests, then analyzed by data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal: (1) The learning process follows systematic planning, implementation, and evaluation. Students repeat verses and memorize gradually, ensuring retention. (2) Memorization improvement emphasizes Tajweed, Fashahah for recitation fluency, and reinforcement through writing, oral repetition, prayer recitation, and the Manzil method. (3) The quality of Tahfizh learning improved significantly after applying the At-Taisir method, seen in increased knowledge, skills, and character development. (4) The method’s effectiveness is supported by clear objectives, appropriate strategies, comprehensive planning, adequate facilities, structured programs, efficient implementation, and supervision systems. Overall, the At-Taisir method effectively enhances memorization and the quality of Tahfizh Al-Qur’an learning, contributing to both academic and spiritual development of students.
Upaya Madrasah dalam Menjaga Kedisiplinan Ibadah Shalat Fardhu Zhuhur: Studi Kasus di MTs. S Baitur Rahman Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara Siagian, Desram; Nasution, Abdusima; Dalimunthe, Latifah Annum; Amin, Muhammad; Fata, Nahriyah
Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization Vol. 1 No. 1 (2025): Hadara: Journal of Da'wah and Islamic Civilization
Publisher : PT. Student Rihlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjdic.v1i1.24

Abstract

This study aims to describe the efforts made by the madrasah in maintaining the discipline of the implementation of the Fardhu Zhuhur prayer at MTs. S Baitur Rahman Parau Sorat, Batang Onang District, North Padang Lawas Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The data obtained was analyzed descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that madrasas carry out various coaching strategies, such as routine scheduling of congregational prayers, active involvement of teachers in supervision and coaching, and habituation of a religious environment. In addition, madrassas also provide spiritual motivation to students through religious activities. The obstacles faced include the lack of awareness of some students and the limited worship support facilities. Overall, the efforts made by the madrasah are quite effective in fostering student discipline in carrying out obligatory prayers in congregation.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Quizizz pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Ibadah dalam Kurikulum Merdeka Nst, Wardian Syah; Zulhammi, Zulhammi; Nasution, Abdusima
AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol 2 No 01 (2025): AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas (STIT PL) Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning at State Vocational High School 1 Barumun is still predominantly conducted through lecture-based methods and the use of textbooks. As a result, it tends to be less engaging and less effective in enhancing students’ understanding of worship-related materials, which are both conceptual and practical in nature. The lack of active student involvement and the limited use of educational technology present significant challenges in the digital era, especially considering that today’s students are digital natives who respond more positively to interactive and technology-based media. Therefore, there is a need for innovative, technology-integrated learning media that align with their characteristics and support the principles of the Merdeka Curriculum. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, involving IRE teachers and Phase E students (Grade 10). The instruments used included observation, interviews, questionnaires, tests, and expert validations in content, media, and language. The results showed that the developed media was highly valid (95.48%), highly practical (95.50% from teachers and 82.45% from students), and moderately effective, with an average N-Gain of 63.96. Thus, the Quizizz-based digital learning media is considered suitable for improving students’ understanding and active engagement in Islamic Religious Education.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Quizizz pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Ibadah dalam Kurikulum Merdeka Nst, Wardian Syah; Zulhammi, Zulhammi; Nasution, Abdusima
AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol 2 No 01 (2025): AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas (STIT PL) Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning at State Vocational High School 1 Barumun is still predominantly conducted through lecture-based methods and the use of textbooks. As a result, it tends to be less engaging and less effective in enhancing students’ understanding of worship-related materials, which are both conceptual and practical in nature. The lack of active student involvement and the limited use of educational technology present significant challenges in the digital era, especially considering that today’s students are digital natives who respond more positively to interactive and technology-based media. Therefore, there is a need for innovative, technology-integrated learning media that align with their characteristics and support the principles of the Merdeka Curriculum. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, involving IRE teachers and Phase E students (Grade 10). The instruments used included observation, interviews, questionnaires, tests, and expert validations in content, media, and language. The results showed that the developed media was highly valid (95.48%), highly practical (95.50% from teachers and 82.45% from students), and moderately effective, with an average N-Gain of 63.96. Thus, the Quizizz-based digital learning media is considered suitable for improving students’ understanding and active engagement in Islamic Religious Education.
Menakar Kompetensi Dosen Pendidikan Agama Islam Di Era Society 5.0 Nasution, Abdusima; Arsyad, Junaidi; Kurniawan, Syamsul
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/di.v11i1.10409

Abstract

Islamic Religious Education lecturers are required to be lecturers who always follow the flow of digital technology. Learning must be immediately abandoned towards conventional learning with digital society 5.0 nuances. Learning Islamic Religious Education by integrating technology and Islamic education has become an obligation to keep up with developments in educational technology. This preparation requires encouragement in managing materials, learning models and applications in an academic climate. This ability is intended so that lecturers are not left behind by students' abilities. Competencies that must be possessed in addition to mastery of technology are the competence of integrating Islamic values in technology-based learning, the competence of mastering curriculum development relevant to the era of society 5.0, the competence of academic guidance oriented to the era of society 5.0 and the competence of evaluating students' competence in using technology in learning, skills, critical , analytical and relevance of Islamic education values to the era of society 5.0.
PENDIDIKAN ISLAM DI ASIA TENGGARA (INDONESIA, MALAYSIA DAN BRUNEI) Anggraini Hsb, Silvia; Abdul Wadud, Amru; Nasution, Abdusima
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.405-421

Abstract

Pendidikan Islam di Asia Tenggara telah mengalami perkembangan yang pesat, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti ketimpangan akses, kualitas pengajaran yang bervariasi, dan keterbatasan dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi situasi pendidikan Islam di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, serta analisis terhadap dokumen pendidikan di masing-masing negara. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam struktur dan kurikulum pendidikan Islam antar negara, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif serta sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dengan tuntutan globalisasi dalam pendidikan juga menjadi perhatian. Kesimpulannya, untuk memperbaiki sistem pendidikan Islam di Asia Tenggara, diperlukan reformasi kebijakan yang menyeluruh, peningkatan pelatihan bagi pendidik, serta kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
PENGARUH PERADABAN ISLAM DI DUNIA PENDIDIKAN Haj Siagian, Irpan; Lenasari, Rhama; Nasution, Abdusima
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.422-439

Abstract

Peradaban Islam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan di dunia. Meskipun kontribusinya telah diakui, pemahaman mengenai bagaimana nilai-nilai dan prinsip pendidikan Islam mempengaruhi pendidikan modern masih terbatas. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya kajian yang mendalam tentang dampak peradaban Islam terhadap kurikulum, metode pengajaran, serta pembentukan karakter dalam pendidikan masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh peradaban Islam dalam perkembangan pendidikan, dengan fokus pada bagaimana prinsip-prinsip Islam telah membentuk struktur pendidikan dan pendekatan pengajaran yang digunakan di era sekarang. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang mencakup tinjauan literatur dari berbagai sumber sejarah, buku, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Kajian ini melibatkan analisis tentang kontribusi para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam, seperti pengembangan sistem pendidikan di madrasah, peran ulama dalam mentransfer ilmu pengetahuan, serta prinsip-prinsip pendidikan Islam yang mengutamakan keseimbangan antara ilmu, moralitas, dan etika. Penelitian ini juga menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pendidikan kontemporer serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di dunia pendidikan global saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh peradaban Islam terhadap perkembangan pendidikan dunia, serta untuk memahami relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pendidikan modern. Kesimpulannya, peradaban Islam telah memberikan warisan berharga dalam membentuk konsep pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan intelektual dan moral. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dapat memberikan solusi bagi tantangan dalam pendidikan global, dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan etika.
Pengembangan Materi ‘Ubudiyah Berbasis Teknologi Majelis Ta’lim Ruhul Islam Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Daulay, Mhd. Hasbin; Erawadi, Erawadi; Nasution, Abdusima
Lentera Ilmu: Jurnal Kependidikan, Riset dan Teoritis Vol. 2 No. 01 (2025): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning at Majelis Taklim Ruhul Islam in Barumun is still dominated by lecture methods and textbook usage, making it less engaging and less effective in enhancing participants’ understanding—especially of worship-related material that is both conceptual and practical. Low participant involvement and the limited use of educational technology present major challenges, particularly for digital native learners who are more interested in interactive media. This study aims to develop a Quizizz-based digital learning media for worship material in IRE at SMK Negeri 1 Barumun, and to examine its validity, practicality, and effectiveness. The research employed the ADDIE development model with IRE teachers and tenth-grade students as subjects. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, tests, and expert validation. Results showed the media’s validity at 95.48% (highly valid), practicality at 95.50% (teachers) and 82.45% (students), and effectiveness with an N-Gain of 63.96 (moderate category). The media effectively improves understanding and participation, and aligns with the principles of the Merdeka Curriculum.