Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Baru Jurusan Pendidikan Geografi Pada Mata Pelajaran Geografi Materi SIG Di SMA TA 2023/2024 Simaremare, Ermas; Simamora, Angelina Setia; Rahmadayanti; Sabela, Serli
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i5.8113

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu topik pembelajaran geografi yang dianggap sulit oleh siswa karena memerlukan pemahaman teori dan praktik teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala pembelajaran SIG pada siswa SMA kelas XII IPS, khususnya dalam penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam pembelajaran SIG meliputi terbatasnya media pengajaran, metode pengajaran yang kurang variatif, dan penggunaan sarana prasarana yang tidak optimal. Guru cenderung menggunakan buku bacaan sebagai media utama tanpa memanfaatkan aplikasi ArcGIS, yang penting dalam pembelajaran SIG. Metode ceramah dominan digunakan tanpa praktik langsung, padahal pendekatan kombinasi seperti penggunaan PowerPoint, video, dan praktik langsung lebih efektif. Meskipun sebagian besar sekolah memiliki laboratorium dengan perangkat komputer dan proyektor, penggunaannya masih rendah akibat kurangnya pengetahuan guru dan siswa, keterbatasan dana, serta pengelolaan laboratorium yang kurang baik. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam teknologi SIG, diversifikasi metode pengajaran, dan optimalisasi laboratorium sekolah. Dengan langkah ini, diharapkan pembelajaran SIG dapat menjadi lebih efektif dan mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam bidang geografi.
Mengidentifikasi Permasalahan Dalam Materi Ilmu Sosial (IPS) Oleh Guru Kelas 8 SMP Simamora, Angelina Setia; Friska Salsabila; Risbue Siregar; Hardi Zebua
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v13i7.12092

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam pengembangan materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) oleh guru kelas 8 di SMP Pahlawan Nasional Medan. Beberapa kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber belajar, metode pengajaran yang masih konvensional, rendahnya minat siswa terhadap IPS, serta keterbatasan dalam penggunaan teknologi dan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menganalisis faktor penyebab serta mencari solusi yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS memerlukan inovasi dalam metode pengajaran, pemanfaatan teknologi, serta dukungan dari pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penerapan pembelajaran berbasis proyek, penggunaan media digital, serta optimalisasi strategi manajemen waktu dapat menjadi solusi dalam meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran IPS bagi siswa.
Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Jurnal Ilmiah Pendidikan Geografi Muftih, Anisa; Rahmadayanti, Rahmadayanti; Simamora, Angelina Setia; Marpaung, Viviana Br; Khairunnisa, Khairunnisa; Sipayung, Hadriadi Iskandar
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i1.2418

Abstract

Writing a good and correct scientific journal is very important in the academic world, especially in the field of geography education. However, in practice, there are still many errors in the use of Indonesian language that are in accordance with applicable rules. This study aims to analyze various errors in the use of Indonesian language found in scientific journals of geography education, both in terms of morphology, syntax, and semantics. The method used in this study is qualitative descriptive analysis with a document study approach to a number of scientific journals of geography education published in recent years. The results of the study indicate that the most common errors found include the use of spelling that is not in accordance with the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI), ineffective sentence structures, inaccuracy in word choice, and the use of foreign terms that are not in accordance with the linguistic context. In addition, errors were also found in the use of punctuation and poor inter-paragraph coherence, which affects the readability and clarity of meaning in the scientific journal. Therefore, efforts are needed to increase awareness and understanding of academics, especially in the field of geography education, regarding the importance of using good and correct Indonesian language in scientific publications. Thus, the quality of scientific journals can be improved and can become a more credible source of reference in the academic world.
Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Jurnal Ilmiah Pendidikan Geografi Muftih, Anisa; Rahmadayanti, Rahmadayanti; Simamora, Angelina Setia; Marpaung, Viviana Br; Khairunnisa, Khairunnisa; Sipayung, Hadriadi Iskandar
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i1.2418

Abstract

Writing a good and correct scientific journal is very important in the academic world, especially in the field of geography education. However, in practice, there are still many errors in the use of Indonesian language that are in accordance with applicable rules. This study aims to analyze various errors in the use of Indonesian language found in scientific journals of geography education, both in terms of morphology, syntax, and semantics. The method used in this study is qualitative descriptive analysis with a document study approach to a number of scientific journals of geography education published in recent years. The results of the study indicate that the most common errors found include the use of spelling that is not in accordance with the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI), ineffective sentence structures, inaccuracy in word choice, and the use of foreign terms that are not in accordance with the linguistic context. In addition, errors were also found in the use of punctuation and poor inter-paragraph coherence, which affects the readability and clarity of meaning in the scientific journal. Therefore, efforts are needed to increase awareness and understanding of academics, especially in the field of geography education, regarding the importance of using good and correct Indonesian language in scientific publications. Thus, the quality of scientific journals can be improved and can become a more credible source of reference in the academic world.
Pembuatan dan Uji Keefektivitasan Pupuk Organik Limbah Kulit Bawang Elfayetti; Elsa Kadiana; Anisa Muftih; Serli Sabela; Simamora, Angelina Setia; Friska Salsabilla; Sipayung, Hadriadi Iskandar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit bawang seringkali dianggap sebagai sampah yang tidak memiliki nilai guna, padahal kandungan alaminya berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan dan uji efektivitas pupuk organik berbahan dasar limbah kulit bawang terhadap pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair yang dihasilkan melalui fermentasi menggunakan bioaktivator seperti EM4 atau molase diuji terhadap kandungan hara serta pengaruhnya terhadap tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari kulit bawang tidak memiliki kandungan organik yang signifikan, namun tetap memiliki pH yang mendukung pertumbuhan tanaman, yakni berkisar antara 6,8 hingga 7,0. Selain itu, meskipun kandungan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam pupuk ini relatif rendah dibandingkan pupuk kimia, penggunaannya tetap memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang. Pupuk ini membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan limbah kulit bawang sebagai pupuk organik alternatif yang ramah lingkungan dengan potensi pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Pisang Coklat dan Es Timun untuk Meningkatkan Penjualan Usaha Kuliner Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Medan Harefa, Meilinda Suriani; Hidayat, Syukrie; Simamora, Angelina Setia; Hasibuan, Novita Annisah; Sinaga, Risdo Hotray; Sipayung, Hadriadi Iskandar
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kewirausahaan adalah sarana penting untuk mengajarkan siswa kreativitas, kemampuan manajerial, dan keterampilan mengelola usaha secara praktis. Dalam kegiatan bazar kewirausahaan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan mengembangkan strategi pemasaran untuk produk pisang coklat dan es timun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi ini. Produk ini dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya sederhana, dan memiliki pangsa pasar luas di kampus. Penetapan harga kompetitif, promosi melalui media sosial, lokasi penjualan yang strategis, dan pelayanan responsif adalah beberapa pendekatan pemasaran yang dapat digunakan. Hasil penjualan menunjukkan bahwa kedua produk mendapat respons yang baik dari pelanggan, terutama es timun yang menjual paling banyak. Pendapatan total sebesar Rp740.000 dan laba bersih sebesar Rp467.500 menunjukkan keberhasilan ini. Oleh karena itu, perencanaan stok yang buruk, manajemen waktu produksi yang buruk, dan pencatatan transaksi yang tidak sistematis adalah masalah lain dalam proses ini. Analisis ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan penjualan dan mengajarkan siswa bagaimana mendirikan bisnis kuliner skala kecil.
Analisis Penerapan Penjaminan Mutu Pendidikan dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah SMA Swasta PAB 8 Saentis Percut Sei Tuan Tahun 2025/2026 Yuniastuti, Eni; Simamora, Angelina Setia; Situmorang, Duma Yanti; Nasution, Khairunnisa; Sembiring, Samariana; Asmara, Widya
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Swasta PAB 8 Saentis Percut Sei Tuan. Penerapan PMP menjadi elemen krusial untuk memastikan proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu mulai dari tahap perencanaan, proses belajar mengajar, hingga tahapan evaluasi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka sudah berlangsung, tetapi masih ada kendala seperti kurangnya kompetensi guru dalam menyusun modul ajar, fasilitas yang belum optimal, dan kurangnya konsistensi dalam pemantauan serta evaluasi mutu. Beberapa faktor yang mendukung antara lain komitmen dari pihak sekolah, dukungan dari yayasan, serta kemauan guru untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru. Sementara itu, strategi untuk meningkatkan mutu dilakukan melalui pelatihan bagi guru, evaluasi secara berkala, serta penguatan sistem manajemen di sekolah. Penelitian ini memberikan wawasan yang signifikan bagi sekolah dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Identifikasi Tingkat Kerawanan Longsor di Kabupaten Karo Berdasarkan Karakteristik Wilayah Syari’I Damanik, Muhammad Ridha; Kardiana, Elsa; Hutauruk, Mutiara Cristeofani; Luahambowo, Kerin Sisca Octaviani; Simamora, Angelina Setia; Bancin, Girang Stevani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko longsor di Kabupaten Karo dengan menggunakan data spasial dari Sistem Informasi Geografis (SIG). Kabupaten Karo memiliki bentang alam yang berbukit, lereng curam, dan kondisi geologi yang tidak stabil, sehingga rentan terhadap longsoran, terutama ketika hujan deras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan menganalisis data sekunder seperti curah hujan, kemiringan lereng berdasarkan Digital Elevation Model (DEM), jenis tanah, dan penggunaan lahan. Data tersebut diolah menggunakan teknik pembobotan dan overlay untuk membuat peta zonasi kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko longsor dipengaruhi oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Beberapa wilayah seperti Tiganderket, Naman Teran, Payung, Simpang Empat, dan Barusjahe masuk dalam kategori kerawanan tinggi karena terletak di daerah perbukitan, memiliki curah hujan tinggi, tanah yang mudah menyerap air, serta perubahan penggunaan lahan yang tidak terencana. Sementara itu, area dataran seperti Berastagi, Kabanjahe, dan Tiga Panah cenderung memiliki risiko yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya penerapan penataan ruang yang mempertimbangkan risiko, rehabilitasi lingkungan, pengembangan sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat untuk mengurangi dampak longsor di masa depan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana di Kabupaten Karo.