Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Sanitasi Industri Pangan pada UMKM Pangan Lokal di Dusun Rangsot Timur, Kabupaten Lombok Utara Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Perdhana, Firman Fajar; Pawestri, Setyaning; Handito, Dody; Pertiwi, Made Gendis Putri; Yasa, I Wayan Sweca; Utama, Qabul Dinanta; Rasyda, Riezka Zuhriatika; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Unsunnidhal, Lalu; Fuadi, Mi’raj; Saputra, Oki; Antesty, Sella; Amaliah, Wenny; Wardatullatifah , Ince Siti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8255

Abstract

UMKM pangan lokal memainkan peranan penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat yang tentu saja bermuara pada peningkatan perekonomian nasional. Salah satu wilayah di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki UMKM pangan lokal adalah Dusun Rangsot Timur, Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Target pasar yang lebih luas untuk peredaran produk dapat dicapai apabila produk pangan lokal tersebut sudah terjamin mutu dan keamanan pangan. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM pangan lokal sebab produk yang tidak terjamin mutu dan keamanannya akan berdampak pada kesehatan konsumen dan keberlangsungan usaha itu sendiri. Penjaminan mutu dan keamanan pangan dapat dicapai dengan menerapkan sanitasi yang baik selama proses produksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk membentuk kesadaran dan pengetahuan mengenai praktik sanitasi yang baik di kalangan pelaku UMKM pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi aspek dan implementasi sanitasi dalam industri pangan. Tahapan program pengabdian masyarakat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Ketercapaian program pengabdian diukur dengan menggunakan Skala Likert dengan skor kuesioner 1-4. Hasil kuesioner para peserta dianalisis menggunakan metode deskriptif. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatan pengetahuan peserta tentang sanitasi industri pangan yang signifikan sebesar 8,71%. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong UMKM pangan di Dusun Rangsot Timur untuk mengimplementasikan praktik sanitasi yang efektif, meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Inovasi minuman cokelat-kopi instan berbasis produk lokal di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Zainuri, Zainuri; Yusuf, Aulia Islamiati; Arsyi, Elmia Kharisma; Rahayu, Novia; Nofrida, Rini; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Pertiwi, Made Gendis Putri; Afriansyah, Dilla; Utama, Qabul Dinanta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30455

Abstract

Abstrak Transformasi komoditas hasil pertanian daerah menjadi berbagai produk pangan olahan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut yang secara tidak langsung mendorong kenaikan perekonomian warga. Desa Pakuan, yang berada di Kabupaten Lombok Barat ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah provinsi NTB sebagai upaya pementasan kemiskinan di wilayah NTB. Cokelat dan kopi merupakan hasil pertanian dari Desa Pakuan. Inovasi pengolahan produk pangan berbahan baku cokelat dan kopi perlu dilakukan demi mendukung program Desa Wisata di Desa Pakuan. Tujuan pengabdian ini memberikan pelatihan tentang pengolahan produk berbahan baku cokelat dan kopi. Produk yang akan dihasilkan berupa serbuk minuman instan cokelat kopi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun lalu dan dihadiri oleh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Tahapan kegiatan pelatihan terdiri dari tahapan persiapan; pelaksanaan pelatihan; dan terakhir evaluasi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi singkat tentang pengolahan produk minuman instan yang akan diproduksi menggunakan bubuk cokelat dan bubuk kopi sebagai bahan utama. Proses pembuatan cukup sederhana yakni dengan menimbang dan mencampurkan bahan-bahan seperti cokelat bubuk, kopi bubuk, susu krimer bubuk, dan perisa vanila. Setelahnya, diberikan juga pengetahuan tentang cara mengemas produk yang sudah dihasilkan. Produk harus dijamin agar tersimpan dalam wadah tertutup supaya tidak menggumpal dan cepat rusak mengingat karakteristik produk yang berkadar air rendah dan kering. Di akhir kegiatan masyarakat memahami cara membuat serbuk minuman instan cokelat kopi dengan mempraktikkannya secara langsung. Masyarakat juga mengetahui cara menyimpan dan mengemas produk yang sudah dihasilkan. Kata kunci: desa wisata; serbuk; kakao; instan Abstract Processing regional agricultural commodities into various processed food products can increase the economic value of these commodities which indirectly encourages an increase in the economy of the community. Pakuan Village, located in West Lombok Regency, was designated as a tourism village by the NTB provincial government as an attempt to alleviate poverty in the NTB region. Chocolate and coffee are agricultural products from Pakuan Village. Product processing innovations made from chocolate and coffee need to be done to support the Tourism Village program in Pakuan Village. The purpose of this service is to provide training on processing food products made from chocolate and coffee. The product to be resulted is coffee chocolate instant drink powder. The activity was carried out in August last year and was attended by people who are members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The activities consisted of preparation; training implementation; and evaluation. The implementation of the activity began with providing brief material on the processing of instant beverage products that would be produced using chocolate powder and coffee powder as the main ingredients. The process is quite simple by weighing and mixing ingredients such as chocolate powder, coffee powder, milk creamer powder, and vanilla flavor. Afterwards, they are also given knowledge on how to package the products that have been produced. The product must be guaranteed to be stored in a closed container so that it does not clump and spoil quickly given the characteristics of the product which is low in moisture content and dry. At the end of the activity, the community understood how to make coffee chocolate instant drink powder by practicing it directly. The community also knows how to store and package the products that have been produced. Keywords: tourism village; powder; cocoa; instant
Pelatihan Inovasi Produk Pangan Berbasis Kopi di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Pertiwi, Made Gendis Putri; Zainuri, Zainuri; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Nofrida, Rini; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Arsyi, Elmia Kharisma; Yusuf, Aulia Islamiati; Ruhaeni, Ruhaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.917

Abstract

One of the government's flagship programs for poverty reduction in NTB is the establishment of Tourism Villages. Robusta coffee is one of the abundant plantation commodities in Pakuan Village. However, due to the limited knowledge of the community regarding post-harvest processing of coffee, the community only sells ground coffee with makeshift plastic packaging. In the food sector, many coffee diversification efforts have been developed, one of which is into snack food in the form of candy. This training aims to increase community knowledge and skills related to coffee-based product processing technology so that they can produce high-economic-value candy products. The training involved 18 participants of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The training consisted of several stages including preparation, material presentation, practice, and evaluation. The success indicator of this training is the increase in knowledge, skills, and interest of the participants in coffee candy products.  The discussion activities of the trainees and the practice of making candy showed the additional knowledge and skills gained by the trainees. After the training and mentoring, the community has the ability and experience to process coffee into candy products.ABSTRAKSalah satu program unggulan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan di NTB yaitu penetapan Desa Wisata. Kopi robusta merupakan salah satu komoditas perkebunan yang melimpah di desa Pakuan. Namun karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan pascapanen kopi menyebabkan masyarakat hanya menjual dalam bentuk kopi bubuk dengan kemasan plastik seadanya. Dalam bidang pangan upaya diversifikasi kopi telah banyak dikembangkan, salah satunya menjadi makanan kudapan berupa permen. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait teknologi pengolahan produk berbasis kopi sehingga mampu menghasilkan produk permen bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan melibatkan 18 peserta yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pelatihan ini terdiri dari beberapa tahapan meliputi persiapan, pemaparan materi, praktik, dan evaluasi. Adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan minat peserta pelatihan menjadi indikator keberhasilan pelatihan ini. Aktivitas diskusi dan kegiatan praktik pembuatan permen oleh peserta pelatihan membuktikan bahwa pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh peserta bertambah. Setelah terlaksananya pelatihan dan pendampingan, masyarakat memiliki kemampuan dan pengalaman mengolah kopi menjadi produk permen. 
PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH RUMPUT LAUT DI DESA EKAS BUANA KECAMATAN JEROWARU LOMBOK TIMUR Rahayu, Novia; Widyasari, Rucitra; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Pertiwi, Made Gendis Putri; Zainuri, Zainuri; Isnain, Fuad Sauqi; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Nofrida, Rini; Hidayatullah, Rizkiya Azzahra
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9277

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu sumber daya alam potensial di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur menjadi fokus utama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tingginya hasil panen rumput laut Ulva lactuca yang tumbuh di daerah pesisir desa Ekas Buana belum didukung oleh penerapan teknologi pengolahan produk olahan pangan yang inovatif akibat keterbatasan pengetahuan dan terbatasnya akses masyarakat pembudidaya rumput laut terhadap teknologi pengolahan sederhana. Faktor penyebab masih rendahnya nilai tambah rumput laut tersebut dapat diatasi dengan melakukan kegiatan pelatihan pengembangan produk olahan rumput laut yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut sebagai salah satu upaya diversifikasi produk.  Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan penting yaitu sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Pengolahan rumput laut Ulva lactuca menjadi produk flakes diikuti oleh para peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK. Kegiatan pelatihan berjalan baik, penuh antusiasme serta melibatkan peserta saat demonstrasi pembuatan flakes rumput laut. Flakes rumput laut yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai alternatif sarapan yang praktis, sehat bernutrisi serta mudah disajikan. Dengan demikian, melalui diversifikasi produk flakes rumput laut ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah rumput laut untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
MERAJUT PANGAN NUSA TENGGARA BARAT: MENGINTEGRASIKAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGURANGAN KEHILANGAN PANGAN Zainuri, Zainuri; Sjah, Taslim; Widyasari, Rucitra; Pertiwi, Made Gendis Putri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1539

Abstract

Pembangunan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini masih didominasi oleh pendekatan peningkatan produksi komoditas pertanian sebagai respons terhadap kebutuhan konsumsi dan pertumbuhan penduduk. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan sistem pangan secara menyeluruh, khususnya dalam menekan kehilangan pangan (food loss dan food waste) di sepanjang rantai pasok. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan integratif dalam merajut sistem pangan Provinsi NTB dengan menghubungkan peningkatan produksi dan pengurangan kehilangan pangan sebagai strategi komplementer. Penulisan artikel menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah daerah Provinsi NTB, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehilangan pangan masih terjadi pada berbagai tahapan, terutama pada penanganan pascapanen dan distribusi, sehingga mengurangi efektivitas peningkatan produksi. Integrasi kebijakan produksi dan pengurangan kehilangan pangan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi sistem pangan daerah dan mendukung pembangunan pangan yang berkelanjutan di Provinsi NTB. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan di Provinsi NTB tidak serta-merta memperkuat ketahanan pangan tanpa pengurangan kehilangan pangan dalam sistem pascapanen dan distribusi.
Pemberdayaan UMKM Rumput Laut melalui Pelatihan Digital Marketing: Inovasi untuk Penguatan Ekonomi Lokal Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur Afriansyah, Dilla; Zainuri, Zainuri; Nofrida, Rini; Utama, Qabul Dinanta; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Pertiwi, Made Gendis Putri; Rahayu, Novia; Widyasari, Rucitra; Isnain, Fuad Sauqi; Hasanah, Nadia Permata
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2354

Abstract

This community engagement program aimed to enhance the digital marketing capacity of seaweed-based MSME actors in Ekas Village, Jerowaru District, East Lombok Regency through a participatory-based training approach. Conducted in August 2025, the program involved 30 participants. The training was structured into four stages: needs assessment, development of training modules, implementation of a digital marketing workshop, and evaluation using pre–post tests. The materials covered digital marketing strategies, visual content creation, the use of Instagram and WhatsApp Business, and brand identity strengthening. Evaluation results showed a 42% increase in participants’ understanding after the training. In addition, participants began independently applying digital marketing strategies, including creating promotional content, using business accounts, and developing digital catalogs. This program generated positive impacts such as increased product visibility and strengthened marketing networks for seaweed products. It is recommended that the program be continued through sustained mentoring and multi-stakeholder collaboration to support local economic resilience.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital marketing pelaku UMKM Rumput Laut di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur melalui pelatihan berbasis partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2025 dan melibatkan 30 peserta. Pelatihan dirancang dalam empat tahapan: analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, implementasi workshop digital marketing, serta evaluasi berbasis pre–post test. Materi mencakup strategi pemasaran digital, pembuatan konten visual, pemanfaatan Instagram dan WhatsApp Business, serta penguatan identitas merek (branding). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 42% setelah pelatihan. Selain itu, peserta mulai menerapkan strategi digital marketing secara mandiri, termasuk pembuatan konten promosi, penggunaan akun bisnis, dan penyusunan katalog digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan visibilitas produk rumput laut serta penguatan jejaring pemasaran. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi multi-stakeholder guna mendukung ketahanan ekonomi lokal.
PERAN STRATEGIS PANGAN LOKAL DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT Zainuri, Zainuri; Sjah, Taslim; Pertiwi, Made Gendis Putri
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.2022

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menghadapi tantangan akibat ketergantungan pada pangan nasional, kerentanan distribusi, dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis pangan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat NTB. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan laporan ketahanan pangan daerah. Analisis difokuskan pada keterkaitan dimensi ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan dengan potensi serta pemanfaatan pangan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pangan lokal berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui diversifikasi konsumsi, penguatan ekonomi rumah tangga, dan peningkatan ketahanan terhadap guncangan pasokan pangan nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menempatkan pangan lokal sebagai pilar penguatan ketahanan pangan berbasis konteks wilayah. Penelitian ini merekomendasikan pengarusutamaan pangan lokal dalam kebijakan pangan daerah sebagai strategi berkelanjutan memperkuat ketahanan pangan masyarakat NTB.