Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) yang Aman dan Nyaman di SMKN 10 Makassar Romadhani, Noor Fadilah; Ahmad, Irma Aswani; Rahman, Muhammad Haristo; Muhibuddin, Andi Firman; Aprianti, Dwi Wahyuni
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.78355

Abstract

Abstrak. Keselamatan lalu lintas merupakan isu kritis, terutama di sekitar lingkungan sekolah. Data menunjukkan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di Kota Makassar. Hal ini terjadi karena masih rendahnya kesadaran dan minimnya fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan siswa di SMKN 10 Makassar mengenai pentingnya ZoSS serta mendorong perubahan perilaku tertib berlalu lintas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan lima tahap yaitu tahap observasi awal, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi serta pelaporan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan guru dan siswa, meliputi pemutaran video edukasi keselamatan berkendara dan aturan ZoSS, pemaparan materi ZoSS, etika menyeberang jalan (4T), dan praktik pembuatan poster edukasi berbasis digital menggunakan Canva. Luaran yang dihasilkan adalah peningkatan kompetensi kognitif yang signifikan terkait keselamatan jalan ditunjukkan dengan akurasi kelas rata-rata 72% pada post-test. Terdapat produk inovasi berupa video animasi edukasi ZoSS dan poster digital. Diharapkan program ini menjadi model implementasi ZoSS berbasis edukasi yang berkelanjutan melalui pembentukan Tim Relawan Keselamatan Sekolah, berkontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kata Kunci: ZoSS, Keselamatan Lalu Lintas, Edukasi Digital 
Perencanaan Fasilitas Darat Pelabuhan Penyeberangan Berbasis Proyeksi Lalu Lintas Penumpang dan Kendaraan (Studi Kasus Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika) Muhibuddin, Andi Firman; Fada, Andi Tenri
Sustainable Civil Engineering Journal Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Department of Civil Education FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan penyeberangan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan di Indonesia, termasuk di Papua yang memiliki karakteristik geografis unik. Namun, fasilitas darat seperti terminal penumpang dan area parkir di Pelabuhan Penyeberangan Pomako, Kabupaten Mimika, masih terbatas dan belum mampu mengakomodasi pertumbuhan pengguna secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan ruang fasilitas darat berdasarkan proyeksi jumlah penumpang dan kendaraan. Data sekunder tahun 2017–2021 dianalisis menggunakan pendekatan proyeksi berbasis tren dan selanjutnya dihitung kebutuhan luasan fasilitas sesuai ketentuan Permenhub No. 40/2022. Berdasarkan proyeksi pengguna pelabuhan penyeberangan dan perhitungan menggunakan formula dengan pendekatan regulatif, kebutuhan ruang gedung terminal mencapai 2.316,6 m², sementara kebutuhan area parkir kendaraan baik untuk tujuan menyeberang maupun tujuan antar-jemput, mencapai 5.812,5 m². Temuan ini menegaskan perlunya perencanaan ulang fasilitas darat yang lebih adaptif dan efisien agar dapat mengurangi risiko kemacetan, waktu tunggu panjang, serta memastikan keberlanjutan pelayanan pelabuhan.
Upaya Peningkatan Daya Saing Produk pada UMKM Teng teng Malino melalui Desain Ulang Kemasan dan Metode Pemasaran Pertiwi, Nurlita; Rahmansah, Rahmansah; Haedar, Ahmad Wahidiyat; Muhibuddin, Andi Firman; Jusbaeni, Jusbaeni
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.79355

Abstract

Abstrak. Malino sebagai kawasan wisata unggulan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memiliki potensi ekonomi lokal melalui UMKM kuliner tradisional seperti teng-teng kacang dan wijen. Meski menjadi produk ikonik, UMKM masih menghadapi tantangan pada aspek kemasan yang sederhana dan kurang menarik, serta minimnya pemanfaatan media digital dan keterlibatan dalam promosi. Hal ini berdampak pada rendahnya daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM di Malino terkait inovasi kemasan dan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, sosialisasi, pelatihan desain kemasan, dan workshop pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi melalui edukasi mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya kemasan yang menarik dan informatif, serta strategi promosi berbasis media sosial. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas produk, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, edukasi pengemasan dan media promosi dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha UMKM di kawasan wisata Malino. Kata Kunci: UMKM, kemasan produk, promosi digital 
The Effect of Steel Fiber Content on The Splitting Tensile Strength of Steel Fiber Reinforced Concrete (SFRC) Mentari S. Sitorus; Indah N. Afiah; Zulfadli Ibrahim; Andi Firman Muhibuddin
Journal of Civil Engineering Vol. 40 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v40i2.7249

Abstract

Concrete is a composite material consisting of two main components namelyaggregate and cement mortar as a binder. Concrete has high compressive strengthbut weak tensile strength. The addition of fiber in concrete can improve ductilebehavior before collapse, inhibit the growth of crack expansion and increasedurability. This study aims to examine the effect of fiber content on themechanical properties of fiber concrete. The fibers used were ssteel fibers withhooked end, and l/d ratio = 67,7 mm with normal concrete quality f’c = 25 MPa.The percentage of fiber content used in this study was 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%,0,5%, 0,75%, 1%, 1,5% and 2%. The results showed that the addition of fiber inconcrete was able to increase the split tensile strength by 7 – 117%. Fiber concretehas higher ductility than normal concrete. This is indicated by the high deflectionof fiber concrete compared to the deflection of normal concrete under load.
Interaksi Fungsional PPI Paotere Dan PP Untia Dalam Mendukung Operasional Perikanan Tangkap Di Kota Makassar Fada, Andi Tenri; Ilyas, M. Irham; Kurnia, Muhammad; Muhibuddin, Andi Firman; Erlangga, Dhiaz
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.32740

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perikanan tangkap melalui penyediaan fasilitas, layanan perbekalan, dan sistem distribusi hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan fasilitas, tingkat operasional, dan pola interaksi fungsional antara PPI Paotere dan PP Untia dalam sistem perikanan tangkap Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui observasi 28 indikator fasilitas berdasarkan Permen KP No. 08/2012 dan survei terhadap 45 responden, sedangkan data sekunder meliputi statistik produksi, kunjungan kapal, serta perbekalan melaut. Tingkat operasional dinilai menggunakan lima indikator utama (BBM, air bersih, es, frekuensi kunjungan kapal, dan volume produksi) dengan sistem skoring komparatif, serta dianalisis spasial menggunakan ArcGIS untuk melihat konektivitas antar pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Untia memiliki tingkat ketersediaan fasilitas lebih tinggi (84%) dibandingkan PPI Paotere (61%). Namun, PPI Paotere memiliki tingkat operasional lebih tinggi jauh melampaui PP Untia. Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas tidak selalu sejalan dengan tingkat pemanfaatannya. Interaksi kedua pelabuhan bersifat komplementer, dengan Paotere sebagai pusat pendaratan utama dan Untia berpotensi sebagai pelabuhan perikanan penyangga. Integrasi fungsi, peningkatan aksebilitas, dan optimalisasi fasilitas pendukung diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pelabuhan perikanan di Kota Makassar.Kata Kunci: Fasilitas; Interaksi fungsional; Operasional; Pelabuhan Perikanan ABSTRACTFishing ports play a strategic role in supporting capture fisheries operations through the provision of facilities, logistical services, and fish distribution systems. This study aims to analyze facility availability, operational performance, and the pattern of functional interaction between Paotere Fishing Port (PPI Paotere) and Untia Fishing Port (PP Untia) within the capture fisheries system of Makassar City. A descriptive-comparative approach supported by quantitative data and spatial analysis was employed. Primary data were obtained through observation of 28 facility indicators based on Indonesian Ministerial Regulation (Permen KP No. 08/2012) and a survey of 45 respondents, while secondary data included production statistics, vessel visits, and fishing supply volumes. Operational performance was assessed using five key indicators (fuel supply, freshwater, ice, vessel visit frequency, and production volume) through a comparative scoring system, and spatial analysis using ArcGIS was applied to examine connectivity between the two ports. The results indicate that PP Untia has a higher level of facility availability (84%) compared to PPI Paotere (61%). However, PPI Paotere demonstrates substantially higher operational performance, far exceeding that of PP Untia. These findings suggest that facility completeness does not necessarily correspond to higher utilization levels. The interaction between the two ports is complementary, with Paotere functioning as the primary landing center and Untia having the potential to serve as a supporting fishing port. Functional integration, improved accessibility, and optimization of supporting facilities are required to enhance efficiency and sustainability within Makassar’s fisheries port system.Keywords: Facilities; Functional interaction; Operational; Fishing port
Pemanfaatan Limbah Tusuk Es Krim Menjadi Kerajinan Bagi Siswa SDI Sungguminasa Wiranata, Tri Amartha; Andriady Idhil, Andi Muhammad Rezky; Nurfadhilah, Ulfaizah Sahril; Muhibuddin, Andi Firman; Rahman, Muhammad Haristo
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/fc72tq80

Abstract

Siswa sekolah dasar memiliki potensi besar dalam pengembangan keterampilan motorik dan kreativitas, namun masih terbatasnya kegiatan terstruktur yang memfasilitasi pemanfaatan bahan bekas sebagai media pembelajaran kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman spasial siswa melalui pemanfaatan limbah tusuk es krim menjadi kerajinan miniatur tata letak bangunan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan bahan, pemberian instruksi teknis, serta pendampingan pembuatan karya secara berkelompok. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 19 siswa sekolah dasar yang terbagi ke dalam enam kelompok. Peserta dilatih merancang struktur bangunan sederhana yang dilengkapi area parkir dan vegetasi buatan sebagai elemen dasar tata ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil menyelesaikan satu miniatur tata letak bangunan dengan detail fungsional yang sesuai dengan instruksi. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan ketelitian, kreativitas, serta pengenalan awal terhadap prinsip tata letak dan struktur bangunan secara aplikatif. Program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis karya nyata dan pemanfaatan limbah dapat menjadi media pembelajaran efektif dalam mengembangkan imajinasi dan pemahaman spasial siswa sejak dini.
Revitalisasi Lingkungan Belajar melalui Fasilitas Visual Edukatif di RA Sekolah Cendekia Berseri Haedar, Ahmad Wahidiyat; Rizqiyah, Umara Hasmarani; Husnirrahman J; Jusbaeni, Jusbaeni; Muhibuddin, Andi Firman
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i2.1298

Abstract

Visual-based learning environments play an important role in supporting early childhood education, but their implementation is still not optimal in many schools. This problem was also found in RA Sekolah Cendekia Berseri, Makassar, where visual facilities were not educational enough and did not fully support learning interactions. This Community Partnership Program (PKM) activity aims to improve the quality of the learning environment through revitalizing visual facilities based on a participatory approach. The method used, namely participatory methods including training, diffusion of science and technology, awareness, mentoring, and direct practice involving teachers and students. The activity was carried out on April 11, 2026, involving around 15–20 teachers and education personnel. The results of the study showed a significant increase, marked by the creation of educational murals and a more interactive and child-friendly classroom arrangement. Teachers' understanding of the concept of educational visuals increased from 45% to 85%, spatial planning skills from 50% to 88%, and awareness of the importance of visual media from 55% to 90%. These findings indicate that participatory visual revitalization is effective in improving the quality of the learning environment and teacher capacity. However, limited time and resources remain a challenge, necessitating continued mentoring to ensure the program's sustainability.