Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Customary Law Perspective: Legal Protection of Children as Crime Victims (Study in Parigi Moutong Regency) Mardin, Nurhayati; Qalbi, Vivi Nur; Abu, Harun Nyak Itam; Kharismawan, Adiguna
International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/injurlens.v5i1.101

Abstract

This study aims to analyze the implementation of legal protection for child victims of violence and the juridical implications of resolving such cases through customary law mechanisms in Parigi Moutong Regency. Employing an empirical juridical method, the research incorporates a conceptual approach, a case approach, and a statute approach. Data were obtained through surveys, observations, and interviews with relevant stakeholders, and analyzed qualitatively. The findings reveal that legal protection for child victims has been implemented by relevant authorities, including law enforcement and child protection agencies. These efforts involve both formal legal proceedings and non-judicial support such as victim assistance and rehabilitation provided by the Department of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning. However, the research also highlights the ongoing practice of resolving cases particularly those involving sexual violence through customary law. Such resolutions often contradict national legal standards and principles of children's human rights. The preference for customary mechanisms among local communities and traditional leaders reflects sociocultural norms and the perceived accessibility of informal justice systems. The study underscores the need for policy harmonization between state law and customary practices to ensure the protection and fulfillment of children's rights.
Penyuluhun Hukum Terkait Upaya Pencegahan Cyberbullying Di Sekolah Menengah Pertama Kota Palu Mardin, Nurhayati; Harun Nyak Itam Abu; Vivi Nur Qalbi; Awaliah; Adiguna Kharismawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.15925

Abstract

Cyberbullying merupakan permasalahan serius di kalangan siswa dan siswi SMP, terutama dengan meningkatnya penggunaan media sosial tanpa pemahaman etika digital yang memadai. Dampak dari cyberbullying tidak hanya bersifat psikologis, seperti tekanan mental dan emosional bagi korban, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum bagi pelaku. Sayangnya, pemahaman siswa terkait aturan hukum yang mengatur cyberbullying masih sangat minim. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran serta pemahaman siswa mengenai bahaya dan aspek hukum dari cyberbullying. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang etika digital dan konsekuensi hukum cyberbullying. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan mekanisme pengaduan yang dapat membantu korban serta memberikan pendampingan hukum yang sesuai. Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui pendekatan edukatif dan hukum dalam dua bidang utama, yaitu pendidikan dan hukum. Dalam bidang pendidikan, dilakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai etika digital serta dampak negatif cyberbullying melalui seminar interaktif, diskusi kelompok, dan role-playing. Sementara itu, dalam bidang hukum, program ini mencakup penyuluhan mengenai peraturan hukum yang terkait dengan cyberbullying, pembentukan mekanisme pengaduan di sekolah, serta evaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Luaran yang ditargetkan meliputi peningkatan pemahaman siswa tentang etika digital dan aspek hukum cyberbullying, terbentuknya mekanisme pengaduan yang dapat diakses siswa, serta publikasi ilmiah terkait efektivitas program. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi siswa serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku. Kata Kunci: Cyberbullying; Etika Digital; Hukum Pidana; Perlindungan Anak; Sosialisasi Hukum
Penyuluhan Hukum Tentang Penguatan Pemahaman Kode Etik Profesi Guru di SMAN 1 Luwuk Irzha Friskanov. S; Dewi Kemala Sari; Widyatmi Anandy; Adiguna Kharismawan; Bambang Hermawan
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5691

Abstract

Legal counseling activities on strengthening understanding in the teacher professional code of ethics aim to increase teachers’ awareness and understanding of legal aspects that regulate responsibilities, rights, obligations, and consequences of violations of the professional code of ethics. Lack of understanding of legal regulations often leads to ethical violations that have an impact on the professionalism and image of teachers as educators. Therefore, this activity provides comprehensive and applicable knowledge through several methods, problem identification, interactive discussion counseling, case simulation, and evaluation and follow-up. This service activity was carried out at SMA Negeri 1 Luwuk which was attended by 25 teachers as participants. The main achievements of this activity include increasing teachers’ understanding of the code of ethics and its legal aspects, the establishment of a legal consultation forum for teachers, and reducing the potential for violations in the school environment. With this activity, it is hoped that teachers will be able to apply the code of ethics professionally, understand the legal consequences of violations, and build a strong legal culture in the educational environment. This counseling is a concrete step in creating an educational environment with integrity, accountability, and in accordance with applicable legal norms.
Desain Skuter Selam Pribadi Untuk Kegiatan Rekreasi Dengan Konsep Dua Posisi Berkendara Adiguna Kharismawan; Andhika Estiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2828

Abstract

Rekreasi bawah laut digemari oleh wisatawan di seluruh dunia. daya tarik dari pesona wisata bawah laut adalah keanekaragaman biota terutama terumbu karang. Fakta bahwa snorkeling dan scuba diving merupakan kegiatan yang juga ikut andil dalam perusakan habitat laut menjadi peluang untuk memperkembangkan rancangan DPV sebagai kendaraan bagi diver dan snorkeler untuk ikut dalam kampanye perlindungan terumbu karang di seluruh dunia karena DPV bisa menggantikan fin yang sering mengenai terumbu karang saat dikibaskan. Konsep skuter selam pribadi dengan dua posisi berkendara menjadi konsep dalam perancangan ini yang bertujuan untuk menghasilkan DPV (Diver Propulsion Vehicle) yang ergonomis saat berada di air dan di darat. Konfigurasi komponen utama di dalam DPV dan tambahan fitur action cam serta GPS. DPV ini ditujukan untuk dua pengoperasian yang bisa digunakkan untuk scuba diver dan snorkeler, untuk itu penelitian ini menggunakkan metode analisa terhadap user dan DPV eksisting. Underwater recreation is favored by tourists all over the world. The attractiveness of the underwater tourism charms is it marine life, especially coral reefs. The fact that snorkeling and scuba diving is an activity that also contributes to the destruction of marine habitats is an opportunity to develop the DPV design as a vehicle for diver and snorkeler to participate in coral reef protection campaigns around the world as DPV can replace the frequent fin on coral reefs when wagged . The concept of a private dive scooter with two driving positions becomes a concept in this design that aims to produce an ergonomic DPV (Diver Propulsion Vehicle) while on the water and on land. Configure the main components inside DPV and additional cam and cam action features. DPV is intended for two operations that can digunakkan for scuba diver and snorkeler, for that this research method of analysis of the user and existed DPV.