Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko Pada Mahasiswa Tingkat Pertama STIkes Piala Sakti Pariaman Zanah, Miftakhul; Zayani, Nofri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2039

Abstract

Hasrat seksual yang muncul pada saat seseorang memasuki usia remaja dapat menimbulkan perilaku-perilaku ke arah seksual beresiko. Salah satu tindakan preventif dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang reproduksi. Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tingkat pertama STIKes Piala Sakti Pariaman tentang kesehatan reproduksi sehingga terhindar dari perilaku seksual beresiko. Metode kegiatan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intrumen yang digunakan adalah power point text yang berisi materi tentang organ, proses, dan fungsi sistem reproduksi, infeksi menular seksual (IMS), aborsi, dan kekerasan seksual. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat pertama (baru masuk) di STIKes Piala Sakti Pariaman yang berjumlah 110 orang. Kegiatan ini telah dilakukan pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusias dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap kesehatan reproduksi dan seksual beresiko. Kesan mahasiswa dominan (98%) beranggapan bahwa penyuluhan ini sangat penting diberikan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat mencegah diri dari tindakan seksual yang beresiko terhadap diri sendiri dan orang lain. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tingkat pertama STIKes Piala Sakti Pariaman sehingga dapat terhindar dari perilaku seksual yang beresiko.  
Penyuluhan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan Maifita, Yesi; Rahmiwati, Rahmiwati; Zayani, Nofri; Ameliati, Sri; Arini, Larasauci; Aulia, Fajri Febrini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2040

Abstract

Jalan lintas Nagari Malai V Suku merupakan rute yang menghubungkan Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam. Jalan lintas ini merupakan jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Bentuk pertolongan pertama yang dapat diberikan kepada korban adalah memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penyuluhan dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan BHD yang baik dan benar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pertolongan darurat kecelakaan. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim adalah berupa penyuluhan BHD kepada masyarakat di Nagari Malai V Suku yang berjumlah 30 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu edukasi tentang BHD dengan media power point text, demonstrasi pertolongan BHD oleh tim, dan praktek pertolongan BHD oleh anggota masyarakat Malai V Suku. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemberian penyuluhan pertolongan darurat dengan BHD dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan darurat pada kecelakaan lalu lintas. Pemberian penyuluhan tentang pertolongan darurat kecelakaan ini diharapkan dapat disemilasikan oleh suatu anggota masyarakat ke anggota masyarakat lainnya sehingga banyak nyawa korban kecelakaan yang dapat diselamatkan.  
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Perundungan di STIKes Piala Sakti Pariaman Yuntarisa, Atika Pradana; Zayani, Nofri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2041

Abstract

Laporan perkembangan kasus perundungan dari berbagai perguruan tinggi saat ini telah memasuki fase yang mengkhawatirkan berbagai kalangan. Tujuan kegiatan sosialisasi ini untuk memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa STIKes Piala Sakti Pariaman tentang perundungan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah ceramah menggunakan power point text (PPT) tentang pengertian, penyebab, dampak, pencegahan, dan penanganan perundungan, kuisioner pretest dan posttest, tanya jawab, dan diskusi. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebanyak 100 orang. Kegiatan telah dilakukan pada pada hari Selasa tanggal 03 Desember 2024. Evaluasi dilakukan terhadap banyaknya mahasiswa yang bertanya, jawaban mahasiswa di kuisioner pretest dan posttest, dan jumlah kehadiran dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan mahasiswa STIKes Piala Sakti Pariaman memiliki antusias yang baik dalam mengikuti kegiatan sosialisasi yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan dari dominan cukup sebanyak 50 orang (50.00%) menjadi baik sebanyak 80 orang (80.00%). Kesimpulannya, pemberian sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan perundungan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga kampus STIKes Piala Sakti Pariaman.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ZAITUN TERHADAP STRETCH MARK IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH KAMBAR RISHEL, RIKA ASTRIA; ZAYANI, NOFRI; MAIFITA, YESI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.128

Abstract

Stretch marks are a common health problem in postpartum mothers. Stretch marks can appear in the mother's stomach area due to hormonal changes and skin stretching due to the increasing pregnancy. Management of stretch marks with non-pharmacological measures can be done with natural ingredients such as using olive oil. Olive oil which is rich in antioxidants and vitamin E can reduce itching, heat, dryness, and irritation. The purpose of this study was to determine the effect of giving olive oil to reduce stretch marks in postpartum mothers in the Pauh Kambar Health Center Work Area. The type of research is quantitative with a pre-experimental design with a one group pretest posttest approach. The research was conducted at the Pauh Kambar Health Center on July 22 - August 22, 2024. The population in this study were 15 postpartum mothers. The research sample was 15 postpartum mothers with a total sampling technique. The research instrument was an observation sheet. Data analysis was carried out using a paired t-test at the α = 5% level. The results of the study found that most postpartum mothers experienced stretch marks striae 3, namely 7 people (46.7%) before being given olive oil. After being given olive oil, the stretch marks formed were many striae 2, there were 8 people (53.3%). Bivariate analysis with paired t-test showed a p-value = 0.000 <α = 0.05 which means that there is an effect of giving olive oil on stretch marks in postpartum mothers in the Pauh Kambar Health Center work area. In conclusion, giving olive oil has an effect on stretch marks experienced by mothers in postpartum mothers in the Pauh Kambar Health Center work area. Suggestions for health workers should increase the provision of counseling once a month to postpartum mothers regarding stretch marks so as to reduce the fear of pregnant women.
THE EFFECT HEALTH EDUCATION ON PERSONAL HYGIENE KNOWLEDGE DURING MENSTRUAL IN STUDENTS AT SDN 01 V KOTO TIMUR ZAYANI, NOFRI; YOLANDA, YOSI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.130

Abstract

Reproductive health is a long-term asset that determines the success of having children. Maintaining reproductive organs in the form of personal hygiene actions is key to reproductive health, especially during menstruation. The lack of knowledge of a teenager in carrying out personal hygiene actions for external reproductive organs can trigger various diseases. The purpose of this study was to determine the effect of reproductive health education about personal hygiene during menstruation on the level of knowledge of female students at SDN 01 V Koto Timur. This study was quantitative with a pre-experimental design with a one group pretest posttest approach. The study was conducted on November 26, 2024 at SDN 01 V Koto Timur. The study population was all students of SDN 01 V Koto Timur who had experienced menstruation. The research sample was students who had experienced menstruation with a total sampling technique so that a sample of 35 people was obtained. The instrument used in the study was a knowledge questionnaire containing 15 question items with a Gutman scale. Data analysis used a paired t-test at the α level = 5%. The results of the study showed that the majority of students had a low level of knowledge, namely 25 people (71.43%) regarding personal hygiene during menstruation before being given reproductive health education. However, the majority of students had good knowledge of personal hygiene, namely 30 people (85.71%) after being given reproductive health education. The results of the paired t-test showed p-value = 0.002 <α = 0.05. It can be concluded that there is an effect of providing reproductive health education on the level of knowledge of personal hygiene during menstruation in students of SDN 01 V Koto Timur. Suggestion, this study is expected to be a reference for schools to provide education about personal hygiene periodically to students who are menstruating to avoid genital infections.
THE RELATIONSHIP BETWEEN HUSBAND'S KNOWLEDGE AND SUPPORT WITH PREGNANT WOMEN'S ANTENATAL CARE (ANC) VISIT COMPLIANCE IN THE PARIAMAN COMMUNITY HEALTH CENTER WORK AREA MAIFITA, YESI; ZAYANI, NOFRI; ZANAH, MIFTAKHUL
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.134

Abstract

Pregnancy for a woman is the most difficult phase in her life, especially for primiparous mothers. Routine pregnancy check-ups can prevent high-risk pregnancies such as preeclampsia and even maternal and fetal death. Husband's knowledge and support are supporting factors that can motivate pregnant women's compliance in undergoing pregnancy check-ups. This study aims to determine the relationship between husband's knowledge and support with compliance in conducting antenatal care (ANC) visits in pregnant women in the Pariaman Health Center Work Area. This type of research is quantitative with a cross-sectional study approach. The study was conducted on July 26-August 26, 2024. The population in this study were husbands of pregnant women who underwent ANC examinations at the Pariaman Health Center. The research sample was determined as many as 42 husbands of pregnant women by random sampling. Statistical tests using Chi Square at the α level = 5%. The results of the study showed that more than half of the respondents, namely 26 people (61.9%) had good knowledge, and supported their wives to have ANC examinations, namely 22 people (52.4%), and as many as 27 people (64.3%) were compliant in making Antenatal Care (ANC) visits. The results of the Chi square test on the knowledge aspect showed a p-value = 0.01 <α = 0.05, while on the support aspect the p-value was obtained = 0.03 <α = 0.05. In conclusion, there is a relationship between husband's knowledge and support with compliance with Antenatal Care visits in the Pariaman Health Center Work Area. Suggestions, further researchers from the health sector can provide counseling activities to husbands of pregnant women regarding the importance of conducting examinations during pregnancy in order to maintain the health and safety of the mother and fetus
Penyuluhan Bahaya Asap Rokok pada Suami Ibu Hamil Sebagai Strategi Penurunan Angka Stunting di Nagari Limau Puruik, Sumatera Barat Zayani, Nofri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.195

Abstract

Paparan asap rokok telah diteliti dapat menyebabkan kejadian bayi lahir berat badan rendah (BBLR) dan cacat. BBLR merupakan salah satu pemicu untuk meningkatan angka stunting di Indonesia. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran suami ibu hamil di Nagari Limau Puruik tentang bahaya rokok sebagai strategi penurunan angka stunting. Tahapan pada kegiatan ini terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Metode kegiatan yang dilakukan adalah bina suasana ruang dan partisipan, kuisioner pretest dan posttest, penyuluhan, diskusi, dan pembagian doorprize. Instrumen yang digunakan adalah power point text (PPT) dan leaflet terkait rokok dan bahayanya, serta hubungan rokok dengan bayi lahir rendah dan stunting. Partisipan dalam kegiatan ini adalah suami ibu hamil di Nagari Limau Puruik yang berjumlah 25 orang. Kegiatan telah dilakukan pada pada hari Kamis tanggal 13 Maret 2025. Tindak lanjut dengan melakukan evaluasi terhadap jawaban kuisioner, daftar kehadiran dan keaktifan bertanya atau menanggapi pertanyaan saat penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipan mengikuti kegiatan penyuluhan dengan penuh perhatian dan keseriusan yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan dari dominan rendah sebanyak 12 orang (48.00%) menjadi baik sebanyak 20 orang (80.00%). Kesimpulannya, pemberian penyuluhan kesehatan tentang bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran suami ibu hamil di Nagari Limau Puruik.
Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis dalam Rangka Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2025 Maifita, Yesi; Zayani, Nofri; Yuntarisa, Atika Pradana; Ameliati, Sri; Andriani, Linda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.205

Abstract

Tekanan darah merupakan salah satu indikator untuk mendeteksi tubuh dalam keadaan sehat. Pemeriksaan tekanan darah sangat penting untuk memantau kenormalannya sehingga mencegah munculnya penyakit komplikasi. Tujuan kegiatan ini membantu masyarakat mengetahui kondisi tekanan darahnya secara tepat dan akurat serta memberikan penyuluhan tentang penanganan dan pencegahannya. Tahapan pada kegiatan ini terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Metode kegiatan yang dilakukan adalah demonstrasi pemeriksaan tekanan darah dan penyuluhan dengan memberikan edukasi terkait pencegahan serta penanganan hipertensi dan hipotensi. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter digital dan Raycome Automatic Pulsewave Blood Pressure Monitor untuk pemeriksaan tekanan darah. Sedangkan penyuluhan diberikan langsung kepada peserta setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah. Peserta dalam kegiatan ini adalah anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia yang hadir mengikuti upacara peringatan hari lahirnya Pancasila tahun 2025 yaitu berjumlah 125 orang Tempat melakukan kegiatan adalah di halaman balai kota Pariaman, Sumatera Barat. Hasil kegiatan menunjukkan ppeserta mengikuti kegiatan pengukuran tekanan darah dengan tertib dan mendengarkan edukasi yang diberikan secara saksama dan serius. Kesimpulannya, pemeriksaan tekanan darah masyarakat dapat mencegah penyakit komplikasi yang tidak diinginkan dan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Pemeriksaan dan Edukasi Tentang Gula Darah Gratis Dalam Rangka Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 2025 di Kota Pariaman, Sumatera Barat Yuntarisa, Atika Pradana; Zayani, Nofri; Maifita, Yesi; Syahrul, Syahrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.206

Abstract

Penyakit diabetes melitus disebut juga sebagai mother of all diseases yaitu induk segala penyakit yang memunculkan penyakit lainnya jika tidak terkontrol. Pemeriksaan gula darah secara rutin menjadi salah satu strategi dalam pengontrolannya. Tujuan kegiatan ini membantu masyarakat mengetahui kondisi gula darahnya dan edukasi yang tepat dalam pencegahan dan penanganannya. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Tim menyiapkan alat pemeriksa gula darah yaitu GlucoDR dan stripnya pada tahap persiapan. Pada tahap pelaksanaan, tim dibantu dengan mahasiswa melakukan pengecekan kadar gula darah klien dengan menusuk ujung jari dan meneteskan darahnya pada strip GlucoDR dan dilanjutkan dengan memberikan edukasi. Sedangkan untuk tahap uji lanjut, tim memberikan kesempatan klien untuk menanyakan hal terkait edukasi yang diberikan. Klien adalah para ibu-ibu dan bapak pekerja yang hadir ikut upacara peringatan hari lahirnya Pancasila 2025 yaitu berjumlah 40 orang. Tempat melakukan kegiatan adalah di halaman Balai Kota Pariaman, Sumatera Barat. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan berjalan lancar, peserta mengikuti dengan tertib pengukuran gula darah dan mendengarkan edukasi dengan penuh perhatian. Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan gula darah dan pemberian edukasi merupakan salah satu upaya preventif terhadap kemunculan penyakit diabetes dan komplikasi penyakit yang mungkin menyertai dikemudian hari.
Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko di SMK Negeri 28 Kabupaten Tangerang: Amaris Susanto, Bela Novita; Zayani, Nofri; Sari, Maylinda Indah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9413

Abstract

 Seksualitas merupakan salah satu resiko yang sering dihadapi oleh remaja. Perubahan gaya pacaran remaja yang lebih permisif terhadap seks seperti lebih suka menunjukkan rasa kasih sayang terhadap pasangannya, tidak hanya sebatas mengobrol saja namun lebih cenderung mengarah pada pergaulan bebas. Hal tersebut dapat memunculkan penyimpangan reproduksi, seperti seks pranikah, aborsi, dan HIV/AIDS. Namun untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual pada remaja, diperlukan upaya pemberian informasi yang benar pada remaja, Saat menghadapi kehidupan reproduksi remaja lebih banyak memilih teman sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan remaja peer educator. Metode yang digunakan yaitu bina suasana. Adapun kegiatan pengabdian meliputi 1) pengisian kuesioner, 2) Penyuluhan kesehatan terkait pencegahan perilaku seksual beresiko, 3) pelatihan sebagai peer educator dan melakukan role play, 4) melakukan focus group discussion (FGD) dengan pembahasan masalah yang sering terjadi pada remaja tentang perilaku seksual beresiko, 4) melakukan simulasi kepada teman sebaya. Hasil yang diperoleh adalah semakin meningkat pengetahuan peserta peserta, memahami mekanisme menjadi peer educator dan mampu mempraktekkan menjadi peer educator bagi teman sebayanya terkait pencegahan perilaku seksual beresiko.Kata kunci: peer educator; perilaku seksual beresiko; remajaEmpowering Students as Peer Educators to Prevent Risky Sexual Behavior at Public Vocational School 28 Tangerang Regency ABSTRACTSexuality is one of the risks often faced by adolescents. The dating habits of adolescents who are more focused on sexual behavior are more likely to express affection towards their partner and are more inclined towards free association behavior. There can lead to reproductive abnormalities, such as premarital sex, abortion, and HIV/AIDS. However, to prevent sexual misconduct in adolescents, it is necessary to provide the correct information in adolescents. The more preferred source of information in dealing with reproductive life is peers.There service activity aims to form and increase the knowledge of peer educators. The method used is atmosphere building. The service activities include 1) filling out a questionnaire, 2) health counseling related to the prevention of risky sexual behavior, 3) training as a peer educator and doing role play, 4) conducting focus group discussions (FGD) by discussing problems that often occur in adolescents about sexual behavior. at risk, 4) conducted simulations to peers. The results obtained are that the participants' knowledge increases, understand the mechanism of being a peer educator, and are can practice being a peer educator for their peers regarding the prevention of risky sexual behavior. Keywords: adolescent; peer educator; risky sexual behavior