Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI SMKN 11 KABUPATEN TANGERANG ZAYANI, NOFRI; SUSANTO, BELA NOVITA AMARIS
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ASHIHA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v5i1.103

Abstract

Actions that can be risky for adolescent reproductive health are engaging in premarital sexual behavior, drug abuse, violence, dating, smoking, drinking alcohol, and others. Premarital sexual behavior often results in unwanted pregnancies, contracting sexually transmitted diseases (STDs), abortion, and maternal death. One form of preventive action to maintain adolescent reproductive health today is to provide education or counseling with media that is interesting and liked by students such as animated videos. The purpose of the study was to determine the effect of providing reproductive health education with animated video media on adolescent knowledge and attitudes related to premarital sexual behavior at SMKN 11 Tangerang Regency. This research method used a quasi-experimental design with a one group pretest-posttest design. The population of this study was 125 class X students of SMKN 11 Tangerang Regency. Sampling used a random sampling technique so that the number of samples was 25 people who were adjusted to the research inclusion criteria. The research instrument used a questionnaire. Data processing was carried out using paired ¬t-tests at α = 5%. The results of the study showed an increase in knowledge from good as many as 5 people (20%) to 24 people (96%), sufficient as many as 15 people (60%) to 1 person (4%), lacking as many as 5 people (20%) to 0% after providing reproductive health education. The results of the T-test showed that there was an effect of providing health education on the knowledge and attitudes of adolescents regarding premarital sexual behavior at SMKN 11 Tangerang Regency (p-value = 0.0001 ≤ α = 0.05). In conclusion, providing reproductive health education has an effect on the knowledge and attitudes of adolescents towards premarital sexual behavior at SMKN 11 Tangerang Regency.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN 3M PLUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PARIAMAN SYAHRUL, SYAHRUL; ZAYANI, NOFRI; YUNTARISA, ATIKA PRADANA; ELIZA, AIDA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ASHIHA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v5i1.108

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a health problem in tropical countries. The World Health Organization (WHO) in 2023 reported that an unexpected spike in dengue fever cases resulted in the highest number in history, namely more than 6.5 million cases with more than 7,300 deaths. The prevalence of DHF in West Sumatra in 2020 was 292 cases. The purpose of the study was to determine the Relationship between Knowledge and Community Attitudes Towards DHF Prevention with 3M Plus in the Pariaman Health Center work area. The research method used quantitative research with a descriptive analytical design with a Cross Sectional Study approach. The study was conducted in Kp. Jawa II, Central Pariaman. The research sample was 85 heads of families. Sampling was done by acidential sampling. Statistical tests using Chi Square. The results of the study showed that the majority of the community (69.4%) had low knowledge, (56.5%) had negative attitudes, and (65.9%) the community was low in preventing DHF with 3M Plus. There is a significant relationship between knowledge of dengue prevention and 3M Plus showing p value = 0.000. There is a significant relationship between attitude and dengue prevention with 3M Plus showing p value = 0.000.
THE EFFECT OF GIVING TOMATO JUICE ON REDUCING DYSMENORRHEA PAIN IN ADOLESCENT GIRLS AT SMPN 2 PARIAMAN FIKRIANI, NURUL; ZANAH, MIFTAKHUL; ZAYANI, NOFRI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ASHIHA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v2i6.114

Abstract

such as dizziness, fatigue, sweating, backache, headache, nausea, vomiting and diarrhea all occur before or during menstruation. Tomatoes contain lycopene, iron, potassium, calcium, vitamins A, B, D and G which function to relieve pain. The purpose of this study was to determine the effect of giving tomato juice on reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls at SMPN 2 Pariaman. The research design used quasi-experimental. The study was conducted at SMPN 2 Pariaman on August 5-21, 2024. The study population of adolescent girls who experienced dysmenorrhea pain at SMPN 2 Pariaman amounted to 32 people. The research sample amounted to 15 people with accidental sampling data collection techniques. The research instrument was a numeric rating scale (NRS) observation sheet. The results of the study showed that there were 12 people (80%) out of 15 respondents was moderate before being given tomato juice and there were 14 respondents (93%) who experienced a decrease in mild pain levels after being given tomato juice. The results of the Wilxocon test obtained a p-value = 0.001 <α = 0.05. This means that the administration of tomato juice has an effect on reducing the intensity of pain in adolescent girls at SMPN 2 Pariaman. It can be concluded that the administration of tomato juice has an effect on reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls at SMPN 2 Pariaman. The researcher's suggestion is that the results of the study can be used as an alternative choice of non-pharmacological therapy for adolescents who experience dysmenorrhea.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Perawatan Luka Kaki Diabetes Melalui Edukasi dan Praktik Mandiri di Kota Padang Sumatera Barat Rahmiwati, Rahmiwati; Zayani, Nofri; Yuntarisa, Atika Pradana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.386

Abstract

Luka kaki pada penderita diabetes mellitus dapat menyebabkan resiko yang serius yaitu amputasi. Dampak amputasi yaitu kehilangan motivasi dan produktivitas hidup bahkan memicu kematian. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasistas masyarakat khususnya penderita diabetes melllitus dalam melakukan perawatan luka kaki secara mandiri di Kota Padang Sumatera Barat. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas survei awal, edukasi dan penyuluhan, pengisian kuisioner pretest dan posttest, pelatihan praktik mandiri, monitoring dan pendampingan, serta evaluasi akhir. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, power point text (PPT), leaflet, dan video demonstrasi terkait perawatan luka kaki diabetes mellitus. Data hasil pengisian kuisioner diolah menggunakan uji statistik t berpasangan pada alpa = 5%. Hasil kegiatan menunjukkan berjalan lancar dan diikuti dengan penuh perhatian dan keseriusan yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan yang dominan kurang (80.00%) menjadi baik (93.33%), sikap negatif yaitu (83.33%) menjadi positif (90.00%), dan praktik dari kurang yaitu (90.00%) menjadi baik (93.33%). Analisis uji t berpasangan pada taraf alpha 5% menunjukkan nilai p-value secara keseluruhan = 0.000 (< 0.05). Kesimpulannya, pemberian edukasi dan praktik signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik penderita diabetes mellitus dalam perawatan luka kakinya sehingga dapat terhidar dari amputasi.
EDUKASI TENTANG PELECEHAN SEKSUAL MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DI STIKES PIALA SAKTI PARIAMAN Zayani, Nofri; Maifita, Yesi; Yuntarisa, Atika Pradana; Rahmiwati, Rahmiwati; Andriani, Linda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31622

Abstract

Pelecehan seksual menjadi isu kasus kekerasan terhangat yang sedang merajalela terutama di lingkungan pendidikan Negara Indonesia. Pelecehan seksual ini berdampak negatif pada berbagai pihak baik korban, pelaku, dan pihak lainnya. Salah satu cara pencegahan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan khususnya perguruan tinggi dapat melalui pemberian edukasi. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim adalah berupa edukasi terkait pelecehan seksual kepada mahasiswa tingkat I STIKes Piala Sakti Pariaman sebanyak 86 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu pengisian kuisioner pretest dan posttest, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian doorprize. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemberian edukasi tentang pelecehan seksual dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tingkat I STIKes Piala Sakti Pariaman terkait pelecehan seksual. Pemberian edukasi tentang pelecehan seksual disarankan dapat terus dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi lainnya agar tidak ada lagi laporan kasus pelecehan yang terjadi baik pada mahasiswa, tenaga pendidikan, maupun pendidik. Pemberian edukasi terkait pelecehan seksual diharapkan dapat menjadikan mahasiswa khususnya di STIKes Piala Sakti Pariaman terhindar dari perilaku pelecehan seksual agar tercipta generasi bangsa yang cerdas, gemilang dan berkualitas
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan dan Praktik Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Nagari Limau Puruik, Kecamatan Limau Puruik, Kabupaten Padang Pariaman Zayani, Nofri; Yuntarisa, Atika Pradana; Andriani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22752

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aset jangka panjang dan menjadi hak kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Kondisi tubuh yang sehat sangat perlu terus dijaga karena menentukan produktivitas seorang individu. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan masyarakat adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang tanaman TOGA dan cara pengoalahannnya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan pemilihan dan penyiapan media tanam serta jenis tanaman TOGA. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengisian kuisioner, penyuluhan serta praktik pengolahan TOGA. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi interaktif dengan instrumen Satuan Acara Penyuluhan (SAP), Power Point Text, leaflet, dan kuisioner. Sedangkan instrument yang digunakan untuk praktik pengolahan TOGA adalah alat-alat pembuatan sediaan obat TOGA yang mudah didapat di tengah masyarakat seperti termos, alu dan lumping kayu, sarung tangan, wajan perebus, nampan rotan. Tahap evaluasi dengan mengevaluasi jumlah peserta yang hadir dengan yang ditargetkan, antusiasme peserta, dan kuisioner. yang telah diisi peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya dari mayoritas kurang (50.00%) menjadi baik (80.00%). Selain itu, peserta hadir sesuai dengan yang ditargetkan (100%) dan antusias peserta juga tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kata Kunci: Rebusan, Seduhan, Tumbukan, TOGA  ABSTRACT Health is a long-term asset and a basic human right. A healthy body condition is very important to maintain because it determines an individual's productivity. One of the traditional medicines often used by the community is Family Medicinal Plants (TOGA). To increase community knowledge and skills about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. This activity consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage is carried out by selecting and preparing planting media and types of TOGA plants. The implementation stage is carried out by filling out questionnaires, counseling and TOGA processing practices. The methods used in the extension activities are lectures and interactive discussions with Extension Program Unit (SAP) instruments, Power Point Text, leaflets, and questionnaires. While the instruments used for TOGA processing practices are TOGA medicinal preparation making tools that are easily available in the community such as thermoses, wooden pestles and mortars, gloves, boiling pans, rattan trays. The evaluation stage by evaluating the number of participants who attended with the target, the enthusiasm of the participants, and the questionnaire. which had been filled out by the participants before and after the activity took place. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them from the majority less (50.00%) to good (80.00%). In addition, participants attended according to the target (100%) and the enthusiasm of the participants was also high. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. Keywords: Decoction, Infusion, Pounding, TOGA
Kenali Tubuhmu: Program Edukasi Pubertas dan Kebersihan Diri untuk Siswa SD Zayani, Nofri; Zaunit, Muthia Miranda; Alpices, Alpices; Dahlan, Asmita; Mesra, Selvira; Selsi, Dian Elmaysa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.770

Abstract

Masa akhir sekolah dasar merupakan periode penting ketika anak mulai memasuki pubertas dan mengalami berbagai perubahan fisik, biologis, dan emosional. Namun, banyak siswa belum memahami perubahan tersebut karena pendidikan reproduksi di sekolah masih terbatas dan sering dianggap tabu. Kondisi ini membuat anak mencari informasi dari teman sebaya atau media sosial, yang dapat menimbulkan miskonsepsi dan rasa takut. Program pengabdian masyarakat “Kenali Tubuhmu: Edukasi Pubertas dan Kebersihan Diri untuk Siswa SD” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V dan VI mengenai pubertas, kebersihan diri, serta cara melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan partisipatif melalui ceramah interaktif, video animasi, diskusi, dan permainan edukatif. Sebanyak 45 siswa dari SDN 18 Sikapak Barat mengikuti kegiatan dan dievaluasi menggunakan desain pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa dari skor rata-rata pretest 62,40 menjadi 84,10 pada posttest (p-value 0,000). Selain itu, siswa tampak lebih percaya diri dan terbuka dalam membahas perubahan tubuh. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi pubertas berbasis pendekatan interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dasar pada anak. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara rutin dalam kurikulum sekolah sehingga tercipta siswa yang siap menghadapi datangnya pubertas.
Cyber Safety for All: Edukasi Keamanan Digital bagi Peserta Fun Run Zalmadani, Hendro; Muzakki, Muhammad Fakhri Rahmat; Prasetyaningsih, Prasetyaningsih; Zayani, Nofri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.811

Abstract

Penggunaan internet di Indonesia yang mencapai lebih dari 221 juta pengguna meningkatkan risiko ancaman siber seperti pelanggaran data dan phishing, sementara literasi keamanan digital masyarakat masih rendah meskipun regulasi seperti UU PDP sudah diterapkan. Program pengabdian “Cyber Safety for All” bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan keamanan digital peserta Fun Run melalui pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan, edukasi inti, pendampingan praktik, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan analisis kebutuhan, penyusunan materi visual, dan koordinasi dengan panitia. Pelaksanaan mencakup mini workshop serta booth edukasi yang menyediakan konsultasi, pemeriksaan keamanan akun, dan demonstrasi langkah proteksi digital. Evaluasi pretest–posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, terutama terkait phishing (56%), aplikasi berbahaya (42%), privasi lokasi (62%), dan dasar hukum keamanan digital (67%). Dari 200 peserta, 111 memiliki literasi digital rendah, menunjukkan tingginya kebutuhan edukasi pada komunitas olahraga yang aktif secara digital. Booth edukasi dikunjungi 135 peserta, dan 98 di antaranya mempraktikkan langsung penguatan keamanan akun. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku aman digital. Saran kami, untuk seterusnya edukasi serupa perlu diperluas dengan dukungan modul online, pembaruan materi, dan kolaborasi lintas sektor agar dampaknya berkelanjutan.