Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGENALAN TANDA BAHAYA PASCA PERSALINAN DAN LAKTASI PADA IBU NIFAS Faulia Mauluddina; Veradilla Veradilla; Yuli Suryanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47025

Abstract

Pada ibu nifas penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya masa nifas sangat penting, dikarenakan masih banyak ibu yang sedang hamil atau pada nifas tidak mengetahui tentang tanda-tanda bahaya masa nifas, baik yang diakibatkan masuknya kuman kedalam alat kandungan seperti eksogen, autogen dan endogen. Keadaan ini terutama disebabkan oleh konsekuensi ekonomi, disamping ketidaksediaan pelayanan atau rendahnya peranan fasilitas dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang cukup berkualitas. Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan juga menyebabkan rendahnya keberhasilan promosi kesehatan dan deteksi dini serta penatalaksanaan yang adekuat terhadap masalah dan penyakit yang timbul pada masa pasca persalinan. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat tertutama pada ibu postpartum tentang Pengenalan Tanda Bahaya Pada Pasca Persalinan Dan Laktasi Pada Ibu Nifas di komunitas dan mensosialisasikan keberadaan STIKes Budi Mulia Sriwijaya Palembang Prodi DIII Kebidanan di lingkungan sekitar. Metode yang digunakan untuk dapat mencapai target dari kegiatan ini adalah dengan cara pendekatan dan penyuluhan serta pemberian konseling bagi ibu postpartum. Dengan demikian ibu postpartum akan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang menunjang peningkatan kualitas kesehatan dan Pendidikan masyarakat tentunya. Luaran akhir dari kegiatan ini adalah setiap ibu postpartum mampu memahami dan mengaplikasikan Pengenalan Tanda Bahaya Pada Pasca Persalinan Dan Laktasi Pada Ibu Nifas di komunitas sehingga dapat memberikan pemantauan terhadap ibu karena pelaksanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami berbagai masalah, bahkan dapat berlanjut pada komplikasi masa nifas.
Implementasi Pendampingan Ibu Nifas Berbasis Budaya dalam Upaya Peningkatan Asi Eksklusif: Pengabdian Yuli Suryanti; Adhika Wijayanti; Yuli Bahriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6104

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting yang sangat menentukan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama aspek sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif melalui pendekatan pendampingan berbasis budaya. Kegiatan dilaksanakan di PMB Ferawati Palembang pada bulan April 2025 dengan melibatkan 25 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi, serta dilakukan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta observasi perilaku. Pendampingan dilakukan dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal serta melibatkan dukungan keluarga Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis budaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan penerimaan ibu terhadap edukasi kesehatan, dimana sebanyak 22 responden (88%) menyatakan bahwa metode ini memudahkan mereka dalam memahami dan menerapkan ASI eksklusif. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan, perubahan sikap ke arah positif, serta perbaikan perilaku ibu dalam praktik menyusui. Pendampingan berbasis budaya terbukti efektif karena mampu menyesuaikan intervensi dengan nilai dan kepercayaan lokal masyarakat, sehingga lebih mudah diterima dan diterapkan oleh ibu nifas. Pendekatan ini dapat dijadikan sebagai strategi intervensi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif serta derajat kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.
PENGARUH PRENATAL YOGA KOMBINASI DENGAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI GRIYA BUNDA CERIA PALEMBANG Marchatus Soleha; Apriyanti Aini; Yuli Suryanti
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Abudurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v15i1.308

Abstract

Anxiety is a physiological condition and a common experience among third-trimester primigravida pregnant womenAnxiety can be reduced or alleviated through prenatal yoga combined with classical music therapy. The purpose of this study is to determine the effect of prenatal yoga combined with classical music therapy on anxiety levels in third-trimester primigravida pregnant women. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all third-trimester primigravida pregnant women, and a sample of 10 respondents experiencing anxiety was selected. The intervention was conducted over four weeks, with a frequency of once a week and a duration of 60 minutes per session. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with the Wilcoxon non-parametric test. Before the intervention, most participants experienced mild anxiety (50%), while after the intervention, the majority showed mild anxiety levels (80%). The bivariate test results showed a p-value of 0.005 (< α 0.05), indicating that prenatal yoga combined with classical music therapy has a significant effect on reducing anxiety levels in third-trimester primigravida pregnant women.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L) TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PEMATANG PANGGANG II : STUDI KUASI EKPERIMENTAL Adhika Wijayanti; Yuli Suryanti; Sartika Dwi Yolanda; Yona Sari; Bramtama Sukma Mulia
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.764

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika tekanan darah meningkat ke derajat yang tidak sehat. Pengukuran tekanan darah memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi pembuluh darah saat jantung memompa. Semakin sempit arteri semakin tinggi tekanan darah, dalam jangka panjang peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Penelitian kuantitatif ini, dengan menggunakan metode Quasi eksperiment pre-test post-test dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pematang Panggang II, dari tanggal April-Mei 2024. Desain ini dipilih untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas pengaruh rebusan bunga rosella, dengan variabel terikat, yaitu penurunan hipertensi pada lansia Populasi penelitian meliputi seluruh lansia yang ada di Puskesmas Pematang Panggang II tahun 2024 dengan total 120 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan uji pengaruh menggunakan Wilcoxon Sign Rank didapatkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah.
THE RELATIONSHIP BETWEEN CULTURAL BELIEFS AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING PRACTICES AMONG POSTPARTUM MOTHERS Yuli Suryanti; Adhika Wijayanti; Marchatus Soleha; Yan Permadi
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 2 (2026): April - June
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i2.774

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding has not yet reached the expected target, despite its well-established benefits for maternal and infant health. Socio-cultural factors, particularly cultural beliefs, are considered important determinants influencing breastfeeding practices among postpartum mothers. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach to analyze the relationship between cultural beliefs and exclusive breastfeeding practices. The research was conducted at PMB Ferawati from October to November 2025, involving 50 postpartum mothers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using the Chi-Square test. The majority of respondents had negative cultural beliefs (60%) and did not practice exclusive breastfeeding (56%). Among mothers with positive cultural beliefs, 75% practiced exclusive breastfeeding, whereas only 23.3% of mothers with negative cultural beliefs did so. Statistical analysis revealed a significant relationship between cultural beliefs and exclusive breastfeeding (p-value = 0.001). Cultural beliefs are a significant determinant of exclusive breastfeeding practices among postpartum mothers. These findings highlight the importance of culturally sensitive health promotion interventions to improve exclusive breastfeeding coverage sustainably.