Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Artificial Intelligence and Digital Business

Pengaruh Capability of Service Provider terhadap Consumers Willingness to Pay Halal Logistic Sertification melalui Consumers Demand Pengguna Jasa di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Putri, Zaskia Amelia; Tsani, Rubby Rahman; Ma’ruf, Ma’ruf
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capability of Service Provider terhadap Consumers Willingness to Pay untuk Sertifikasi Logistik Halal, dengan Consumers Demand sebagai variabel mediasi pada pengguna jasa di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan produk halal, kebutuhan akan layanan logistik yang tersertifikasi halal juga semakin meningkat. Kondisi ini mendorong penyedia jasa logistik untuk meningkatkan kapabilitas layanan agar mampu memenuhi standar halal serta memberikan nilai tambah bagi konsumen. Namun demikian, kesediaan konsumen untuk membayar lebih atas layanan logistik halal masih menjadi tantangan, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 perusahaan penyedia jasa logistik halal yang terdaftar di BPJPH. Variabel Capability of Service Provider diukur melalui aspek kompetensi, keandalan, kepatuhan terhadap regulasi halal, serta kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capability of Service Provider berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumers Demand dengan koefisien sebesar 0,507, serta terhadap Consumers Willingness to Pay dengan koefisien sebesar 0,298. Selain itu, Consumers Demand terbukti secara signifikan memediasi hubungan antara Capability of Service Provider dan Consumers Willingness to Pay dengan pengaruh tidak langsung sebesar 0,273. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar penyedia jasa logistik dan BPJPH terus meningkatkan kapabilitas layanan, memperkuat sosialisasi sertifikasi halal, serta mendorong inovasi untuk memperkuat ekosistem logistik halal di Indonesia secara berkelanjutan.
Analisis Beban Kerja Mental Pada Karyawan Divisi Pengadaan Dengan Metode NASA TLX (Studi Kasus Pada PT Pindad Enjiniring Indonesia) Aliefarrafi, Muhamamad; Maulani, Syifa Fajar; Tsani, Rubby Rahman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6237

Abstract

Penelitian ini membahas analisis beban kerja mental pada karyawan Divisi Pengadaan PT Pindad Enjiniring Indonesia dengan menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index). Penelitian dilakukan karena Divisi Pengadaan memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan bahan baku dan komponen produksi, namun jumlah tenaga kerja yang terbatas serta tingginya intensitas pekerjaan berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen utama berupa kuesioner NASA-TLX yang mengukur enam dimensi beban kerja mental, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, tingkat usaha, dan tingkat frustrasi. Populasi penelitian terdiri dari enam karyawan Divisi Pengadaan dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Proses analisis dilakukan melalui tahap pembobotan, pemberian rating, perhitungan nilai produk, hingga perhitungan Weighted Workload (WWL) dan rata-rata WWL untuk menentukan tingkat beban kerja mental setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengalami beban kerja mental yang sangat tinggi dengan rata-rata WWL berada di atas 80, sedangkan sisanya berada pada kategori tinggi. Dimensi yang paling dominan berkontribusi terhadap tingginya beban kerja mental adalah kebutuhan waktu, kebutuhan mental, dan tingkat frustrasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa karyawan menghadapi tekanan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tenggat waktu yang ketat, beban kognitif yang kompleks, serta tekanan emosional yang cukup besar.