Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO MENGGUNAKAN METODE ISO 31000:2018 PADA DEPO PETI KEMAS PT ZONA LINTAS SAMUDERA Nurul Fitria; Syifa Fajar Maulani; Rubby Rahman Tsani
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 5 No. 1 (2024): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v5i1.6104

Abstract

PT Zona Lintas Samudera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jual dan rental kontainer. Dalam proses bisnisnya, perusahaan belum menerapkan sistem manajemen risiko yang bertujuan untuk memitigasi risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam kegiatan operasional perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen risiko di depo peti kemas PT Zona Lintas Samudera menggunakan metode ISO 31000:2018. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan, dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan metode ISO 31000:2018, yaitu penilaian risiko (identifikasi risiko, analisis risiko dan evaluasi risiko) dan perlakuan risiko (mitigasi risiko dan kontrol pemulihan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 20 kemungkinan terjadinya risiko operasional dan K3 pada depo peti kemas PT Zona Lintas Samudera dengan 1 risiko berada pada extreme risk level, 11 high risk level, 1 medium risk level, dan 7 low risk level. Evaluasi risiko dilakukan oleh pemilik risiko, dari 20 risiko terdapat 11 risiko yang berada di batas atas toleransi dan membutuhkan proses mitigasi. Selain itu, pada penelitian ini juga dihasilkan risk assesment dan risk matrix yang berfungsi untuk mempermudah dalam monitoring risiko. Kata kunci: Manajemen Risiko, ISO 31000:2018, Depo Peti Kemas
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Ekonomi Biru Guna Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Di Pesisir Kabupaten Serang (Enhancing the Capacity of Entrepreneurs through Blue Economy to Increase Employment Absorption in the Coastal Areas of Serang Regency) Tsani, Rubby Rahman; Maulani, Syifa Fajar; Handayani, Melia; Rachman, Luthfy; Aulia, Zahra; Ramadhani, Salsabila Trivia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251002

Abstract

Besarnya potensi kekayaan laut dan kawasan pesisir pantai di Indonesia belum menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini antara lain rendahnya aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kabupaten Serang terdapat 8 kecamatan yang merupakan wilayah pesisir membentang sepanjang 29 Km garis pantai, serta 17 pulau kecil. Kabupaten Serang menetapkan kawasan minapolitan sebagai bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi. Kawasan minapolitan  adalah  suatu  bagian  wilayah  yang  mempunyai  fungsi  utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan,pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya. Lokasi kawasan minapolitan serta sasaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah para Kelompok Pengolah dan Pemasar perikanan (Poklahsar) di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Ketersediaan lapangan kerja masih menjadi isu di tengah pengangguran terbuka, mencapai 10,61% di Kabupaten Serang pada tahun 2021. Diversifikasi produk pengolahan perlu dikembangkan, namun sisi lain dari proses produksi para pelaku usaha di kawasan minapolitan menyisakan limbah sisa ikan yang tidak digunakan sebagai bahan baku dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Melalui PkM dengan pendekatan observasi, sosialisasi, unjuk ide implementasi ekonomi biru dari pelaku usaha, pendampingan pelaku usaha ini diharapkan mendukung para pengolah perikanan di kawasan minapolitan memiliki pemahaman ekonomi biru yang menjadi rencana besar pemerintah di sektor kelautan dan perikanan tahun 2024. Mampu menghasilkan produk turunan di pelaku usaha pengolah perikanan yang dapat  menciptakan lapangan kerja baru, mengedepankan praktik berkelanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pematerian yang dilakukan pada saat sosialisasi kegiatan pengabdian memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pengetahuan serta pemahaman para Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) selaku peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai persentase sebanyak 97%, jumlah ini meningkat 24% dari nilai presentase hasil pre-test sebelumnya 74%.Abstract. The vast potential of marine wealth and coastal areas in Indonesia has yet to bring prosperity to the community. Several factors explain this phenomenon, including low economic, social, and environmental aspects. Serang Regency comprises eight coastal districts stretching along a 29 km coastline and includes 17 small islands. The regency has designated the minapolitan area as a region with a primary economic function. The minapolitan area is a designated zone focused on economic functions, including production centers, processing, marketing of fishery commodities, service provision, and/or other supporting activities. The location of the minapolitan area and the target of the Community Service Program (PkM) are the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) in the districts of Pontang, Tirtayasa, and Tanara. The availability of job opportunities remains a critical issue amid an open unemployment rate of 10.61% in Serang Regency as of 2021. There is a need to develop product diversification in processing; however, the production processes of entrepreneurs in the minapolitan area generate fish waste that can lead to environmental pollution. Through PkM with an approach that includes observation, socialization, and showcasing the implementation of the blue economy by entrepreneurs, this assistance aims to support fish processors in the minapolitan area in understanding the blue economy, which is a significant government plan for the marine and fisheries sector in 2024. This initiative is expected to produce derivative products from fish processing entrepreneurs that can create new job opportunities, promote sustainable practices, and ensure the preservation of coastal environments. The training conducted during the socialization of the community service activities has had a significant impact on the knowledge and understanding of the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) participating in this program. This is evidenced by an increase in the percentage score of 97%, which represents a 24% improvement from the pre-test score of 74%.
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan Go-Food Di Wilayah JABODETABEK Menggunakan Metode Servqual Dan Importance Performance Analysis Winaryanto, Amalia Putri; Wahyuni, Delia Tri Puspa; Soetadi, Johana Zia; Tsani, Rubby Rahman
Tirtayasa Ekonomika Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jte.v19i2.28330

Abstract

This study analyzes the level of customer satisfaction with Go-Food service quality in the Jabodetabek area using the SERVQUAL and Importance-Performance Analysis (IPA) methods. Data was collected through a questionnaire distributed to 100 Go-Food user respondents in Jabodetabek. The analysis results show a Customer Satisfaction Index (CSI) value of 84.45%, indicating a very high level of customer satisfaction. The IPA diagram reveals that the dimensions of “assurance” and “empathy” are in quadrant I, indicating good performance and according to customer expectations. Meanwhile, the dimensions of “reliability” and “price” are in quadrant IV, indicating the need for improvement in the aspects of on-time delivery and pricing strategy. This research provides valuable insights for Go-Food to improve service quality, especially in terms of reliability and pricing strategy, and maintain excellence in the aspects of assurance and empathy to maintain high customer satisfaction in the future.
Identifikasi Potensi Ekonomi Maritim Provinsi Banten: Model Ekonomi Biru Menggunakan AHP Analysis Maulani, Syifa Fajar; Nurmalia, Lulu; Tsani, Rubby Rahman; Wati, Rohmah; Ma’ruf, Ma’ruf; Mauluddin, Fikri Muhammad; Ardiansyah, Wibi; Susilawati, Susilawati; Wardana, Deni
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 04 (2024): Eqien - Journal of Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam DR KH EZ Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v13i04.1883

Abstract

This study aims to analyze the maritime economic sectors in Banten Province, Indonesia, using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Location Quotient (LQ) methods. The results show that maritime transportation is the dominant sector, followed by marine tourism and fisheries. The study suggests that strategic implementation is vital for sustainable development, emphasizing environmental impact and government support for foundational sectors, especially maritime transportation. The Blue Economy concept guides aligned economic growth, environmental preservation, and societal well-being. This study provides insights for optimizing maritime economic potential and realizing a sustainable Blue Economy model in Banten Province.
Analisis Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Dalam Pemasaran Ikan Di PPN Karangantu Ulfani, Dulia; Setiawan, Triangga Yunus; Tsani, Rubby Rahman
Tirtayasa Ekonomika Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jte.v20i1.30729

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada pemasaran ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Cronbach's Alpha: kepuasan 0.886; loyalitas 0.911). Customer Satisfaction Index (CSI) mencapai 85,66% (sangat puas), meskipun terdapat kesenjangan pada kenyamanan layanan dan kecepatan transaksi. Sebagian besar responden adalah perempuan (60%), berusia 21-30 tahun (62%), dengan frekuensi belanja 2-3 kali per minggu (40%). Temuan ini menegaskan bahwa layanan yang memuaskan dapat secara substansial meningkatkan loyalitas pelanggan. Studi ini memberikan kontribusi praktis terhadap manajemen hubungan pelanggan, khususnya di sektor perikanan Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan layanan, mengatasi masalah prioritas, dan memanfaatkan teknologi CRM untuk mendukung loyalitas pelanggan. Sebuah diskusi rinci juga menghubungkan temuan penelitian dengan praktik pemasaran lokal di PPN Karangantu, yang menunjukkan relevansi hasil penelitian dengan praktik pemasaran setempat.
Inovasi Usaha Kecil Istri Nelayan sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pesisir [Innovation in Small Businesses Run by Fishermen’s Wives as a Strategy for Empowering the Economic Welfare of Coastal Families] Maulani, Syifa Fajar; Nirmala, Ira; Tsani, Rubby Rahman; Rizky, Muhammad; Handayani, Melia; Hakim, Wafa Nurul; Ainiah, Siti Kurotul
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251209

Abstract

Banten Province has a coastline of 896.063 km and a sea area of 11,500 km², making it a region with great fisheries potential. However, fishermen in this area, especially in Serang City, face economic challenges due to a lack of knowledge and access to technology for processing their catch. Most of the catch is sold directly at low prices without any processing. To improve the welfare of the fishing community, a community service team organized seminars and training sessions in Pekapuran Village. These activities taught fishermen’s wives how to process mackerel into high-value dim sum and introduced them to long-lasting packaging technology. The training involved 35 fishermen’s wives and used assessment methods including surveys, observation, interviews, and counseling. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and interest in entrepreneurship. Understanding of women’s empowerment increased by 4.63%, interest in entrepreneurship rose by 8.42%, and knowledge of digital-based businesses increased by 13.52%. The training successfully boosted participants’ motivation and confidence to utilize local potential and digital technology to increase family income. This activity has the potential to drive economic growth for fishermen’s families in line with Sustainable Development Goals (SDGs) number 2 (no poverty) and number 8 (sustainable economic growth). Abstrak. Provinsi Banten memiliki garis pantai sepanjang 896,063 km dan perairan laut seluas 11.500 km², yang menjadikannya wilayah dengan potensi perikanan besar. Namun, nelayan di wilayah ini, khususnya di Kota Serang, menghadapi tantangan ekonomi karena kurangnya pengetahuan dan akses teknologi pengolahan hasil tangkapan. Kebanyakan hasil tangkapan dijual langsung dengan harga rendah tanpa pengolahan. Untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas nelayan, tim pengabdian masyarakat mengadakan seminar dan pelatihan di Kampung Pekapuran. Kegiatan ini mengajarkan istri-istri nelayan cara mengolah ikan kembung menjadi dimsum bernilai jual tinggi, serta memperkenalkan teknologi pengemasan tahan lama. Pelatihan ini melibatkan 35 istri nelayan dengan metode assessment yang mencakup survei, observasi, wawancara, dan penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha peserta. Pemahaman tentang pemberdayaan perempuan meningkat sebesar 4,63%, minat berwirausaha naik 8,42%, dan pengetahuan tentang usaha berbasis digital meningkat 13,52%. Pelatihan ini berhasil meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan potensi lokal dan teknologi digital untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga nelayan sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 tanpa kemiskinan dan nomor 8 mengenai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Inovasi Pariwisata Regeneratif: Upaya Tebus Jejak Karbon melalui Pemberdayaan Pokdarwis di Kabupaten Serang Tsani, Rubby Rahman; Pratama, Adrian Wahyu; Maulani, Syifa Fajar; Fajri, Adhiya Yasmina; Handayani, Melia; Nursopia, Shinta Zahra
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i3.4602

Abstract

AbstrakKabupaten Serang menyimpan kekayaan alam, budaya, sejarah, dari dataran tinggi hingga pesisir, serta cagar budaya dan seni tradisional. Dari 31 Desa Wisata yang ada  namun hanya 3 desa yang menjadi unggulan, potensi ini belum optimal kontribusinya terhadap wisatawan dan lingkungan, menunjukan perlunya inovasi pengembangan desa wisata. Melalui pendekatan pariwisata regeneratif yang ditujukan untuk para kelompok sadar wisata di Kabupaten Serang, diharapkan berdampak positif terhadap pemerataan desa wisata secara optimal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman pokdarwis mengenai konsep pariwisata regeneratif serta menciptakan produk wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Jumlah peserta kegiatan berjumlah 15 Pokdarwis perwakilan dari Kabupaten Serang. Metode yang digunakan melibatkan observasi, edukasi, lokakarya, penanaman bibit mangrove serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan profesional pariwisata. Program ini mendukung pencapaian SDGs poin 8 dan 13, melalui penciptaan lapangan kerja lokal dan pengurangan emisi karbon dari aktivitas wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman Pokdarwis terhadap konsep pariwisata regeneratif, terlihat dari hasil kuesioner pre-test sebesar 90,83% dan post-test meningkat menjadi 100%. Ini membuktikan bahwa kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap pemahaman pokdarwis mengenai  pendekatan pariwisata regeneratif. Hasil BMC menunjukkan lahirnya inovasi wisata yang memadukan pengalaman budaya dan alam dengan edukasi lingkungan, serta agrowisata yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif dan berkelanjutan.Kata kunci: Desa Wisata, Pariwisata Regeneratif, Pengembangan Berkelanjutan.
PENGABDIAN MASYARAKAT “PROGRAM PELATIHAN DESAIN MENARIK DAN PEMASARAN DIGITAL DALAM BERWIRAUSAHA PADA DESA PILANGSARI” Handayani, Melia; Maulani, Syifa Fajar; Tsani, Rubby Rahman; Vita, Cynthia; Rahayu, Gadis Sari; Zahra, Rika Sabrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19318

Abstract

ABSTRAKTriwulan-3 tahun 2022 tercatat perkembangan ekonomi Indonesia. Sektor perdagangan muncul sebagai sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga sebesar 0,71%. Data ini mencerminkan berwirausaha semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber pendapatan mereka. Di era digital saat ini, peluang berwirausaha semakin besar, terutama dengan adanya platform E-commerce yang memungkinkan para pengusaha untuk memasarkan produknya ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang kesulitan mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal desain pengemasan yang menarik, pemasaran digital, dan teknologi pengemasan yang aman untuk distribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Rendahnya penjualan online dan teknologi pengemasan di Desa Pilangsari menunjukkan perlunya pelatihan. Untuk mengatasi permasalahan ini, metode yang dijalankan adalah melalui pengabdian kepada masyarakat di Desa Pilangsari. Program ini mencakup pelatihan desain pengemasan menarik, pemasaran digital, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan tentang teknologi digital dan teknologi pengemasan kepada peserta, sehingga mereka dapat menjadi wirausaha yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Kata kunci: perdagangan; wirausaha; e-commerce; teknologi; packaging. ABSTRACTThe 3rd quarter of 2022 recorded Indonesia's economic development. The trade sector emerged as the third highest source of economic growth at 0.71%. This data reflects that entrepreneurship is increasingly becoming the main choice for Indonesians as their source of income. In today's digital era, the opportunities for entrepreneurship are getting bigger, especially with the existence of E-commerce platforms that allow entrepreneurs to market their products throughout Indonesia. However, there are still some people who have difficulty keeping up with the times, especially in terms of attractive packaging design, digital marketing, and safe packaging technology for distribution throughout Indonesia. The low level of online sales and packaging technology in Pilangsari Village indicates the need for training. To overcome this problem, the method is through community service in Pilangsari Village. The program includes training on attractive packaging design, digital marketing, training, mentoring, and evaluation. The goal is to provide knowledge about digital technology and packaging technology to participants, so that they can become entrepreneurs who are able to adapt to technology. Keywords: trade; entrepreneurship; e-commerce; technology; packaging.