Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect Simba Puzzle on Student's Self Efficacy Level in Flood Disaster Preparedness Juan Prasetyo Pamula; M Hanif Prasetya Adhi; Meida Laely Ramdani; Ninuk Angelia
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.5629

Abstract

Floods are among the most frequent natural disasters in Indonesia, including in Sirau Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, Central Java Province. These recurring floods, occurring almost annually, result in significant infrastructure damage, economic losses, and health challenges for the affected communities. Moreover, the lack of preparedness, particularly among children, remains a critical issue. Preliminary interviews with the principal and students at MI Muhammadiyah 01 Sirau revealed that most students exhibit low levels of self-efficacy regarding flood disaster preparedness. This study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population comprised 40 fourth- and fifth-grade students from MI Muhammadiyah 01 Sirau, with total sampling used as the sampling method. Research instruments included the SIMBA (Siaga Menghadapi Banjir) puzzle and a self-efficacy questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The analysis revealed a significant improvement in students' self-efficacy levels after using the SIMBA puzzle, with a p-value of 0.001 (p 0.005). This finding confirms that the SIMBA puzzle effectively enhances students' confidence and preparedness in dealing with flood disasters. The SIMBA (Siaga Menghadapi Banjir) puzzle is an effective educational tool for improving self-efficacy among school-age children in flood disaster preparedness.
Penggunaan Bantal Pronasi Terhadap Kenyamanan Pasien KB Dengan Posisi Pronasi Saat Injeksi KB Fatiha, Asri; Ramdani, Meida Laely; Elsanti, Devita; Aniarti, Reni Purwa
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7298

Abstract

Permasalahan dilapangan yang ditemukan yaitu ketidaknyamanan pada saat posisi pronasi pasien KB injeksi di area gluteal, menyebabkan payudara mengganjal sehingga pasien KB injeksi membutuhkan alat penyangga untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan Penelitianuntuk menguji efektivitas bantal pronasi pada pasien KB suntik dan mengetahui perbedaan kenyamanan sebelum dan sesudah diberikan bantal pronasi. Metode penelitian yaitu penelitian jenis kuantitatif, menggunakan Quasi-Experimental Design. Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah pasien KB suntik dengan posisi pronasi. Teknik sampling menggunakan teknik quota sampling dengan sampel sebanyak 30 responden dan dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu bulan april - mei dengan menggunakan bantal pronasi sebagai media dan kuisioner VRS (Verbal Rating Scale) sebagai instrumen penelitian. Kemudian data dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan terdapat adanya perbedaan kenyamanan sebelum dan sesudah penggunaan bantal pronasi. Terlihat dari nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,005. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian bantal pronasi terhadap pasien KB injeksi di area gluteal
DUKUNGAN CAREGIVER MEMPENGARUHI TINGKAT STRES PADA LANJUT USIA DI ROJINHOME YUKICHAN NO IE, JEPANG Tsabita Safa Sabila; Happy Dwi Aprilina; Suci Ratna Estria; Meida Laely Ramdani
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8221

Abstract

Pendahuluan: Usia tua merupakan tahap terakhir kehidupan manusia, seseorang mengalami penurunan aspek sosial, mental, dan fisik. Stres lansia adalah suatu respon fisiologis dan psikologis terhadap tekanan dan ancaman yang dirasakan melebihi kapasitas individu untuk mengatasinya. Caregiver merupakan individu yang memberikan bantuan kepada anggota keluarga, teman, pasangan atau siapa saja yang membutuhkan bantuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lanjut usia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh lanjut usia di Rojinhome Yukichan No Ie, sampel yang digunakan berjumlah 20 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 75–90 tahun (50%), berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan terakhir SMP (60%) dan lama tinggal di panti ≥3 tahun (45%). Sebanyak 55% lansia memperoleh dukungan caregiver pada kategori tinggi. Tingkat stres lansia paling banyak didapatkan pada kategori ringan sebanyak 45%. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p value 0,006 (p 0,05) dengan koefisien korelasi -0,592, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lansia. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lanjut usia. Semakin tinggi dukungan caregiver, semakin rendah tingkat stres yang dialami lansia.
Analysis of the Schellong Test Measurement as a Screening Method for Orthostatic Disorders in Patients with Hypertension Nur Isnaini; Meida Laely Ramdani; Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i2.14073

Abstract

The autonomic nervous system, cardiovascular system, and neurohormonal responses play complex roles in maintaining blood pressure stability. Disruption of these compensatory mechanisms may result in abnormal blood pressure fluctuations, either an increase or a decrease. This study aimed to evaluate the Schellong test as a screening method to identify orthostatic abnormalities in patients with hypertension. A quantitative observational analytic study with a cross-sectional design was conducted. A total of 98 respondents were recruited from eight different locations using cluster random sampling. Participants were aged ≥40 years, had blood pressure >140/90 mmHg, had been diagnosed with hypertension for at least six months, were able to stand independently, and provided informed consent. Most respondents were pre-elderly (62.2%), female (85.7%), had Primary level education (92.9%), and were unemployed (68.4%). Approximately 51% were taking antihypertensive medication, 18.4% had a smoking history, and 50% had a family history of hypertension. Diastolic blood pressure was predominantly grade I (66.3%), while systolic blood pressure was mostly grade II (53.1%). Based on the Schellong test, 20 participants were classified in the normal zone, 23 in Zone 2 (asymptotonic hypotonic reaction), and 55 in Zone 1 (hypertonic reaction). These findings highlight the importance of assessing hemodynamic adaptation to postural changes from supine to standing positions to reduce the risk of falls and cardiovascular complications in patients with hypertension.