Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) dengan Pemberian Enzim Papain dan Recombinant Growth Hormone (rGH) pada Pakan Buatan Sedarman Hati Halawa; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 2 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.931 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i2.2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan pada pertumbuhan benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dengan pemberian enzim papain dan hormon rGH pada pakan buatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan april - Juni 2019 selama 42 hari di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kota tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian enzim papain (3,72 g) atau perlakuan A, merupakan hasil terbaik dibanding dengan pemberian hormon rGH dan Kombinasi, dimana hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (8,90±0,70 g) dan rasio konversi pakan (feed convertion ratio / FCR) sebesar (3,59±0,57 g).
Penambahan Makro Nutrien, Mikro Nutrien, dan Tepung Bawang Putih pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) Farizan Renaldi; Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmaja Putra
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 1 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.811 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i1.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan makro nutrien, mikro nutrien dan tepung bawang putih pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga April 2020 bertempat di kelompok pembudidaya ikan bawal bintang Desa Madong, kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, di mana perlakuan K: (pakan repelletting : 700g pellet lele + 300g tepung ikan lemuru), perlakuan A: (pakan repelletting + 5g makro dan mikro nutrien / kg pakan), perlakuan B: (pakan repelletting + 1g tepung bawang putih), perlakuan C: (pakan repelletting + 5g makro dan mikro nutrien + 1g tepung bawang putih / kg pakan). Analisis data dengan Analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey, menunjukkan bahwa penambahan makro nutrien, mikro nutrien, dan tepung bawang putih pada pakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap performa pertumbuhan ikan kerapu cantang. Perlakuan 5g makro dan mikro nutrien + 1g tepung bawang putih/kg pakan atau perlakuan C merupakan perlakuan terbaik, hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (13.94 ± 0.19 g) dan efisiensi pakan (35.28 ± 0.89 %).
Performa Maturasi Siput Gonggong Laevistrombus turturella dengan Penyuntikan Sumber Hormon Gonadotropin Berbeda Ryan Sukamto; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Muzahar
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 1 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.043 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i1.2448

Abstract

Overfishing makes the population of gonggong conch even smaller in their habitat. Its preservation can be maintained by cultivating gonggong conch, including by preparing mature gonads through induction using gonadotropim hormone. This study aims to obtain an effective type of hormone treatment in accelerating the maturation process of the gonggong conch gonads. This research was conducted in April - July 2020 at the Laboratory of the Faculty of Maritime Science and Fisheries, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Kepri Province. The method used is a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, injection treatment NaCl 0,5µL/head (K), injection treatment oodev® 0,5µL/head (PA), injection treatment PG600® 0,5µL/head (PB), injection treatment oodev® 0,25 µL + PG600® 0,25 µL/head (PC). The results showed that the highest GSI value is PC treatment (0.12±0.36%). Effective treatment in accelerating the process of maturing of gonggong conch gonads is a PC treatment because it reaches TKG II through the histology result ogf gonad. The highest absolute weight growth of the gonggong conch was the PC treatment (0.07±0.01 g). The highest growth length of the gonggong conch was the PC treatment (0.83±0.23cm).
Pemberian Enzim Papain dengan Dosis yang Berbeda pada Pakan Rucah terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) Muhammad Agi Saputra Agi; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 1 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.539 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i1.3089

Abstract

This study aims to determine the dosage of different papain enzymes in trash feed to increase the survival and seed growth of Napoleon Cheilinus undulates fish. This research was conducted in December 2019 - January 2020 at the Napoleon fish rearing location in Kiabu Village, South Siantan, Anambas Islands Regency. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Where K: without the enzyme, A: 6% the enzyme papain, B 7% the enzyme papain, C: 9% the enzyme papain. Data analysis using One-Way ANOVA and Duncan's Test. Showed the best growth was obtained in treatment C (administration of 9% papain enzyme) with the results of absolute weight growth of ((0.329 ± 0.020g) and survival (100 ± 0.00%) The results showed that 9% C treatment was the best treatment for growth.
Efek Pergantian Air dengan Persentase yang Berbeda terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Kevin Kevin; Muzahar; Wiwin Kusuma Atmaja Putra
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 1 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.704 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i1.3615

Abstract

This research was carried out on April - June 2021 at the Pengujan Fish Seed Center, Teluk Bintan Districts, Bintan Regency. The purpose of this study was to determine the best percentage of water change for the survival rate of barramundi larvae. This research was conducted using a Completely Randomized Design method (CRD) with 4 treatments and 3 replications consisting of: (1) K (without water change), (2) A (20% water change), (3) B (25% water change) and (4) C (30% water change). The results showed that the optimal percentages of water change was treatments A with a larval survival rate of 19,87±1,00% and a larval absolute length growth of 0,23±0,03 mm.
Tingkat Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Panjang Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Dengan Suhu Pemeliharaan Yang Berbeda: Tingkat Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Panjang Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Dengan Suhu Pemeliharaan Yang Berbeda Kartika Dewi Cahyani Simangunsong Kartika; Muzahar; Wiwin Kusuma Atmaja Putra
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 1 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.234 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i1.3623

Abstract

This study aims to determine the optimal temperature range of rearing media for the growth and survival of barramundi larvae. This research was conducted in the biology laboratory of the Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Raja Ali Haji Maritime University. The test fish used were 3 day old white snapper larvae which were kept in 13 aquariums where one aquarium was specifically for organ observation. The aquarium used is 25x25x35 cm filled with 10 liters of water with a density of 5 fish/liter. The temperature treatments were P1 (26°C), P2 (28°C), control (30°C), and P4 (32°C) with 3 replications. The design used was a completely randomized design. Larvae were fed rotifers using the abliditum method with a frequency of 3 times a day. The results showed that the white snapper larvae produced a length growth rate and survival rate of 4.99 mm and 28,67 % at an optimal temperature of 32°C.
Pengaruh Waktu Pemberian Pakan terhadap Tingkat Efisiensi Dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) Untung Simanjuntak Untung Simanjuntak; Tri Yulianto; Wiwin Kusuma Atmaja Putra
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 1 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.448 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i1.3643

Abstract

Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) di Indonesia sedang dikembangkan dan digalakkan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi. Harga ikan kerapu berkisar antara Rp. 110.000- 120.000/kilogram. Pembudidaya umumnya memberikan pakan pada ikan budidaya hanya menurut kebiasaannya, tanpa mengetahui tentang kebutuhan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam usaha budidaya untuk mendukung tingkat keberhasilan budidaya salah satunya dengan cara pengaturan frekuensi pemberian pakan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang frekuensi yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober -November 2020 di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A : 1 kali/hari, B : 2 kali/hari, C : 3 kali /hari, D : 4 kali/hari. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai FCR, EP, BM, PM, SGR terbaik terjadi pada perlakuan D dengan nilai FCR (2,25±0,02), EP (44,49±0,36 %), BM (26,8±0,28 g), PM (5,0±0,35 cm), SGR (0,638±0,006g/hari).
Tingkat Kematangan Gonad, Gonadosomatik Indeks dan Hepatosomatik Indeks Ikan Sembilang (Plotosus sp.) di Teluk Pulau Bintan wiwin kusuma atmaja putra; Tri . Yulianto; Shavika . Miranti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.108 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kematangan gonad, nilai gonadosomatik dan hepatosomatik indeks ikan sembilang di Perairan Teluk Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei lapang di teluk pulau Bintan dengan jumlah sampel 30 ekor setiap stasiun (total jumlah ikan sebanyak 120 ekor). Parameter penelitian adalah bobot tubuh, panjang, gonadosomatik indeks, hepatosomatik indeks dan tingkat kematangan gonad. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad, gonadosomatik, dan hepatosomatik indeks adalah teluk kampong bugis (TKG I-III, 0.21%, 1.45%), Madong (TKG 0-III, 0,75%, 1.33%), Tembeling (TKG I-III, 0,48%, 1,42%), Dompak (TKG 0-II, 0.18%, 1.08%) dan Pengujan (TKG 0-III, V, 0.38%, 1.35%)
PENGARUH HORMON YANG BERBEDA TEHADAP KEBERHASILAN DAN WAKTU LATENSI PEMIJAHAN IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tengku Said Raza'i; Raja Taufik Zulfikar; Rian Handrianto; Zulpikar Zulpikar; Fauzanadi Fauzanadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.088 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1466

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hormon hCG Chorullon, hCG Polaris, WOFA-FH, Ovaprim terhadap keberhasilan pemijahan dan waktu latensi pemijahan ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii). Waktu dan tempat penelitian adalah bulan Juli  - Agustus tahun 2018 di Balai Benih Ikan Pengujan. Metode penelitian adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan (hormon WOFA-FH, hCG Chorullon, hCG Polaris dan Ovaprim) dan 4 ulangan pemijahan. Hasil penelitian parameter persentase keberhasilan pemijahanwaktu latensi dan fekunditasadalah hCG Chorullon (100%, 14,5jam dan ±569,730 telur), Ovaprim (75%, 14 jam dan ±372,180 telur), WOFA-FH (100%, 13,3 jam dan ±731,400 telur) dan hCG Polaris (50%, 14,3 jam da ±816,990 telur). Kesimpulan penelitian adalah hormon WOFA FH sebagai perlakuan terbaikKata Kunci: Keberhasilan Pemijahan, Waktu Latensi, fekunditas, Ikan Bawal Bintang, WOFA-FH, Ovaprim, Chorullon, Polaris
Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) dengan Penambahan Crude Enzim Bromelin Anggraini, Aznika Dwi; Putri, Dwi Septiani; Yulianto, Tri; Putra, Wiwin Kusuma Atmaja
Lutjanus Vol 28 No 1 (2023): Lutjanus Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v28i1.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan enzim bromelin pakan rucah serta dosis terbaik untuk meningkatkan efesiensi pakan dan pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2022, di keramba jaring apung (KJA) Permata Teluk Air, Kampung Teluk Air, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, selama 60 hari. dan pemeliharaan ikan 15 ekor/wadah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan Perlakuan A (pakan rucah tanpa dicampur apapun, perlakuan B (pakan rucah dengan tambahan enzim bromelin dosis 1,0 ml / kg pakan), perlakuan C (pakan rucah dengan tambahan enzim bromelin dosis 1,5 ml / kg pakan), perlakuan D (pakan rucah dengan tambahan enzim bromelin dosis 2,0 ml / kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi pakan 3174,8 g, pertumbuhan efisiensi pemanfaatan pakan 36,85 %, rasio konversi pakan 2,78, pertumbuhan bobot mutlak 75,38 g, pertumbuhan panjang mutlak 8,08 cm, laju pertumbuhan harian 1,26 g, kelangsungan hidup 100%. Nilai kualitas air selama penelitian suhu 280C, salinitas 30 ppt, DO 5,6 mg/L, pH 78. Penambahan enzim bromelin dalam pakan memberikan pengaruh terhadap efisiesi pakan dan pertumbuhan pada ikan kakap putih dan enzim bromelin dosis 1,5 ml/kg pakan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan nilai efisiensi pakan (EP) dengan nilai 36,85% dan pertumbuhan bobot 75,38 g.