Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kandungan Besi (Fe) dan Timbel (Pb) di Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang Andira, Yuke; Melani, Winny Retna; Raza’i, Tengku Said
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.5397

Abstract

Besi (Fe) dan Timbel (Pb) merupakan unsur logam berat sumber pencemar di perairan laut. Fe dapat dijumpai secara alami dan dibutuhkan bagi kehidupan, serta menjadi racun apabila konsentrasi tidak memenuhi kriteria baku mutu. Kegiatan reklamasi yang dilakukan berhampiran dengan pelabuhan berpotensi sebagai penyumbang peningkatan konsentrasi logam berat Fe dan Pb di perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb), pola sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb), serta hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) terhadap konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 yang berlokasi di Perairan Taman Gurindam, Kota Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang diambil secara acak sebanyak 30 titik sampling. Selanjutnya dilakukan penggabungan titik sampling (Composite Place Sample) besi (Fe) dan timbel (Pb), ditetapkan sebanyak 15 titik sampling dari 30 titik sampling yang berdekatan. Berdasarkan hasil konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) pada Perairan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang masih sesuai standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk timbel (Pb) sebesar 0,005 mg/L, sedangkan besi (Fe) belum memiliki baku mutu untuk perairan. Dengan nilai rata-rata konsentrasi besi (Fe) sebesar 7,9 mg/L dan timbel (Pb) sebesar 0,013 mg/L. Pola Sebaran besi (Fe) dan timbel (Pb) menggambarkan titik sampling yang berdekatan dengan reklamasi menunjukkan nilai konsentrasi besi (Fe) dan timbel (Pb) lebih tinggi, dibandingkan dengan titik sampling yang berjauhan dari lokasi reklamasi. Hubungan jarak daratan (hasil reklamasi) dengan konsentrasi besi (Fe) sebesar -0,228 dengan hubungan sangat kuat terhadap jarak dan timbel (Pb) sebesar 0,536 dengan hubungan kuat terhadap jarak di perairan.
Analisis Indeks Ekologi Ekosistem Mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu Kota Batam Zakia, Rahima; Lestari, Febrianti; Azizah, Diana; Raza’i, Tengku Said
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6704

Abstract

Keberadaan ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai kawasan hijau. Meskipun kondisi ekosistem mangrove di Tanjungpiayu secara umum masih baik, beberapa area telah mengalami penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indeks ekologi ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode survei dengan stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive sampling dan pengukuran data dilakukan dengan metode transek kuadrat 10x10m. Analisis data meliputi indeks nilai penting, indeks keseragaman, indeks keanekaragaman serta indeks dominansi. Dari empat stasiun pengamatan, ditemukan dua jenis mangrove yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, dengan nilai indeks penting tertinggi di stasiun 3 (INP 300%). Nilai dari indeks ekologi ekosistem mangrove dari empat stasiun penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman berkisar antara 0 – 0,45 (kategori rendah), indeks keseragaman berkisar antara 0 – 0,65 (kategori rendah – sedang), dan indeks dominansi berkisar antara 0,73 – 1 (kategori sedang – tinggi). Nilai Indeks keanekaragaman paling rendah ditemukan pada stasiun 3 yang hanya ditemukan satu jenis mangrove saja.
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Pembuatan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Wulandari, Rika; Bakkara, Okto Rimandi; Muzahar, Muzahar; Yulianto, Tri; Irawan, Henky; Raza'i, Tengku Said
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1143

Abstract

Kecamatan Selayar memiliki potensi perikanan akuakultur yang besar. Potensi perikanan akuakultur yang besar tersebut harus ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusianya yang terampil mengolah bahan baku pakan lokal menjadi pakan buatan yang nantinya dapat menekan biaya produksi ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya lokal di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Tim PkM memperkenalkan teknologi screw press yang dapat dimanfaatkan dalam proses mencetak pakan berbentuk pelet secara mandiri. Tim juga memperkenalkan penggunaan berbagai bahan tambahan seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung terigu, dan premix vitamin yang diperlukan untuk melakukan formulasi nutrisi pakan buatan. Keterampilan ini adalah aspek teknis yang dibutuhkan oleh masyarakat agar mampu memproduksi pakan ikan yang berkualitas sesuai kebutuhan nutrisi ikan yang dibudidayakan. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan survei lokasi, pelatihan dan diskusi, hingga praktek lapangan pembuatan pakan berbentuk pelet menggunakan mesin screw press. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, terutama dari kelompok pembudidaya ikan setempat.
Hormonal induction maturation of silver pompano Trachinotus blochii Putra, Wiwin Kusuma Atmaja; Raza’i, Tengku Said
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.19.1.61-73

Abstract

ABSTRACT This study was aimed to acquire the most suitable hormone treatment to induce gonad maturation of silver pompano Trachinotus blochii. This study used a completely randomized design with four treatments and three replications, i.e NaCl 90% (control) (0.5 mL/kg), hCG (20 IU/kg fish body weight), PMSG (20 IU/kg fish body weight), and PG600 (20 IU/kg fish body weight). Parameters measured were gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (HSI), gonad maturity level (TKG), gonad histology, and absolute growth. The best result was PG600 treatment with 0.12% gonadosomatic index, 2.29% hepatosomatic index, TKG IV, and 85 g absolute growth for four weeks. This study concludes that the most suitable hormone to induce gonad maturation of silver pompano Trachinotus blochii is PG600 with 20 IU/kg body weight, which effectively affects GSI, HSI, and absolute growth of silver pompano. Keywords: hCG, maturation, PG600, PMSG, silver pompano. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hormon yang terbaik untuk menginduksi maturasi gonadikan bawal bintang. Hormon yang digunakan pada penelitian ini adalahkontrol NaCl 90% (dosis 0,5 mL/kg), hCG(dosis 20 IU/kg bobot tubuh ikan), PMSG (dosis 20 IU/kg bobot tubuh ikan), dan PG600 (dosis 20 IU/kg bobot tubuh ikan). Parameter yang diamati adalah indeks gonadosomatik (GSI), indeks hepatosomatik (HSI), tingkat kematangan gonad (TKG), histologi gonad, dan pertumbuhan bobot mutlak. Hasil terbaik adalah perlakuan PG600 dengan gonadosomatik indeks (0,12%), hepatosomatik indeks (2,29%), TKG IV,dan pertumbuhan mutlak (85 g) selama empat minggu. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan hormone yang berpotensi menginduksi maturasi gonad ikan bawal bintang adalah hormon PG600 dengan dosis 20 IU/kg bobot tubuh dikarenakan adanya pengaruh nyata tehadap parameter GSI, HSI dan pertumbuhan mutlak ikan bawal bintang. Kata kunci: ikan bawal bintang, hCG, PMSG, PG600, maturasi.
Cost Benefit Analysis for Feasibility of Waste Management Scenario (Case Study of Ganet Landfill, Tanjungpinang City) Vitasari, Vitasari; Khodijah Ismail; Tengku Said Raza’i
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1031

Abstract

The increase in the number and activities of the population will be in line with the increase in waste generation, resulting in an increase in the burden on the Ganet landfill. The current controlled landfill method can no longer manage the increasing waste load. A more efficient waste management design system is needed to minimize and prevent potential environmental damage. Waste management scenarios are designed based on the potential for waste processing at the Ganet landfill. In selecting waste management scenarios, an economic analysis is required, which is key in designing an effective waste management system. Cost Benefit Analysis (CBA) is used as an economic assessment of the 4 scenarios designed, namely scenario 0 (controlled landfill), scenario 1 (utilization by scavengers, composting and controlled landfill), scenario 2 (utilization by scavengers, composting, pyrolysis and controlled landfill) and scenario 3 (utilization by scavengers, composting, pyrolysis, paving block making and controlled landfill). The cost and benefit components were identified for each waste treatment process. The waste processing that costs the most is controlled landfill in scenario 0 amounting to IDR 8,326,123,157.87, while the waste processing process that produces the greatest benefit value is the manufacture of paving blocks amounting to IDR 158,392,662.33. The results of the Cost Benefit Analysis calculation show a Benefit Cost Rasio (BCR) value of 1.91, Net Present Value (NPV) of 8,448,737,857.40 and the fastest Payback Period (PP) of 5 months is scenario 3. This shows that the scenario is economically feasible to do. The results of this study are expected to be a consideration in the policy formulation related to waste management at the Ganet landfill.
KAJIAN POTENSI AIR PERMUKAAN SEBAGAI BAHAN BAKU WATER TREATMENT PLANT DI KAWASAN MARINA CITY BATAM Bahri, Ahmad Muda; Raza'i, Tengku Said; Viruly, Lily; Ismail, Khodijah
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 25, No 1 (2025): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekologia.v25i1.11716

Abstract

The rapid population growth of Batam City has a significant impact on the availability of clean water, especially around Marina City Sekupang Tanjung Riau. In response to this, BP Batam and the developer of Marina City Sekupang plan to optimize the local natural reservoir as a source of raw water for the WTP (Water Treatment Plant). This study aims to evaluate the potential discharge and water quality in the natural lake in the Marina City area, Batam. The methodology uses a quantitative approach for hydrological analysis, including calculating flood discharge and determining the area of the water catchment area, based on direct field measurements. Social analysis uses a qualitative descriptive method. Water sampling follows the SNI 6989.57: 2008 procedure. The results of the study show that the estimated domestic water requirement per house connection in 2023 reaches 50.47 liters/second. Annual water evaporation is calculated based on the average evaporation rate in the Marina City lake of 22.29 mm/month or 0.776 mm/day. The total reservoir capacity is 869,249.00 m3, with a total water loss of 262,851 m3/day. This research provides important information for the development of water resources in the Marina City area, supporting efforts to meet the clean water needs of the local community and its surroundings
Perubahan Tutupan Lahan Mangrove pada Area Izin Hutan Tanaman Rakyat untuk Produksi Arang di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau Andia, Bherly; Lestari, Febrianti; Raza'i, Tengku Said
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6988

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perubahan tutupan lahan mangrove pada area izin Hutan Tanaman Rakyat (HTR) untuk Produksi Arang  selama tahun 2011 dan 2023 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.Lokasi kajian ditetapkan pada area Izin HTR seluas 12,195 hektar yang diberikan pemerintah kepada kelompok tani hutan pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan mengukur deforestasi, degradasi, dan reforestasi pada area/kawasan yang memiliki izin produksi. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dipilih lokasi atau kawasan hutan mangrove yang berada dalam area izin HTR. Metode analisis menggunakan overlay peta tutupan lahan dari citra satelit tahun 2011 dan 2023 di areal izin HTR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deforestasi pada kawasan izin HTR seluas 988 hektar, degradasi 42 hektar, dan reforestasi 2,813 hektar. Berdasarkan analisis didapatkan nilai reforestasi lebih tinggi dibandingkan deforestasi dan degradasi, dapat disimpulkan bahwa pemanenan bakau melalui izin HTR tidak menyebabkan kerusakan mangrove yang signifikan.
INTRODUKSI PRODUKSI BENIH MELALUI TEKNIK FISI PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA TERIPANG (Stichopus sp.) DI KAMPUNG MADONG, KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, KOTA TANJUNGPINANG Muzahar, Muzahar; Bakkara, Okto Rimandi; Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Wulandari, Rika; Yulianto, Tri; Irawan, Henky; Raza’i, Tengku Said
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2042

Abstract

Sea cucumbers are members of the Phylum Echinodermata which have high economic value and widely used by the coastal communities of the Riau Islands as food sources and medicines. Unregulated fishing greatly pressure sea cucumber populations in natural waters. Aquculture is regarded as a solution to the over-exploitation of sea cucumbers from natural waters. However, further research is needed to establish the better technical and economic efficiency. Local sea cucumber farmer needs information about the technical aspects of sea cucumber seed production so they can produce the seeds independently. Therefore, a series of dissemination and demonstrations were organized to introduce the method of produce sea cucumber seeds using the fission technique. This community service activity was carried out using the participatory action research (PAR) method involving the Maju Mandiri fish farmer group in Kampung Madong, Kampung Bugis Village, Tanjungpinang City. The team carried out counseling and demonstrated the binding procedure to simulate fission in sea cucumber. Our partner group seemed enthusiastic about participating in the activity and quite proficient on some basic fission techniques to provide sea cucumber seeds. This activity also raises awareness among the locals to actively maintain the sustainability of marine resources. So, we hope our partner group can start the sea cucumber culture business with independent seed production, and they can achieve our goals to improving community welfare and preserving the water environment simultaneously.