Yusuf Ridwan
Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masayarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Profil hematologi anjing lokal di wilayah endemik rabies Agus Wijaya; Ronald Tarigan; Koekoeh Santoso; Yusuf Ridwan; Etih Sudarnika; Abdul Zahid Ilyas; Denny Widaya Lukman; Ardilasunu Wicaksono; Arifin Budiman Nugraha; Usamah Afiff; Sri Murtini; Edi Sukmawinata; Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.224 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.1-2

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan satu dari 24 provinsi di Indonesia yang dilaporkan belum bebas Rabies. Usaha pembebasan wilayah Jawa Barat dari penyakit Rabies sangat strategis mengingat posisi Jawa Barat berada di antara daerah bebas Rabies. Jampang Tengah menjadi salah satu kecamatan di Sukabumi yang pada tahun 2016 dilaporkan telah terjadi 13 kasus gigitan Rabies. Penelitian ini menggunakan 81 sampel darah anjing lokal yang dikoleksi dari enam desa di kecamatan Jampang Tengah dan diperiksa dengan menggunakan alat Rayto® hematology analyzer. Parameter profil hematologi dikelompokkan berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin anjing. Hasil pemeriksaan hematologi secara umum berdasarkan umur menunjukkan nilai rataan yang lebih besar pada anjing lokal umur ≥1 tahun dan konsentrasi leukosit menunjukkan nilai statistik yang signifikan berbeda (p<0.05). Berdasarkan jenis kelamin, nilai rataan parameter hematologi secara umum lebih tinggi pada anjing lokal betina dan adanya perbedaan signifikan (p<0.05) pada konsentrasi leukosit dan granulosit.
Kecacingan pada kucing di Klinik Star Vet Bogor Alif Nur Muhamad Muriana; Yusuf Ridwan; Risa Tiuria; Rizal Arifin Akbari
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.757 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.63-64

Abstract

Helminthiasis adalah salah satu penyakit yang perlu diperhatikan pada kucing karena tidak menimbulkan gejala klinis yang serius, kecuali pada infeksi berat dan kronis. Penelitian ini bertujuan mempelajari kejadian kecacingan pada kucing di klinik hewan Starvet Bogor. Data sekunder didapat dari rekam medis periode 2016-2018 dengan total kasus yang ditangani berjumlah 2 535. Total kasus yang diduga kecacingan pada kucing sebesar 49 kasus. Kasus kucing yang positif kecacingan sebesar 43 kasus dan negatif sebesar 6 kasus. Kucing dapat terinfeksi lebih dari satu jenis cacing parasit pada satu waktu yang sama. Jenis cacing parasit yang berhasil diidentifikasi adalah hookworm sebesar 14 dari 27 kasus, Toxocara sp sebesar 11 dari 27 kasus, dan Dipylidium sp sebesar 2 dari 27 kasus. Antelmintika yang banyak digunakan untuk mengobati kasus kecacingan pada kucing memiliki zat aktif praziquantel dan pirantel pamoat.
Koksidiosis pada kangguru pohon kelabu (Dendrolagus inustus) di tempat konservasi ex situ Yusuf Ridwan; Arifin Budiman Nugraha; Hammada Raudlowi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.4.63-64

Abstract

Koksidiosis merupakan penyakit yang dapat menyerang berbagai jenis hewan termasuk kangguru. Informasi koksidiosis pada kangguru dahan kelabu masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi kasus koksidiosis pada kanguru pohon kelabu yang meliputi pengamatan gejala klinis, dan mengidentifikasi jenis koksidia. Hasil observasi pada dua ekor kangguru pohon kelabu menunjukkan penurunan aktivitas, lemah, lesu dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan feses menunjukkan kedua hewan menderita koksidiosis dengan rata rata jumlah ookista tiap gram feses sebesar 450. Hasil identifikasi menunjukkan jenis koksidia yang menginfeksi adalah dari genus Eimeria spp.
Seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di Kabupaten Sukabumi Ridwan, Yusuf; Sudarnika, Etih; Ilyas, Abdul Zahid
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.77-78

Abstract

Dirofilariasis merupakan penyakit serius pada anjing dan bersifat zoonotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan menentukan faktor risiko dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 152 sampel darah diambil dari anjing di dua kecamatan di Sukabumi yang memiliki perbedaan karakteristik topografi yaitu Kecamatan Jampang Tengan yang merupakan wilayah perbukitan dan Kecamatan Cisolok dengan karakteristik daerah pantai. Serum darah diperiksa menggunakan rapid test kit komersial CHW Ag Test Kit 2.0 ® Bionote untuk mendeteksi keberadaan antigen cacing dewasa Dirofilaria immitis. Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di kabupaten Sukabumi adalah 20,4%. Daerah dengan karakteristik perbukitan memiliki tingkat prevalensi dirofilariasis yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Kejadian dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi tidak dipengaruhi jenis kelamin, cara pemeliharaan dan umur anjing.
Impact of sex and age on gastrointestinal nematode infections in sheep: Insights from Sugih Mukti Sheep Farm Yong, Ethan Low Chiew; Ridwan, Yusuf; Satrija, Fadjar
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.67-68

Abstract

Nematoda gastrointestinal merupakan parasit yang tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di seluruh wilayah Indonesia, yang secara signifikan mengganggu produksi domba dengan menyebabkan penurunan berat badan, mengurangi kinerja reproduksi, dan meningkatkan angka kematian. Penelitian ini mengkaji prevalensi dan intensitas infeksi nematoda gastrointestinal pada domba dari Kelompok Ternak Domba Sugih Mukti di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kami mengumpulkan sampel feses dari 43 domba dalam kelompok ini dan menganalisisnya untuk mengetahui parasit gastrointestinal menggunakan metode flotasi dan metode McMaster yang dimodifikasi. Temuan kami mengungkapkan keberadaan eksklusif telur strongyle, yang menunjukkan ordo Strongylida, dalam sampel feses. Prevalensi keseluruhan infeksi strongyle di peternakan Sugih Mukti adalah 60,5%, dengan tingkat infeksi bervariasi secara signifikan antara jenis kelamin dan kelompok usia: 12,5% pada jantan (n=8), 71,4% pada betina (n=35), 31,8% pada domba muda (n=22), dan 90,4% pada betina dewasa (n=21). Perbedaan ini signifikan secara statistik (P≤0,05). Namun, intensitas rata-rata infeksi strongyle dikategorikan sebagai ringan, tanpa variasi signifikan yang diamati berdasarkan jenis kelamin atau usia (P≥0,05).