Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengidentifikasi Tingkat Bahaya Longsor Di Kec. Sabbang, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Suryanto Bakri; Harwan Harwan; Muh. Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.466 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.340

Abstract

Bencana alam merupakan kejadian yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah rawan bencana longsor, tingkat daerah bencana longsor dan foktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Metode penelitian dilakukan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdiri dari data curah hujan, penggunaan area lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, lithologi batuan, bentuk lahan dan struktur geologi. Data tersebut kemudian dilakukan pengharkatan (scoring) untuk memperoleh area tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian diperoleh empat zona tingkat bahaya longsor yaitu zona bahaya longsor rendah dengan luas 3.656 Ha, zona bahaya longsor sedang dengan luas 22.628 Ha, zona bahaya longsor tinggi dengan lus 42.063 Ha dan zona bahaya longsor sangat tinggi 331 Ha. Hasil yang diperoleh mengidentifiksikan bahwa potensi untama bahaya longsor disebebkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu 3826 mm/tahun. Area kemiringan lereng 40% sampai 100% yang luas juga merupakan factor yang menyebabkan potensi terjadinya longsor.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DISPOSAL IPD PQRT PIT WEST MENGGUNAKAN METODE BISHOP PT BUMA JOB SITE LATI KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Sri Wahyuni; Nurliah Jafar; Habibie Anwar; Abd. Salam Munir
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7702

Abstract

Disposal merupakan tempat pembuangan material yang berada di dalam tambang maupun di luar area penambangan atau biasa disebut IPD (in pit dump) dan OPD (out pit dump). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kestabilan lereng dari segi keamanan. Adanya perubahan dari geometri lereng ini dapat mengurangi masalah yang mungkin akan terjadi, yang dapat menyebabkan lereng mengalami pergerakan. Untuk menganalisis dan pengolahan data menggunakan software Rocscience slide dengan metode bishop. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada disposal PQRT Pit West diperoleh empat sayatan, lereng aktual sayatan A sampai D mendapatkan hasil FK > 1,3. Selanjutnya untuk perencanaan penutupan lumpur pada area kaki disposal sayatan A sampai D didapatkan FK < 1,3 dimana geometri yang digunakan yaitu standar dari perusahaan dengan tinggi jenjang tunggal 10 meter, dengan slope 450 untuk single slope dan lebar jenjang tunggal 30 meter. Hasil ini, maka perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng, maka didapatkan geometri yang sesuai dimana FK > 1,3 lereng dinyatakan stabil atau aman, yaitu lebar jenjang 50 sampai 100 meter dengan tinggi lereng keseluruhan 44 meter, sudut keseluruhan lereng 70, sesuai dengan SOP (Standar Operasional Perusahaan) apabila faktor keamanan lereng timbunan dengan tinggi lereng < 100 meter, maka minimum FK yaitu 1,3. Kata kunci: disposal, kestabilan lereng, faktor keamanan, sayatan
SLOPE MASS RATING DAN STABILITAS LERENG BATUPASIR FORMASI BALANGBARU DUSUN PALUDDA DESA PATAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU Haslan Haslan; Djamaluddin Djamaluddin; Habibie Anwar; Abd. Salam Munir
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kualitas batuan daerah penelitian berdasarkan klasifikasi Rock Mass Rating dari data yang ada di lapangan dan hasil pengujian laboratorium; (2) Menentukan jenis dan arah longsoran pada lereng berdasarkan proyeksi stereografis dari data scanline yang dilakukan di lokasi penelitian; (3) Menganalisis kondisi lereng berdasarkan klasifikasi Slope Mass Rating dari data Rock Mass Rating serta arah dan jenis longsoran; (4) Menentukan stabilitas lereng batupasir. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada pembaca tentang kualitas batuan berdasarkan klasifikasi Rock Mass Rating, penentuan arah dan jenis longsoran berdasarkan proyeksi stereografis, analisis Slope Mass Rating, serta serta penetuan stabilitas lereng batupasir. Penelitian ini pula dapat memberikan kontribusi referensi dalam bidang geoteknik serta hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan pertimbangan bagi penelitian sejenis untuk selanjutnya. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  profiling yaitu mengukur geometri lereng; scan-line yaitu mengukur orientasi bidang diskontinuitas pada permukaan yang dianggap mewakili orientasi bidang bidang diskontinu secara keseluruhan; dan preparasi sampel batuan yang didapatkan dari lapangan akan dipotong sesuai dengan ukuran pengujian. Menentukan pembobotan Slope Mass Rating dibutuhkan klasifikasi batuan dengan menggunakan Rock Mass Rating, penentuan stabilitas lereng menggunakan software slide V6.0. Hasil penelitian menujukkan bahwa bobot total  massa batuan pasir yang didapatkan menggunakaan pembobotan Rock Mass Rating adalah 46, berada pada kelas III dengan deskripsi batuan sedang. Terdapat dua potensi tipe longsoran berdasarkan hasil analisis proyeksi stereografis yaitu potensi longsoran baji dengan arah longsoran yaitu N30oE dan longsoran guling dengan arah longsoran N48oE. Bobot total massa  yang didapatkan menggunakan pembobotan Slope Mass Rating untuk potensi longsoran baji yaitu 37 yang berada pada kelas II dan pada potensi longsoran guling yaitu 56,8 yang berada pada kelas III. Untuk stabilitas lereng memiliki nilai faktor keamanan 0,647 yang menunjukkan bahwa lereng tersebut tidak stabil.               Kata kunci: kestabilan lereng, klasifikasi massa batuan, RQD, RMR, SMR
MINE HAUL ROAD PADA PT. SEBUKU IRON LATERITIC ORES (SILO) DAERAH SEBUKU Habibie Anwar; Anshariah Anshariah; Abdul Salam Munir; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Sakti Aji Adi Sanra
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.376 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7033

Abstract

Jalan tambang merupakan salah satu prasarana dalam proses penambangan untuk menghubungkan lokasi-lokasi penting, diantaranya adalah lokasi tambang menuju ke pelabuhan stockpile, perkantoran, pabrik pengolahan bahan galian (smelter), perumahan karyawan dan tempat-tempat lain di area penambangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kondisi geometri mine haul road sepanjang 7,5 kilometer dimulai dari stockpile tanjung gunung sampai ke pit penambangan di damar selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geometri jalan hauling lokasi penambangan di PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), apakah telah sesuai standar atau belum. Tahapan pengambilan data geometri jalan dimulai dengan pengukuran dimensi jalan menggunakan dua jenis alat survey yaitu Total Station (TS) dan Real Time Kinematic (RTK). Tahap selanjutnya adalah mengolah data dari alat survey tersebut menggunakan alat bantu software Surpac dan Autocad untuk mengetahui nilai dimensi dari jalan tambang tersebut. Dari hasil evaluasi geometri jalan dari stockpile tanjung gunung sampai ke pit penambangan di damar selatan, hanya dimensi lebar jalan yang keseluruhan segmennya telah sesuai standar perusahaan, sedangkan untuk dimensi jari-jari tikungan, superelevasi, grade, cross slope, tanggul pengaman, parit dan cut and fill, masih terdapat beberapa segmen yang belum sesuai standar. Penyebab tidak standarnya segmen tersebut adalah karena kurangnya maintenance jalan hauling yang dilakukan oleh perusahaan.
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG PADA PT. MANAKARRA MULTI MINING PROVINSI SULAWESI BARAT Habibie Anwar; Nurliah Jafar; Alam Budiman Thamsi; Muhammad Idham Farid
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v9i1.47323

Abstract

Jalan tambang yang baik adalah ketika memiliki bentuk geometri jalan yang sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geometri jalan hauling di PT Manakarra Multi Maning, apakah telah sesuai standar atau belum. Tahapan pengambilan data geometri jalan dimulai dengan pengukuran dimensi jalan menggunakan GPS dan kompas. Tahap  selanjutnya adalah mengolah data dari alat survey tersebut menggunakan software untuk mengetahui nilai dimensi dari jalan tambang sesuai standar AASHTO. Berdasarkan hasil dari perhitungan penelitian ini dapat disimpulkan lebar jalan angkut pada jalan lurus di semua stasiun yaitu 12 meter sampai 13 meter, dan telah memenuhi standar minimum yang ditetapkan yaitu 9 meter. Lebar jalan pada tikungan berdasarkan dari hasil perhitungan untuk lebar jalan pada tikungan di setiap stasiun yaitu 12 meter sampai 14 meter, dan telah jalan memenuhi standar minimum yang ditetapkan yaitu 12 meter. Superelevasi jalan aktual tidak memenuhi standar yaitu 1,3% dan 9%, sedangkan standar yang ditetapkan untuk superelevasi minimum 4% dan superelevasi maksimum 8%. Kemiringan jalan aktual yang tidak memenuhi standar maksimum 10%, dimana kemiringan jalan aktual yang ada di lapangan relatif tinggi yaitu 11% hingga 15%.
Studi Mineralogi Batuan Basal Sebagai Source-rock Bijih Besi Daerah Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Anshariah Anshariah; Firdaus F; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1374

Abstract

Research has been carried out regarding the source rock of iron ore deposits. This area became the object of research because of the discovery of iron ore deposits and several other metals. In this research, the focus of the study is the source rock that carries Fe metal. The results of the initial study indicate that the basalt is thought to have carried the metal intruding the wall rock causing a reaction to occur. The analysis in this paper consists of field research, sampling, preparation, and analysis of petrography and XRD. Based on petrographic observations, basalt is composed of the main minerals in the form of pyroxene minerals, plagioclase, and base mass with a distinctive texture in the form of a porphyry texture where pyroxene and plagioclase minerals as phenocrysts are embedded in the base mass and opaque minerals. The secondary minerals found were epidote, actinolite, hornblende, anatase, staurolite, carbonate minerals, chlorite, sericite, magnesite, clay minerals, and quartz. The ore minerals are magnetite, goethite, chamosite, and pyrope.
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
Reclamation Plan on Stone Land of The Ex-Nickel Mining at PT Vale Indonesia Tbk Central Pinnacle Condemnation Muhammad Furqan Al Faruqi; Firman Nullah Yusuf; Habibie Anwar; Alam Budiman Thamsi
Journal of Geology and Exploration Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Geology and Exploration, June 2023
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v2i1.46

Abstract

Environmental and occupational safety issues in the world's mining business have always been the most important issues. The main problems that arise in ex-mining areas include environmental changes which include chemical changes, physical changes and biological changes (Hoskin, 2002). Reclamation is an activity carried out throughout the stages of the mining business to organize, restore and improve the quality of the environment and ecosystem so that they can function again according to their designation (Ahmad, 2006). Primary data collection was obtained using a mobile phone as evidence of the implementation of research activities for research location data, reclamation locations were taken using GPS (global position system) and drones. Secondary data is given directly from supervisors in the company. Land arrangement is intended to obtain a surface finish that is stable and has a natural shape so that it is in harmony with the shape of the pristine landscape, supports the success of plant growth, facilitates access to further work throughout the area, and increases the aesthetic value of the land (Munir, 2017). All irregular heaps are tidied up and leveled, deposits that have the potential to form a collection of water are filled with the result of pushing material from the leveled heap. Ex-mining land with irregular and uneven terrain (holes, relatively steep slopes) must be laid out in such a way as to be stable with low landslide and erosion hazard potential (Noor Rizqoon, 2004). Piling of rocks using top soil as thick as 50 cm on rocky ground. Activities that are no less important are sowing topsoil, making contour drains and making planting holes, these activities are carried out by making arrangements for making drainage and pocket ponds have been completed. Planting holes with a spacing of 3.5 meters and 4 meters can be ascertained that in 1 hectare of reclamation land for Konde Central Pinnacle 714 planting holes can be made, so it can be concluded that the planting holes for Konde Central Pinnacle are good with spacings of 3.5m and 4m.
Pemetaan Potensi Gerakan Tanah pada Ruas Jalan Raya Doi-Doi – Paludda, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Munir, Abdul Salam; Anwar, Habibie; Budiman, Agus Ardianto
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16171

Abstract

Gerakan tanah dan batuan merupakan permasalahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi korbannya, baik materil maupun jiwa. Materialnya dapat berupa tanah dan atau batuan yang dapat menutup akses jalan, terlebih jika dalam volume yang besar. Pemetaan potensi gerakan tanah dan batuan penting dilakukan sebagai tahap awal dalam memberikan rekomendasi solusi pada pencegahan dan penanggulangan gerakan tanah dan atau batuan. Pengabdian ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengamati kondisi material di lapangan, baik yang sudah terjadi gerakan tanah maupun yang memiliki potensi terjadinya gerakan tanah. Pengamatan dilakukan dengan menyusuri ruas jalan raya Doi-Doi – Palludda untuk menemukan bekas gerakan tanah dan potensinya dengan melakukan pengukuran geometri, pengukuran arah lereng, dan pengamatan kondisi material (kepadatan dan pelapukan). Pengamatan dilakukan pada sembilan lokasi kemudian disajikan ke dalam peta potensi gerakan tanah. Sebagian besar lokasi pengamatan menunjukkan peran air memegang peranan penting dalam menjaga lereng dalam kondisi stabil sehingga gerakan tanah batuan dapat dihindari dan meminimalkan risiko yang dapat terjadi. Perhatian pemerintah dalam penanganan hal tersebut tentu sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kerugian, apalagi korban jiwa. Penanganan setelah terjadi gerakan tanah dan kerusakan parah pada ruas jalan ketika mengalami penurunan akan membutuhkan biaya dan tenaga yang lebih besar. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi rujukan atau sumber informasi bagi masyarakat pengguna jalan dan pemerintah pada pengetahuan mengenai potensi gerakan tanah dan atau batuan. Pengamatan lanjutan perlu dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang benar dan sesuai dengan potensi gerakan yang telah diamati. 
Penentuan Lokasi PLTU Ditinjau dari Aspek Fisik dan Geografis Pada PLTU PT Bosowa Energi: Determining PLTU Location from Physical and Geographical Aspects at PT Bosowa Energi PLTU Andi Ashari Cahyadi; Sri Widodo; Arif Nurwaskito; Habibie Anwar
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v1i1.72

Abstract

Choosing the correct and strategic location can make a big profit for the factory. Conversely, the factory can retain if the factory's site selection is strategic. The purpose of this study is To determine the factors in determining the location of the construction of PLTU PT. Bosowa Energy and know the climate parameter of PLTU PT. Bosowa Energy. The stages and methods of research conducted consisted of four steps: the process of research stages, methods of data retrieval, data processing and locations of data analysis, and the set of report generation. The data taken are primary and secondary; after the data is collected, data are analyzed to determine the factors determining PLTU PT location. Bosowa Energy. PLTU PT. Bosowa Energy in Bangkala Subdistrict Kabupate Jeneponto South Sulawesi Province This location has a climate among other air temperature areas ranging between 18,20 - 27,00 ̊C, rainfall area is quite wet, speed and direction of angina average ranged from 2 until 3 knots, Relative air humidity average 64.8 - 83.5%. The conclusions of this journal are the factors in determining the location of the balance of network, industrial areas, and water areas and climate parameters of rainfall, temperature, humidity, and wind speed.