Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGUATAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA UNTUK MENCEGAH BULLYING rosmaharani, shanti; I’in Noviana; Monika Sawitri Prihatini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2874

Abstract

Bullying sering kali terjadi pada anak-anak maupun remaja, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Remaja yang mengalami bullying memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Dampak yang mungkin timbul pada korban di antaranya adalah munculnya gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan kesulitan tidur yang dapat terbawa hingga dewasa. Penguatan kesehatan mental sekaligus pengembangan keterampilan sosial-emosional bagi remaja perlu dilakukan agar siklus kekerasan tidak terus berlanjut. Menjaga kesehatan mental, khususnya pada remaja yang sedang berada dalam fase perkembangan identitas diri, menjadi hal yang sangat penting. Dengan kondisi mental yang sehat, remaja akan lebih tahan terhadap risiko bullying, baik dalam posisi sebagai korban maupun potensi menjadi pelaku. Keadaan mental yang sehat menjaga agar individu dapat mengatasi stres secara wajar dan dapat menjalin hubungan sosial yang positif dan bermakna. Melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan pembinaan karakter, siswa dapat meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bullying serta menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan solidaritas antar teman sebaya. Dengan demikian, penguatan kesehatan jiwa bukan hanya berfungsi sebagai sarana pencegahan perilaku menyimpang, tetapi juga sebagai fondasi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan remaja secara optimal. Dengan adanya penguatan kesehatan jiwa, remaja diharapkan memiliki kemampuan mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan membangun hubungan sosial yang sehat sehingga mampu mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, tercipta lingkungan yang aman, suportif, dan kondusif bagi tumbuh kembang remaja, sekaligus memperkuat fondasi untuk mencetak generasi muda yang sehat jiwa, berkarakter positif, dan bebas dari perilaku bullying
CERIA English Learning: A Creative Program to Boost Motivation of SDN Puton Jombang Students Iin Noviana; Shanti Rosmaharani; Rodiyah; Syaputra Dwi Santoso
Jurnal Dremi (Demi Pengabdi Masyarakat) Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Demi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Penerbit Riset Sadwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The CERIA English Learning programme at SDN Puton Jombang was implemented to address low motivation, limited participation, and low self-confidence among primary school pupils in learning English in a rural school context. The programme aimed to create an enjoyable, low-anxiety learning environment through a combination of English songs, gamified classroom activities, and low-cost interactive media, including basic augmented reality. Activities were conducted on 15 and 16 May 2025 with 70 pupils from Years 4 to 6, structured into preliminary, core, and closing sessions. The impact of the programme was evaluated using a pre–post motivation scale, classroom observation sheets, and participant satisfaction ratings. The results showed increases in mean scores for motivation, confidence in speaking, active participation, and mastery of basic English vocabulary, with gains ranging from 25.0% to 32.0%. Satisfaction ratings from pupils and teachers for the content, methods, facilitators, and media were in the “very satisfied” category, while visual documentation indicated a livelier and more collaborative classroom atmosphere. These findings suggest that CERIA is an effective and realistic model of creative English learning for resource-constrained primary schools and has potential to be strengthened through teacher training and replicated in other settings.
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN JIWA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI KELUARGA Rosmaharani, Shanti; Rodiyah; I'in Noviana
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.29336

Abstract

Objective: This study aims to determine the effect of family psychoeducation on the mental health status of families with children with mental retardation Methods: The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The study involved 45 families with children with mental retardation, using a total sampling technique. The independent variable was family psychoeducation, and the dependent variable was family mental health status. The intervention consisted of three sessions of family psychoeducation, each lasting 30–60 minutes. Family mental health status was measured using the Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: The results showed that before the intervention, the majority of families (62%) were in the mild emotional disturbance category. After psychoeducation, the majority of families (67%) were in the normal category. The statistical analysis showed a p-value of 0.003 <0.005, indicating a significant effect of family psychoeducation on improving family mental health status. Conclusion: This study concluded that family psychoeducation is effective in improving the mental health status of families caring for children with mental retardation. This intervention is recommended for implementation in community psychiatric nursing services to improve family well-being and the quality of care for children with mental retardation.