Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Bioinformatic and Molecular Docking Study of Zerumbone and Its Derivates against Colorectal Cancer Fauziyya, Riri; Auli, Winni Nur; Suprahman, Nisa Yulianti; Sarmoko, Sarmoko; Ashari, Arif; Alsadila, Kalista; Agustin, Lanita; Fazila, Safia; Zahra, Miralda; Pane, Esteria Christina; Sukrasno, Sukrasno
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev14iss1pp39-48

Abstract

The prevalence of colorectal cancer (CRC) is ranked third among all cancer types in both men and women, highlighting the urgency for drug exploration. Zerumbone and its derivatives have gained attention for their ability to inhibit angiogenesis, invasion, and metastasis and have been tested for their efficacy against various cancer cells. This study aimed to investigate the potential targets and mechanism of action of zerumbone derivatives in colon cancer invasion and migration. Bioinformatic analysis was conducted using STITCH and STRING to identify potential target genes, and molecular docking was used to search for anticancer candidates from 20 zerumbone derivatives. The results revealed that six proteins were targeted by zerumbone derivatives, including XIAPBIR3 (1TFT), AKT1 (3O96), JAK2 (6VGL), HASP90AA (2XJX), MDM2 (4MDN), and XIAPBIR2 (4KJU). Compound 4 was found to have a lower binding energy than zerumbone as well as AZD5363 (pan-Akt inhibitor) when interacting with the protein target AKT1. This makes it the most promising candidate among the zerumbone derivatives for treating colorectal cancer. Further development, such as the addition of an amine functional group, is expected to improve the potency of this molecule through the formation of hydrogen bonds and other interactions with lower bond energy.Keywords: Bioinformatic, molecular docking, zerumbone derivatives, colorectal cancer.
Pemberdayaan Masyarakat Gadingrejo Timur Melalui Edukasi dan Inovasi Herbal Diabetes Riri Fauziyya; Novrilia Atika Nabila; Nurul Irna Windari; Putri Amelia Rooswita; Annisa Maulidia Rahayyu; Thania Raya Tri Moerbi; Zu’ami Sekar Harum; Keisya Nabila; Azra Azreena Nursyahfira; Kaylla Rasikha Jasmine; Kais Kaila Ladeva Putri
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1534

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu tahun 2024, Pekon Gadingrejo Timur menempati peringkat kedua kasus DM setelah Kecamatan Pringsewu dengan 982 penduduk terdiagnosis. Kondisi ini disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, rendahnya kesadaran untuk pemeriksaan gula darah secara rutin, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengendalian DM. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mencegah DM melalui edukasi kesehatan dan demonstrasi pembuatan produk herbal “Teh Cinta” berbahan kayu manis, jahe, pandan, dan pegagan. Program dilaksanakan di Balai Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu, pada 5 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 31 orang. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan (cek gula darah dan tekanan darah), penyuluhan mengenai pengertian DM, faktor risiko, komplikasi, serta pencegahannya, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk herbal. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta (p-value 0,003), disertai antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan produk herbal. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat tangguh tanpa diabetes melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan bahan alam yang sederhana dan berkelanjutan.