Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Gizi dan Kesehatan Mental dengan Pangan Lokal Bergizi pada Ibu Hamil Anemia di Wilayah Puskesmas Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi: Nutrition and Mental Health Support Using Nutritious Local Foods Among Pregnant Women with Anemia in the Bojong Rawalumbu Public Health Center Area, Bekasi City Palupi, Khairizka; Marsidi, Sitti Rahmah; Siahaan, Maya Fernandya; Mulyadewi, Zalfa; Aurelia, Annisa Mega; Setyasih, Meyrina Arung; Resmana, Rima Putri; Soliah, Alvia; Faradillah, Gladys; Kamila, Lewiyshefa Vandra
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.785

Abstract

Anemia dan gangguan kesehatan mental seperti depresi serta kecemasan merupakan dua kondisi yang sering dialami ibu hamil dan berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil anemia mengenai gizi dan kesehatan mental melalui pendekatan edukatif berbasis pangan lokal bergizi. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, dengan melibatkan 8 ibu hamil anemia. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan dan pembagian materi edukasi. Evaluasi efektivitas dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 20 pertanyaan. Hasil menunjukkan adanya interaksi diskusi aktif dan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 80,62 menjadi 82,22 setelah penyuluhan. Kesimpulannya, pendampingan gizi dan kesehatan mental dengan pangan lokal bergizi merupakan sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil anemia. Pengabdian selanjutnya disarankan mencakup demonstrasi pengolahan pangan lokal dan sesi konsultasi kesehatan mental guna meningkatkan kesadaran emosional serta membekali keterampilan dasar dalam menghadapi stres dan kecemasan
ANALYSIS OF DETERMINANT FACTOR ON PATIENT SATISFACTION BASED ON PATIENT CHARACTERISTICS, FOOD QUALITY AND SERVICE QUALITY Damayanti, Fitria; Ronitawati, Putri; Swamilaksita, Prita Dhyani; Siahaan, Maya Fernandya; Fadhilla, Reza
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3013

Abstract

Layanan makanan rumah sakit berperan penting dalam mendukung pemulihan pasien melalui penyediaan nutrisi yang sesuai. Kepuasan pasien terhadap penyelenggaraan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari aspek makanan maupun pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap penyelenggaraan makanan di rumah sakit. RSUD Balaraja sebagai rumah sakit tipe B belum pernah melakukan penelitian mengenai kepuasan pasien dalam penyelenggaraan makanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanitatif dengan desain  cross sectional.  Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 102 pasien rawat inap. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Variabel dependen yang diteliti adalah kepuasan pasien, sedangkan variabel independen meliputi usia pasien, jenis kelamin, lama tinggal, pendidikan, kualitas makanan, aroma, variasi, tekstur, rasa, penyajian, kebersihan peralatan, ketepatan waktu penyajian, suhu makanan, serta sikap dan penampilan pelayan. Temuan  penelitian  menunjukkan  adanya  korelasi signifikan  antara  kepuasan  pasien  dan  kualitas makanan (p= 0.000), penampilan makanan (p= 0.014), aroma makanan (p= 0.002), variasi makanan (p= 0.004), rasa makanan (p= 0.008), kualitas layanan (p= 0.044), serta sikap pramusaji (p= 0.044). Tingkat kepuasan pasien secara signifikan dipengaruhi oleh tiga faktor  yaitu kualitas makanan (OR= 35.698, nilai p= 0.002), rasanya (OR= 9.055, nilai p= 0.018), dan tampilannya (OR= 0.026, nilai p= 0.030). Hasil penelitian ini mendukung tujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kepuasan pasien, dengan menunjukkan bahwa kualitas makanan, rasa dan penyajian merupakan fator utama yang berkontribusi secara signifikan.
The Effect of a Fruit-Based Antioxidant Intervention on Depressive and Anxiety Symptoms in Postpartum Mothers: A Quasi-Experimental Study Palupi, Khairizka Citra; Mulyadewi, Zalfa; Fadhilah, Reza; Melani, Vitria; Siahaan, Maya Fernandya; Marsidi, Siti Rahmah
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.786

Abstract

Depression and anxiety are common mental health issues affecting an 300 million people globally, with up to 13% of postpartum mothers experiencing depression and 19,8% with higher risks. These conditions can negatively impact both mother and child. The intake of natural antioxidants found in fruits has the potential to reduce these symptoms. This study aimed to analyze the effect of fruit consumption as a natural source of antioxidants on symptoms of depression and anxiety in postpartum mothers with children aged 1–12 months. The study was conducted from June-July 2024 in Bojong Rawalumbu, Bekasi City, using a quasi-experimental design with 64 respondents (28 in the treatment group and 29 in the control group completing the study). The treatment group received fruit interventions for 21 days, while the control group received no intervention. Depression symptoms were measured using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), anxiety levels were measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI), and fruit consumption compliance was monitored using a provided form. The results showed a reduction in the mean depression score (difference of 2.00) and anxiety score (difference of 4.18) in the treatment group (p = 0.0001 for both). In conclusion, adequate fruit consumption may reduce symptoms of depression and anxiety in postpartum mothers with children aged 1–12 months.