Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Awal Identifikasi Ikan Hiu dan Status Konservasi di Perairan Tukak, Bangka Selatan Ferizal, Jemi; Adi, Wahyu; Supratman, Okto; Farhaby, Arthur Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Setiadi, Geri; Mito, Mito; Dewi, Diah Puspita; Sari, Dewi Puspita; Tiara, Tiara; Juniagis, Berlianda; Prameswari, Thesa; Putri, Nabila Rahmawati; Sugandi, Sugandi
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2025): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i1.88263

Abstract

Perairan Tukak memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk populasi hiu yang terancam akibat aktivitas antropogenik yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfometrik dan meristik hiu yang tertangkap dengan jaring insang serta menganalisis status konservasinya. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2024 di Dermaga Tukak, Kabupaten Bangka Selatan. Pengumpulan data mencakup panjang total (TL), panjang prekaudal (SL), panjang cagak (FL), dan berat. Selanjutnya, dilakukan identifikasi spesies hiu yang ditemukan di perairan Tukak, Bangka Selatan, dan dibandingkan dengan daftar IUCN serta CITES untuk menilai tingkat ancaman dan regulasi perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua individu Atelomycterus marmoratus yang tertangkap berjenis kelamin betina (40"“43 cm TL), sedangkan dua individu Chiloscyllium punctatum jantan berukuran 40"“42 cm TL. Kedua spesies ini belum mencapai kematangan seksual, yang mengindikasikan eksploitasi sebelum usia reproduksi. Spesies ini dikategorikan sebagai Near Threatened oleh IUCN. Hasil penelitian ini mendukung kebijakan konservasi dan perlindungan habitat hiu. Edukasi kepada nelayan mengenai pengurangan tangkapan sampingan (bycatch) dan pelepasan hiu perlu ditingkatkan. Keterbatasan penelitian mencakup jumlah sampel yang terbatas dan cakupan geografis yang sempit. Jika identifikasi visual tidak memungkinkan, metode DNA barcoding dapat digunakan untuk memastikan identifikasi spesies hiu secara akurat di perairan Tukak, Bangka Selatan.
STUDY OF CORAL REEF FISH IN RELATION TO LIVE CORAL REEF COVER IN THE TUING MARINE PROTECTED AREA, BANGKA, INDONESIA Ferizal, Jemi; Supratman, Okto; Adi, Wahyu; Farhaby, Arthur M; Adha, Muhammad Thoriq; Aditia, Tias; Pratama, Juanda Nikolas; Setiadi, Geri
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1371

Abstract

Coral reefs play an important role as marine habitat, but are threatened by climate change and human activities. The Tuing Marine Conservation Area, which still has a relatively good coral reef ecosystem, needs to be evaluated to ensure the effectiveness of conservation and support sustainable management. This research evaluates the condition of coral reefs, coral fish biomass and the relationship between coral reefs and coral reef fish in the Tuing Marine Conservation Area located in Tuing Hamlet, Mapur Village, Bangka Regency. Data collection was carried out in March 2024 at three coral reef locations using the underwater photo transect method to observe the percentage of coral cover and the visual census and visual census methods to observe coral reef fish. The average live coral cover is 60.21%, included in the good category. The density of coral fish is 4,905 individuals per hectare with a total of 10 – 14 species. Reef fish biomass is 65.51 kg per hectare. The relationship between coral reefs and coral fish shows that the better the condition of the coral reef, the higher the number of species and biomass of coral fish. These findings highlight the importance of preserving coral reef ecosystems to support biodiversity and sustain fisheries. Conservation efforts should focus on reducing anthropogenic activities, increasing public awareness, and implementing effective management and rehabilitation strategies
Studi Perbandingan Karakter Morfometrik Lamun Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh di Perairan Bangka Selatan Emillia, Emillia; Adi, Wahyu; Supratman, Okto; Muftiadi, Muhammad Rizza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.96906

Abstract

Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh, adalah salah satu spesies lamun yang ditemukan di Bangka Selatan. Kajian mendalam mengenai perbedaan karakter morfometrik O. serrulata di wilayah Bangka Selatan belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi morfologi lamun, menganalisis karakter morfometrik lamun dan pengaruh susbtrat terhadap morfometrik O. serrulata. Penelitian dilakukan bulan Juni 2023 di Pantai Tanjung Kerasak, Penutuk, Kumbung dan Tanjung Sangkar. Penentuan titik lokasi sampling lamun dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data morfometrik di analisis menggunakan analisis one way Anova, Principal Component Analysis (PCA) dan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan panjang daun berkisar antara 22,86-101,48 mm, lebar daun 6,19-8,19 mm, panjang tangkai lamun 14,79-36,06 mm, diameter tangkai yaitu 2,14-2,46 mm. Sementara itu, panjang rhizoma berkisar 40,8-51,35 mm, diameter rhizoma 2,19-2,63 mm dan panjang akar 32,69-88-92 mm. Berdasarkan analisis komponen utama, substrat yang berpengaruh adalah pecahan karang, pasir, dan lumpur. Hasil analisis kluster yang mempunyai kesamaan antar lokasi yaitu Kumbung dan Tanjung Sangkar sedangkan hasil analisis Anova yaitu hanya mempunyai perbedaan secara signifikan pada bagian tangkai O. serrulata.
KERAGAMAN DAN DISTRIBUSI GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA PENAGAN PULAU BANGKA Febriyanti, Ade; Irwanto, Riko; Supratman, Okto
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.973

Abstract

Penagan Village's mangrove area has high ecological and economic value. Aquatic biota such as gastropod groups inhabit the mangrove ecosystem here. The community makes extensive use of these animals for consumption and trade. The purpose of this research is to identify species, analyze the diversity, density, and distribution patterns of gastropods in the Penagan Village mangrove area. In addition, the species and density of mangroves will be identified, as will the relationship between gastropods and environmental factors in the area. This study was carried out between September 2020 and January 2021. Purposive sampling of mangrove vegetation was used to collect data at three different stations. The gastropods found were 1989 individuals from eight families: Cerithiidae, Ellobiidae, Littorinidae, Muricidae, Nassariidae, Neritidae, Potamididae, and Thiaridae. The highest diversity index value, 2.13, was discovered at station II, while the lowest value, 1.08, was discovered at station I. Station 3 had the highest species density and relative density of gastropods, which was 7.70 (individual/m2). Gastropods are distributed uniformly at each observation station. Rhizophora apiculata, Avicennia alba, Ceriops decandra, and Lumnitzera racemosa are the four mangrove species. The last species has the greatest density of mangroves.
Optimalisasi Potensi Blue Economy dengan Pengolahan Limbah Perikanan menjadi Pakan Ikan Okto Supratman; Robin; Adriyansyah
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.48

Abstract

Ekonomi biru merupakan pendekatan berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya kelautan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan melestarikan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi biru melalui pengolahan limbah perikanan menjadi pakan ikan, yang dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Metode pengabdian yang digunakan melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan mitra dan pemerintah desa, serta persiapan peralatan dan bahan. Pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan praktek langsung pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok budidaya di Desa Tukak berhasil memproduksi pakan ikan secara mandiri, dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Pakan yang dihasilkan digunakan untuk budidaya ikan bandeng dan udang windu, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemandirian dan efisiensi produksi budidaya ikan, serta membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Dukungan dari pemerintah dan mitra lokal diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.