Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KORELASI GENETIK ANTARA BOBOT INDUK DAN BOBOT ANAK SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SIMMENTAL PERANAKAN ONGOLE Nurliani Erni; Teguh Rafian
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/zmf36x70

Abstract

This research was conducted to analyze the genetic correlation between dam weight calf weight of Ongole Grade (PO) and Simmental Ongole Grade (SIMPO) cows. This study used 19 Ongole Grade and 37 Simmental Ongole Grade calves and cows. Observed variables included dam weight at calving, calf sex, birth weight, dam weight at weaning, weaning weight, dam weight loss, and calf weight gain. The data were analyzed using Pearson's correlation analysis to estimate the genetic correlation values. The results showed that dam weight at calving, calf birth weight, dam weight at weaning, weaning weight, dam weight loss, and calf weight gain in both PO and SIMPO cattle did not show significant differences between different sexes. Based on the genetic correlation analysis, it was concluded that there was a weak (negative) to moderate (positive) relationship between dam weight and calf weight in PO cows, and a weak (positive) to moderate (negative) relationship in SIMPO cows.
KINERJA INDUK SAPI JAWA, PERANAKAN ONGOLE DAN SIMMENTAL PERANAKAN ONGOLE YANG DIPELIHARA PADA KONDISI YANG SAMA Nurliani Erni
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.855

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar dapat menentukan gambaran kinerja induk sapi Jawa, Peranakan Ongole (PO) dan Simmental Peranakan Ongole (SimPO) yang dipelihara pada kondisi yang sama. Penelitian menggunakan 127 ekor induk sapi yang terdiri atas 16 ekor induk sapi Jawa, 34 ekor induk sapi PO dan 77 ekor induk sapi SimPO. Sapi dipelihara secara intensif di dalam kandang tambat dan diberi pakan konsentrat secara terbatas yaitu 2 persen bobot tubuh ternak serta diberi hijauan secara bebas. Pedet yang lahir dipelihara bersama induk selama 90 hari, setelah penyapihan induk dipelihara sampai melahirkan kembali. Data dianalisis menggunakan RAL pola searah dan jika ada perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan`s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot lahir sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 20,67±3,12, 27,90±3,97, dan 30,73±6,27 kg, bobot lahir sapi Jawa lebih kecil (P<0,05) daripada sapi PO dan SimPO. Bobot sapih sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 55,99±12,28, 54,40±10,30, dan 72,29±31,04 kg, bobot sapih sapi Jawa lebih kecil (P<0,05) daripada sapi SimPO dan bobot sapih sapi PO berbeda tidak nyata dengan sapi Jawa dan SimPO. Interval kelahiran, IRI, dan IPI sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 492,00±59,08, 498,64±103,09, dan 488,54±130,65 hari, 0,75±0,09, 0,76±0,140, dan 78±0,16 ekor/tahun, 37,23±2,66, 42,12±9,66, dan 56,22±26,20 kg/induk/tahun, Interval kelahiran, IRI, dan IPI sapi Jawa, PO dan SimPO berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa kinerja induk sapi Jawa, PO dan SimPO yang dipelihara pada kondisi yang sama adalah sama
Pengaruh Penambahan Minyak Ikan Lemuru Pada Media Tumbuh Larva BSF (Black soldier fly) Berbasis Fermentasi Ampas Tahu Terhadap Produksi Maggot BSF, Kandungan Protein dan Lemak Tepung Maggot BSF Muhammad Rido; Nurliani Erni; Dyah Triasih; Firdaus Husein
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.865

Abstract

Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh minyak ikan lemuru yang ditambahkan pada media tumbuh larva BSF berbasis ampas tahu terhadap produksi dan kandungan protein kasar serta lemak kasar maggot BSF. Penelitian ini menggunakan telur maggot BSF, ampas tahu, probio FM dan minyak ikan lemuru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian adalah level minyak ikan lemuru pada media tumbuh berbasis ampas tahu fermentasi. Perlakuan tersebut yaitu tanpa diberikan minyak ikan lemuru (0%), kemudian diberikan 3%, 6% dan 9%. Parameter yang diukur adalah produksi maggot BSF, kandungan protein dan lemak tepung maggot BSF. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa perlakuan dalam media tumbuh larva BSF ampas tahu fermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap produksi maggot BSF, berpengaruh sangat nyata (P<0.05) terhadap kandungan protein kasar (PK) dan lemak kasar (LK) tepung maggot BSF. Pemberian perlakuan berupa minyak dari ikan lemuru pada level 3% menghasilkan produksi maggot BSF sebesar 370,75-gram, protein kasar 32,03% dan lemak kasar 28,37.
Correlation and Regression Between Body Measurements and Body Weight of Ongole Crossbred Cattle in Various Age Groups Erni, Nurliani; Suhardi, Suhardi; Wibowo , Ari; Dinanti, Kirana Dara
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agritropica.8.1.7-13

Abstract

This study aimed to estimate the value of genetic correlation and the regression equation between body weight and body measurements of male Ongole crossbred (PO) cattle across various age groups. The sample used consisted of 80 male PO cattle divided into four age groups: I0 (<18 months), I1 (18 to 24 months), I2 (24 to 30 months), and I3 (>30 months).  The parameters observed include body weight (BW), body length (BL), body height (BH), hip height (HH), and chest circumference (CC). Correlation and regression data were analysed using the Excel program; the regression between body weight and body size was analysed using the best subset regression method. The results showed a strong to robust genetic correlation between body weight and body size, with the highest correlation value in chest circumference (CC) in all age groups (0.92-0.98). The regression equations revealed that chest circumference had the highest regression coefficients (ranging from 2.36 to 3.87), indicating that it is the most reliable body size measurement for predicting body weight in PO cattle. This study concludes that chest circumference can be used as a reliable parameter to estimate the weight of PO cattle in various age groups, especially for farmers who do not have access to scales.
Stingless Bee (Trigona sp.) Beekeeping as an Alternative Economic Source to Support Community Food Security in Lempake, Samarinda Akhmat Rizkuna; Suhardi Suhardi; Ari Wibowo; Anhar Faisal Fanani; Nurul Fajrih H; Nurliani Erni; Dinar Anindyasari; Karenina Dwi Yulianti; Fandini Melia Anjani
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v2i2.1443

Abstract

Stingless bee (Trigona sp.) cultivation presents significant potential for livestock diversification, improved food security, and rural economic development. Although this practice offers clear advantages, including low maintenance requirements, minimal environmental risk, and the high nutritional and commercial value of its honey, its adoption in Lempake Subdistrict, North Samarinda, East Kalimantan, remains limited. This situation is primarily due to a lack of community awareness and technical knowledge in apiculture. In response, a community service program was conducted on 10 May 2025 by lecturers from the Faculty of Agriculture, Mulawarman University, in collaboration with local farmer groups and supported by the Samarinda City Government. The program provided structured training through field visits, lectures, interactive discussions, and practical demonstrations at selected apiaries. Post-training evaluations showed a substantial improvement in participants’ understanding of colony management, hygienic honey harvesting, and the economic prospects of stingless bee products. Additionally, the program encouraged entrepreneurial interest and supported the development of value-added functional food products based on local resources. These findings indicate that targeted training and institutional collaboration are effective in promoting sustainable stingless beekeeping practices. Future initiatives should focus on continued technical support and the integration of apiculture products into local and digital markets to enhance competitiveness and economic impact.
PENGARUH PROTEIN DAN LISIN TERHADAP MASSA KALSIUM DAN PANJANG TULANG FEMUR AYAM KAMPUNG FINISHER Rizkuna, Akhmat; Erni, Nurliani; Aldiyanti, Amani
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh taraf protein dan lisin terhadap massa kalsium dan panjang tulang femur khususnya pada ayam kampung fase finisher (umur 7-12 minggu). Penelitian ini menggunakan 240 ekor ayam kampung (unsex). Kandang untuk pemeliharaan terdiri dari 24 unit percobaan dan masing-masing unit percobaan terdiri dari 10 ekor ayam menggunakan bertipe multiple cage dengan dikelilingi wire. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah taraf protein ransum yang terdiri atas 2 taraf (17% dan 14%). Faktor kedua adalah penambahan lisin yang terdiri atas 3 taraf (0,6%; 0,7%, dan 0,8%). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah massa Ca tulang dan panjang tulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa massa Ca tulang finisher pada taraf protein P1 dan taraf lisin L1, L2 dan L3 berturut-turut yaitu 0,08±0,023, 0,10±0,027, dan 0,09±0,017 g/ekor, sedangkan massa Ca tulang finisher pada taraf protein P2 dan taraf lisin L1, L2 dan L3 berturut-turut yaitu 0,09±0,019, 0,09±0,008, dan 0,10±0,011 g/ekor. Panjang tulang femur finisher pada taraf protein P1 dan taraf lisin L1, L2 dan L3 berturut-turut yaitu 5,68±0,54, 5,85±0,30, dan 6,52±0,31 cm, sedangkan panjang tulang femur finisher pada taraf protein P1 dan taraf lisin L1, L2 dan L3 berturut-turut yaitu 5,93±0,54, 5,84±0,33, dan 5,75±0,40 cm tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa taraf protein dan lisin yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap massa kalsium tulang dan panjang tulang femur ayam kampung finisher.
Penerapan Pakan Alternatif Ternak Unggas Azolla mycrophilla Dengan Metode Fermentasi Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Argamulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau Triasih, Dyah; Nurliani Erni
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): GJPM - JANUARI s/d JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i1.168

Abstract

Argo Mulyo adalah salah satu desa di kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan desa yang memiliki luas wilayah 7.632,39 km².. Dari total luas wilayah tersebut,merupakan tegalan atau kebun yang sebagian besar ditanami kelapa sawit dan sayuran. Dengan luasnya tegalan atau kebun yang dimiliki oleh masyarakat sekitar banyak masyarakat yang memelihara unggas berupa ayam petelur sebagai mata pencarian disamping berkebun. Besarnya potensi unggas yang dihasilkan berdampak sama pengeluaran biaya pakan yang dikeluarkan oleh karena diperlukan pakan alternatif untuk mensiasatinya. Prospek penerapan inovasi dalam pakan alternatif untuk ternak unggas di desa Argamulya kabupaten Lamandau diharapkan mampu mengurangi faktor kendala keuangan peternak unggas dalam pembelian pakan kosentrat. Pakan alternatif dengan menggunakan fermentasi Azolla microphylla diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak unggas sehingga didapatkan hasil daging dan telur yang berkualitas tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 2 sesi. Pada sesi pertama pemateri memfokuskan pada pemberian informasi mengenai Azolla microphylla, manfaatnya dan cara pembuatan pakan alternatif. Sesi berikutnya, fokus pada praktek pengaplikasian terhadap ayam petelur. Akhir kegiatan di dalam ruang adalah tanya jawab. Sementara untuk kegiatan di luar ruangan sesudah pelaksanaan praktik penerapan pakan alternatif pada ayam petelur. Dengan adanya pakan alternatif Azolla microphylla  menjadikan masyarakat dapat melakukan penghematan akan pakan yang digunakan tanpa mengurangi kualitas.
PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI ANDROID TIMBANGAN SAPI DI DESA BINAAN SUMBER MULYA KECAMATAN BULIK KABUPATEN LAMANDAU Erni, Nurliani; Triasih, Dyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2447-2452

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada peternak dalam memanfaatkan Aplikasi Android berupa Timbangan Sapi yang dilaksanakan pada bulan April-Mei 2023 di Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu survei tempat pengabdian, penyusunan media pendukung pelatihan, sosialisasi dan pelatihan, praktek pemanfaatan aplikasi dengan cara mengambil data ukuran tubuh ternak berupa panjang badan dan lingkar dada serta pendampingan dalam mempraktekkan aplikasi pada kehidupan sehari-hari. Pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta yang sangat antusias dalam berdiskusi, memberikan argumen dan mengikuti kegiatan praktek dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan peserta setuju memanfaatkan aplikasi Timbangan Sapi untuk menduga bobot badan ternaknya.