Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS : JEMBATAN LAMNYONG, JALAN TEUKU NYAK ARIEF BANDA ACEH) Ariadi Ariadi; Muhammad Isya; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Jalan Teuku Nyak Arief is one of the road in Banda Aceh with a very dense traffic as it is directly connected with the central area of education which frequently congested especially on Lamnyong bridge. There is the difference number of lane between the approach lane and the bridge lane which causes the reducing of the vehicle speed. The aim of this study was to determine the relationship between the volume, speed and density of the traffic due to the narrowing of the road at the site. Field data collection was carried out for 3 days which is on Monday, Wednesday and Thursday (9th, 11th, and March 12, 2015) for 6 hours per day. The data was collected at peak hours in the morning from 7:00 to 9:00 a.m., daytime hours from 12:00 to 02:00 p.m., and in the afternoon hours from 04:00 to 06:00 p.m. There are 24 groups was occupied during 6 hour observation with 15-minute intervals. In this study, data analysis was conducted based on Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997,using Microsoft Excel software. Three methods were used in determining the relationship characteristics of the traffic: Greenshield linear, Greenberg logarithmic and Underwood exponential. The results of analysis showed that the relationship model that is appropriate for Jalan Teuku Nyak Arief (on the Lamnyong Bridge) is Underwood model. It was obtained that the mathematical model equation for relationship of speed and density (S-D) is S = 30.6496 x e-0.0045(D); for the relationship of volume and speed (V-S) is V = 755.7700 x S - 220.5516 x S (Ln.S); and for the relationship of volume and density (V-D) is V = 30.6496 x D x e-0045(D), with a coefficient of determination is R2 = 0.9145.Keywords : Volume, speed, traffic density, Greenshield linear, Greenberg logarithmic, Underwood exponentialAbstrak:Jalan Teuku Nyak Arief merupakan salah satu ruas jalan di Kota Banda Aceh dengan volume lalu lintas yang sangat padat karena berhubungan langsung dengan kawasan pusat pendidikan dan sering mengalami kemacetan, terutama pada jembatan Lamnyong. Pada saat memasuki jembatan tersebut terjadi perbedaan karakteristik geometrik jalan dari 3 lajur menyempit menjadi 2 lajur, yang mengakibatkan kecepatan kendaraan menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas akibat terjadinya penyempitan jalan pada lokasi penelitian. Pengumpulan data lapangan dilakukan selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu dan Kamis (tanggal 9, 11, dan 12 Maret 2015) selama 6 jam setiap harinya yaitu pada jam puncak pagi hari jam 07.00 - 09.00 WIB, siang hari jam 12.00 - 14.00 WIB, dan sore hari jam 16.00 - 18.00 WIB. Selama 6 jam pengamatan terdapat 24 kelompok interval waktu 15 menit. Analisis data didasarkan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Dalam menentukan hubungan karakteristik lalu lintas digunakan tiga metode yaitu linier Greenshield, logaritmik Greenberg dan eksponensial Underwood. Dari hasil analisis diketahui bahwa model hubungan yang sesuai untuk ruas jalan Teuku Nyak Arief (pada jembatan Lamnyong) adalah model Underwood dengan persamaan model matematis S = 30,65 . e-0,0045(D) untuk hubungan kecepatan dan kepadatan (S-D) ; V = 755,77 . S - 220,55 . S (Ln.S) untuk hubungan volume dan kecepatan  (V-S) ; dan V = 30,65 . D . e-0045(D) untuk hubungan volume dan kepadatan (V-D), dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,9145.Kata kunci : Volume, kecepatan, kepadatan lalu lintas, linier Greenshield, logaritmik Greenberg, eksponensial Underwood
KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS TROTOAR UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH) Etty Herawaty; Muhammad Isya; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN PERUBAHAN TINGKAT KEKUMUHAN PASCA PENANGANAN KAWASAN KUMUH COT BAK U, KOTA SABANG PROVINSI ACEH Dody Noris; Sugianto Sugianto; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the area of priority for the slum area handling is Sabang City, Aceh province. The Slum areas in Sabang that will be reviewed are the village of Cot Bak U. The villages have obtained the handling project by Ministry of Pubic Work, Department of Development of Settlement Area, Aceh Province, conducted by 2016 through the construction of roads and Environmental drainage. This study aims to evaluate this project. The Research methods are quantitative and comparative approaches by calculating the data towards these two criteria after treatment and compare it with baseline data. Based on the results of the research can be concluded that the slums handling project towards these 2 (two) criteria does not give major change to value level of slums. For Cot Bak U village the point turn to 29 of 31 with a difference of 2 points. The results of this research indicated that the handling still needs to be implemented towards both slum areas. Moreover also need to conduct periodic evaluation of the value towards the slum area which has been assigned to find out the changes that occur as well as involving local communities in the maintenance of the quality of the neighborhoods, so that the expected value will be increased.Abstrak: Salah satu daerah yang mendapatkan prioritas untuk penangan area kumuh adalah Kota Sabang, Provinsi Aceh. Kawasan kumuh di Kota Sabang yang akan ditinjau adalah desa Cot Bak. Desa ini telah mendapatkan penanganan kumuh oleh Kementerian PU Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh yang dilakukan pada tahun 2016 melalui pembangunan Jalan Lingkungan dan Drainase Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan jalan dan drainase lingkungan. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dan komparatif yaitu melalui perhitungan data terhadap 2 (dua) kriteria setelah penanganan dan perbandingannya dengan data baseline. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penanganan kawasan kumuh terhadap 2 (dua) kriteria kekumuhan yang telah dilaksanakan di kedua kawasan kumuh tersebut tidak memberikan perubahan yang besar terhadap nilai kekumuhan yaitu untuk kawasan Cot Bak U sebelum penanganan sebesar 31 menjadi 29 dengan selisih sebesar 2 point. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih perlu dilakukannya penanganan terhadap kedua kawasan kumuh ini. Salain itu juga perlu dilakukan evaluasi nilai kekumuhan secara berkala terhadap kawasan kumuh yang telah ditetapkan untuk mengetahui perubahan yang terjadi serta melibatkan masyarakat setempat dalam pemeliharaan kualitas permukiman, sehingga diharapkan nilai kekumuhan yang ada tidak mengalami penurunan namun mengalami peningkatan.
STUDI PERJALANAN PENUMPANG KAPAL BANDA ACEH – SABANG DENGAN MODEL CAUSAL Lela Kusuma; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sabang as one of the national tourism destination in Aceh province promises a lot of beautiful panorama charm. Determination of Sabang as a tourist destination should be supported by an adequate fleet of ships both in quality and quantity. The Banda Aceh - Sabang trip is served by 2 (two) types of vessels, the government's slow ship (KMP BRR) and the private-owned vessel (KM Express Bahari 3B). The number of trips to Sabang has increased very rapidly in 2013, so the addition of 1 (one) fleet of fast boats (Express Bahari 9). Although there have been 3 (three) fleets that navigate this route, but prospective passengers often can not be served. In this research, we want to know (1) the factors that influence the demand of passenger ship from Banda Aceh - Sabang and (2) formulate a model through regression using Causal Model. This model is processed based on the primary data (questionnaires) are distributed and the filling is accompanied by surveyors. The survey consists of 2 (two) stages: pilot survey and main survey. The questionnaire data was then coded and then processed using SPSS 18.0 software using multiple linear regression. The model is formulated based on the best R2 and R criteria, taking into account significant F-Test and t-Test. Based on the data processing, the Causal Model of Banda Aceh - Sabang passenger travel request is Y = 3,134 - 0,250 X9 (travel time) + 0,203 X13 (ship mode used) - 0,166 X6 (residents). Based on this model, it is known that the factors influencing the demand of passenger trip of Banda Aceh - Sabang ship consists of 3 (three) factors, namely: travel time, the mode of ship used and the origin of the population.Abstrak: Sabang sebagai salah satu tujuan wisata nasional di Provinsi Aceh menjanjikan banyak pesona panorama indah. Penetapan Sabang sebagai destinasi wisata seharusnya didukung oleh armada kapal yang memadai baik dalam kualitas maupun kuantitas. Perjalanan Banda Aceh - Sabang dilayani oleh 2 (dua) jenis kapal, yaitu kapal lambat milik pemerintah (KMP BRR) dan kapal cepat milik swasta (KM Express Bahari 3B). Jumlah perjalanan menuju Sabang mengalami peningkatan yang sangat pesat pada tahun 2013, sehingga dilakukan penambahan 1 (satu) buah armada kapal cepat (Express Bahari 9). Walaupun telah ada 3 (tiga) armada yang melayari rute ini, namun calon penumpang kerap tidak dapat dilayani. Untuk itu dalam penelitian ini ingin diketahui (1) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan penumpang  kapal dari Banda Aceh - Sabang dan (2) merumuskan suatu model melalui regresi memakai Model Sebab Akibat (Causal Model). Model ini diolah berdasarkan data primer (kuesioner) yang disebar dan pengisiannya didampingi oleh surveyor. Survei terdiri atas 2 (dua) tahapan yaitu pilot survey dan survey utama. Data kuesioner selanjutnya diberi koding dan kemudian diolah menggunakan software SPSS 18.0 memakai regresi linier berganda. Model dirumuskan berdasarkan kriteria R2 dan R yang terbaik, dengan mempertimbangkan nilai F-Test dan t-Test yang signifikan. Berdasakan hasil pengolahan data maka  dirumuskan Model Causal permintaan perjalanan penumpang Banda Aceh - Sabang adalah  Y  =  3,134 – 0,250 X9 (waktu berwisata) + 0,203 X13 (moda kapal yang digunakan) - 0,166 X6 (asal penduduk). Berdasarkan model ini diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan perjalanan penumpang kapal Banda Aceh – Sabang terdiri dari 3 (tiga) faktor, yaitu: waktu berwisata, moda kapal yang digunakan dan asal penduduk.
PRIORITAS PEMILIHAN MODA UNTUK RUTE PERJALANAN BANDA ACEH - LANGSA DENGAN METODA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Sumarni Sumarni; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Kota Langsa, within 432 KM distance from Banda Aceh, can be reached by cars or public transports such as buses (AKAP) and Minibuses. Each mode offers different facilities; therefore potential passengers can select which transportation mode that is apt with them. We require knowing the passenger’s criteria or their preferences in order to pick a public transportation on the route. This research aims to obtain the passenger’s criteria and transportation modes alternative by using Analytical Hierarchy Process (AHP). The criterions are fare, traveling time, delay, travel frequency, and waiting time in bus station. The qualitative criterions are safety, comfortability, serviceability, reliability and flexibility. The mode alternatives are bus, air-conditioned (AC) minibus and non-AC minibus. Data collection method is using AHP questionnaire distributed to 45 respondents, which is accompanied by the surveyor. The result shows that the quantitative criteria is the percentage of traveling time (25.93%) and fare (24.76%). Modes alternative selection based on passenger’s preference is AC Minibuses (35.82%) and non-AC Minibus (36.17%). This result indicates that AC Minibuses and non-AC Minibuses are the most favourite choices amongs passengers in route Banda Aceh – Langsa.Keywords : modes selection, public transportation, criterions, alternative, AHP methodAbstrak: Kota Langsa  berjarak sekitar 432 km dari Kota Banda Aceh dan dapat ditempuh  dengan  kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Saat ini tersedia  3 (tiga) jenis angkutan umum yaitu bus Antar Kota Antar Provinsi  (AKAP) yang dilengkapi dengan AC dan Mini Bus baik menggunakan AC maupun non AC. Masing-masing moda menawarkan atribut/variabel atau keunggulan yang berbeda sehingga  penumpang dapat memilih kendaraan umum yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu ingin diketahui  bagaimanakah kriteria dan alternatif  yang menjadi pilihan penumpang moda bus dan mini bus dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Langsa.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria  dan alternatif  utama yang  menjadi pilihan penumpang dengan memakai metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria pemilitan moda dalam penelitian ini terdiri atas 5 (lima) kriteria, yaitu biaya, waktu tempuh, keterlambatan, frekuensi dan waktu menunggu di terminal. Adapun alternatif pemilihan moda adalah bus, mini bus AC dan mini bus non AC.  Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner AHP  yang disebarkan kepada 45 responden yang pernah menggunakan ketiga moda tersebut dan pengisiannya didampingi surveyor. Berdasarkan hasil penelitian dianalisis bahwa kriteria utama yang mempengaruhi pemilihan moda untuk perjalanan Banda Aceh-Langsa adalah  waktu tempuh (25,93%) dan biaya (24,76%). Alternatif global pemilihan moda untuk perjalanan dari Banda Aceh-Langsa berdasarkan pilihan responden adalah Mini Bus non AC (35,82%) dan mini bus non AC (36,17%). Ini berarti bahwa mini bus AC dan Mini  Bus non AC menjadi pilihan favorit dalam perjalanan rute Banda Aceh – Langsa.Kata kunci : pemilihan moda, angkutan umum, kriteria, alternatif, metode AHP.
EVALUASI MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS PADA RUAS JALAN KUALA TUHA - LAMIE Zahroel Barady; Muhammad Isya; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Roads Kuala Tuha - Lamie which located in Nagan Raya Regency is the alternative roads of cross South West in addition to the existing road of Kuala Tuha - Simpang Peut - Lamie. These alternate roads through the coastline has a total length of approximately 47.6 km. Bearing in mind the existing roads through mountainous areas with a total length of about 49.5 km and has 1.9 km distance difference. This research aims to analyze the economic feasibility of transport based on the Consumer Surplus method, public perception and analysis of sensitivity to the construction feasibility of alternative roads. The methods used to analyze the economics of transportation is the Pacific Consultant International (PCI). The results of the data analysis, the average trip time required for existing roads is 1.26 hours and alternative roads is 1.06 hour trip each time, so has the benefits of saving time from this alternative road construction is 0.20 hours for one trip. Savings time value of 23,828 IDR/hr for passenger cars, Rp. 157,812 IDR/hr for buses and 16,344 IDR/hr for trucks, while for VOC 387 IDR/km for passenger cars, 1,818 IDR/km for buses and 1,438 IDR/km for trucks. Based on the economic evaluation of road construction at the 14th year (year 2031) since the road opened already meet the standard economic feasibility with a discount rate of 10% and 12%. On discount rate 10% obtained the value of BCR and NPV is 1.24 and 39,270,069,000 IDR, at a discount rate of 12% obtained the value of BCR and NPV is 1.09 and 13,418,889,000 IDR, and the EIRR value obtained on the discount rate 13.31% or on the value of NPV = 0. There is a sensitivity analysis of parameters of NPV discount rate 10% the greatest value on the scenario I and most low on scenario VI, BCR parameter discount rate 10% and IRR the greatest value on the scenario VII and most low on the scenario I.Abstrak: Ruas jalan Kuala Tuha – Lamie terletak di Kabupaten Nagan Raya merupakan jalan alternatif lintas Barat Selatan selain ruas jalan eksisting Kuala Tuha – Simpang Peut – Lamie. Ruas jalan alternatif ini melalui pesisir pantai mempunyai panjang total sekitar 47,6 km. Mengingat ruas jalan eksisting yang melalui daerah pegunungan dengan panjang totalnya sekitar 49,5 km mempunyai selisih jarak 1,9 km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi transportasi berdasarkan metode Consumer Surplus, persepsi masyarakat dan analisis sensitivitas terhadap kelayakan pembangunan ruas jalan alternatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis ekonomi transportasi adalah dengan metode Pacific Consultant International (PCI). Hasil analisa data waktu perjalanan rata-rata yang dibutuhkan untuk ruas jalan eksisting adalah 1,26 jam dan untuk ruas jalan alternatif adalah 1,06 jam setiap kali perjalanan, sehingga mempunyai manfaat penghematan waktu dari pembangunan jalan alternatif ini adalah 0,20 jam setiap kali perjalanan. Penghematan nilai waktu sebesar Rp. 23.828/jam untuk mobil penumpang, Rp. 157.812/jam untuk bus dan Rp. 16.344/jam untuk truk, sedangkan untuk BOK sebesar Rp. 387/km untuk mobil penumpang, Rp. 1.818/km untuk bus dan Rp. 1.438/km untuk truk. Berdasarkan evaluasi ekonomi pembangunan jalan ini pada tahun ke 14 (tahun 2031) sejak jalan dibuka sudah memenuhi standard kelayakan ekonomi dengan discount rate 10% dan 12%. Pada discount rate 10% didapat nilai BCR 1,24, NPV Rp. 39.270.069.000, pada discount rate 12% didapat nilai BCR 1,09, NPV Rp. 13.418.889.000, dan nilai EIRR didapat pada discount rate 13,31% atau pada nilai NPV = 0. Analisis sensitivitas terdapat parameter NPV discount rate 10% nilai yang paling besar pada skenario I dan paling rendah pada skenario VI, parameter BCR discount rate 10% dan IRR nilai yang paling besar pada skenario VII dan paling rendah pada skenario I.
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA BUS RAPID TRANSIT (BRT) DENGAN KENDARAAN PRIBADI PADA KORIDOR BANDARA SIM – PELABUHAN ULEE LHEUE Ina Marlia; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sultan Iskandar Muda (SIM) - Ulee Lheue Corridor is the corridor serving the public transportation  mode connecting between SIM International Airport and Ulee Lheue Port. This corridor passes the center of the town (Central Business District). Currently, many populations in Banda Aceh use private vehicles and  public transportations for mobility. This study aims to find out the modal choice between Bus Rapid Transit (BRT) and  private vehicle in SIM – Ulee Lheue Corridor and to estimate the potency of BRT demand in SIM – Ulee Lheue Corridor. The data is collected by sampling technique using questionnaire distributed  to the passengers in SIM Airport and Ulee Lheue Port and also to the community living in the corridor track. The formulation of the traveller behavior in selection the mode arranged with Stated Preference Technique using questionnaire analyzed using multiple linear regressions to get utility equation and then substituted into logic binomial function. From multiple linear regression results, it is obtained utility equations with the variables; travelling cost (X1), travelling time (X2), walking time (X3), and headway (X4) significantly affecting the modal choice of the respondents. By using average values in the existing condition of each variable of X1, X2, X3, X4, it is obtained  that the probability of BRT modal choice in SIM – Ulee Lheue Corridor is 57.1%. To improve the possibility of BRT modal choice to 80%, it can shorten the headway become 30 minutes. Abstrak: Koridor Sultan Iskandar Muda (SIM)-Ulee Lheue merupakan koridor yang melayani moda transportasi umum yang menghubungkan bandara Internasional SIM dan pelabuhan Ulee Lheue. Koridor ini melewati pusat kota (Central Bussines Distric). Pada saat ini, masyarakat di Kota Banda Aceh menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum untuk kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pemilihan moda antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Kendaraan Pribadi pada Koridor SIM-Ulee Lheue, dan memperkirakan potensi permintaan BRT pada Koridor SIM-Ulee Lheue. Data dikumpulkan dengan teknik sampling menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada penumpang di Bandara SIM dan Pelabuhan Ulee Lheue dan juga kepada masyarakat yang tinggal di lintasan Koridor tersebut. Perumusan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih moda disusun dengan teknik Stated Preference dalam bentuk kuesioner yang dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda untuk mendapatkan persamaan utilitas yang kemudian disubstitusi ke dalam fungsi binomial logit. Dari hasil analisis regresi linier berganda maka diperoleh persamaan utilitas dengan variabel-variabel: biaya perjalanan (X1), waktu perjalanan (X2),  waktu berjalan kaki (X3), dan headway (X4) yang secara signifikan mempengaruhi dalam pemilihan moda responden. Dengan menggunakan nilai rata-rata pada kondisi eksisting dari masing-masing variabel X1, X2, X3, X4 maka nilai probabilitas pemilihan moda BRT pada koridor SIM-Ulee Lheue sebesar 57,1%. Untuk Meningkatkan kemungkinan pemilihan moda BRT hingga 80%, bisa dilakukan dengan mempersingkat headway menjadi 30 menit.
EVALUASI KONDISI EKSISTING TAMAN SARI SEBAGAI TAMAN KOTA DI BANDA ACEH Hervia Yudistira; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Taman Sari is one of public open spaces located in the city center of Banda Aceh. According to city planning, Taman Sari has fulfilled the regulation and standards.  However, its current condition looks unmaintained well. This research aims to evaluate the existing condition of Taman Sari based on city park planning indicators to exploit its role as public space. The method used in this research was qualitative descriptive. Data collection was conducted by doing field oberservation subject to park planning indicators such as: security, safety, healthy, attraction, comfortability, accessibility, and aesthetic.  The analysis results showed that the existing condition of Taman Sari lies between score 1-2, which means worstmediocre. It indicates that the condition of recent facilities in Taman Sari were insufficient, either damaged or unavailable.   Therefore, this study recommends that the local government should take into consideration on Taman Sari, in terms of maintenance and management of the park, so that Banda Aceh city society in particular,  will have more passion in the future, to visit Taman Sari.Keywords : public open space, city park, Taman Sari, Banda Aceh, city park planningAbstrak : Taman Sari termasuk salah satu Ruang Terbuka Publik Kota Banda Aceh yang lokasinya berada di pusat kota. Berdasarkan perencanaan kota, Taman Sari telah memenuhi peraturan dan standar yang ada. Akan tetapi kondisi eksistingnya terlihat tidak rapi dan teratur.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting Taman Sari berdasarkan indikator perancangan taman kota untuk memaksimalkan fungsinya sebagai ruang publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung dan mengevaluasi kondisi eksisting Taman Sariberdasarkan Indikator Perancangan Taman yang terdiri dari: vegetasi, penerangan, pembatas sub-ruang, jalur pejalan kaki, pagar, tangga/ramp, penutup permukaan, signage, fasilitas aktivitas aktif, tempat duduk, tempat sampah, jalur masuk, dan elemen air. Berdasarkan analisis terhadap kondisi eksisting, Taman Sari memiliki skor 1-2 yaitu buruk-sedang, yang berarti bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di Taman Sari kondisinya banyak yang sudah rusak ataupun tidak tersedia. Untuk itu perlu penanganan lebih lanjut dari pemerintah kota agar lebih memperhatikan perawatan terhadap fasilitas yang ada di Taman Sari agar warga Kota Banda Aceh dapat meningkatkan kunjungannya ke Taman Sari. Kata kunci : Ruang Terbuka Publik, Taman Kota, Taman Sari, Banda Aceh, Indikator Perancangan Taman
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH GAMPONG TELAGA TUJUH, KOTA LANGSA, ACEH Dini Solehati; Mirza Irwansyah; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rapid development of urban settlements is caused by urbanization and population growth resulting in the emergence of slums. One of slums in Kota Langsa located in Gampong Telaga Tujuh. The people who live in groups that build houses without thinking about space for residential supporting facilities. Residential building in the slums is permanent and semi permanent. Most of the houses are on stilts with very limited infrastructure such as lack of road facilities, local drainage, clean water, waste water, and garbage. The income level of the population is very low where most of the population works as fishermen, small traders, and handyman. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Gampong Telaga Tujuh. The benefits of this research as input for local government and local communities for the preparation of slum-reducing policies, develop a slum settlement strategy by reviewing current conditions and alternative arrangements in the future. The method used in this research is mixed methods, quantitative and qualitative methods and the analysis used is Analytic Hierarchy Process (AHP). The results of the analysis indicate that the identification of slum settlement characteristics is 100% lack of building regularity, not serviced by 80% local road network, no 100% local drainage, no minimum drinking water requirement of 100%, the waste water system is not in accordance with the requirements technical level of 100%, not maintained 100% waste management facilities and infrastructure, and do not have 100% fire protection infrastructure.Abstrak: Pesatnya perkembangan permukiman perkotaan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk maupun urbanisasi yang mengakibatkan timbulnya permukiman kumuh. Salah satu permukiman kumuh di Kota Langsa terletak di Gampong Telaga Tujuh.  Penduduk yang hidup berkelompok dan membangun rumah tanpa memikirkan ruang untuk fasilitas penunjang permukiman. Bangunan rumah di permukiman ini berbentuk semi permanen dan tidak permanen. Sebagian besar berbentuk rumah panggung dengan sarana prasarana yang sangat terbatas seperti kurangnya fasilitas jalan, drainase lingkungan, air bersih, air limbah, dan persampahan. Tingkat pendapatan penduduk sangat rendah dimana sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan, pedagang kecil, dan tukang. Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Gampong Telaga Tujuh. Manfaat penelitian ini sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah maupun komunitas lokal untuk penyusunan kebijakan pengurangan kumuh, menyusun strategi penataan permukiman kumuh dengan meninjau kondisi saat ini dan alternatif penataan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed methods) antara metode kuantitatif dan metode kualitatif, dan analisis yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukkan identifikasi karakteristik permukiman kumuh adalah tidak memiliki keteraturan bangunan sebesar 100%, tidak terlayani oleh jaringan jalan lingkungan 80%, tidak tersedia drainase lingkungan sebesar 100%, tidak terpenuhi kebutuhan air minum minimalnya sebesar 100%, sistem air limbah tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebesar 100%, tidak terpelihara sarana dan prasarana pengelolaan persampahan sebesar 100%, dan tidak memiliki sarana prasarana proteksi kebakaran sebesar 100%.
Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Berlengan Empat menggunakan Metode MKJI 1997 (Studi Kasus Simpang Gelanggang Kopelma Darussalam) Rizky Alfath; Lulusi Lulusi; Irin Caisarina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang merupakan suatu area penting di jalan raya dalam melayani arus lalu lintas karena merupakan titik pertemuan atau perpotongan dua ruas jalan atau lebih dan tempat terjadinya pergerakan yang berbeda arah. Permasalahan pada persimpangan jalan seperti kemacetan dapat diatasi dengan meningkatkan kinerja persimpangan, dan melakukan pengendalian/pengaturan arus lalu lintas yang ada. Simpang Gelanggang Kopelma Darussalam merupakan simpang empat bersinyal di kawasan Darussalam Banda Aceh yang memiliki arus lalu lintas yang padat terutama pada jam-jam puncak seperti pagi, siang, dan sore hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan karakteristik pada Simpang Gelanggang Kopelma Darussalam pada kondisi eksisting dengan perbandingan nilai EMP. Data yang dikumpulkan yaitu data primer terdiri dari geometrik persimpangan, kondisi lingkungan dan kondisi sinyal. Data sekunder terdiri dari komposisi lalu lintas, peta lokasi, nilai EMP perbandingan, dan data jumlah penduduk. Tahapan yang dilakukan dalam analisis kinerja simpang ini mengacu pada MKJI 1997. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data diperoleh volume puncak sebesar 2505 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) 0,85 dan tundaan rata-rata simpang 128,94 detik/smp dengan waktu siklus 97 detik untuk EMP MKJI 1997. Volume lalu lintas tertinggi sebesar 3136 smp/jam, (DS) 0,96 dan tundaan rata-rata simpang 437,81 detik/smp dengan waktu siklus 308 detik untuk EMP perbandingan. Hal ini menunjukkan derajat kejenuhan dari penggunaan kedua EMP tidak memenuhi nilai yang disarankan MKJI 1997 yaitu 0,75 untuk tingkat efektif kinerja simpang. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan baik itu perbaikan pengaturan lalu lintas, manajemen arus atau peningkatan kapasitas simpang.