Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Psikolog Klinis dan Remaja dalam Menangani Kasus Depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Rahmadina, R’sya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina; Ibrizah, Ziya
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32710

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu kunci utama dalam proses terapi, terutama bagi remaja yang cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi. Salah satu upaya yang dilakukan psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam adalah dengan memberikan konseling yang aman dan nyaman kepada remaja depresi melalui kemampuan komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal psikolog klinis dan remaja dalam menangani kasus depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam serta mengkajinya dengan Teori Kognitif Sosial dan lima konsep komunikasi interpersonal yakni konsep keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan ekualitas. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), yang pengumpulan data dan hasilnya diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap psikolg klinis dan para remaja depresi yang menjadi pasien di RSJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal psikolog klinis melalui lima konsep memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan dan penanganan kasus depresi bagi remaja di RSJD. Secara kesimpulan, komunikasi interpersonal yang efektif—yang mengintegrasikan kelima aspek tersebut berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik, meningkatkan keterlibatan remaja dalam terapi, dan mendukung pemulihan kesehatan mental mereka. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi komunikasi interpersonal bagi praktisi kesehatan mental dalam menangani depresi pada populasi remaja.
Konstruksi Persepsi Autentik dalam Konten Endorsement TikTok: Studi Kasus Tante Lala Rivaldy, Muhammad; Sary, Kezia Arum; Alfando W.S, Johantan; Ibrizah, Ziya
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.383

Abstract

This study examines how non-conventional communicative performances construct perceived authenticity in TikTok endorsement content. Using Krippendorff’s qualitative content analysis, the study analyzes verbal and non-verbal communication strategies in high-engagement endorsement videos produced by the Indonesian influencer Tante Lala. Findings indicate that regional dialects, heightened vocal intensity, and theatrical kinesics function as symbolic resources that negotiate authenticity and intimacy with audiences. These communicative performances blur the boundaries between commercial persuasion and interpersonal interaction, generating parasocial relationships that enhance persuasive effectiveness. The study contributes to symbolic interactionism by demonstrating how authenticity in influencer marketing is socially constructed through continuous symbolic negotiation in digital environments.
Emotional Detachment and Cyberbulling Among Generation Z in Samarinda City Ibrizah, Ziya; Burhan, Reksa; Mubarak, Ahmad Ridha; Hidayah, Ahmad; Nurrohman, Rosyid; Sanjaya, Muhammad Nurdin; Palungan, Rifaldy Sefruyanti
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i2.2025

Abstract

This study examines emotional detachment and cyberbullying among Generation Z students in Samarinda and their dynamics in digital interactions. It uses a sequential explanatory mixed-methods design, beginning with a quantitative phase (questionnaires) followed by a qualitative phase (in-depth interviews). The quantitative sample included 150 students from three schools, with data collected using a 1–5 Likert scale and analyzed descriptively. The qualitative phase involved 30 informants and thematic analysis. Results show emotional detachment at a high level (mean 3.55) and cyberbullying at a moderate level (mean 2.99). Qualitative findings reveal that emotional detachment does not directly increase cyberbullying but creates a gap between empathy and action. Students generally recognize the harm of cyberbullying but tend to remain passive, avoid conflict, or not intervene. The study concludes that cyberbullying is influenced not only by individual behavior but also by emotional distance, digital communication patterns, low social courage, and limited collective response. It recommends strengthening empathy-based digital literacy, self-disclosure, social courage, and a healthy communication culture in schools.
STRATEGI MANAJEMEN PRIVASI DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN BEDA KEYAKINAN DI KALANGAN GEN Z Viony Theresia Sitinjak; Ainun Ni'Matu Rohmah; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan berpacaran beda agama menjadi tantangan kompleks bagi Generasi Z di Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi. Perbedaan keyakinan tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga nilai keluarga, norma sosial, dan tekanan komunitas, sehingga memerlukan strategi komunikasi interpersonal yang adaptif untuk menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen privasi dalam komunikasi interpersonal pasangan beda keyakinan di kalangan Gen Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga pasangan mahasiswa FISIP UNMUL angkatan 2021 yang telah menjalin hubungan minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi selektif (paling dominan), strategi integrasi, dan strategi kompartementalisasi. Ketiga strategi ini digunakan untuk mengelola batas privasi, menghindari konflik, membangun nilai bersama, serta memisahkan ranah keyakinan pribadi dari hubungan romantis. Esensi pengalaman mereka adalah harmoni yang rapuh di tengah ketegangan antara keinginan keterbukaan dan perlindungan identitas religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen privasi melalui strategi komunikasi yang adaptif menjadi kunci keberlangsungan hubungan beda keyakinan pada Generasi Z di era digital.