Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan media flashcard augmented reality berbasis problem based learning materi rantai makanan untuk meningkatkan critical thinking siswa sekolah dasar Nadia Diaz Ananta; Mohamad Fatih; Ragil Tri Oktaviani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027095jpgi0005

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih didominasi dengan media konvesional yang monoton dan verbal, sehingga kurang melibatkan keaktifan siswa, hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan critical thinking. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh langkah sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media flashcard berbantuan augmented reality yang diitegrasikan dengan model PBL untuk meningkatkan kemampuan critical thinking siswa kelas V di UPT SD Negeri 01 Kademangan Blitar. Media ini dirancang dengan cara yang menarik, efektif, dan efisien. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, angket dan tes. Pada teknik observasi dan wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi awal, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui hasil uji dari validator dan tes digunakan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada hasil validasi dan uji coba ahli menunjukkan bahwa media layak digunakan. Terbukti bahwa media ini dapat membantu dalam meningkatkan critical thinking siswa dalam memahami materi rantai makanan.
Pengembangan Media Pop Up Story Book Berbasis Kearifan Lokal Pada Materi Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV UPT SDN Kademangan 01 Nanda Saniyaroh; Isna Khuni Mualimah; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7499

Abstract

This study was conducted to develop a local wisdom-based Pop-Up Story Book as a learning medium for improving reading comprehension skills among fourth-grade students at UPT SDN Kademangan 01, Blitar Regency, as well as to examine its validity and effectiveness. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants consisted of 20 fourth-grade students of UPT SDN Kademangan 01. Data collection was carried out through material expert validation sheets, media expert validation sheets, language expert validation sheets, teacher response questionnaires, and pre-test and post-test assessments. The findings indicated that the developed learning media met the criteria of high validity, obtaining validation scores of 82% from material experts, 90% from language experts, and 90% from media experts. In addition, the teacher response questionnaire yielded a score of 93.4%, indicating that the media was highly effective for classroom use. The effectiveness of the media was further supported by a substantial improvement in students’ reading comprehension performance. The average score increased from 47.00 on the pre-test to 91.00 on the post-test. Statistical analysis using the One-Sample T-Test produced a significance value of 0.000, which was lower than the threshold of 0.05, demonstrating a significant effect of the developed media on students’ reading comprehension achievement. Based on these findings, the local wisdom-based Pop-Up Story Book can be considered a valid, effective, and suitable learning medium for elementary school students while simultaneously promoting local cultural values through the story of Kyai Bonto Kademangan.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Cerita Rakyat Untuk Meningkatkan Kemampuan Memirsa Siswa Kelas IV SDI Ma'arif Garum Laylatul Afifah; Isna Khuni Mualimah; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i2.7500

Abstract

Viewing skill is among the key language competencies that students must develop within the framework of Indonesia's Merdeka Curriculum. A preliminary study conducted at SDI Ma'arif Garum, however, found that fourth-grade students had not adequately developed this skill, largely due to the dominance of teacher-centered learning approaches and the absence of varied instructional media. In response to this gap, the present study sought to design and evaluate an animated video learning medium grounded in the local Blitar folklore of Bubuksah and Gagang Aking. The research adopted a Research and Development (R&D) approach guided by the ADDIE framework, which encompasses five sequential phases: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Validation involved a panel of subject matter specialists, media technologists, and language reviewers, as well as classroom practitioners and fourth-grade learners as end users. Data collection relied on observation, in-depth interviews, validation instruments, documentation records, and viewing skill assessments, with quantitative data analyzed descriptively and media effectiveness evaluated through a One-Sample t-Test using IBM SPSS Statistics. Expert validation yielded feasibility ratings of 94% from content validators, 92% from media evaluators, and 95% from language reviewers — all categorized as highly valid. Student performance data further demonstrated a meaningful learning gain, with average scores climbing from 60.00 at the pre-test stage to 90.50 following media implementation. These findings confirm that the animated video based on the Bubuksah and Gagang Aking folklore constitutes an effective, engaging, and contextually appropriate medium for enhancing elementary students' viewing skills, learning engagement, and comprehension of folk narrative content.
Dampak Penggunaan Media Sosial (TikTok) terhadap Perilaku dan Karakter Anak Usia Dasar Umi Sholihah Fathonah Amin; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5, Nomer 3, Juli Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v5i3.2199

Abstract

Media sosial seperti TikTok memengaruhi kehidupan siswa sekolah dasar. Meski memberikan hiburan, ada kekhawatiran terhadap dampaknya. Meneliti pengaruh penggunaan TikTok terhadap perilaku dan karakter siswa SD. Studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap lima siswa, lima orang tua, dan dua guru. TikTok memberi dampak positif seperti meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas, namun juga menimbulkan perilaku meniru konten negatif dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang dewasa.Peran guru dan orang tua sangat penting untuk membimbing anak. dalam menggunakan media sosial secara bijak demi pembentukan karakter positif.
Pengaruh Media Sosial TikTok pada Perkembangan Psikomotorik Anak Usia Sekolah Dasar Tutut Angraheni; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Vol 5, Nomor 2, April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v5i2.2201

Abstract

Pada era digital saat ini perkembangan teknologi semakin pesat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara hidup manusia, termasuk dalam dunia anak-anak. Banyak anak- anak mulai membuat konten dan meniru tren yang sedang viral. Metode yang digunakan yaitu literatur review. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada pengaruh media sosial Tik tok terhadap perkembangan psikomotorik anak. Dalam penggunaan media sosial Tik tok terdapat dampak positif maupun dampak negatif. Tinjauan literatur juga mengungkap bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan tiktok. Bila didampingi dan diarahkan, anak dapat memilih konten yang melibatkan aktivitas fisik, mengekspresikan diri, bahkan belajarberkolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Tik tok terhadap perkembangan psikomotorik anak. Artikel ini di buat supaya para orang tua dan guru mengetahui cara mengurangi dampak tersebut dengan beberapa cara yang sudah peneliti cantumkan pada artikel.
Dampak Media Sosial terhadap Pembelajaran dan Kinerja Siswa Sekolah Dasar Jessica Putri Ramadhani; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi digital yang pesat, media sosial telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. Anak-anak di tingkat sekolah dasar sekarang berperan aktif sebagai pengguna di berbagai platform media sosial seperti YouTube, WhatsApp, TikTok, dan Facebook, bukan hanya sebagai pengguna yang pasif. Situasi ini menimbulkan dua pandangan yang bertentangan. Di satu sisi, ada keprihatinan mengenai dampak negatif yang bisa muncul, seperti ketergantungan terhadap media sosial, terganggunya fokus belajar, dan meningkatnya kemungkinan anak-anak terpapar konten yang tidak sesuai untuk usia mereka. Ini memerlukan perhatian khusus dari orang tua, pengajar, dan pihak pembuat kebijakan. Abstract: In the rapid development of digital technology, social media has become an important element in everyday life, including in the field of education. Children at the elementary school level are now actively playing a role as users on various social media platforms such as YouTube, WhatsApp, TikTok, and Facebook, not just as passive users. This situation raises two conflicting views. On the one hand, there are concerns about the negative impacts that can arise, such as dependence on social media, disruption of learning focus, and the increased possibility of children being exposed to content that is not appropriate for their age. This requires special attention from parents, teachers, and policy makers.
Pengaruh Game Roblox terhadap Perilaku dan Prestasi Siswa Sekolah Dasar Dewi Imroatus Solikah; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5, Nomer 4, Oktober Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v5i4.2212

Abstract

Game online seperti Roblox saat ini semakin populer di kalangan siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak menggunakan permainan Roblox pada perilaku sosial siswa dan kinerja pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner dan pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa intensitas tinggi dalam permainan roblox cenderung memiliki dampak negatif pada konsentrasi pembelajaran dan interaksi sosial siswa. Hasil ini menggambarkan perlunya pengawasan permainan dan regulasi.
Pemanfaatan Instagram sebagai Media Inovatif dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Aprilia Widya Kumala Sari; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5, Nomer 4, Oktober Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v5i4.2214

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam inovasi metode pembelajaran di sekolah dasar. Artikel ini mengkaji pemanfaatan Instagram sebagai media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menganalisis literatur terkait penggunaan media sosial dalam proses belajar-mengajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram memiliki fitur visual dan interaktif yang mendukung penyampaian materi, mendorong kreativitas siswa, serta memperkuat komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Namun, penggunaan media ini perlu pengawasan dan pengelolaan yang tepat untuk menghindari risiko konten yang tidak sesuai dan keterbatasan usia pengguna. Dengan pendekatan yang tepat, Instagram dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang menarik dan relevan di era digital, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Pengaruh Media Sosial TikTok pada Perkembangan Psikomotorik Anak Usia Sekolah Dasar Tutut Angraheni; Ragil Tri Oktaviani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i1.2227

Abstract

Pada era digital saat ini perkembangan teknologi semakin pesat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara hidup manusia, termasuk dalam dunia anak-anak. Banyak anak- anak mulai membuat konten dan meniru tren yang sedang viral. Metode yang digunakan yaitu literatur review. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada pengaruh media sosial Tik tok terhadap perkembangan psikomotorik anak. Dalam penggunaan media sosial Tik tok terdapat dampak positif maupun dampak negatif. Tinjauan literatur juga mengungkap bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan tiktok. Bila didampingi dan diarahkan, anak dapat memilih konten yang melibatkan aktivitas fisik, mengekspresikan diri, bahkan belajarberkolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Tik tok terhadap perkembangan psikomotorik anak. Artikel ini di buat supaya para orang tua dan guru mengetahui cara mengurangi dampak tersebut dengan beberapa cara yang sudah peneliti cantumkan pada artikel.
PENGEMBANGAN FLASHCARD DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN ADVERSITY QUATIENT SISWA KELAS IV SISWA KELAS IV SDN KABUPATEN BLITAR Hazin Tri Wulandari; Shofi Nur Amalia; Ragil Tri Oktaviani
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.689

Abstract

This study aims to develop flash card learning media on the material of flat area with Problem Based Learning (PBL) approach to improve Adversity Quotient (AQ) of fourth grade students of SDN Ngoran 02 Blitar Regency. The background of this study is the low fighting power of students in learning mathematics which is characterized by passivity and giving up easily when facing difficult problems. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Media expert validation scored 90% (very valid), material expert validation 95.5% (very valid), and feasibility validation 91.1% (very feasible). AQ measurement was conducted through pretest and posttest questionnaires, with an average pretest score of 6.06 and posttest of 10.18 from a maximum score of 12. These results show a significant increase in students’ AQ after the application of PBL-based flash card media. Thus, the flash card media developed is effective in increasing students’ fighting power in learning mathematics flat area material.