Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJA SAMA SISWA Lavenda, Sonia; Asriati, Nuraini; Purnama, Shilmy; Bistari, Bistari; Utami, Tri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8037

Abstract

This study aims to improve the cooperative attitudes of class VII A students at SMP Negeri 29 Pontianak through the implementation of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model in Pancasila Education. The type of research used was Classroom Action Research (CAR), implemented in two cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were class VII A students, while data were obtained through observations of the learning process. The collected data were analyzed descriptively by calculating the average results of teacher and student observations. The results showed that the implementation of the TSTS learning model significantly increased student activeness and cooperative attitudes. The percentage of teacher observations increased from 78.57% in cycle I to 89.28% in cycle II, while the percentage of student observations increased from 59.37% to 87.5%. Thus, it can be concluded that the use of the Two Stay Two Stray cooperative learning model is effective in improving students' cooperative attitudes in Pancasila Education, class VII A, SMP Negeri 29 Pontianak, in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kerja sama siswa kelas VII A SMP Negeri 29 Pontianak melalui penerapan model pembelajaran koo peratif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A, sedangkan data diperoleh melalui observasi terhadap proses pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menghitung rata-rata hasil observasi guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan keaktifan dan sikap kerja sama siswa secara signifikan. Persentase hasil observasi terhadap guru meningkat dari 78,57% pada siklus I menjadi 89,28% pada siklus II, sedangkan hasil observasi terhadap peserta didik meningkat dari 59,37% menjadi 87,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray efektif dalam meningkatkan sikap kerja sama siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII A SMP Negeri 29 Pontianak Tahun Pelajaran 2025/2026.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEBAT PADA PEMBELAJARAN PPKN Renfita Renfita; Bistari Bistari; Tri Utami; Sulistyarini Sulistyarini; Shilmy Purnama
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10039

Abstract

This study aims to improve students' social skills through the application of a debate learning model in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject for ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. The social skills developed in this study include the ability to communicate effectively, work together in groups, respect differences of opinion, and resolve conflicts in social interactions. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 18 ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. The research instruments used were student social skills observation sheets and teacher activity observation sheets. The results showed that the application of the debate learning model can improve students' social skills. This is evident in the increase in the percentage of students' social skills from 58.33% in the first cycle to 90% in the second cycle. Therefore, it can be concluded that the debate learning model is effective in improving students' social skills in the PPKn subject for ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. 
Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Bernalar Kritis Pada Tema Suara Demokrasi P5 Kegiatan Pemilihan Osis SMPN 13 Sungai Raya Nur Sutari; Bistari; Adhalia Zatalini; Sulistyarini; Tri Utami
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan inisiator dalam pembentukan karakter bernalar kritis pada tema suara demokrasi dalam kegiatan pemilihan OSIS di SMPN 13 Sungai Raya. Pendidikan karakter yang baik sangat penting untuk menciptakan generasi yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam membimbing siswa melalui berbagai tahapan pemilihan OSIS, mulai dari persiapan hingga pelantikan pengurus baru. Sebagai fasilitator, guru membantu siswa memahami proses pemilihan dan pentingnya partisipasi dalam demokrasi. Sebagai motivator, guru mendorong siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif. Sebagai inisiator, guru merancang kegiatan yang mendukung pengembangan karakter bernalar kritis siswa. Namun, terdapat faktor penghambat, seperti kurangnya pemahaman siswa tentang demokrasi. Dukungan dari lingkungan sekolah dan antusiasme siswa menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan karakter dan demokrasi di sekolah